2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39156

Buron Setahun, Pelaku Pembunuhan Diringkus di Kediaman Mertua

Semarang, Aktual.co — Slamet Pamuji (28), pelaku penganiyaan yang berujung meninggalnya korban bernama Djaswadi (55) setahun lalu di pasar Johar Semarang, berhasil diringkus aparat Satrekrim Polrestabes Semarang. 
Pelaku tak berkutik ketika petugas mengetahi persembunyiannya di rumah kediaman mertua di kabupaten Rembang, Sabtu (24/1).
Pelaku yang setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan di pasar Johar itu menjadi buron petugas selama setahun, sejak Februari 2014 lalu.
Pelaku mengaku penganiyaan gara-gara menonton televisi di tengah Pasar Johar Semarang. Korban mengganti chanel televisi yang tidak sesuai keinginan, sehingga tidak terima.
“Saya pukul sekali saja pakai kayu panjang pada bagian pelipis kepala,” kata pelaku, di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/1).
Saat itu dirinya tidak tahu bila pemukulan itu berujung pada kematian korban. Mengetahui hal tersebut,  pelaku langsung melarikan diri dan mencari tempat persembunyian.
“Saya diberi tahu isteri, bila korban yang dipukul meninggal dunia. Saya sempat kabur ke rumah mertua yang ada di Rembang,” kata dia.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa kayu bekas bangunan.
Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pelaku pembunuhan itu berlatar belakang menonton bola. Korban memukul memakai kayu pada bagian pelipis kepala dan berujung kematian.
Pihaknya menjerat dengan ancaman pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHAP tentang penganiyaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Pengacara BW Gelar Pertemuan dengan Peradi

Jakarta, Aktual.co — Tim kuasa hukum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) akan menggelar pertemuan dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Senin (26/1) siang.
Saat dikonfirmasi salah satu anggota tim kuasa hukum Bambang yakni Abdul Fickar Hadjar, membenarkan adanya pertemuan itu.
“Siang nanti kami akan bertemu PERADI ke kantor PERADI, pukul 13.30 WIB,” kata Fickar saat dihubungi wartawan.
Fickar menjelaskan, maksud kedatangannya ke PERADI yakni meminta PERADI mencabut perkara BW di Mabes Polri. Pasalnya saat kejadian pada 2010 lalu, BW masih sebagai pengacara dan anggota dari PERADI.
“Kami minta PERADI mencabut perkara BW di Mabes Polri karena saat itu (2010) BW sebagai advokat. Kami minta PERADI bentuk tim etik dan kasus BW diselesaikan dalam dewan etik saja,” tegasnya.
Sekedar informasi, dengan adanya kasus penangkapan BW menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Luhut Pangaribuan, pihak Polri melupakan nota kesepahaman (MoU) dengan Peradi.
Menurut Luhut, Polri telah melupakan MOU yang telah disepakati bersama Peradi.Dimana MOU itu adalah B/7/II/2012-; Nomor: 002/PERADI-DPN/MoU/II/2012, 27 Februari 2012, yang ditandatangani oleh Kapolri yang saat itu dijabat Jenderal Polisi Timur Pradopo.
Dalam MOU disebutkan bahwa advokat dalam naungan Peradi apabila mengalami permasalahan hukum, maka Polri akan menyampaikan melalui DPN Peradi terlebih dahulu. Dimana dalam kasus BW, saat itu persidangan berlangsung di Mahkamah Konstitusi pada 2010, dimana BW berprofesi sebagai pengacara.
Sehingga menurut Luhut seharusnya pemrosesan sangkaan yang dilakukan terhadap BW harus diberitahukan kepada DPN Peradi sebagaimana MOU. Namun, hingga BW ditangkap, DPN Peradi tidak mendapatkan pemberitahuan dari pihak kepolisian. Dan Luhut juga minta polisi tetap menjalankan kesepatakan (MOU) yang telah disetujui bersama.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Peneliti Papua Temukan Situs Peninggalan Misionaris Australia

Jakarta, Aktual.co —  Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura menemukan situs peninggalan misionaris Australia di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua.

“Situs peninggalan ini berupa gereja tua, rumah misionaris, lapangan terbang, dan kolam tempat pembaptisan,” kata staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto, di Kota Jayapura, Papua, Senin (26/1).

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda dibawah pimpinan Gubernur van Wardenberg mengizinkan zending Asia Pacific Christian Mission dari Melbourne, Australia, untuk membangun pos pekabaran Injil di wilayah Lembah Baliem bagian barat yakni di Kelila, Mamberamo Tengah.

Para Misionaris Australia itu membangun sarana fisik berupa gedung gereja dan rumah misionaris berdasarkan konstruksi rumah dari Australia, lalu disesuaikan dengan iklim tropis dan bahan-bahan lokal setempat.

“Sebagian bahan bangunan untuk membangun Gereja tua Antiokhia dan rumah misionaris didatangkan langsung dari Melbourne, Australia,” katanya Misionaris Australia itu dibawah koordinator Bert Power, Lion Delinger, dan Garbert Ericson dengan dibantu warga setempat yang berasal dari Suku Lani membuat lapangan terbang kecil.

“Suku Lani yang membantu pembuatan lapangan terbang dan mereka diberi upah potongan aluminium berukuran 282 centimeter, garam, dan mata uang berbentuk kulit kerang,” katanya.

Lapangan terbang yang dibangun secara bersama itu, kata Suroto, selesai dikerjakan dalam waktu tiga pekan dan diuji coba pendaratan pertama kali oleh pilot Dave Steiger dengan menerbangkan pesawat Cessna 180 Skywagon milik Mission Aviation Fellowship (MAF).

“Misionaris juga membuat kolam pembabtisan dan diberi nama kolam Yordan, kolam ini digunakan oleh misionaris Bert Power untuk membaptis delapan orang dari Suku Lani sebagai jemaat mula-mula atau pertama,” katanya.

Alumnus Universitas Udayana Bali itu menyampaikan Situs Pekabaran Injil di Distrik Kelila perlu dilestarikan, karena menjadi bukti sebagai pusat peradaban di Pegunungan Tengah Papua.

Sebelumnya, Balai Arkeologi Jayapura, juga menemukan tradisi penguburan masa prasejarah yang hingga saat ini masih dilakukan oleh Suku Lani di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Stok di SPBU Habis, Warga Keluhkan Harga BBM di Pengecer

Jakarta, Aktual.co — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dijual Rp8.000 per liter, hingga memberatkan warga atas besarnya keuntungan yang diambil pengecer.
“Kalau dijual Rp7.000 per liter saja pedagang itu sudah mendapat keuntungan dan dengan dijual Rp8.000 sama saja dengan tidak turunnya harga minyak,” kata Warga Desa Ketam Putih Uji (26) di Bengkalis, Senin (26/1).
Untuk di SPBU yang ada di pulau Bengkalis kadangkala stok yang tersedia habis, sehingga pengecer dipinggir jalan menjadi alternatif mendapatkan premium.
Untuk di kampung- kampung, pengecer dengan semena-mena meletakkan harga tinggi, apalagi kondisi perekonomian sebagian masyarakat juga belum bagus.
Warga lainnya, Ina (32), juga merasa keberatan atas harga yang dijual Rp8.000 per liter tersebut.
Di Ketamputih hampir semua pengecer jual minyak perliternya seharga Rp 8.000 dan bila mau ke SPBU kadang stok sudah habis.
Oleh karena itu, masyarakat Desa Ketamputih berharap pihak terkait untuk bisa mentertibkan harga BBM ditingkat pengecer sehingga tidak membebankan mereka.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bengkalis H Raja Arlingga mengimbau agar SPBU maupun APMS harus lebih mengutamakan penjualan langsung ke masyarakat dan tidak melayani para pengecer.

Artikel ini ditulis oleh:

Mabes Polri Siap Berikan Surat Penetapan Tersangka BW ke Istana

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri siap memberikan surat penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto ke pihak istana.
“Jika Polri menerima permintaan surat penetapan tersangka tersebut, maka Badan Reserse Kriminal Polri akan segera menindaklanjuti,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Ronny Sompie saat dihubungi wartawan, Senin (26/1).
Ronny mengatakan, sampai saat ini belum menerima permintaan surat penetapan tersangka atas nama Bambang Widjojanto dari Istana Kepresidenan. “Belum ada permintaan dari pihak Istana, jadi belum ada yang harus kami tanggapi,” kata dia.
Menurut dia, Polri tidak akan mengirimkan surat itu sebelum Istana meminta. Alasannya, Polri tidak ingin terlibat dalam keputusan Presiden Joko Widodo terkait jabatan BW di KPK. 
“Kami tidak akan mencampuri urusan itu. Kami tidak ingin Polri dinilai pilih-pilih kasus,” kata Ronny.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto Sabtu (24/1) menyatakan, sejauh ini Presiden belum menerima surat penetapan tersangka Bambang Widjojanto. Istana, rencananya bakal meminta langsung surat itu kepada kepolisian. 
Surat penetapan tersangka itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Keputusan Presiden terkait jabatan Bambang. Status Bambang sebagai tersangka membuatnya harus dinonaktifkan dari jabatan sebagai Wakil Ketua KPK. Namun, secara formal, penonaktifan itu masih harus menunggu keputusan dari Presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kabupaten Seruyan akan Helat Festival ‘Gawi Hatantiring’ pada Maret 2015

Jakarta, Aktual.co —  Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, akan menggelar festival budaya ‘Gawi Hatantiring’ pada Maret 2015 untuk menghidupkan aktivitas budaya lokal yang potensial untuk memajukan daerah di masa mendatang.

“Festival budaya itu rencananya akan diikuti oleh sepuluh kecamatan di Seruyan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Pariwisata (Disnakertranspar) Seruyan, Megantoro di Kuala Pembuang, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, untuk pertama kali sejak berdirinya Kabupaten Seruyan 12 tahun silam, festival budaya 2015 ini akan diikuti sepuluh kecamatan se-Kabupaten Seruyan. Tahun-tahun sebelumnya, festival budaya di Seruyan hanya diikuti dua kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur.

Kondisi ini menyebabkan peluang delapan kecamatan lain untuk mewakili Kabupaten Seruyan dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), yang merupakan ajang festival budaya terbesar se-Kalteng, menjadi tertutup.

“Karena itu, kita harapkan sepuluh kecamatan dapat bersiap-siap mengirim perwakilannya untuk turut serta memeriahkan festival tahunan tersebut,” katanya.

Meskipun akan diikuti oleh seluruh kecamatan, perlombaan yang diadakan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti perlombaan kesenian tradisional meliputi enam cabang di antaranya manyumpit, balogo, bagasing, manggalau, manetek kayu dan lawang sekepeng serta tari tradisional.

Festival budaya kali ini mengambil nama ‘Gawi Hatantiring’ sesuai dengan julukan Kabupaten Seruyan, yakni ‘Bumi Gawi Hatantiring’ yang artinya bekerja bersama-sama atau gotong-royong.

“Harapannya dapat menumbuhkan semangat gotong-royong untuk membangun daerah ini, selain itu juga dapat menumbuhkembangkan kecintaan pada budaya lokal,” katanya.
 
Sementara itu, diikutsertakannya seluruh kecamatan yang ada di Seruyan dalam festival kali ini disambut gembira oleh kalangan muda yang menyukai dan menekuni seni tradisional dayak secara turun-temurun, khususnya mereka yang berasal dari daerah hulu.

“Selama ini kami hanya belajar menari dari guru di sekolah, belum pernah ada perlombaan, jadi dengan adanya festival budaya kami dapat menunjukkan kebolehan kami,” ujar Santi, salah satu siswi SMA Trans Sukamandang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain