2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39169

Petambak Minta Menteri Susi Ubah Aturan

Jakarta, Aktual.co — Para petambak kepiting berharap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengubah peraturan yang melarang spesies yang sedang bertelur.

Permen Nomor 1/2015 melarang penangkapan kepiting bakau (Scylla spp) yang lebar karapasnya kurang 15 cm, rajungan (Portunus pelagicus spp) yang karapasnya di bawah 10 cm, dan udang lobster (Panulirus spp) yang cangkangnya belum sampai 8 cm. Menangkap hewan yang sedang bertelur dari spesies tersebut juga dilarang.

“Kepiting dari tambak ini titipan dari restoran yang ada di Balikpapan dari pembelian sebelum aturan itu keluar. Tapi ini juga tak lama lagi akan habis karena tidak ada lagi bibit untuk dibesarkan,” kata Rian, petambak di Kelurahan Gunung Tembak, Balikpapan Timur, Minggu (25/1).

Selain kepiting, Rian juga memelihara bandeng dan ikan mas, karena tidak ada lagi pasokan bibit kepiting bakau dari para perakang, sebutan untuk para nelayan penangkap kepiting, maka tidak ada lagi kepiting untuk dibesarkan di dalam keramba-keramba tambak.

“Para perakang takut dengan sanksi pidana yang menyertai aturan tersebut,” kata Rian.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, pada pasal 31 ada ancaman pidana penjara hingga 3 tahun dan denda sampai Rp150 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Gempa Terjadi, Di Laut Maluku dan Banda

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan pada Minggu (25/1) ini, sedikitnya dua kali guncangan gempa terjadi yaitu pada pagi hari di Laut Banda dan sore hari di Laut Maluku.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,4 skala Richter, pukul 16.20 WIB pada daerah dengan koordinat Lintang 1.09 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 126.35 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 km.

Lokasi gempa itu di Laut utara Maluku; 113 km barat laut Ternate; 124 km barat laut Tidore; 138 km barat daya Halmahera Barat; 143 km barat laut Sofifi Maluku Utara; dan 2.314 km timur laut Jakarta.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Sebelumnya, BMKG juga menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,1 SR, pukul 07.30 WIB pada koordinat Lintang 7.51 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 129.23 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 156 km.

Lokasi gempa di Laut Banda; 237 km barat laut Maluku Tenggara Barat; 315 km timur laut Maluku Barat Daya; 433 km barat daya Maluku Tenggara; 444 km tenggara Ambon; dan 2.493 km tenggara Jakarta.

BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Artikel ini ditulis oleh:

LSM Minta Aliran Uang Ade Swara ke PNS Diselidiki

Jakarta, Aktual.co — LSM Lodaya meminta aparat penegak hukum mengungkap aliran dana kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Bupati Karawang nonaktif Ade Swara dan isterinya Nurlatifah, termasuk yang mengalir ke kalangan pegawai negeri sipil Pemkab Karawang.

Sekjen LSM Lodaya Yusuf Nurwenda mengatakan, di Karawang, Minggu (25/1), sesuai dengan perkembangan kasus tersebut dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jabar, Bandung, ada indikasi kalau dana tersebut mengalir ke kalangan pegawai negeri sipil (PNS) lingkungan Pemkab Karawang.

“Uang yang diduga berasal dari hasil pencucian uang itu sempat dikirim ke Bagian Umum Pemda. Jadi ada uang yang mengalir ke kalangan PNS,” katanya.

Terkait dengan uang yang mengalir ke Bagian Umum Pemda Karawang, itu sudah cukup jelas. Karena hal tersebut beberapa kali disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung.

Sementara itu, dalam kasus pemerasan dan tindak pidana pencucian uang, Ade Swara dan isterinya diduga menghimpun uang dari berbagai pihak hingga mencapai sekitar Rp27 miliar. Uang yang telah dihimpun itu kemudian dibelanjakan dan dipinjamkan.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam surat dakwaannya menyatakan, uang yang diduga milik Nurlatifah hasil dari pencucian uang diberikan ke Bagian Umum Pemda Karawang.

Ketika itu, Nurlatifah melalui sepupunya Ali Hamidi menyerahkan uang itu ke Bagian Umum, senilai Rp250 juta. Uang tersebut diakuinya sebagai uang pinjaman. Tetapi tidak bisa disebutkan untuk apa uang tersebut digunakan.

Sesuai kesaksian Ali Hamidi dalam persidangan sebelumnya, nominal uang yang sampai ke Bagian Umum bukan Rp250 juta, tetapi mencapai Rp650 juta.

