2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39152

Demokrat Imbau Presiden Selesaikan Perseteruan KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan perkembangan situasi yang melibatkan Polri dan KPK tidak menguntungkan bagi iklim penegakan hukum. 
Partai Demokrat menilai penjelasan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 23 Januari lalu belum sungguh-sungguh menyelesaikan masalah yang ada.
Pasalnya, semenjak Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai tersangka, situasi semakin panas dan memunculkan reaksi dari berbagai kalangan terkait konflik KPK dan Polri.
“Jokowi masih memiliki kesempatan wewenang dan sumber daya politik untuk menemukan solusi yang tepat agar kemelut ini tidak semakin memburuk,” kata Syarief, di DPR, Jakarta, Senin (26/1).
Syarief mewakili partai Demokrat, menghimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu stabilitas politik dan ketertiban publik. 
Partai Demokrat mengajak masyarakat untuk mendukung Presiden Joko Widodo menyelesaikan masalah ini dengan bijak sesuai dengan konstitusi dan perundang-undangan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kongkalikong ESDM dan Freeport, Sudirman Said Bikin Trisakti Jokowi Jadi Tong Sampah

Jakarta, Aktual.co — Ditengah polemik POLRI VS KPK, Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menilai para menteri ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil kesempatan dalam kesempitan, melakukan kongkalikong dengan perusahaan asing secara ilegal, melanggar konstitusi dan norma-norma yang ada.
 
Pengamat AEPI Salamuddin Daeng mengatakan bahwa Menteri ESDM Sudirman Said secara vulgar melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan PT Freeport dan mencoba menghindar dari perhatian publik.

“Salah satunya adalah dengan membuat memorandum of understanding (MoU) yang menguntungkan perusahaan dan merugikan Negara,” kata Salamudin di Jakarta, Senin (26/1).
 
Seperti diketahui, Sudirman Said telah memberikan rekomendasi persetujuan ekspor PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk enam bulan ke depan melalui Memorandum of Understanding (MoU).

“Padahal perusahaan yang sudah selama 45 tahun mengeruk kekayaan alam Indonesia di Papua tersebut tidak menunjukkan itikad baik untuk menjalankan aturan bea keluar dan pembangunan pabrik pemurnian atau smelter,” ujanya.
 
Ia melanjutkan, MOU yang dibuat oleh Sudirman Said ini jelas melanggar:
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara, Pasal 170 berbunyi ; Pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.

2) Peraturan pemerintah No 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peeraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang menegaskan kewajiban perusahaan pertambangan mineral dan batubara melakukan pengolahan di dalam negeri.

3) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 6/Pmk.011/2014 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor  75/Pmk.011/2012 Tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar Dan Tarif Bea Keluar.

“Kebijakan yang memberikan kelonggaran secara terus menerus kepada PT. Freeport ditenggarai mengandung unsur manipulasi dan korupsi. Ditambah lagi kebijakan ini diambil ditengah-tengah kekacauan di tanah air akibat konflik antara lembaga penegak hokum Polri VS KPK,” terangnya.
 
Lebih jauh lagi, sambungnya, kebijakan Menteri ESDM melanggar Pancasila dan UUD 1945 serta Janji pemerintahan Jokowi untuk menjalankan TRISAKTI.

“Sudirman Said telah membuang Trisakti ke dalam tong sampah dan menjadikan janji Jokowi sebagai omong kosong belaka. Seharusnya UU Minerba dengan segala keterbatasannya yang diturunkan pada regulasi tentang smelterisasi dan bea keluar ekspor bahan mentah menjadi tonggak awal membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PT Jakarta Monorail Bakal Gugat Ahok

Jakarta, Aktual.co — PT Jakarta Monorail (JIM) membantah tuduhan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok). Tuduhan Ahok bahwa PT JIM tidak bekerja membangun monorel dianggap tidak beralasan.
Direktur Utama PT JM Sukmawati Syukur kepada wartawan menegaskan pembangunan monorel terhenti karena Pemprov DKI Jakarta belum menandatangani adendum perjanjian kerja sama antara PT JM dan pemerintah daerah DKI Jakarta.
“Jika dituding tidak bekerja, kami menolak. Sebab adendum perjanjian yang memuat persetujuan Depo dan bisnis plan belum disetujui oleh DKI, jadi pekerjaan konstruksi juga tidak bisa diteruskan,” kata Sukmawati, Senin (26/1).
Dalam adendum tersebut Sukmawati menerangkan soal bisnis plan dan lokasi Depo, diman Pemprov tidak setuju dengan rencana pembangunan Depo di Tanah Abang dan Waduk Setiabudi. Namun juga tidak memberikan solusi.
Sekarang kata Sukmawati, Pemprov secara sepihak ingin memutuskan kontrak kerjasama. Jika itu terjadi, PT JIM kata Sukmawati, siap membawa masalah tersebut ke pengadilan.
“Dua itu yang terus diutak-atik oleh Pemerintah DKI. Tapi kalau memutuskan kontrak silahkan saja. Kami tunggu suratnya. Seperti apa suratnya. Masalah pemutusan kerja sama upaya hukum itu dilakukan untuk yang teraniaya. Kalau bisa berunding lebih bagus,” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bambang Widjojanto: Ini Penghancuran KPK

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus keterangan palsu dalam sidang gugatan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Bambang Widjojanto menyebut, masalah yang saat ini yang menyerang pimpinan KPK bukan hanya sebagai pelemahan tetapi juga penghancuran lembaga tersebut.
“Kalau selama ini ini yang beredar adalah pelemahan KPK, ini bukan hanya pelemahan tapi penghancuran KPK,” kata Bambang saat jumpa pers di gedung KPK, Senin (26/1).
Dia menilai, banyaknya serangan kepada para pimpinan KPK, maka akan mengganggu kinerja pemberantasan korupsi. Terlebih, sambung dia, dampaknya bisa ke kasus lainnya.
“Dengan menghancurkan itu kan artinya KPK tidak dapat bekerja,” kata Bambang.
Masalah yang dialami para pimpinan KPK itu dimulai dari munculnya foto palsu Ketua KPK Abaraham Samad dengan seorang wanita. Kemudian Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap secara paksa oleh Bareskrim Polri pada Jumat (23/1) lalu usai mengantarkan anaknya ke sekolah. BW ditangkap karena kasus sengketa Pilkada tahun 2010 Kotawaringin.
Kemudian, Sabtu (24/1) Wakil Ketua KPK lainnya, Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim karena kasus penipuan yang terjadi pada tahun 2005.
Yang terbaru adalah hari ini muncul wacana dari simpatisan Nasdem yang akan melaporkan Wakil Ketua KPK Zulkarnaen karena kasus suap yang terjadi pada tahun 2010.
Tentu saja pelaporan ini janggal mengingat untuk menjadi seorang komisioner KPK mereka dulu harus melewati berbagai tes yang menunjukkan mereka bersih dari masalah hukum.
Runtutan masalah ini muncul bertepatam setelah KPK menetapkan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi rekening gendut. Budi kala itu sedang mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR, namun pelantikannya sebagai Kapolri tertunda akibat kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sisi Menarik dari Film ‘Rock N Love’

Jakarta, Aktual.co — Film Indonesia yang rencana akan hadir di layar bioskop Anda dalam waktu dekat yakni, ‘Rock N Love’ dengan pemeran utama personel Band Kotak, pada tanggal 29 Januari 2015 mendatang.

Film ini merupakan sebuah pengalaman baru bagi para personel Kotak Band, Tantri, Chua dan Cella. Di film ini mereka akan beradu akting dengan beberapa aktor dan aktris yang sudah berpengalaman seperti Vino G Bastian, Denny Sumargo, Spencer, Luthya, Hari Kodok, dan Shae.

Ditanya Aktual.co tentang apa yang ingin disampaikan melalui film ini kepada masyarakat yang menoton?.  Aktor Shae menjawab singkat.

“Film ini berberda dari film yang lainnya, karena ini real. Ini real kisah perjuangan Band Kotak di dunia musik tanah air,” beber Shae, salah satu pemain di ‘Rock N Love’, Senin (26/1), di kawasan Kuningan, Jakarta.

Ia kembali menjelaskan bahwa, value yang dipersembahkan oleh film tersebut adalah mengenai musik rock yang banyak dinilai sebagai musik dengan penuh kekerasan.

“Kita disini juga mau menunjukkan bahwa musik Rock tidak hanya identik dengan laki-laki, perempuan disini pun ikut menyukai musik rock dan tidak semua musil rock identik dengan kekerasan,” pungkasnya memberikan penjelasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jakarta Utara Banjir, Ahok Salahkan Kontraktor

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok) tak mau disalahkan atas banjir yang menggenang wilayah Jakarta Utara sepekan terakhir. Menurutnya, banjir yang merendam Jalan Yos Sudarso hingga 70 centimeter disebabkan jebolnya tanggul Kali Sunter oleh kontraktor.
“Ini betul-betul kurang ajar. Saya mau tanya, logika ya orang bukan BBSWC (Balai Besar Sungai Wilayah Citarum) tapi kontraktornya mau mengeruk sungai situasi lagi hujan masuk akan nggak mau masukin alat berat dengan cara menjebol tanggul? Kurang ajarkan,” kata Ahok dengan nada tinggi di Balai Kota, Senin (26/1).
Namun Ahok enggan menyebut kontraktor yang sengaja menjebol tanggul Kali Sunter tersebut.Ahok memang merasa aneh dengan banjir di wilayah Utara Jakarta. Sebab pihaknya terus memantau ketinggian air ditiap pintu air serta mengecek air pasang laut, semuanya dalam kondisi normal.
“Tapi itu kenapa masih tenggelam Tanjung Priok dan Ancol? Apa pompa nggak jalan? Kita sudah pakai kamera awasin, nggak ada yang berani main. Terus dikaji sudah baik, tukang pompa sudah baik, Pasti ada sesuatu, saya cari (akar masalahnya) dan baru ketemu,” bebernya.
Ahok merasa dirinya sedang dikerjain oleh kontraktor nakal tersebut. Sebab Ahok menekankan, jika mau menjebol tanggul, perlu ada kajian terlebih dahulu. 
“Sekarang gini, kami mau jebolin sesuatu Dinas PU bilang butuh kaji dulukan. Anda pakai otak nggak kontraktornya? Mau masuk ngeruk, lu jebolin tanggul. Memang tanggul nggak pakai semen?‎,” geramnya.
Untuk itu, Ahok berencana segera memanggil kontraktor tersebut untuk meminta penjelasan mendetail atas jebolnya tanggul Kali Sunter yang menyebabkan banjir di Wilayah Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain