2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39172

TNI AD Bantah Jaga Kantor KPK

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel (Inf) Wuryanto menegaskan bahwa prajurit TNI AD tidak melakukan penjagaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kadispenad dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (25/1) mengatakan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan adalah TNI AD memang siaga, namun dalam posisi siaga di kesatuan masing-masing.

“Perlu masyarakat mengetahui bahwa semua satuan operasional jajaran TNI AD melaksanakan siaga dan siap untuk digerakkan sewaktu-waktu dengan kekuatan sepertiga dari kekuatan satuan tersebut dan mereka stand by di markas satuan masing-masing. Ini adalah prosedur tetap (protap) di jajaran TNI AD,” kata Kadispenad menanggapi informasi bahwa ada sejumlah pasukan TNI Angkatan Darat disebut telah bersiaga untuk menjaga gedung KPK.

Menurut Wuryanto di gedung KPK tidak dilaksanakan pengamanan secara khusus karena situasinya kondusif. Apabila ada terlihat anggota TNI dipastikan mereka adalah anggota dari Kodim atau Koramil.

“Dalam hal ini Koramil 06 Setiabudi Kodim 0504/Jakarta Selatan yang kebetulan gedung KPK berada di wilayahnya, dan mereka pun sifatnya hanya memantau dan tidak bersenjata,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kundusif dan menyerahkan kepada sistem yang ada.

“Yang penting mari kita jaga Polri, jaga KPK agar tetap dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dan yang paling penting kita jaga Indonesia tercinta tetap damai dan aman,” tutur Kadispenad.

Artikel ini ditulis oleh:

Gaji TKI di Taiwan Naik Per 1 Juli

Jakarta, Aktual.co — Gaji pokok tenaga kerja Indonesia sektor informal di Taiwan dipastikan naik per 1 Juli 2015 sebagaimana hasil kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Taiwan.

“Salah satu upaya kami adalah menaikkan gaji pokok TKI sektor informal dari 15.000 NT (dolar Taiwan) menjadi 17.500 NT per 1 Juli 2015,” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid dalam dialog dengan TKI di kantor Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Taiwan di Taipei, Minggu (25/1).

Pengumuman itu disambut tepuk tangan dan ucapan syukur dari ratusan TKI yang memadati aula PCI-NU Taiwan pada sore itu.

Menurut dia, hal tersebut bagian dari keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam melakukan dialog tripartit. “Yang belum berhasil sepenuhnya kami hapus adalah jual-beli job order TKI formal,” kata Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor itu yang baru sekitar 1,5 bulan menjabat Kepala BNP2TKI.

Meskipun demikian, pihaknya sudah melakukan kesepakatan informal dengan sejumlah agen TKI di Taiwan agar memungut biaya jasa pelayanan penempatan tidak lebih dari 30.000 NT kepada TKI sektor formal.

Selama ini para TKI sektor formal membayar jasa pelayanan kepada agen sekitar 1.800 NT per bulan selama tiga tahun masa kerja. “Kesepakatan informal itu belum ada keputusan resmi,” ujar Nusron.

Karena itu, pihaknya mendorong Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (dulu PJTKI) untuk menekan agen TKI di Taiwan agar biaya jasa pelayanan penempatan dibayarkan satu kali gaji selama tiga tahun atau senilai tidak lebih dari 30.000 NT.

“Kalau agen di sini tidak mau, PPTKIS harus mengancam tidak mengirimkan TKI-nya. Pemerintah tidak punya target apa pun dalam pengiriman TKI. Murni hanya faktor pelayanan kepada WNI yang ingin bekerja di luar negeri,” katanya.

“Saya yakin, orang Indonesia tidak datang ke sini pun masih bisa makan,” katanya didampingi Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Harsono Aris Yuwono, Direktur Promosi BNP2TKI Anjar Prihantoro Winarso, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPTP3TKI) Surabaya Agus Heri Santoso, dan staf profesional BNP2TKI Miftah Farid itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Riau Belum Pastikan Partai Pengusungnya

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani  kembali akan mencalonkan diri belum memastikan partai-partai pengusungnya ke pencalonan untuk pemilihan umum gubernur periode 2015-2019.

“Sampai hari ini belum ada yang final,” kata Muhammad Sani di Batam Kepri, Minggu (25/1).

Pria berusia 73 tahun pada 2015 itu tidak tercatat sebagai anggota partai apa pun. Meski begitu ia telah mendeklarasikan akan maju dalam Pilkada Kepri 2015.

Ia mengakui sampai saat ini sudah mengadakan komunikasi intensif dengan empat partai untuk mendukungnya, namun belum ada yang memberikan kepastian. “Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP dan PKB terus melakukan silaturahim,” kata Muhammad Sani ketika menemui masyarakat Kota Batam.

Dari keempat partai itu, Sani sering dikaitkan dengan dukungan Partai Demokrat, apalagi hubungan antara Ketua DPC Demokrat Batam yang juga Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan kader terlihat semakin erat. Ia juga akrab dengan Sekretaris DPC Partai Demokrat yang juga Wakil Wali Kota Batam, Rudi.

Meski pun demikian dia enggan memastikan dengan siapa akan berduet dalam Pilkada, apakah Wali Kota Batam Ahmad Dahlan atau Wakil Wali Kota Batam Rudi, yang dua-duanya adalah kader Partai Demokrat dan berencana maju dalam Pilkada Kepri dan Batam. “Itu urusan di internal partai, saya mengikuti mekanismenya saja,” kata dia.

Pilkada Kepri 2015 merupakan Pilkada ke tiga bagi Muhammad Sani, setelah 2005 maju sebagai Wakil Gubernur bersama Ismeth Abdullah dan memenangkan petarungan didukung mayoritas partai yang ada, termasuk Partai Golkar.

Kemudian, Muhammad Sani kembali maju dalam Pilkada 2010 menjadi calon Gubernur Kepri menggandeng politikus PDI Perjuangan Soerya Respationo. Dan pada Pilkada 2015, Muhammad Sani menjadi petahana.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo yang juga berniat maju sebagai calon Gubernur Kepri pada Pilkada 2015 menyampaikan kemungkinan berpasangan dengan kader-kader Partai Golkar, yaitu Bupati Bintan Ansar Ahmad atau Bupati Karimun Nurdin Basirun.

Artikel ini ditulis oleh:

BNP2TKI Upayakan Biaya Pengiriman TKI Ditanggung Negara

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengupayakan beberapa komponen biaya pengiriman TKI ke luar negeri ditanggung oleh negara.

“Kami sudah mengajukan usulan dana APBN untuk menanggung beberapa komponen biaya yang selama ini dibebankan terhadap para calon TKI,” kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam acara dialog dengan TKI di kantor Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Taiwan di Taipei, Minggu (25/1).

Ia menyebutkan beberapa komponen yang nanti akan dibebankan kepada negara melalui APBN itu di antaranya biaya tes kesehatan, pengurusan paspor, dan biaya penempatan kerja di luar negeri.

“Kalau selama ini biaya resmi yang dikeluarkan oleh calon TKI mencapai Rp17 juta, nantinya hanya Rp7 juta. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini, kebijakan itu sudah bisa kami implementasikan karena sekarang masih dalam usulan APBN,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengupayakan penghapusan sistem kredit biaya pemberangkatan dan penempatan yang selama ini memberatkan para calon TKI.

“Sekarang ini calon TKI yang punya duit dan tidak punya duit diharuskan kredit di bank untuk biaya tersebut yang angsurannya dibayar dari 10 kali pemotongan gaji. Ini jelas tidak benar dan memberatkan TKI,” katanya.

Nantinya, lanjut dia, para TKI diharuskan menabung di bank-bank di Indonesia agar jerih payahnya selama ini tidak habis begitu saja di negeri orang.

“Minimal para TKI itu bisa menabung 20 persen dari gaji biar pulang membawa hasil. Program ini sudah berjalan di Filipina. Kami ingin meniru keberhasilan itu,” ujar Nusron.

Ia mencatat bahwa selama tahun 2014 jumlah remitansi dari para TKI telah mencapai 8,4 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan itu juga dia menjelaskan bahwa Kartu Tanda Kerja Luar Negeri (KTKLN) tidak dihapus melainkan ditingkatkan fungsinya.

“Di Korea Selatan yang memang ada perjanjian ‘G to G’ dengan kita, di balik KTKLN berfungsi sebagai ATM karena memang di sana semua TKI bekerja di sektor formal. Di Taiwan yang masih banyak informalnya, di balik KTKLN nanti akan difungsikan sebagai kartu asuransi,” katanya menjelaskan.

Ia beralasan bahwa KTKLN tidak bisa dihapus karena sebagai sarana identifikasi bagi TKI sekaligus untuk menghindarkan praktik ilegal dan kesalahan penempatan kerja.

BNP2TKI juga tidak memungut biaya apa pun kepada para TKI dalam penerbitan KTKLN. “Kalau ada yang memungut, segera laporkan, langsung kami pecat. Di Medan sudah ada yang kami pecat,” tegasnya.

Demikian pula dengan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (dulu PJTKI) yang melakukan pemungutan di luar ketentuan, pihaknya tidak segan-segan mencabut izin operasional.

“Sampai saat ini sudah ada 81 PPTKIS di Indonesia yang kami cabut izin operasionalnya. Di Taiwan juga ada sanksi serupa kepada 22 PPTKIS, 25 agensi, dan 13 majikan,” katanya didampingi Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Harsono Aris Yuwono, Direktur Promosi BNP2TKI Anjar Prihantoro Winarso, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPTP3TKI) Surabaya Agus Heri Santoso, dan staf profesional BNP2TKI Miftah Farid itu.

BNP2TKI juga akan mempermudah pengiriman TKI melalui jalur mandiri yang bekerja pada sektor formal tanpa keterlibatan PPTKIS. “Bagi TKI yang sudah pernah bekerja di luar negeri dan kembali lagi ke perusahaan yang sama, nantinya tidak perlu lagi lewat PPTKIS asalkan perusahaan yang dituju jelas dan mampu menaruh uang deposit minimal untuk enam kali gaji,” kata Nusron.

Selanjutnya kebijakan serupa juga akan diterapkan kepada TKI informal yang akan bekerja pada masa kontrak kerja keduanya di rumah majikan yang sama.

Selain berdialog dengan para TKI di Sekretariat PCI-NU Taiwan, Nusron juga berpidato di KDEI, mengunjungi tempat penampungan TKI bermasalah di Taoyuan, dan mendatangi sentra TKI di Keelung.

Selepas dari Taiwan, dia akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Hong Kong, Senin (26/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Penyelam TNI Tidak Pernah Mengenal Menyerah

Jakarta, Aktual.co — Tim Penyelam TNI AL yang tergabung dalam operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ-8501 tidak pernah mengenal kata menyerah.

Di hari ke-29 ini berhasil mengevakuasi lagi 1 jenazah perempuan dari badan pesawat AirAsia QZ-8501 di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kotawaringin Kalimantan Tengah, Minggu (25/1/2015).
 
Tim Penyelam TNI AL mulai melanjutkan misi mengevakuasi jenazah korban dan main body pesawat AirAsia dengan diturunkanya perahu karet dan Sea Raider serta peralatan Dishidros. Beberapa penyelam dari KRI Banda Aceh telah berada di kapal Crest Onyx sejak Sabtu malam kemarin. Mereka melakukan penguatan belting dan tali pengikat. Sementara lifting bag yang digunakan masih tetap 1 buah berukuran 10 ton. Kapal Crest Onyx inilah yang akan menarik badan pesawat‎.
 
“Proses pengikatan dan belting pagi ini sudah kembali dimulai sejak pukul 04.55 WIB, dan pada pukul 09.30 WIB floating bag mengapung  badan pesawat sempat terangkat dan muncul kepermukaan di buritan Kapal Crest Onyx namun keberuntungan belum berpihak karena tali penarik terputus sehingga body pesawat kembali masuk ke air tetapi tali tross masih terpasang sehingga body pesawat tidak terempas lagi ke dasar laut, ” kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual, Minggu (25/1).
 
Saat badan pesawat terangkat, satu jenazah ikut mengapung, kemudian jenazah langsung dievakuasi oleh Tim dengan perahu karet ke KN Pacitan. Selain jenazah, puing-puing pesawat ikut mengapung.  Kemudian satu jenazah yang telah berhasil dievakuasi oleh KN Pacitan selanjutnya dibawa dengan pesawat Hely Bell TNI AL  ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun. Seperti pada penemuan jenazah korban AirAsia sebelumnya, dari Pangkalan Bun jenazah dibawa ke RS  Sultan Imanuddin guna dirawat dan dimasukkan peti jenazah.
 
“Sejauh ini sudah 70 jenazah telah berhasil dievakuasi dan pada sore hari ini 1 jenazah hasil evakuasi hari ini masih berada di RS Sultan Imanuddin,” katanya.
 
Evakuasi dihentikan siang hari ini, selain untuk evaluasi dan merencanakan langkah berikutnya juga dikarenakan arus sudah mulai deras dan hujan, ketinggian ombak 2-4 m, kecepatan arus 1,7 knot sehingga evakuasi diputuskan untuk dilanjutkan esok hari dan berharap cuaca baik dan mendukung untuk penyelaman.  
 

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Dinilai Unggul Dalam Pembiayaan UKM

Jakarta, Aktual.co — Indonesia dinilai paling unggul dalam soal pembiayaan UKM khususnya di forum ekonomi APEC sehingga banyak negara ingin belajar dari Indonesia tentang hal itu.

“Indonesia jadi ‘champion’ untuk pembiayaan UKM,” kata Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring di Jakarta, Minggu (25/1).

Ia mengatakan dalam forum ekonomi APEC ada beberapa negara yang dinilai unggul dalam bidang yang berbeda-beda.

Misalnya Korea Selatan dengan “green technology” dan Indonesia dinilai unggul dalam micro-finance.

“Memang di Indonesia sudah sejak lama dikembangkan skim-skim kredit untuk rakyat khususnya UKM baik yang dikembangkan lembaga swasta atau pun pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, misalnya saja ada skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun skim-skim kredit yang dikembangkan oleh BRI sebagai bank yang fokus menggarap segmen UKM.

BRI bahkan menjadi satu-satunya bank yang memiliki satelit di dunia sehingga menjadi benchmark yang sangat baik dalam soal pembiayaan UKM.

“Indonesia sering diminta untuk memberikan masukan dalam forum APEC, kita juga menjadi leader dalam hal Key Performing Indicators untuk finance APEC di bidang UKM,” katanya.

Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak pihak mengembangkan skema-skema pembiayaan kreatif untuk UKM termasuk micro-finance yang bersifat inklusif.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain