1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39209

Sederet Prestasi Raja Abdullah

Jakarta, Aktual.co — Raja Abdullah bin Aziz yang meninggal pada Jumat dinihari (23/1), merupakan raja keenam Kerajaan Arab Saudi. Abdullah meninggal pada umur 90 tahun. Sejak naik takhta pada tahun 2005, Raja Abdullah menorehkan banyak prestasi pada masa pemerintahannya. Perkembangan ekonomi, sosial, kesehatan, proyek pendidikan, dan infrastruktur telah membawa perubahan yang luar biasa di seluruh kerajaan. 
Beberapa prestasi Raja Abdullah selama memimpin negaranya adalah peluncuran empat kota mega-ekonomi, membangun Universitas Sains dan Teknologi Raja Abdullah, serta universitas khusus perempuan Putri Nourah bin Abdulrahman. Selain itu, Raja Abdullah memperbesar masjid dan membuat proyek kesejahteraan di negaranya. Dalam aspek hukum, dia menyetujui reorganisasi sistem peradilan Arab Saudi untuk suksesi kerajaan. 
Pada tingkat global, Raja Abdullah berpartisipasi dalam diplomasi internasional, termasuk membeka isu-isu Arab dan Islam, untuk mencapai stabilitas, keamanan, dan perdamaian dunia. Abdullah juga memproklamasikan dialog antar-agama di dunia. Dialog tersebut telah menghasilkan konvensi Konferensi Dunia di Madrid, Spanyol, dan konferensi PBB pada 2008. Dia juga memainkan peran penting dalam menengahi perjanjian bagi pemerintah persatuan nasional Palestina dan kesepakatan rekonsiliasi antara Sudan dan Chad di Darfur. 
Selain menyelesaikan konflik di dunia Arab dan Islam, perdamaian di Timur Tengah dan penderitaan rakyat Palestina merupakan persoalan yang menjadi perhatian khusus Raja Abdullah. Berkat dia, permasalahan tersebut dibawa ke KTT Beirut, Arab, pada tahun 2002, yang kemudian diadopsi oleh Liga Arab. Abdullah ingin membangun sikap Arab bersatu dalam isu internasional. Sebagai pendukung kuat kerja sama global yang konstruktif, Raja Abdullah telah mengadakan sejumlah pertemuan penting internasional di Inggris. Pada Juni 2008, Abdullah menjadi tuan rumah KTT energi Jeddah dan membahas penstabilan pasar minyak global. Juga, pertemuan internasional besar lainnya termasuk OPEC Summit dan Liga Arab Summit ke-19 pada tahun 2007, serta KTT Dewan Tertinggi GCC ke-27 pada tahun 2006.
Ia juga memiliki peran penting dalam menghadapi isu terorisme. Raja Abdullah mengutuk habis-habisan aksi terorisme dan mencela kelompok menyimpang palsu yang mengaku sebagai Islam. Pada Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Riyadh pada Februari 2005, ia mendesak kerja sama internasional untuk memerangi terorisme. Dalam memperkuat hubungan Arab Saudi dengan negara-negaranya, Raja Abdullah telah melakukan kunjungan ke beberapa negara. Kunjungan terbaru yang ia lakukan adalah ke Spanyol, Prancis, Mesir, Yordania, Inggris, Italia, Jerman, dan Turki pada 2007, serta Cina, India, Pakistan, dan Malaysia pada tahun 2006.
Berkat Raja Abdullah, Saudi memiliki hubungan yang baik dengan Amerika Serikat. Raja Abdullah merupakan orang pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada 1976 dan bertemu Presiden Gerald Ford. Setelah itu, ia juga melakukan beberapa kunjungan ke Amerika Serikat. Pada 25 April 2005, Putra Mahkota Abdullah diterima oleh Presiden George W. Bush di peternakan presiden di Crawford, Texas.  Bahkan, pada tahun 2008, Raja Abdullah dua kali menjadi tuan rumah Presiden Bush di peternakan kerajaan di Jenadriyah. Terakhir, pada Mei, Presiden Bush mengunjungi Arab Saudi untuk menandai peringatan 70 tahun hubungan Saudi-AS.

Emrus: KPK Salah Tentukan Momentum

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) abaikan aspek sosiologis dan psikologis dalam penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka bersamaan pencalonannya sebagai Kapolri. 
Momentum tersebut dinilai kurang tepat dan bisa menimbulkan gerakan massa. “mereka (KPK) tidak bisa memperhitungkan dampak sosiologis maupun psikologi massa,” ujar Emrus, Jumat (23/1). Momentum penangkapan Budi Gunawan bersamaan dengan proses di komisi III DPR, dan sudah melalu fit and proper tes. Pengambilan keputusan maupun vonis harus dipertimbangkan oleh aspek sosiolois dan psikologi massa. Ketidakadilan masyarakat harus  tetap dipertimbangkan tetapi bukan mempengaruhi kepuasan dan menentukan momentum, harus perhatikan dua aspek yang sering kali penegak hukum abaikan. “kusarankan mereka (KPK) itu kuliah sosiologi hukum deh”, katanya. Munculnya persepsi publik ‘balas membalas’ karena kesalahan momentum akibat mereka tidak mempertimbangkan aspek tersebut. “kusarankan lagi pada KPK bertindak dan berbuatlah atas pemikiran dan pertimbangan sosiologi jangan dari kaca mata hukum saja. Itu ngga baik meskipun ada dasar hukumnya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pengacara BW: Penenetapan Tersangka Beraroma Politis

Jakarta, Aktual.co — Salah satu kuasa hukum tim Penyelamat BW, Nursyahbani Katjasungkana mengatakan, bahwa penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dinilai penuh dengan konteks politik.
Mengingat, penyidik KPK saat ini tengah menangani kasus korupsi yang melilit perwira tinggi Mabes Polri, Komjen Budi Gunawan.
“Kita tidak bisa melepaskan konteks atau peran KPK yang sedang memeriksa seorang calon kapolri (Budi Gunawan). Ada konteks politik,” kata Nur di Mabes Polri, Jumat (23/1).
Proses penangkapan BW, lanjut Nur, termasuk sangat cepat pasca dilaporkan oleh Sugianto Sabran pada 19 Januari 2015, terkait dugaan memberi atau menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
“Jadi super cepat. Kita sempat memeriksa surat-surat LP dari Haji Sabran pada 19 Januari 2015. Kemudian surat penggeledahan tertanggal 20 Januari 2015 dan penangkapan 22 Januari,” kata Nur.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pangeran Andrew Menyangkal Pelanggaran Seksual

Jakarta, Aktual.co —The Duke of York menyangkal pernyataan seorang perempuan Amerika Serikat bahwa dirinya dipaksa berhubungan seksual saat gadis itu berumur 17 tahun. Pangeran Andrew mengatakan dirinya ingin memusatkan perhatian pada pekerjaan. 
Dalam pemunculan pertamanya di depan umum sejak pernyataan tersebut disampaikan, anak laki-laki kedua Ratu Elizabeth II itu menyatakan ingin ‘mengulangi’ sangkalan yang dikeluarkan Istana Buckingham. Dia berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pengacara Virginia Roberts mengulangi pernyataan tuduhan itu pada dokumen baru yang diberikan kepada sebuah pengadilan di Florida, Amerika.
Perempuan yang disebut dalam kasus ini sebagai Jane Doe #3, menyatakan dirinya dipaksa pengusaha Jeffrey Epstein, warga AS yang sudah pernah dihukum karena melakukan pelanggaran seksual, untuk berhubungan seksual dengan Pangeran Andrew saat perempuan itu beumur 17 tahun.
Istana Buckingham sebelumnya mengatakan tuduhan terhadap Pangeran Andrew itu ‘benar-benar salah’ dan tidak ‘berdasar sama sekali’. Pangeran Andrew mengatakan, “Pertama-tama saya pikir saya harus, dan menginginkan, untuk dicatat, mengacu kepada berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu ini. “Saya hanya ingin mengulangi dan menegaskan pernyataan yang telah dikeluarkan Istana Buckingham atas nama saya.”

Ini Kejanggalan Penangkapan Bambang Widjojanto

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Tata Negara Said Salahudin menilai ada kejanggalan dalam penangkapan wakil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto. 
Dalam proses penangkapan BW ada ketidakpastian kebenaran dan penjemputan yang tidak etis. “Terkait dengan proses penangkapannya. Awalnya plt kapolri badrodin Haiti sebagaimana yang disamapaikan johan budi , kabareskrim, dan menkopolhukam, pagi mengatakan tidak benar ada penangkapan terhadap Bambang tapi ternyata benar. Jadi Plt atau Johan yang bohong,” jelas Said, Jumat (23/1). Kejanggalan kedua penangkapan Bambang yang tidak pantas, Bambang bukan buronan  atau teroris yang membahayakan, Bambang hanya diduga oleh polri mendorong orang memberikan keterangn palsu dipersidangan. “Kok orang yang dikategorikan pelanggaran yang hanya itu harus ditangkap ditengah jalan. Apa tidak ada cara yang lebih pantas? Apa yang melatari polri menangkap Bambang di jalan?”, katanya. Ketiga terkait dengan materi persoalannya, jika Bambang dikatakan terkait dengan kasus keterangan  palsu yang disampaikan oleh saksi dalam parselisihan hasil pemilu di Kotawaringin di Mahkamah Konstitusi tahun 2010. Sedangkan, Bambang jadi wakil ketua KPK tahun 2011 setelah kasus itu. DPR meloloskan jadi wakil pimpinan KPK dan  negara menyatakan Bambang bersih dari hukum. “Jika Bambang cacat hukum dia tidak bisa dinyatakan sebagai pimpinan KPK.”

Artikel ini ditulis oleh:

Didukung Masyarakat, KPK Watch Indonesia: KPK Jumawa

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Dukungan besar dari masyarakat terhadap KPK selama ini tampaknya membuat KPK jumawa. Setidaknya hal itu yang disampaikan Direktur Eksekutif KPK Watch, M Yusuf Sahide.
Yusuf menilai, KPK muncul disaat masyarakat buntu akan proses penegakan hukum.
“Awal-awal KPK bagus menembus batas-batas tabu yang selama ini tak tersentuh. Namun kelamaan seperti cicak vs buaya muncul,” kata Yusuf dalam diskusi di Tebet, Jumat (23/1).
Kasus sprindik bocor atas nama Anas Urbaningrum pun kata Yusuf, masih dapat dimaklumi khalayak yang tetap mendukung KPK.
Namun akhirnya, KPK seperti berlindung dibalik dukungan rakyat, program-program penegakan hukum yang tidak lazim sekalipun.
“Seperti kasus Anas yang mencantumkan dalil kasus gratifikasi dan kasus lain-lain. Itu tidak boleh seperti itu, mana ada hukum acara seperti itu,” keluhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain