2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39203

RD Siapkan Strategi Lawan Gamba Osaka

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan sudah menyiapkan manuver bagi tim asuhannya sebelum melawan juara J-League, Gamba Osaka, mengingat pertandingan ini adalah kali kedua dirinya sebagai pelatih menghadapi tim asal Jepang tersebut.

“Kami akan lakukan penekanan di satu tempat yang sudah diplotting, tapi bukan di dalam sepertiga daerah pertahanan,” kata pelatih yang akrab disapa Coach RD tersebut saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/1).

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2011 itu mengatakan, formasi yang akan dibentuk sama seperti pertandingan di Surya Citra Media (SCM) Cup, namun penekanan pemain akan berbeda, mengingat kualitas permainan Gamba Osaka yang lebih tinggi, seperti kecepatan pemain dan kecepatan mengambil keputusan.

Sebelumnya RD menghadapi Gamba Osaka saat dirinya melatih Sriwijaya FC. Namun sayangnya, Sriwijaya FC menanggung dua kali kekalahan dengan angka 5-0 dan 3-0 di babak Grup Liga Champions Asia 2008.

Meski demikian, ia bersama tim berusaha untuk bermain sebaik mungkin guna mendapatkan satu kemenangan dengan Bambang Pamungkas sebagai kapten Persija yang diharapkan membawa semangat di seluruh tim.

“Saya pikir pertandingan ini jadi pengalaman berharga sebagai persiapan kita untuk menghadapi musim depan,” kata pemain yang akrab disapa Bepe tersebut.

Terkait dengan kebugaran pemain, RD sudah mengantisipasi meskipun ia khawatir pemain akan kelelahan pada pertandingan musim depan karena kehabisan tenaga saat pra musim.

“Saya sudah bagi, bahkan saya kemarin bilang ke SCM manajemen, saya tidak akan mainkan tim inti, saya mainkan dua tim. Itu penting agar mereka tidak habis-habisan di pra musim,” kata pelatih berkepala plontos tersebut.

Setelah tiba dari Padang, tim sudah memulihkan energi mereka selama dua hari. Pihak Gamba Osaka juga merekomendasikan ada 12 pergantian pemain selama pertandingan sehingga membuka kesempatan agar semua pemain bisa turun lapangan.

Artikel ini ditulis oleh:

ISIS Rayakan Kematian Raja Abdullah

Beirut, Aktual.co —Kelompok militan Islam dan pendukungnya merayakan kematian Raja Saudi Abdullah di media sosial, Jumat (23/1). Mereka menuding King Abdullah sebagai ‘hamba’ Amerika yang bersekongkol dengan Barat untuk membunuh Muslim. Abdullah yang meninggal di usia 90, mulai memerangi militan al-Qaeda sekira satu dekade belakangan ketika para ekstrimis meluncurkan serangkaian serangan dengan tujuan menjatuhkan monarki.
Didukung para sekutu kerajaan seperti Amerika Serikat, pemerintah Saudi menanggapi ancaman itu dengan melakukan tindakan keras dan telah menjebloskan sejumlah tersangka ekstrimis ke penjara dan lainnya dihukum mati. “Pencuri dua masjid suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, red) telah meninggal,” tulis seorang pendukung militan di Twitter. 
“Dia hidup dan mati sebagai hamba Amerika,” ujar pengguna Twitter lainnya yang merayakan kematian Raja Saudi. Tak sedikit ekstrimis Islam menganggap keluarga kerajaan Saudi korup dan tak layak memerintah. Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS yang memisahkan diri dari Al-Qaeda saat ini memegang sepertiga Irak dan Suriah.
Kelompok ISIS kerap menyatakan dua kota suci Islam di Mekkah dan Madinah sebagai salah satu target yang harus dikuasai. Selain karena Arab Saudi menjadi bagian koalisi pimpinan AS yang menyerang ISIS lewat serangan udara. Seorang pendukung jihad bernama Abu Azzam al-Najdi mengkritik perkataan raja terakhir, “Dia mengirim pesawat tempur untuk membunuh Muslim [Suriah]. Dia memenjarakan pria dan wanita Muslim. Di manapun ada perang melawan jihadis, ia orang yang pertama.”
Loyalis Al-Qaeda dan ISIS sepertinya sudah terencana memberikan komentar mereka atas kematian Raja Saudi dengan hashtags, yang diterjemahkan dari bahasa Arab menjadi “Kematian Seorang Tiran.”Pendukung jihad lainnya yang mengatasnamakan Omar menulis dalam bahasa Inggris, yang intinya King Abdullah sudah tak lagi menguasai dua tanah suci, tak ada yang menyelamatkannnya dari Allah, “Tidak juga Bush atau Obama.” 

Dubes RI di Yaman Imbau WNI Tenang

Jakarta, Aktual.co —Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi mengimbau warga negara Indonesia untuk tetap tenang terkait perkembangan kondisi politik dan keamanan di Yaman, khususnya di Ibu Kota Sana’a, kota Ma’rib dan beberapa wilayah lain yang saat inirawan terjadi konflik bersenjata yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita himbau WNI tetap tenang, mengurangi kegiatan di luar rumah, dan tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan kegiatan politik praktis,” kata Dubes Wajid, kemarin.
Menurutnya situasi Sana’a saat ini masih tetap tenang. ”Proses politik masih berjalan, parlemen baru akan sidang besok. Suasana di jalanan relatif sepi. Mungkin karena hari libur Jumat, atau orang cenderung di rumah karena situasi ini,” kata Dubes Wajid sebelum berpamitan untuk menjalankan ibadah salat Jumat. Dia mengimbau kepada WNI yang bermasalah atau mengetahui adanya WNI yang sedang dalam kesulitan karena situasi keamanan di wilayah-wilayah konflik untuk segera menghubungi KBRI Sanaa. “Beritahukan nama lengkap sesuai paspor, nomor paspor, alamat lengkap di Indonesia dan nomor telepon yang dihubungi,” kata dia.
Wajid juga mengingatkan WNI untuk mewaspadai tindak pemerasan atau penipuan yang dilakukan aparat gadungan atau oknum. Dia mengatakan ada beberapa kasus, di antaranya menimpa WNI dimana aparat keamanan berpura-pura meminta kartu identitas, paspor atau dokumen lainnya. 
Pada akhirnya ternyata mereka hanya memeras. “Dalam situasi ketidakpastian pengawasan keamanan semakin lemah, Jika WNI mengalami hal tersebut, KBRI menyediakan layanan hotline emergency +967 738 11 5555,” kata Wajid. Krisis politik di Yaman terus berlanjut. Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi dan Perdana Menteri Khalid Bahah menyatakan diri mundur. Pengunduran diri mereka menyusul pendudukan militan Al-Houthi di Istana Kepresidenan dan ancaman ke rumah-rumah para pejabat tinggi Yaman. Pengunduran diri mereka akan dibahas Parlemen, Ahad mendatang.

Pakar: Secara Moral BW Harusnya Mundur Sebagai Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Pakar hukum tata negara Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, menyatakan memang sesuai Undang-undang Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto belum bisa dinon aktifkan meski statusnya kini sebagai tersangka kasus dugaan pemberian kesaksian palsu dibawah sumpah dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat 2010.
“Memang itu ketentuannya itu dulu pernah di MK-an (diuji di Mahkamah Konstitusi) jadi kalau tersangka belum (non aktif), karena dulu pernah disebutkan oleh MK kalau sudah terdakwa baru bisa dinonaktifkan,” kata Asep Warlan ketika dihubungi kepada aktual.co, di Jakarta, Jumat (23/1).
Kendati demikian, sambung Asep, dirinya menilai bahwa seharusnya secara moral bila seorang sudah ditetapkan tersangka yang duduk dalam posisi jabatan publik yang strategis, seperti dalam kasus BW, maka mutlaknya harus mengundurkan diri.
“Masalahnya kalau tersangka itu masih menjalani tugas dan kewajibanya tidak mempunyai kekuatan moral sebagai pimpinan KPK dia tersangka. Jadi menurut saya seharusnya BW mengundurkan diri, karena sebagai tersangka dia tidak sah sebagai KPK, gitu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby

Permasalahan KPK vs Polri, Pengamat: Presiden Tak Tegas

Banda Aceh, Aktual.co — Pengamat politik Universitas Syah Kuala, Aceh, Aryos Nivada menilai, Presiden Joko Widodo, tidak tegas terhadap permasalahan antara Komisi Pemberantasan Korupsi kontra Polri.

“Harusnya, presiden bisa mendamaikan dua institusi itu (KPK dan Polri). Presiden juga harus memberikan waktu pada KPK, apakah BG (Budi Gunawan) terbukti korupsi atau tidak. Ini tidak ada pernyataan sikap tegas dari presiden,” terang Aryos kepada Aktual.co, Jumat (23/1).

Aryos juga menilai, institusi Polri tidak dewasa menyikapi penetapan calon tunggal Kapolri BG oleh Presiden Jokowi.

“Jika Polri dewasa, maka tidak akan ada penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto,” tegasnya.

Aryos menjabarkan, seharusnya Polri memberikan waktu kepada KPK, untuk membuktikan apakah calon tunggal Kapolri itu, terbukti melakukan tindak pidana korupsi atau tidak. “Jika tidak terbukti, maka harus dipulihkan nama baiknya,” sarannya.

Aryos mengaku prihatin terhadap konflik Polri dan KPK ini. “Konflik ini harus segera diakhiri,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Raja Abdullah Wafat, Ratu Elizabeth Jadi Pemimpin Tertua

Jakarta, Aktual.co —Selama lima tahun terakhir, pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah adalah petinggi monarki tertua sejagat. Setelah dia mangkat hari ini, Jumat (23/1), di usia 90 tahun maka rekor tersebut beralih ke Ratu Elizabeth II, pemimpin Kerajaan Inggris Raya yang meliputi Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Sri Ratu saat ini 88 tahun. Elizabeth II pertama naik ke tampuk tertinggi kerajaan pada usia 25 tahun, lantas berkuasa lebih dari enam dekade.
The Daily Mail menyatakan meski bertahan lama di singgasananya, Ratu Elizabeth bukan petinggi monarki yang memerintah paling lama di era modern. Rekor tersebut masih dipegang oleh Sri Rama ke-IX, penguasa Thailand selama 68 tahun. Surat kabar ini sekaligus melaporkan Pangeran Charles, putra Ratu Elizabeth II, akan melayat ke Saudi besok. Charles dan Raja Abdullah adalah sahabat karib.

Berita Lain