2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39170

Imigrasi Dumai Amankan Imigran dari Bangladesh

Jakarta, Aktual.co — Kantor Imigrasi Dumai Riau mengamankan sebanyak 61 warga negara Bangladesh yang ditemukan menginap di Hotel Comfort Dumai untuk kepentingan mencegah masuknya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Kita tidak tahu tujuan mereka datang berkelompok ini, tapi untuk mencegah masuknya paham ISIS, maka diamankan sementara untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Imigrasi Dumai Budiman Ronie, di Dumai Minggu (25/1).

Kepala Imigrasi Dumai Budiman Ronie menyebutkan, meski puluhan warga dari tanah arab ini memiliki dokumen resmi perjalanan, namun tetap ditahan untuk kepentingan penyelidikan mendalam.

Ia menjelaskan, terendusnya keberadaan orang asing ini berdasarkan informasi intelijen dan saat digrebek petugas dengan mudah mengamankan karena tidak memberikan perlawanan.

Berdasarkan interogasi sementara, warga Bangladesh terdiri dari pria dewasa ini mengaku dalam rangka berwisata sesuai visa wisata yang dimiliki.

Namun, petugas tetap mengevakuasi warga asing ini untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut mengantisipasi paham ISIS atau wabah penyakit yang berasal dari tanah arab.

“Kita belum mengetahui tujuan mereka, dan saat ditemukan di hotel ada belasan orang didalam satu kamar dalam keadaan sempit,” ujarnya.

Imigrasi akan melakukan pemeriksaan intensif pada Senin (26/1) untuk mengetahui persis tujuan masuk ke Indonesia.

Pihak Imigrasi juga menyesalkan managemen Hotel Comfort tidak kooperatif melaporkan keberadaan puluhan warga Bangladesh yang menginap di sejumlah kamar hunian mereka.

Sebab, seharusnya hotel melaporkan keberadaan warga asing yang menginap kepada imigrasi untuk kepentingan keimigrasian.

“Manajemen hotel juga akan kita periksa karena tidak melaporkan kunjungan tamu orang asing dalam jumlah besar, padahal ini perlu sebagai upaya mencegah masuknya teroris atau paham jaringan terlarang,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Seorang Karyawan Meninggal di Area Pertambangan Freeport

Jakarta, Aktual.co — Seorang karyawan dari Kontraktor Panca Duta Karya Abadi dikabarkan meninggal dunia pada Minggu sekitar pukul 07.42 WIT (25/12), setelah menjalani perawatan intensif usai ditabrak truk di areal pertambangan PT Freeport Indonesia, di Kabupaten Mimika, Papua.

“Minggu pagi, Suardi Ilyas, dinyatakan meninggal setelah melalui perawatan intensif di RS Tembagapura,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, Minggu sore.

Sehari sebelumnya, Suardi mengalami kecelakaan pukul 13.30 WIT di Engros Yard Mill 74. Korban tertabrak Truk UTE Getman Boom UG No 730178 yang dikemudikan oleh Jouce Mentang, karyawan panda Duta Karya Abadi, katanya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, beberapa saat setelah Suardi mengalami kecelakaan, langsung dievakuasi ke RS Tembagapura untuk mendapatkan perawatan intensif karena mengalami patah tulang pada dada kanan dan beberapa luka terbuka pada bagian tubuhnya.

Pada Minggu, sekitar pukul 06.00 WIT, korban yang dalam kondisi stabil dibawa ke helipad 66 untuk selanjutnya dikirim guna mendapatkan tindakan medis ke Jakarta.

“Namun, sekitar pukul 06.30 WIT korban dibawa kembali ke RS Tembagapura karena mengalami gangguan jantung, sehingga tidak memungkinkan untuk dievakuasi ke Jakarta. Pada pukul 07.42 WIT, setelah melalui perawatan tim dokter korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Terkait dengan peristiwa itu, kata Patrige, jajaran Kepolisan Resor Mimika lewat Mapolsek Tembagapura telah mengamankan dan meminta keterangan saksi Eko Febri Susilo, yang juga karyawan PT. Panca Duta Karya Abadi.

“Pukul 09.50 WIT, jenazah almarhum Suardi Ilyas disemayamkan di ruang jenazah RS Tembagapura. Dan pukul 10.05 WIT, pihak Reskrim Polsek Tembagapura bersama dengan SRM Investigasi menuju ke Mill 74 untuk melakukan olah TKP,” katanya.

Patrige juga menambahkan bahwa jenazah almarhum Suardi telah dikafankan dan disholatkan di Musholla RS Tembagapura.

“Pada pukul 11.30 WIT jenazah dimasukkan ke dalam peti. Lalu, pukul 11.35 WIT di bawa ke helipad 66 menggunakan mobil ambulans RS Tembagapura, dan diterbangkan ke Timika menggunakan helicopter,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kubu Agung Pertanyakan Sikap Kubu ARB

Jakarta, Aktual.co — Kubu Agung Laksono yang menyelenggarakan Musyawarah Nasional di Ancol, Jakarta, mempertanyakan sikap yang akan diambil oleh kubu para pendukung Aburizal Bakrie (ARB) jika gugatannya di pengadilan menang.

“Kami belum tahu sikap apa yang akan diambil oleh para pendukung kubu Aburizal Bakrie di Bali jika gugatan di pengadilan kubu Agung Laksono yang menang. Apakah akan mundur atau bagaimana,” kata Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah I Bali, Gde Sumarjaya Linggih di Denpasar, Minggu (25/12).

Hal itu dikatakan politikus asal Kabupaten Buleleng karena sikap yang diambil oleh kubu pendukung ARB yang sangat anti terhadap pendukung kubu Agung Laksono.

Sumarjaya Linggih yang lebih akrab disapa Demer itu sangat menyayangkan sikap yang diambil kader Partai Golkar yang telah mengambil langkah pemecatan terhadap para kader.

Menurut dia, pemecatan tidak bisa dilakukan secara mudah, tetapi melalui proses panjang. “Jika melakukan pemecatan juga tidak bisa diambil oleh kader yang berada di daerah, tetapi melalui prosedur dan aturan yang tertuang dalam tata tertib partai,” katanya.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa para pendukung yang ada di kubu Agung Laksono ingin membangun kembali kejayaan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Plt Sekretaris DPD Golkar Bali, Dewa Made Widiasa Nida juga mempertanyakan sikap arogansi yang dilakukan para kader pendukung ARB di Bali.

“Kenapa seorang Nyoman Segawa Kori sudah duduk di gedung dewan yang terhormat masih bisa melakukan hal yang arogan dengan melakukan pemecatan para kader partai,” katanya.

Padahal menurut dia, pemerintah mengakui kedua kubu tersebut dan jelas dalam kesepakatan islah tidak ada pemecatan antarsesama kader.

Hal itu menunjukkan sikap sangat anti terhadap kubu Agung Laksono. “Nah, jika besok kubu Agung Laksono menang bagaimana, sikap apa yang akan diambil oleh para kader yang anti tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, langkah yang diambil Nyoman Segawa Kori dan tokoh lain yang melakukan pemecatan itu merupakan langkah arogansi yang ingin memecah-belah partai.

“Lain halnya dengan kubu kami (kubu Agung Laksono red) memastikan akan merangkul para kader yang tercecer dan melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga mengingatkan akan mengumumkan Plt DPD II di seluruh kabupaten di Pulau Dewata. “Namanya sudah ada, tinggal tanda tangan SK-nya saja,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jadi Calon Bupati Dari Gerindra Maharnya Rp250 Juta

Jakarta, Aktual.co — Setelah pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah oleh DPR-RI, Partai Gerindra langsung membuka pendaftaran calon bupati dengan “mahar politik” Rp250 juta.

“Perppu telah ditetapkan dan kami juga sudah mendapat petunjuk untuk membuka pendaftaran calon bupati. Mengenai biaya pendaftaran, memang itu ada angka Rp250 juta total keseluruhan,” ujar Ketua Tim Pendaftaran Cabup Partai Gerindra Pangkep, Adil Badar yang dikonfirmasi dari Makassar, Minggu (25/1).

Dia mengatakan, angka mahar politik yang dipatok Rp250 juta itu selain untuk keperluan pendaftaran juga akan digunakan melakukan survei serta membiayai kegiatan lainnya selama tahapan pilkada dilangsungkan.

Bukan hanya itu, dana ratusan juta tersebut tidak hanya dipakai sebagai biaya administrasi pendaftaran melainkan juga digunakan untuk biaya survei.

Kendati demikian, angka Rp250 juta tersebut juga belum bisa dikatakan final karena DPC Gerindra Pangkep baru mengonsultasikan serta membicarakan hal tersebut, termasuk teknis pendaftaran cabup.

“Jadi angka ini sebenarnya belum final, bisa saja berubah. Angka ini akan kita bicarakan dulu dan semua berdasarkan keputusan dari DPP,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Digegerkan Semburan Asap dan Air Panas Berbau Belerang

Semarang, Aktual.co — Warga dukuh RT 04 RW 04 Kaligawe Desa Pangkumbulan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan menjelang waktu adzan Maghrib, Minggu (25/1) digegerkan dengan penemuan air panas mengeluarkan asap dan berbau belerang di sebelah samping gedung TPQ Sullamuttaufiq desa setempat.

Kejadian unik itu pertama kali sekitar pukul 17.30 WIB ditemukan oleh warga setempat bernama Edi Purwo (37). Dia melihat kejadian alam itu, saat berjalan di samping madrasah. Dia sempat terkejut, disertai rasa ketakutan ketika mau mendekat. Akhirnya, dia pun memanggil para tetangga sekitar guna menyaksikan kejadian unik itu.

Dia kemudian menceritakan kronologi itu. Ketika anaknya pulang dari madrasah, dia mengatakan kepadanya bahwa ada asap keluar dari tanah di sebelah gedung TPQ.

“Jadi pukul 17.00 WIB, anak saya pulang habis dari Madrasah. Setelah pulang menceritakan itu kepada saya, kalau ada asap keluar dari tanah,” ucap pria yang setiap hari bekerja sebagai buruh itu di rumahnya, Minggu (26/1).

Setelah mendengarkan cerita anaknya, sekitar pukul 17.30 WIB  dia mendatangi lokasi. Kemudian tanah tersebut digali.

Setelah digali ternyata terdapat air panas mengeluarkan asap yang berbau belerang. Kemudaian dia melaporkan kepada Kepala Desa setempat dan ke Polsek Buaran Pekalongan. “Diameter lubang tanah tersebut kira-kira ± 15 cm2,” imbuh dia.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kerumunan massa itu melihat fenomena tersebut, jumlah massa ± 30 orang. Pengamanan dari Kapolsek Buaran dan anggota serta anggota Intel Polres Pekalongan Kota.

Artikel ini ditulis oleh:

KNPI Dukung Jokowi Bentuk Tim Independen

Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum KNPI Taufan EN Rotorasiko mendukung langkah Jokowi untuk membentuk Tim Independen untuk menangani perseteruan KPK dan Polri.

“KNPI berharap, dengan dibentuknya tim independen ini, Presiden RI Joko Widodo bisa lebih fokus dalam mengurangi kemiskinan serta mensejahterahkan pemuda sebagai masa depan bangsa,” kata Taufan dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual di Jakarta, Minggu (25/12).

Taufan percaya tim independen dapat memberikan solusi terbaik dalam menjaga dua institusi strategis yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi berniat membuat tim independen untuk menyelesaikan kasus KPK-Polri. Namun, menurut jimly Ashshiddiqie, secara formal pembentukan tim itu masih belum diputuskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain