2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39177

Ini Perbedaan SBY dan Jokowi Sikapi Perseteruan KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala melihat adanya perbedaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo dalam menyikapi perseteruan KPK dengan Polri.
Menurutnya, SBY dalam penanganannya (KPK-Polri) terlihat lebih pro kepada KPK, sementara Jokowi tidak mengintervensi keduanya.
“SBY seperti pro KPK, kalau Jokowi Tak mau mengintervensi,” kata Adrianus, di jakarta, Minggu (25/1).
Dia menyebutkan, dalam kasus yang dihadapi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, kecil kemungkinan kepolisian mengeluarkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3).
“Kasus BW itu di SP3, saya rasa tidak,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Kontras Sebut Jokowi Tak Melaksanakan Tugas Selaku Pemimpin Pemerintahan

Jakarta, Aktual.co — Koordinator KontraS Haris Azhar menilai Presiden Joko Widodo tidak melaksanakan fungsi dan tugasnya selaku pemimpin pemerintahan.
Hal ini dikatakan terkait kisruh yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Polri.
“Dia bukanlah titik akhir penataan di Indonesia, dia hanya ‘footstep’ yang diperebutkan. Jokowi bukan pemain utama, tapi pemegang cap yang bawa stempel,” kata Haris Azhar, di Jakarta, Minggu (25/1).
Jokowi dinilai tak melaksanakan perannya selaku pemimpin negara dalam kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri.
Kebijakan yang dilakukan Jokowi lebih didominasi oleh politisi partai dalam lingkaran istana.
“Memang akhirnya bagi-bagi kekuasaan. Ini kepentingan mereka, ini yang lebih dominan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Aceh Tengah Targetkan 45 Ribu Ton Padi Dukung Swasembada Pangan

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Aceh Tengah menargetkan produksi padi tahun ini mencapai 45. 068 ton dari tahun sebelumnya hanya 31 ribu ton. Sedangkan secara keseluruhan, Pemerintah Aceh diberi target 2,3 juta ton dari target nasional 73,4 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Saifullah, Minggu (25/1) menyebutkan untuk mendukung program swasembada Kementerian Pertanian RI, pihaknya sedang membangun jaringan irigasi tersier (kecil) sepanjang 27 ribu meter pada 12 kecamatan. “Irigasi itu bisa mengairi 6.750 hektare sawah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencanangan program swasembada padi nasional dilakukan Presiden Joko Widodo di Kalimantan Barat, 20 Januari 2015.

Selain itu, Sambung Saifullah pihaknya terus memaksimalkan pemanfaatan sawah seluas delapan ribu hektare di kabupaten itu.

Disebutkan, luas areal persawahan yang terbatas di kabupaten itu berdampak pada masuknya beras impor dan daerah lainnya di Indonesia ke Aceh Tengah. Diharapkan, ke depan, stok beras di Aceh Tengah bisa terpenuhi dari hasil pertanian setempat.

“Pemerintah pusat menargetkan 2017, kita swasembada beras. Kita siap mendukung program itu,” pungkas Saifullah.

Artikel ini ditulis oleh:

BPBD: Potensi Bencana Puting Beliung di Sukabumi Cukup Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat awal tahun ini, hingga dua bulan ke depan, diprakirakan potensi bencana angin puting beliung cukup tinggi.

“Saat ini sudah mulai masuk musim pancaroba dan cuaca pun kurang menentu seperti awalnya cerah tiba-tiba hujan deras yang berpotensi terjadinya bencana angin puting beliung,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo di Sukabumi, Minggu (25/1).

Menurutnya, seperti Rabu, (21/1) sekitar pukul 17.30 WIB terjadi angin kencang di Kampung Cimunding, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah yang mengakibatkan sebanyak lima bangunan rumah dan satu bangunan sekolah rusak dan bantuan pun sudah disalurkan dalam bentuk bantuan darurat.

Lebih lanjut, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi rawan bencana puting beliung namun yang paling rawan di wilayah selatan Sukabumi karena daerahnya yang merupakan hamparan luas. Namun, tidak menutup kemungkinan bencana juga terjadi di wilayah utara, maka dari itu pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu waspada.

“Cuaca saat ini tidak menentu kadang cerah, kadang hujan deras disertai angin. Yang paling berpotensi terjadinya bencana ini adalah saat cuaca cerah tiba-tiba hujan deras, karena pascahujan biasa kami mendapat laporan terjadinya bencana puting beliung,” tambahnya.

Sebelumnya, puting beliung menyebabkan lima rumah dan empat bangunan sekolah milik SD Islam Yastaba Jampang Tengah mengalami kerusakan paling parah pada bagian atap dan tiang penyangga genteng banyak yang patah.

“Akibat bencana ini pelajar dalam proses kegiatan belajar mengajarkan dialihkan ke mushala untuk kelas 1-3 dan 4-6 kebagian pada sift sore,” kata Kepala SD Islam Yastaba Jampang Tengah, Ujang Tajudin.

Artikel ini ditulis oleh:

Seorang Warga Aceh Meninggal Diinjak Gajah

Banda Aceh, Aktual.co — Konflik gajah dan manusia belum berakhir di Aceh. Seorang ibu rumah tangga, Husna (38), tewas diinjak gajah di Desa Musarapakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (24/1) malam. Kejadian itu saat korban dan suaminya, Fadli (52) dan putranya Mudawali (4) sedang beristirahat di gubuk mereka, terpaut 400 meter dari kampung.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, sekitar empat ekor gajah menggoyang-goyang rumah mereka. Karena takut, korban menggendong putranya melarikan diri dari pintu belakang. Namun, saat lari, gajah lain menghadangnya,’ ujar Camat Pitu Rime Gayo, Mukhtar ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (25/1).

Sedangkan suaminya, keluar dari pintu depan rumah. Fadli lalu mencari isterinya di desa dan melaporkan ada kawanan gajah yang merusak rumah mereka.

Dibantu warga, Fadli mencari istrinya ke rumah mereka. Namun, tidak ditemukan. Lalu, terdengar suara tangisan Mudawali, yang ditemukan dalam keadaan luka pada bagian kepala. Setelah itu, warga membawa Mudawali ke Puskemas setempat untuk mendapat penanganan medis. Sedangkan Husna baru ditemukan belakangan dalam keadaan tak bernyawa.

Korban tewas mengenaskan dengan kepala remuk dan isi perut membuncah keluar. Kasus ini merupakan kasus kedua sepanjang empat bulan terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

INACA: Menhub Perlu Belajar ‘Efisien English’

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Teuku Burhanuddin mengatakan, kemenhub jangan hanya mengejar faktor ekonomi untuk menambah pemasukan negara tetapi tidak menambah moda transportasi.
“Ekonomi gerus kita jadi lebih baik, maka moda transportasi kita diperlukan lebih banyak. Tapi jangan hanya mengejar ekonomi gerus sehingga kita pusing sendiri tidak ada korelasi,” ujar Teuku Burhanudin pada diskusi Aktual Forum, Minggu (25/1).
Burhan mengatakan, ada penambahan moda baru tetapi dari pihak maskapai itu sendiri. Kelemahan lain, infrastruktur (bandara dan navigasi) yang tidak mendukung sehingga penerbangan terganggu.
“Ekonomi kita bergerak 12 kali lipat, namun demikian kita melihat regulasi penerbangan kita harus ditata”, katanya.
Peningkatan SDM bukan hanya kualitas tapi juga kuantitias, jika tidak seimbang maka akan ada kompetisi yang tidak baik. Utamanya pemerintah harus segera mengatasi hal tersebut.
Mengenai tiket murah atau Low Cost Carriers (LCC) itu hanyalah model. Ada yang namanya full service dengan pelayanan 100% yakni maskapai garuda,  medium service dengan konsen pelayanan 90% yakni sriwjaya, sementara LCC adalah biaya murah seperti AirAsia yang konsen pelayanannya 40-60%.
Menurut Burhan, bicara ‘safety’ atau tingkat keamanan, AirAsia termasuk yang terbaik. Mengenai paham atau tidaknya menhub dengan istilah penerbangan,  menhub perlu mempelajari ‘efisien English’ agar memahami bahasa inggris dengan baik.
“kita lihat apa yg dilakukan menteri, saya tidak tahu apakah beliau tidak paham atau bagaimana, saya kira perlu lah mereka itu disekolahkan mengenai efisien english,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain