2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39028

Nasib Budi Gunawan Dijadikan Taruhan

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Martin hutabarat menjadikan persoalan pelantikan Budi Gunawan sebagai pasar taruhan. 
Pasalnya, kegamangan Presiden Joko Widodo dalam memutuskan masalah tersebut menjadi ajang teka-teki seluruh kalangan.
“Sekarang ini memang calon Kapolri sudah menjadi pasar taruhan, apakah BG jadi dilantik atau tidak,” ujar Martin di gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/2).
Dirinya tidak bisa memprediksi dan membaca ekspresi Jokowi sebagai tanda dalam pengambilan keputusan. Jokowi kiranya cepat membuat keputusan agar ‘pasar taruhan’ tidak meluas.
“Jika tidak dilantik siapa yang menjadi calonnya (pengganti)? saya kira supaya judi ini jangan jadi meluas, presiden harus cepat membuat putusan agar pasar taruhan tidak meluas. Kita sarankan jangan terlalu lama secepatnya aja lah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nasihat Islami Malam: Seperti Ini Bila Seorang Muslim Tidak Mau Zakat

Jakarta, Aktual.co — Pegawai atau karyawan yang memiliki pendapatan lebih setiap tahunnya, maka wajib menyisihkan zakat sekitar 2.5 persen bagi yang membutuhkan.

“2.5 persen itu wajib hukumnya, karena memang itu adalah hak milik yang membutuhkan, bukan milik kita, kita hanya sebagai perantara untuk memberikannya,” terang Ustad Ahmad Rosyidin dari Majelis Mihrab Qolbi, di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.

Dalam Al Quran sudah jelas, bahwa 2.5 persen merupakan milik hak bagi orang yang membutuhkan dan Muslim tersebut wajib berzakat. .

“Jadi jika ada orang yang begitu sombongnya telah mengaku zakat kepada banyak orang, maka itu bukan berkah atau pahala, karena memang zakat yang ia berikan memang hak fakir tersebut, bukan miliknya,” jelasnya lagi.

Ahmad menambahkan, seorang Muslim seharusnya malu, bila 2.5 persen itu masih dimakan sendiri, karena memakan apa yang bukan miliknya. Yang bukan hak seorang Muslim, hukumnya berdosa dan banyak sekali dampak nyata yang didapat.

Seperti, mungkin kita kehilangan uang, barang-barang yang hilang atau apapun itu yang bersifat hilang dengan tiba-tiba. Bisa saja hal tersebut adalah hukuman dan sedikit peringatan bentuk sayang Allah SWT kepada kita karena kita lupa memberi zakat yang seharusnya kita berikan kepada yang hak dan pemiliknya.

Untuk itu, apa salahnya kita memberikan zakat 2.5 persen kepada yang membutuhkan dan yang berhak mendapatkannya. Karena Allah SWT tidak akan menukar rezeki seseorang yang sudah ditetapkan. Allah SWT tidak akan membuat kita kesulitan atau pun hingga jatuh miskin dengan zakat 2.5 persen tersebut.

Untuk diketahui,  mustahiq zakat ada tujuh golongan yaitu, fakir, miskin, mualaf, ghorim (kena hutang), ibnu sabil (musafir),  Fi Sabilillah, dan amil zakat.

Referensi dari Al Qur’an mengenai hal ini dapat ditemui pada surat Al Baqarah ayat 267:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari Bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara:
1. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor seara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000=Rp 75.000 per bulan atau Rp900.000 per tahun.

2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% X (1.500.000-1.000.000)=Rp 12.500 per bulan atau Rp 150.000,- per tahun.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Kadin Ajak Pemerintah-Swasta Revitalisasi Sektor Perikanan

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan berupaya mengajak pemerintah dan swasta meningkatkan produksi perikanan yang potensinya mencapai Rp380 triliun per tahun.

Dari siaran persnya, Jumat (13/2), menyebutkan hingga tahun 2012 statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai perolehan perikanan tangkap mencapai Rp72 triliun dan budidaya baru mencapai Rp28,77 triliun. Nilai tersebut dinilai masih jauh seperti yang diharapkan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengaku bahwa pihaknya tengah mendorong Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdaganan, Kementerian keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pelaku usaha perikanan agar bersama-sama merevitalisasi sektor perikanan dari hulu sampai hilir, mulai dari nelayan, petambak dengan wadah koperasinya sampai pelaku usaha pengolahan perikanan dan pelaku usaha pemasaran perikanan.

Di sisi lain, produksi perikanan nasional pada 2013 mencapai 19,55 juta ton, naik sebesar 26 persen dari perolehan pada 2012 yang tercatat 15,5 juta ton. “Ini memberikan harapan kepada nelayan dan petambak untuk meningkatkan pendapatan mereka sampai 200 persen atau lebih,” kata Yugi.

Yugi mengatakan potensi perikanan yang begitu besar masih belum digarap secara optimal. Kadin Kelautan dan Perikanan ingin agar pemerintah mengatasi masalah ilegal fishing dan meningkatkan program budidaya perikanan agar produksi perikanan dalam lima tahun ke depan bisa meningkat menjadi tiga kali lipat dari sekarang.

Beberapa hal yang pihaknya targetkan yakni stok pangan nasional untuk komoditas perikanan akan bertambah besar yang akan meningkatkan ketahanan pangan. Kedua, kesejahteraan nelayan dan petambak di kampung nelayan dan petambak di pesisir akan meningkat. Ketiga, industri pengolahan dan pemasaran perikanan akan tumbuh pesat karena ketersediaan bahan baku yang banyak, dan keempat adalah pemenuhan gizi rakyat Indonesia akan protein yang berasal dari ikan dapat meningkat lebih dari 100 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasar Taruhan di Mangga Besar Tunggu Kejelasan Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Pasar taruhan di Mangga Besar, Jakarta, tengah menunggu apakah Presiden Joko Widodo jadi melantik Komjen Pol Budi Gunawan atau tidak.
Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/2).
“Calon kapolri sudah jadi pasar taruhan di Mangga Besar, apakah jadi dilantik atau tidak jadi dilantik. Dan kemudian berkembang kalau tidak jadi dilantik siapa yang jadi calonnya,” kata Martin.
Uniknya, bandar judi ini sama-sama tidak mengetahui apa jawaban pastinya. Para bandar sama-sama memperhatikan ekspresi wajah Presiden Jokowi ketika menyampaikan statemen soal calon kapolri.
“Semua memperhatikan ekspresi dan mimik Jokowi karena itu dianggap pertanda,” jelas Martin.
Oleh karena itu, Jokowi diharap segera mengambil sikap agar polemik soal calon kapolri ini tidak berkepanjangan dan membingungkan rakyat, termasuk para bandar judi.
“Saya kira supaya ini tidak meluas, makin tidak terkendali. Kan taruhan bisa dimana-mana. Presiden harus cepat-cepat membuat putusan agar pasar taruhan makin tidak meluas dan merajalela,” pungkas Martin.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Bisa Ditawar, Sikap PDIP Tetap Ingin Budi Gunawan Dilantik

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Trimedya Pandjaitan menyebut bahwa sikap partainya tetap menginginkan Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri.
“Sikap kami tak berubah, tetap melantik,” ujar Trimedya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/2).
Trimedya berharap Jokowi konsisten dengan mengirim nama Budi Gunawan pada 9 Januari lalu.
“Kita belum tahu, lihat saja, seyogyanya menungu senin. Tapi Presiden adalah kepala pemerintahan,” katanya
Sementara, ditanya mengenai sikap Jokowi yang kemungkinan batal melantik Budi Gunawan, Trimedya mengatakan belum tentu. Menurutnya semua harus tunggu hasil praperadilan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bumi Putera Targetkan Premi Rp7,89 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan asuransi Bumi Putera menargetkan premi sebesar Rp7,89 triliun, naik sekitar 40 persen dari Rp5,6 triliun pada tahun sebelumnya.

“Target penerimaan premi itu akan dapat dicapai karena pada tahun ini juga akan merekrut lebih dari 20 ribu agen berlisensi,” kata Direktur Utama Asuransi Bumi Putera 1912 Madjdi Ali melalui siaran persnya dalam memperingati Hari Ulang Tahunnya ke-103 di Jakarta, Jumat (13/2).

Ia mengatakan, sepuluh tahun silam, Asuransi Jiwa Bumi Putera terus-menerus menjadi ‘market leader’, baik dalam pengumpulan premi maupun pemupukan asset, namun belakangan ini pelan-pelan terus tertinggal dari perusahaan asuransi sejenis seperti Prudential Life dan Axa Mandiri dan perusahaan asuransi patungan lainnya.

“Kita tak ingin terlena, branded-nya terkenal dimana-mana, usianya paling tua namun jumlah pengumpulan premi terus tertinggal dari perusahaan sejenis lainnya,” kata Madjdi yang menjabat Dirut Bumi Putera untuk kedua kalinya setelah absen lebih dari 4 tahun silam.

Pihaknya, ujar dia, terus mengejar para investor yang punya uang besar namun belum dioptimalkan dalam investasinya, lewat produk Bumiputera link atau unit link. Selain merekrut agen, pihaknya juga melepas tujuh produk baru yang izinnya baru keluar seperti, produk Mitra Kredit, Mitra Dwiguna, Ekawarsa, Mitra Kredit Cicilan dan Mitra Kecelakaan Diri.

Semua produk yang dilepas itu sudah melalui riset pasar sehingga akan mudah diterima para calon pemegang polis atau memudahkan para agen memasarkan produk tersebut, ujarnya. Pada kebangkitannya ini, lanjut dia, Bumi Putera juga mendapat hasil investasi netto mencapai Rp529,6 miliar.

Besar Dukungan Pada perayaan ulang tahun yang dihadiri para pejabat pemerintah seperti Wakil Menteri Keuangan, pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah mantan direksi Bumiputera, Madjdi Ali juga menyampaikan rasa terima kasihnya terkait adanya dukungan pemerintah dan DPR terhadap penyempurnaan UU Perasuransian 1992.

Keberadaan AJB Bumiputera 1912 sebagai satu-satunya perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama atau mutual dijamin Undang-undang Perasuransian yang telah ditetapkan oleh Komisi XI DPR pada 23 September 2014, katanya, seraya menambahkan, selama ini keberadaan Bumiputera tampak tidak nyata, lantaran tidak ada penegasan dalam UU perasuransian.

Sejalan adanya penguatan dan pengakuan dari pemerintah dan DPR, pihaknya juga akan memindah kantor pusatnya dari kawasan Sudirman ke kawasan TB Simatupang. “Pemancangan tiang dan peletakan batu pertama sudah dilaksanakan jelang hari ulang tahun Bumiputera,” katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Jiwa juga menyampaikan, PT Prudential Life Assurance didapuk sebagai perusahaan asuransi terbesar di Indonesia karena masih merajai pangsa pasar asuransi jiwa di Indonesia.

Ketua Bidang Aktuaria dan Riset Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Azwir Arifin mengatakan, Prudential sejak lima tahun lalu hingga sampai saat ini masih mendominasi pendapatan premi asuransi jiwa yakni sekitar 15-20 persen dari total premi nasional. Berdasarkan data dari AAJI, total pendapatan premi yang dihimpun industri pada tahun lalu sebesar Rp113,93 triliun. Dari total perolehan itu, pendapatan premi Prudential mencapai Rp22,5 triliun, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain