2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39202

Netanyahu Mau Bertemu, Ditolak Obama

Jakarta, Aktual.co —Presiden Amerika Serikat Barack Obama menolak bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ketika pemimpin Israel itu melakukan lawatan ke Washington pada Maret 2015. Juru bicara Gedung Purih, Bernadette Meehan, Kamis ( 22/1), mengatakan, alasannya sangat sederhana, presiden tidak mau bertemu dengan calon pemimpin negara dalam waktu dekat dengan pemilihan umum negeri tersebut.
“Oleh karena itu, presiden tidak akan bertemu dengan Perdana Menteri Netanyahu sebab dalam waktu dekat akan ada pemilihan umum di Israel, hanya dua pekan setelah beliau direncakanan berpidato di Kongres AS,” ucap Meehan. Netanyahu dijadwalkan berpidato di depan Kongres pada 3 Maret 2015 dan akan mendorong agar supaya AS memberikan sanksi tambahan terhadap Iran. 
Pemimpin Negeri Yahudi ini sedianya berpidato di depan politisi AS, Februari 2015, namun jadwal tesebut diubah agar supaya sesuai dengan perjalanan Netanyahu ke Washington untuk berbicara dalam sebuah konferensi tahunan yang digelar oleh AIPAC, kelompok lobi pro-israel, pada awal Maret 2015.

Baznas Agam Serahkan Beasiswa ke Mahasiswa

Jakarta, Aktual.co — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyalurkan beasiswa sebesar Rp60,5 juta untuk 81 orang mahasiswa binaan Baznas itu.

Ketua Baznas Agam, Isman Imran di Lubuk Basung, Sabtu (24/1), mengatakan para mahasiswa binaan ini berasal dari yakni, Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, Universitas Andalas (Unand) Padang, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Lalu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al Quran (Stai Piq) Kota Padang.

“Ke 81 orang mahasiswa ini berasal dari 16 kecamatan se-Agam. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

Setiap semester, tambahnya, mereka ini mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 sampai Rp750.000 perorang.

Bantuan tersebut digunakan untuk biaya tambahan semester, untuk skripsi, praktik lapangan dan lainnya.
“Bantuan ini berdasarkan hasil verifikasi tim dari Baznas Agam,” tambahnya.

Bantuan beasiswa ini bentuk kepedulian Baznas Agam di bidang pendidikan, untuk mengatasi kekurangan biaya pendidikan, sehingga sumber daya manusia (SDM) lebih bagus.

Selain menyalurkan beasiswa untuk perguruan tinggi, Baznas Agam juga menyalurkan beasiswa untuk siswa tingkat SD, SMP, MTs SMA, MA dan SMK.

Selama 2014, Baznas Kabupaten Agam menyalurkan beasiswa sebesar Rp2,3 miliar dari jumlah penyaluran sebesar Rp8,63 miliar.

Sementara 2015, katanya, Baznas Agam menyalurkan zakat sebesar Rp143,78 juta dari dana yang terhimpun sebanyak Rp479,65 juta.

“Pada 2014 kami berhasil menghimpun dana zakat infak dan sedeqah sebesar Rp8,6 miliar,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar: Presiden Jokowi Belum Termasuk Kategori Politisi Nasional

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan Presiden Joko Widodo belum termasuk kategori politisi nasional. Karena menurutnya bahwa saat ini pemerintah belum bisa mengatasi konflik dan berada pada posisi tidak nyaman atas persoalan yang melibatkan KPK dan Polri.
“Saya tidak melihat ada unsur jokowi yang membuat persoalan ini mruncing,  yang saya lihat Jokowi belum termasuk politisi nasional,” kata Emrus usai diskusi IPI yang bertajuk ” Ada Apa Dibalik Kisruh Calon Kapolri” di Tebet, Jakarta, Jumat (22/1).
Menurutnya, Presiden Jokowi  berada di tengah politisi tingkat tinggi yang hanya berpikir lebih mudah mengelola kotamadya dan tidak menguasai agenda para politis yang melingkarinya. Jokowi juga harus tingkatkan penglaman politisi nasionalnya agar tidak terjebak di permainan politik.
“Jadi bukan dari dia (Jokowi) sumber nya”, katanya.
 Emrus menambahkan tindak lanjut penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka jika dasar hukum telah jelas harus segera lakukan penahanan. Menurut Emrus, lebih baik di putuskan ditahan sehingga Jokowi tidak berada dalam posisi tidak nyaman dan bisa mengambil keputusan lngsung. 
Tetapi juga harus pertimbangkan aspek poliitik yang tidak mempengaruhi keputusan sehingga tidak menyebabkan guncangan institusi.
“Idealnya Jokowi sudah bisa mandiri mengambil keputusan tanpa tekanan politik partai pengusung dan berkonsultasi dengan pakar-pakar. Jadi Jokowi harus bentuk tim pemikir yang berani berbeda pendapat dengan Jokowi”, Tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengacara SBY: Lanjutkan Kasus BW Agar Tak Ada Pendewaan Individu

Jakarta, Aktual.co — Pengacara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Palmer Situmorang, meminta Polisi tidak ragu melanjutkan kasus Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Wijojanto. 
Menurut dia, hal ini agar publik tahu bahwa di Indonesia tidak siapapun yang bisa terhindar dari hukum, termasuk para pimpinan KPK.
“Publik harus menghindari pendewaan person atau kultus individu. Biarkan saja proses hukum berjalan. Agar jelas bagi masyarakat tentang hukumnya,” ujar Palmer ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (23/1).
Bukan hanya kasus BW, dia juga meminta agar pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua KPK, Abraham Samad untuk kembali ditelusuri. 
“Habis ini kita tunggu sidang etika ke dua untuk Abraham Samad. Sebaiknya kedua kasus petinggi dibawa ke pengadilan demi supermasi hukum dan kebenaran materil,” tegasnya.
Selain itu, Palmer juga meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap tegas terhadap kasus tersebut. Menurutnya, ketegasan Presiden bisa membawa aura positif untuk masyarakat.
“Karena kedua kasus ini sudah masuk dalam ranah projustitia, Presiden jangan pernah mencampurinya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pengamat: KPK Tidak Lepas Dari Kepentingan Politik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Bonny Hargens meminta dilakukan evaluasi terhadap KPK. Menurutnya, inilah momentum bahwa KPK juga tidak lepas dari kepentingan politik.
Bony mencontohkan, sulit untuk tidak mengkaitkan proses penetapan Komjen Budi Gunawan dari kepentingan politik.
“Meskipun secara hukum buktinya kuat dan dibenarkan, tetapi dari segi politik, ini bisa dianggap masalah, kenapa momentum penetapan BG sebagai tersangka persis sebelum beliau dilantik menjadi kapolri,” kata Bony dalam diskusi IPI bertanjuk ” Ada Apa Dibalik Kisruh Calon Kapolri” di Tebet, Jumat (23/1).
Contoh lain yang menurut Bony perlu dikritisi dari kinerja KPK adalah dalam proses penetapan tersangka.”Kenapa si A menjadi tersangka begitu cepat, kenapa si B digantungkan begitu lama, nah ini memperjelas meskipun KPK itu institusi netral yang rentan dengan konflik-konflik kepentingan,” ungkapnya.
Maka menurut Bonny, koreksi total terhadap KPK perlu segera dilakukan. “Tanpa mengurangi respek terhadap KPK, justru untuk memperkuat institusi KPK harus ada koreksi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dua Pria Berburka Ditangkap Polisi Turki

Ankara, Aktual.co — Polisi yang menyamar atas informasi warga menangkap dua pria berburka di wilayah tenggara Turki, Kamis (22/1/2015). Namun, setelah ditahan kedua pria itu ternyata mengenakan burka untuk diam-diam menemui kekasih mereka. Kedua pemuda itu ditahan di provinsi Mardin, tak jauh dari perbatasan dengan Suriah setelah warga setempat mencurigai gerak-gerik dua “perempuan” berburka itu.
Apalagi, pemerintah Turki saat ini sedang memperketat keamanan di perbatasan untuk mencegah melintasnya para warga asing yang ingin bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.
“Kedua pria itu mengenakan burka untuk menyamar sebagai perempuan agar tidak dicurigai saat bertemu kekasih mereka. Sejauh ini masalah tersebut hanya terkait masalah asmara,” kata seorang petugas polisi di Mardin. Harian Hurriyet mengabarkan, kedua pria itu nekat menyamar menjadi perempuan dan mengenakan burka karena orangtua mereka tak merestui hubungan asmara yang tengah mereka jalin.

Berita Lain