Yusuf Nurwenda menyatakan, keterlibatan pegawai negeri sipil Pemda Karawang dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ade Swara dan isterinya cukup tinggi.

Atas hal itulah pihaknya meminta agar aparat penegak hukum segera mengungkap keterlibatan para PNS dalam kasus tersebut.

“Jika tidak ada kedekatan khusus, seorang PNS di Bagian Umum itu tidak mungkin berani meminjam uang kepada isteri bupati,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Modi dan Obama Capai Kesepakatan Soal Nuklir

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri India Narendra dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan pada Minggu (25/12) untuk memecah kebuntuan yang telah menghalangi perjanjian soal tenaga nuklir sipil.

“Saya merasa senang bahwa enam tahun setelah kami menandatangani perjanjian bilateral, kami melangkah maju menuju kerja sama komersil, yang konsisten dengan hukum (dalam negeri) kami dan kewajiban-kewajiban hukum internasional,” kata Modi dalam jumpa pers bersama dengan Obama di ibu kota negara India, New Delhi.

Kedua negara pada 2008 menandatangani kesepakatan bersejarah yang memberi India akses menuju teknologi nuklir sipil, namun perjanjian itu tertahan karena kekhawatiran AS menyangkut hukum ketat India tentang kewajiban jika terjadi insiden nuklir.

Tidak segera ada rincian tentang bagaimana kebuntuan itu telah dipecahkan, namun India dilaporkan telah menawarkan diri untuk membangun kumpulan asuransi guna menjamin perusahaan-perusahaan pembuat reaktor kalau-kalau insiden nuklir muncul.

“Hari ini kami mencapai terobosan pengertian menyangkut dua masalah yang menahan kami untuk membuat kemajuan dalam kerja sama nuklir sipil dan kami bertekad untuk melangkah maju menuju penerapan penuh,” kata Obama.

“Ini adalah langkah yang penting yang menunjukkan bahwa kami bisa bekerja sama untuk meningkatkan hubungan kami.”

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Hektar Sawah di Sumut Kena Puso

Jakarta, Aktual.co — Seluas 811,5 hektare lahan padi sawah Sumatera Utara mengalami puso akibat musibah banjir pada Desember 2014 dan januari 2015.

“Daerah terluas yang kena puso adalah di Kabupaten Langkat. Langkat memang mengalami banjir besar,” kata Kepala BPTPH Dinas Pertanian Sumut, Nurhijah di Medan, Minggu (25/1).

Dari 811,5 hektare tersebut, di Langkat yang terkena puso seluas 434 hektare.

Setelah Langkat, daerah yang terkena puso di Karo, Simalungun, Batubara, Deliserdang, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Asahan dan Serdangbedagai.

Dia menjelaskan, secara total areal sawah yang terkena banjir di Sumut mencapai 2.383 hektare.

“Itu masih data terhitung 1-15 Januari 2014, kemungkinan bisa bertambah karena curah hujan masih tinggi di sejumlah daerah,” katanya.

Untuk menekan jumlah areal yang terkena banjir dan puso, ujar Nurhijah, Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah, mulai dari pembuatan dan perbaikan drainase, pembersihan saluran air, dan membuat kolam penampungan air.

Pembuatan kolam penampungan air terutama dilakukan di daerah yang mempunyai lahan luas.

“Pemerintah juga melakukan penanaman pohon di pinggiran sungai dan lahan gundul agar tidak terjadi abrasi lagi,” katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulang Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, curah hujan di sejumlah daerah di Indonesia masih tetap tinggi hingga akhir Januari 2015.

Pemerintah daerah sudah diminta mewaspadai banjir agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sar Temukan Jasad Guru Kontrak Yuni

Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan, Minggu (25/1) sekitar jam 11.30 WIT berhasil menemukan Yuni, satu dari tiga jasad guru kontrak yang mengalami kecelakaan laut di sekitar perairan Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Sabtu (24/1).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Patrige mengatakan, Yuni bersama keempat rekan gurunnya mengalami nasib nahas saat perahu motor (speed boat) yang dikemudikan Ambrosius Warta berangkat dari Pomako menuju Amor.

Namun, di tengah jalan, ombak menerjang perahu motor itu hingga terbalik, kata Kombes Patrige, seraya menambahkan motoris perahu itu berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan insiden yang dialaminya ke Polsek Kokonao.

Setelah mendapat laporan dengan dibantu masyarakat kemudian dilakukan pencaharian sehingga berhasil ditemukan jasad Cristin.

Dengan ditemukannya Yuni, maka tinggal dua korban lagi yang belum ditemukan, yakni Dogopia dan Santi.

Tim SAR gabungan mengerahkan tiga unit perahu motor dari Timika dan Kokonao

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain