19 April 2026
Beranda blog Halaman 39187

Partai Liberal Berusaha Gulingkan PM Australia

Jakarta, Aktual.co — Partai Liberal Australia berusaha menggulingkan Tony Abbott sebagai Perdana Menteri. Kepemimpinan Abbott dipertanyakan karena kerap kali melakukan beragam kebijakan kontroversial. Puncaknya terjadi saat Abbott menyerahkan gelar ksatria Australia ke Pangeran Philip asal Kerajaan Inggris. Partai Liberal pun bergolak, dan berencana segera menggelar voting untuk menentukan nasib Abbott.

Selama ini, banyak warga Australia yang ingin terlepas dari monarki Inggris dan menjadi negara republik. Tindakan Abbott terhadap Pangeran Philip dinilai sebagai sesuatu yang bertolak belakang dengan semangat masyarakat. “Saya rasa kita harus melakukan ini (voting) dan menguji dukungan terhadap kepemimpinan saat ini,” ujar Luke Simpkins, salah satu petinggi Partai Liberal, dalam surat elektronik pada semua anggota partai, Jumat (6/2).

“Kenyataannya adalah, orang-orang sudah berhenti mendengarkan perdana menteri,” kata Simpkins pada Sky News. Kamis kemarin, Tony Abbott mengaku “sangat percaya diri” akan tetap menjadi Perdana Menteri Australia, setelah munculnya isu dirinya mungkin akan digulingkan. “Saya mengenal, memercayai dan menghormati kolega saya (di Partai Liberal). Saya tahu semua kolega saya terpilih untuk mengakhiri kekacauan di Australia, dan saya yakin mereka akan tetap berkomitmen menjalankan pekerjaannya,” ungkap Abbott.

Raja Yordania: ISIS Wajib Bersiap

Jakarta, Aktual.co —Seorang pejabat Jordania membantah laporan yang beredar yang menyebut Raja Abdullah II siap memimpin langsung dan menerbangkan sendiri pesawat tempurnya untuk membalas dendam pada ISIS. Laporan tersebut beredar luas, lengkap dengan foto-foto Raja Abdullah mengenakan seragam militer, pada Kamis (5/2).

Namun seorang pengacara asal Amerika Serikat yang sempat bertemu Raja Jordania King Abdullah II, tak lama setelah pilot Jordania dibakar hidup-hidup oleh kelompok militan ISIS mengatakan, kelompok itu akan menyesali perbuatannya. Menurut pengacara ini, Raja Abdullah bukanlah Barack Obama.

Pengacara yang juga anggota Senat AS dari Partai Republik Duncan Hunter Jr dan mantan veteran Angkatan Laut AS yang pernah bertugas di Irak dan Afghanistan,  mengatakan kepada Fox News Channel, Raja Abdullah telah menonton film yang dibintangi Clint Eastwood sebagai referensinya untuk membalas dendam atas kematian pilot pesawat tempur Jordania.

Hunter, yang mengatakan dirinya ikut serta dalam pertemuan dengan raja-raja Arab, membandingkan kepempimpinan Raja Abdullah dengan Barack Obama dalam menghadapi perang melawan ISIS. Menurutnya, Raja Abdullah memiliki sikap dan ketegasan yang sangat kuat.

Pemerintah Akan Tingkatkan Perlindungan TKI

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah bertekad meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri termasuk di Malaysia.
“Kuncinya pada peningkatan perlindungan,” kata Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri di Putrajaya, Malaysia, Jumat (6/2).
Dia menyebutkan, saat ini realitas penempatan TKI ada dua channel yaitu official dan non official.
Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermanto mengatakan berdasar catatan Imigrasi Malaysia, saat ini terdapat 830.000 TKI legal atau dengan dukungan dokumen yang ditentukan di Malaysia.
Sementara untuk TKI tanpa dokumen diperkirakan sekitar 1,3 juta orang sehingga terdapat sekitar dua juta TKI di Malaysia.
“Tapi saya kira bisa lebih dari itu,” katanya di Kuala Lumpur.
Upaya perlindungan terhadap TKI yang legal lebih mudah dilakukan dibanding dengan yang ilegal.
Menurut dia, pekerjaan rumah utama dalam penyelesaian TKI ilegal harus diselesaikan secara bersama, tidak bisa diselesaikan hanya satu negara.

Artikel ini ditulis oleh:

ISIS: Adili Ulama yang Menolak Pembakaran Sandera

Jakarta, Aktual.co — Seorang ulama di dalam ISIS dipindahkan dari wilayah dakwahnya dan akan diadili karena menentang cara kelompok militan radikal dalam mengeksekusi pilot asal Yordania. Sebelumnya, ulama besar di seluruh dunia telah mengecam eksekusi bakar terhadap Muath al-Kassesbeh yang dianggap bertentangan dengan hukum Islam.

Diberitakan Reuters, Jumat (6/2), ulama ISIS asal Saudi itu menyatakan penolakannya terhadap eksekusi bakar Kassesbeh dalam sebuah rapat dewan ulama di kota al-Bab, provinsi Aleppo, Suriah, seperti disampaikan Rami Abdurrahman, aktivis lembaga Syrian Observatory for Human Right. Berdasarkan informasi intelijen Oservatory, ulama itu mengatakan bahwa mereka yang terlibat pembakaran Kassesbeh harus dihukum. Akibatnya, ulama ini dipindahkan dari posnya dan akan diadili. Abdurrahman mengatakan, ISIS kemungkinan akan mengeksekusi dia.

Sebelumnya, ISIS menyampaikan pembenaran atas tindakannya tersebut di Twitter, yang mengatakan bahwa eksekusi tersebut sesuai dengan hukum Islam. Namun pernyataan itu dibantah oleh mayoritas ulama di seluruh dunia yang menjelaskan hukuman bakar haram dalam syariah. Salah satunya yang menentang adalah ulama besar di Qatar Youssef al-Qaradawi yang mengatakan pembakaran Kassesbeh adalah bentuk tindak kriminal berat. “Mereka tidak merepresentasikan Islam sedikitpun,” kata Qaradawi.

Kecaman yang sama berdatangan dari para ulama di Yaman dan Arab Saudi. Bahkan kutukan juga berdatangan dari para petinggi al-Qaidah. Ulama dunia juga sebelumnya telah mengecam ISIS yang dianggap tidak mencerminkan Islam, bahkan mencoreng nama Islam. Akhir tahun lalu, Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz Al Sheikh bahkan menyerukan umat Islam untuk angkat senjata melawan ISIS. Sheikh menegaskan bahwa ISIS adalah penjajah yang merenggut nyawa, harta dan kehormatan manusia. “ISIS adalah musuh nomor satu Islam.” kata Sheikh.

Pembunuhan Kassesbeh yang terekam video diduga telah terjadi sejak awal Januari lalu. ISIS menuntut Kassesbeh ditukar dengan tahanan pelaku pengebom bunuh diri Sajida al-Rishawi di Yordania. Namun pemerintah Yordania meminta bukti dulu bahwa Kassesbeh masih hidup, permintaan yang tidak pernah dipenuhi. Usai pembunuhan Kassesbeh, Yordania mengeksekusi mati Rishawi dan seorang tahanan al-Qaidah. Raja Yordania Abdullah bersumpah akan membalas ISIS dengan keras melalui serangan udara. Yordania bergabung dalam koalisi penggempur ISIS pimpinan Amerika Serikat.

Pernah Gabung ISIS, Ulama Arab Saudi Kabur

Jakarta, Aktual.co — Seorang ulama Arab Saudi yang melarikan diri dari kelompok militan ISIS,kini berbalik menyerang kelompok tersebut. Ulama ini mengatakan, kelompoktersebut menyimpang dari ajaran Islam. Syaikh Mani’i Al-Mani’i sempatmengejutkan jazirah Arab saat ia mengumumkan di twitter, ia memutuskanuntuk pergi ke “Tanah Jihad” dan bergabung dengan kelompok ISIS.

Namun setelah beberapa bulan, ulama ini kabur dari kelompok tersebut danmenyerahkan dirinya pada kedutaan besar Saudi di Turki. Kepada statiun televisiSaudi, ia menceritakan kembali perjalanannya saat bergabung bersama ISIS.”Saya tak menemukan kebebasan dan kedamaian yang mereka janjikan danmereka yakini, mereka memaksa orang-orang untuk memusuhi orang-orang yangmereka anggap kafir,” katanya sebagaimana dikutip dari alarabiya.net,Jumat (6/2).

Mani’i juga menambahkan, kelompok militan ISIS bahkan mengganggaporang-orang yang berada di Mekkah, kota kelahiran Islam sebagai orang-orangkafir. Ulama ini meminta kepada anak muda Saudi untuk mengabaikan propaganda ISIS.Ia mengatakan, agama yang ditawarkan oleh ISIS sangat jauh dari agama Islamyang ia kenal. “Itu bukanlah Islam yang saya kenal,” katanya.”Saya tak boleh bepergian, paspor saya diambil, dan saya dipaksa untukberjanji setia pada kelompok tersebut,” katanya.

Warga Semarang Tak Perduli Imbauan Pemerintah Terkait Pakaian Bekas Impor

Semarang, Aktual.co — Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan larangan pakaian bekas impor, belum sepenuhnya dipatuhi oleh pedagang. Terbukti dengan masih adanya pedagang pakaian bekar impor itu di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Salah satunya lokasi penjualan pakaian bekas impor itu ada di Jalan Abdurahman Saleh, Kota Semarang.

Dari pantauan di lapangan, ternyata masih banyak warga Semarang yang mencari dan membeli pakain tersebut, dengan mayoritas di antara mereka adalah kaum perempuan. Mereka bahkan kerap memburu jenis pakaian dalam impor dengan merk-merk ternama.

Padahal, Kemendag telah melarang penjualan pakaian tersebut karena pakaian tersebut mengandung bakteri.

“Asyiknya nyari pakaian di sini itu lengkap. Pakaian dalam seperti tangtop aja ada. Dan banyak dicari para wanita, ” kata Evi (25), salah satu pembeli ditemui ketika ingin membeli pakaian bekas impor, Jumat (6/2).

Diakuinya, membeli pakaian bekas impor ini, seperti mencari jarum dalam jerami. Tapi jika beruntung, pembeli akan mendapatkan jenis pakaian dengan kualitas bagus dengan harga yang sangat miring.

“Kalau teliti, kita bisa dapat barang original lho. Seperti merk Converse, Adidas dan lain-lain. Kalau biasanya harganya Rp200 ribu, disini cuma Rp15 ribu,” ujar mahasiswi Universitas Swasta semester enam di Semarang ini.

Menanaggapi imbauan pemerintah terkait larangan membeli pakaian bekas impor, Evi dan sejumlah temannya bahkan menanggapi santai. Sebagai seorang mahasiswi yang mengerti betul prinsip ekonomi, kabar bakteri mengerikan yang melekat dalam pakaian impor bekas, justru tidak menjadi ketakutan tersendiri.

“Iya tahu kabar itu. Tapi kita sudah biasa, kalau barang seperti ini kan harus dicuci dan di godog pakai air panas. Jadi itu bisa membunuh bakteri, baru kita pakai,” beber warga Manyaran itu.

Selama menjadi konsumen pakaian impor bekas, Evi dan teman-temannya tidak pernah menemukan adanya kendala seperti penularan penyakit yang disebabkan karena mengenakan pakaian. Terlebih, pakaian jenis ini sangat akrab dengan kantong mahasiswa yang ekonomis.

“Jadi nggak begitu takut. Teman-teman belum pernah ada yang punya pengalaman penyakit ini itu. Ya mungkin, anak-anak yang pergaulannya ke atas mereka nggak mau. Tapi tidak semua ekonomi sama,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain