2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39173

Perda Ketenagalistrikan di Sumsel Mulai Dibahasulang

Jakarta, Aktual.co — Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan menilai rancangan peraturan daerah mengenai ketenagaan listrik di Sumsel sangat perlu, karena itu diusulkan ke Badan Legislasi DPRD untuk dibahas.

“Kita telah mengajukan rancangan peraturan daerah mengenai ketenagaan listrik, karena sangat perlu,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumatera Selatan, Robert Heri di Palembang, Minggu (25/1).

Menurut dia, raperda ketenagaan listrik itu perlu, karena mengenai kelistrikan di Sumsel banyak perubahan-perubahan, ada kewenangan yang diberikan ke provinsi, ada pula kewenangan diambil alih perusahaan sehingga terpaksa perdanya perlu diubah.

Misalnya sekarang izin usaha kelistrikan untuk kepentingan sendiri sekarang dialihkan ke provinsi, ujarnya. “Perda itu perlu, jika tidak kita tidak ada dasar melakukan kewenangan, ” katanya.

Sementara Ketua Badan Legislasi DPRD Sumatera Selatan, Usman Effendy mengatakan, mereka membahas 12 rancangan peraturan daerah termasuk salah satunya raperda ketenagaan listrik.

Ia menuturkan, dari 12 raperda akan dibahas itu lima yang baru diusulkan pihak eksekutif sedangkan sisanya hanya perubahan perda yang sudah ada.

Lima raperda yang akan dibahas itu yakni tentang kawasan tanpa rokok, raperda tentang jasa konstruksi, kuliah gratis, ketenagaan listrik dan raperda pelestarian kebudayaan daerah.

Pada tahap awal sidang pertama ini baru 12 raperda itu, nanti tentunya masih banyak yang belum masuk seperti dari inisiatif dewan, katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Ungkap Sindikat Uang palsu

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, mengungkap sindikat peredaran uang palsu di kabupaten setempat yang mencapai Rp12,2 miliar.

“Kami mengamankan dua tersangka, Agus Sugiato (49) warga Kabupaten Jombang dan Aman (35) warga Sumatera Selatan,” kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif dalam surat elektronik di Kabupaten Jember, Minggu (25/1).

Menurut dia, kronologi kejadiannya berawal dari penangkapan Aman yang sedang menunggu di salah satu bangunan yang berada di sekitar Terminal Tawangalun, Kecamatan Rambipuji, Sabtu (24/1) pukul 19.30 WIB.

“Tersangka pengedar uang palsu itu ditangkap oleh anggota Satuan Reskrim Polres Jember dan ditemukan uang yang diduga palsu sebesar Rp100 juta di dalam tas kecil warna hitam,” tuturnya.

Berdasarkan penangkapan tersangka Aman, lanjut dia, polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap Agus Sugioto di Rumah Makan Pujasera, Kecamatan Kaliwates, sekitar pukul 21.45 WIB.

“Dari tangan tersangka asal Sumatera Selatan itu, polisi berhasil menyita uang palsu sebesar Rp1,8 miliar dan satu unit mobil Avansa warna hitam dengan nomor polisi S 919,” paparnya.

Setelah dilakukan pengembangan kembali terhadap dua tersangka, Polres Jember berhasil mengamankan lagi uang palsu mencapai Rp10,3 miliar dari dua pelaku lainnya.

“Total uang palsu yang kami sita sekitar 12,2 miliar dan diamankan di Mapolres Jember untuk proses hukum lebih lanjut,” ucap mantan Kapolres Bondowoso itu.

Sabilul menjelaskan langkah aparat kepolisian, yakni mengamankan tersangka, mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, dan melakukan pengembangan untuk melacak keberadaan mesin pembuat uang palsu tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Khianati Konstitusi dan Trisakti Dengan Memperpanjang Kontrak Freeport

Jakarta, Aktual.co — Perpanjangan kontrak Freeport adalah  bentuk pengkhianatan terhadap ajaran Trisakti Bung Karno yang selama ini menjadi platform Jokowi saat melakukan kampanye. Dengan perpanjangan Freeport. dimana lagi ada kedaulatan dan berdikari secara ekonomi?

