2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39146

IS Eksekusi Warga Jepang karena Tak Respon Tuntutan

Jakarta, Aktual.co — Pemberontak Negara Islam (IS) merilis sebuah video eksekusi terhadap satu warga negara Jepang yang ditawan sejak Agustus 2014.

Haruna Yukawa, dikutip dari Channelnewsasia, Senin (26/1), dieksekusi karena Jepang tak kunjung membayarkan tebusan yang diminta oleh pemberontak ISIS.

Sebelumnya, IS meminta uang tebusan sebesar USD200 juta, namun kini mereka meminta adanya pertukaran tahanan.

“Negara Islam telah melakukan ancaman dan itu telah dieksekusi sandera Jepang bernama Haruna Yukawa setelah berakhirnya batas waktu yang diberikan,” kata kelompok militan itu.

Dalam tuntutan terbarunya, IS meminta Goto ditukarkan dengan salah satu anggota mereka yang saat ini berada di penjara Yordania.

Namun, belum ada respon resmi dari pemerintah Jepang terhadap tuntutan terbaru dari IS tersebut.

Laporan: Sukardjito

Artikel ini ditulis oleh:

Mundur Sementara, PDIP Hormati Langkah Bambang Widjojanto

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR F-PDIP Dwi Ria Latifa mengaku menghormati langkah Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang mengajukan pengunduran diri sementara terkait statusnya yang menjadi tersangka.
Menurutnya, Integritas dari masing-masing personal  bergantung dari individu masing-masing.
“Kalau untuk Mas BW memang betul berhenti sementara untuk selesaikan persoalan yang dihadapi, saya hargai mas BW,” kata Latifa, di Jakarta, Senin (26/1).
Sebagai seorang pejabat pimpinan lembaga hukum, tentu tak mudah bagi BW untuk mengundurkan diri sementara, terlebih tuduhan tersebut belum terbukti.
“Mudah-mudahan tidak ada konflik interest dengan persoalan yang dihadapi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Mengundurkan Diri

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat menyampaikan pengunduran diri sementara dari jabatannya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/1/2015). Surat pengunduran dirinya sudah di kirim ke Pimpinan KPK Abraham Samad dan langsung di rapatkan ke para Pimpinan KPK. AKTUAL/MUNZIR

Kisruh KPK-Polri, Tim Independen Diminta Gerak Cepat

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto menilai tim independen yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kekisruhan antara KPK-Polri, harus bergerak cepat agar segera menghasilkan masukan yang tepat kepada presiden.
“Kami menilai pembentukan tim independen itu merupakan langkah maju, namun jangan sampai berhenti di sini saja,” kata Agus di Ruang Rapat Fraksi Partai Demokrat, Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (26/1).
Tim tersebut harus “digeber” kinerjanya, sehingga bisa menghasilkan keputusan yang tepat dalam waktu singkat. Apabila kekisruhan antara KPK-Polri tidak segera diselesaikan maka akan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.
“KPK dan Polri merupakan unsur penting dalam penegakkan hukum. Apabila KPK terganggu maka pemberantasan korupsi bisa terganggu dan apabila kinerja Polri terganggu maka penegakkan hukum akan terganggu,” ujarnya.
Kedua institusi jangan sampai ada yang memberatkan dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Partai Demokrat menilai Presiden Jokowi masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga kedua institusi itu harus diperkuat.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memanggil sejumlah tokoh untuk mendapatkan masukan terkait kisruh KPK-Polri, pada Minggu (25/1). Para tokoh tersebut akan menjadi tim independen yang terdiri dari berbagai kalangan.
Tim tersebut terdiri dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidique, mantan Wakapolri Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Oegroseno, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean dan Erry Riyana Hardjapamekas.
Selain itu, ada mantan staf ahli Kapolri Bambang Widodo Umar, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkopolhukam Tedjo Edhi Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Jakarta, Aktual.co — Forum Warga Kota Jakarta melaporkan Menkopolhukam Tedjo Edhi ke Bareskrim Polri terkait pernyataannya yang menyebut sejumlah masyarakat yang menggelar aksi dukungan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan rakyat ‘tidak jelas’.
“Kami menganggap Pak Tedjo sebagai menteri telah menghina rakyat Indonesia,” kata Ketua Fakta Azas Tigor Nainggolan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (26/1).
Fakta mendatangi Bareskrim bersama tujuh orang lainnya yang terdiri atas advokat dan warga. Dalam kesempatan itu, mereka membawa alat bukti berupa berita-berita di media massa yang mengutip pernyataan Menkopolhukam.
“Kami akan laporkan lewat Bareskrim. Kami laporkan atas pasal penghinaan yakni Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. Tapi biar polisi yang menentukan,” kata dia.
Menurut dia, Tedjo harus segera meminta maaf dalam hal tersebut. “Sebagai menteri seharusnya dia minta maaf dan sebagai warga negara, dia harus tunduk pada hukum.”
Dia pun meminta Bareskrim segera menindaklanjuti laporannya tersebut.
Seperti diberitakan sejumlah media massa, Menkopolhukam Tedjo Edhi meminta komisioner KPK agar tidak melontarkan pernyataan yang menyudutkan pihak tertentu atau menyulut emosi massa.
Dia mengatakan KPK dengan sendirinya akan didukung oleh konstitusi, bukan dukungan rakyat yang tidak jelas. Pernyataan Tedjo itu menanggapi langkah komisioner KPK yang mengajak rakyat melindungi lembaga antirasuah itu dari segala bentuk upaya kriminalisasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Diminta Usut Tuntas Penembakan Pemred Tabloid Fokus Lampung

Jakarta, Aktual.co — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung meminta polisi segera mengusut tuntas kasus pembunuhan pemimpin redaksi tabloid fokus Lampung Beni Faisal, 42 tahun, yang ditembak orang tidak dikenal hingga tewas.
“Kami meminta polisi mengusut tuntas kasus penembakan dan percobaan pencurian sepeda motor di depan rumah almarhum,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan, di Bandar Lampung, Senin (26/1).
Dia mengatakan, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus penembakan dan percobaan pencurian sepeda motor di depan rumah almarhum, sehingga dapat membekuk pelaku dan motif sebenarnya penembakan itu.
AJI meminta kepolisian dapat bekerja maksimal, dan berharap masyarakat turut membantu jika memiliki informasi yang diperlukan, termasuk jika ada informasi apakah peristiwa ini berkaitan dengan kerja jurnalistik yang dijalankan almarhum maupun imbas dari produk jurnalistik Tabloid mingguan Fokus Lampung yang dipimpinnya.
“Masyarakat menunggu hasil pengusutan kepolisian, karena kasus pencurian sepeda motor sudah sering terjadi di Lampung, sehingga makin meresahkan masyarakat,” kata dia lagi.
Beni Faisal bin Zaenal Abidin, 42 tahun, Pemred Tabloid Fokus Lampung, Minggu (25/1) malam sekitar pukul 22.00 WIB, kedapatan tewas ditembak orang tak dikenal.
Korban ditembak di depan rumahnya di Jalan Pulau Raya 3 Nomor 46 Perum Waykadis Kecamatan Tanjungsenang Kota Bandarlampung. Berdasarkan rekaman closed-circuit television di rumah korban, terlihat tiga orang mencurigakan berada di depan rumahnya.
Satu dari tiga orang itu kemudian turun dari sepeda motor, sedangkan dua lainnya menuggu di atas sepeda motor.
Melihat orang tak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan di depan rumahnya, korban pun keluar membawa parang dan tombak. Namun, tiba-tiba salah satu dari pelaku melepaskan tembakan ke arah korban.
Peluru senjata api yang ditembakan pelaku mengenai bagian rusuk kiri korban menembus hingga punggung sebelah kanan. Para tetangga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain