3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39185

Gowes Sepeda di CFD, Jokowi Sapa Warga

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakuan aktivitas rutinan bersepeda setiap hari libur di kawasan Bundaran Hotel, Jakarta, Minggu (25/1/2015). Jokowi melakukan bersepada berangkat dari Istana Negara menuju jalan Sudirman – Thamrin dan menyapa warga yang ikut acara CFD. AKTUAL/MUNZIR

Tak Efektif, Harus Ada Perbaikan Regulator Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Pemerhati Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan ada masalah dengan Direktorat Jenderal Perhubungan yang tidak efektif sebagai regulator. 
Menurutnya lembaga usaha pembisinis praktis akan berjalan baik jika regulatornya menerapkan undang-undang yang baik.
“Lembaga pembisnis itu taat pada regulator, jika regulatornya bagus maka akan berjalan baik”, kata Agus pada Aktual Forum, di Warung Komando, Tebet, Jakarta, Minggu (25/1).
Indonesia adalah satu dari tiga negara yang dilarang unit penerbangannya dipakai diluar negeri karena buruknya sistem regulasi penerbangan kita. Sistem yang buruk harus segera diperbaiki dan tidak ada urusannya dengan politisasi.
“Ini tidak ada urusan politik, ini urusan keselamatan sipil, jangan bicara politis kerjakan saja sebagai perbaikan,”ujarnya.
Dia menambahkan, yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah regulator yang membawahi air navigate dan perbaikan sumber daya manusia. Kemudian jadikan dan lengkapi bandara dengan elektronik sistem sehingga bisa dengan baik melakukan kerjanya.
“Operator juga harus ada perbaikan, soal LCC (Low Cost Carrier) tidak ada di UU tapi harus menjadi saingan penerbangan yang aman.”

Artikel ini ditulis oleh:

Diragukan, Kemampuan Menhub Perbaiki Dunia Penerbangan dalam Waktu 3 Bulan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Komisi V Yudi Widiana meragukan kemampuan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam menyelesaikan carut marut dunia penerbangan.
“Apakah Jonan mengerti? sangat ahli? bisa menyelesaikan carut marut dunia penerbangan Sehingga mengatur waktu yang terlalu mepet dalam jangka tiga bulan,” kata Yudi,saat Diskusi Aktual Forum, di Jakarta, Minggu (25/1).
Pihaknya akan mengapresiasi Menhub Jonan bila dalam jangka waktu yang ditentukan tersebut dapat memperbaiki permasalahan di udara, laut, dan darat.
“Tapi jangan sekedar omong kosong,” kata Yudi.
Menurut dia, menhub tak berani mempertaruhkan jabatannya dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dunia penerbangan.
Komisi V DPR akan memanggil elemen KNKT, INACA, termasuk maskapai yang memasang biaya murah, untuk dimintai masukan. Langkah ini diharapkan efektif untuk memperbaiki kondisi penerbangan.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Komisi V: Banyak Tekanan, Regulator Dapat Kartu Merah

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana mengatakan bahwa banyak tekanan dari berbagai kelangan pasca kejadian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.
Menurutnya, pada hari ketiga setelah hilangnya QZ8501 anggota DPR Komisi V langsung turun ke lapangan dan melakukan identivikasi bersama BPPT di Juanda.
“Berkaitan dengan pasca AirAsia adalah tekanan yang muncul dari berbagai kalangan untuk pembenahan penerbangan nasional,” kata dia, saat diskusi Aktual Forum, di Warung Komando, Tebet Jakarta Selatan, Minggu (25/1).
Meski mendapat apresiasi terhadap yang dilakukan Basarnas dan KNKT, namun banyak yang mengkritik Kementerian Perhubungan karena dinilai tidak fokus pasca kecelakaan QZ8501.
“Kami menanggapi melihat bahwa ada permasalahan serius di dunia penerbangan kita,” ujarnya.
Ditambahkan, adanya persaingan antar stakeholder di dunia penerbangan, di sisi lain merupakan perkembangan baik di dunia ekonomi.
“Di sisi lain, ada hal yang dikhawatirkan yakni keselamatan. Oleh karena itu, selesai masa reses kami mengundang menteri. Problema Menteri Jonan kurang fokus. Dalam rapat DPR ada gagasan semacam panja, ini dikhawatirkan menuju pada politis, padahal DPR sebagai lembaga negara dengan kewenangan legeslasi, pengawas dan budgeting, berharap kebijakan DPR adalah kebijakan tepat tak sekedar stempel.
Sebanyak 10 fraksi Komisi V sepakat bahwa kejadian QZ8501 bukanlah kejadian biasa dan didapati regulator memiliki kartu merah.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Simpatik Perseteruan KPK Vs Polri

Semarang, Aktual.co — Puluhan aktivis anti korupsi dan tokoh Semarang menggelar aksi simpatik perseteruan konflik Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri. 
Aksi jalan kaki mengelilingi acara car free day (CFD) di jalan Pahlawan Semarang itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas konflik kedua institusi yang semakin meruncing.
Tak hanya itu, aksi keprihatinan itu mengundang mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Negeri Semarang. Tampak ratusan warga ikut meramaikan aksi yang digelar aktivis, mahasiswa, dan tokoh. Aksi long march dimulai sejak pukul 06.00 wib di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka berjalan menuju lapangan Pancasila dan mengitari. Aksi itu mendapat simpatik di acara CFD. Mereka menggelar kain putih sepanjang 10 meter di depan kantor Gubernur Jateng. Mereka menggalang tanda tangan masyarakat dengan membubuhkan tanda tangan ke kain tersebut.
Aktivis anti korupsi, Yunantio Adi mengatakan aksi penandatanganan itu bukan berarti membela KPK atau Polri. Akan tetapi, sebagai bentuk keprihatinan agar konflik segera berakhir.
“Kami tidak membela KPK dan Polri, tapi jangan jadikan ini media politik kekacauan negara. Musuh sebenarnya bukan KPK atau Polri, tapi koruptor,” ujar warga Semarang itu, Minggu (25/1).
Aksi dilanjutkan dengan teatrikal yang diperankan empat orang. Dua orang bertindak sebagai KPK dan Polri yang berseteru, satu orang sebagai bayangan hitam yang menari dan satu lainnya berada di tengah untuk mendamaikan dua institusi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Bela “Charlie Hebdo”, Wanita Tunisia Ini Buka Baju

Tunis, Aktual.co -Kontroversi sekitar insiden “Charlie Hebdo” masih terus berlangsung. Kali ini, beribu kilometer jauhnya dari Perancis, seorang wanita yang juga pimpinan feminis Tunisia, Khodijah binti Ayad melakukan aksi gila demi membela Majalah “Charlie Hebdo”. Aksi itu dilakukan di depan kamera video yang merekamnya.

Setelah memberikan sedikit orasi, Khadijah binti Ayad mulai melepaskan baju dan memperlihatkan payudaranya. Setelah itu, Khadijah mulai merobek-robek Al-Quran. Ia juga mengambil minyak serta menyiramkannya kepada Al-Quran. Tak lama berikutnya korek api ia nyalakan dan sedikit demi sedikit Al-Quran mulai terbakar.

Menurut Khadijah, aksi tersebut ia lakukan lantaran membela kebebasan berpendapat seperti yang telah majalah Charlie Hebdo lakukan. Ia juga menyebut bahwa aksinya merupakan balasan bagi para ekstrimis yang melakukan kejahatan terhadap para awak majalah Charlie Hebdo. Video feminis telanjang dada dan membakar Al-Quran ini kemudian diposting Journal Misr di situs berbagi video youtube pada Sabtu (10/1/2015). Video itu juga tersebar luas di jejaring sosial facebook dan twitter.

Berita Lain