Selain berkhianat terhadap Trisakti, Jokowi juga melanggar konstitusi dengan memperpanjang kontrak Freeport.
Sebab ada tiga alasan utama penolakan perpanjangan kontrak tersebut. Pertama, pasal 169 ayat (B) UU Mineral dan Batubara mengamanatkan, kontrak karya akan tetap dihormati hingga masa berakhirnya. Amanah itu harus dihormati karena UU Minerba merupakan pengejawantahan kehendak dari masyarakat Indonesia. Yaitu, agar presiden mempunyai kewajiban memegang teguh sesuai sumpahnya ketika dilantik.

Kedua, Freeport sudah terlalu banyak menikmati kekayaan yang seharusnya digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Apalagi, Freeport hingga saat ini enggan untuk transparan soal berapa keuntungan yang diperoleh.

Terakhir, bila perpanjangan diluluskan oleh pemerintah atas desakan pemerintah AS, berarti negara Paman Sam tersebut telah menerapkan politik adu domba. Yaitu, antara pemerintah RI dengan rakyatnya sendiri.

Selain ketiga hal tersebut Freeport selama beroperasi juga sudah banyak melanggar Keselamatan dan Kesehatan Kerja seperti insiden runtuhnya terowongan Big Gossan milik PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, pada 14 Mei 2013, yang mengakibatkan 28 orang tewas. Serta kerusakan lingkungan yang sangat parah dibumi Papua dan tidak sebanding dengan royalti yang diterima masyarakat Papua yang saat ini kehidupan sosialnya masih jauh tertinggal baik dari sisi pendidikan, kesejahteraan serta fasilitas kesehatan.

Tidak dibangunnya smelter oleh Freeport selama ini juga bentuk pelanggaran UU serta sebagai cara agar Freeport menyembunyikan hasil eksploitasinya serta penghindaran dari pengenaan pajak pertambahan nilai.

Dalam kontrak perpanjangan Freeport yang baru ditanda tangani, ada klausul, pada tahun 2017 Freeport harus sudah membangun smelter, tapi pasti akan diabaikan oleh Freeport dengan berbagai alasan kepada pemerintah Indonesia

Jakarta 25 Januari 2015

Oleh: FX. Arief Poyuono Ketua DPP Gerindra

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi: Jangan Ada Kriminalisasi di Kasus KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co —Menyikapi perseteruan antara KPK dan Polri, Presiden Jokowi kembali menyatakan sikapnya dalam sebuah keterangan pers yang singkat di Istana Presiden, Minggu malam (25/1)

Demikian pidato singkatnya:

“Setelah beberapa kali dapat masukan dan fakta, meski belum banyak tetapi pada malam ini perlu saya sampaikan.

Pertama, kita sepakat institusidi KPK dan Polri harus menjaga  kewibawaannya sebagai institusi hukum. Oleh sebab itu jangan ada kriminalisasi proses hukum yang terjadi.

Saat ini harus dibuat  terang benderang, transparan. Dan agar proses hukum dapat berjalan dengan baik jangan ada intervensi dari siapapun.  Tapi saya akan tetap akan mengawasi dan mengawal.

KPK dan Polri harus bahu membahu memberantas korupsi, Biarkan Polri dan KPK bekerja. Keduanya harus bisa membuktikan bahwa mereka bertindak seusai dengan hukum.”

Setelah menyampaikan keterangan pers itu, Prof Jimly Ashshiddiqi memberikan juga keterangan singkat tentang rencana Jokowi untuk membuat tim independen dalam menyikapi konflik antara KPK dan Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

PT Freeport Indonesia Akan Bangun Smelter di Gresik

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia mendesak agar PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membangun smelter jika perusahaan tambang asal Amerika itu ingin melakukan ekspor mineral mentah.

Pasalnya, pemerintah telah memberikan keringanan melalui perpanjangan nota kesepahaman atau MoU terkait ekspor Freeport selama enam bulan kedepan.

Presiden Direktur PTFI Maroef Sjamsoeddin mengaku senang dengan adanya perpanjangan MoU yang dilakukan pemerintah. Dia akan memanfaatkan waktu selama enam bulan untuk membangun smelter yang rencanannya akan dibangun di Gresik, Jawa Timur.

“Harus betul dimanfaatkan, agar kontribusi PT Freeport dapat memberikan manfaat khususnya aset potensi itu berada di Papua,” kata Maroef Sjamsoeddin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

Maroef mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lokasi untuk pembangunan smelter tersebut. Menurutnya, yang menjadi hal utama dalam perpanjangan MoU tersebut adalah perkembangan soal pembangunan smelter PTFI.

“Kita tak hanya menghitung dari sisi bisnis, tapi faktor lain, bahwa ada 13.000 pekerja dan 20.000 sub kontraktor itu telah memberikan manfaat bagi pembangunan,” katanya.

Dia menambahkan, PT Freeport berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya khususnya ke Papua dan skala nasional terhadap Indonesia.

“Proyeksi ke depan, smelter ini akan mengarah pada 2 juta ton konsentrat. Jadi kalau ini bisa, diharapkan sudah 3 juta ton konsentrat per tahun. Memang kami PTFI sudah 20 tahun bekerjasama dengan Gresik kerjasama dengan Mitsubishi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mendag: Ekspor Produk Manufaktur Akan Digenjot

Jakarta, Aktual.co — Ekspor produk manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi akan makin digenjot untuk meningkatkan nilai ekspor non-migas nasional dan menekan defisit perdagangan.

“Selama ini porsi ekspor produk primer dan manufaktur 65:35. Ke depan kami ingin 65 persen ekspor nonmigas berasal dari produk manufaktur,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Davos, Swiss, Minggu (25/1).

Untuk itu, ia akan melakukan koordinasi dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin agar kinerja industri manufaktur digenjot dan diperluas ke produk-produk yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar domestik, tapi juga ekspor, seperti produk hemat energi dan ramah lingkungan.

Selain itu, ia menilai banyak komoditas primer yang selama ini diekspor bisa lebih dioptimalkan nilai tambahnya melalui program hilirisasi.

“Misalnya CPO yang selama ini banyak diekspor dan memberi kontribusi ekspor nonmigas yang besar, bisa diperluas industri turunannya,” kata Rachmat.

Untuk itu, konsumsi dalam negeri juga perlu ditingkatkan, kata dia. Apalagi, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) terungkap bahwa tantang pertumbuhan ekonomi global makin berat, seiring penurunan harga minyak mentah dan belum pulih sepenuhnya krisis di Amerika dan Uni Eropa.

“Pasar domestik adalah insentif bagi kita, harus ditingkatkan konsumsi dan daya beli masyarakatnya. Pasar yang besar itu juga akan diamankan dari produk illegal dan tidak berkualitas,” kata Rachmat menegaskan.

Ia yakin dengan peningkatan ekspor yang mengandung nilai tambah tinggi, nilai ekspor nonmigas akan meningkat signifikan.

Oleh karena itu, ia juga meminta atase perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) mencari peluang ekspor produk manufaktur di negara mereka bertugas.

Sementara itu, Managing Director Grup Sinar Mas Gandhy Sulistyanto menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah mengembangkan industri turunan CPO.

“Saat ini memang saatnya kita serius memperluas pengembangan industri turunan CPO, tidak hanya terbatas untuk produk konsumsi, tapi juga kosmetik dan obat-obatan,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela pertemuan WEF.

 Hal itu, lanjut dia, akan membantu kalangan produsen CPO yang ekspornya mulai tertekan karena harga minyak mentah turun.

Dampak penurunan harga minyak, kata dia, harga biofuel di Eropa tidak kompetitif, sehingga permintaan CPO juga menurun. Dengan hilirisasi, permintaan CPO di dalam negeri akan meningkatkan permintaan CPO.

“Saatnya lakukan hilirisasi yang mampu mendongkrak permintaan CPO di dalam negeri,” ujar Gandhy Sulistyanto.

Ia mengusulkan untuk mempercepat pengembangan industri turunan CPO, maka pemerintah perlu memberi insentif di bidang fiskal, seperti penurunan PPh Badan dan insentif lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain