17 April 2026
Beranda blog Halaman 39213

Disperindag Sumut Akui Sulit Kendalikan Penjualan Pakaian Bekas Import

Medan, Aktual.co — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara, Bidar Alamsyah mengaku masuknya pakaian bekas impor ke Sumatera Utara, memang susah dikendalikan.

“Ini berat ini, dan ini masing-masing tanggung jawab Kabupaten Kota. Aku menghimbau lisan, pakai surat aku gak berani. Agak susah, terus terang saja, tantangannya berat,” aku Bidar saat diwawancarai Aktual.co melalui selulernya terkait banyaknya pakaian impor bekas yang dijual diberbagai pasar di Sumatera Utara, Kamis (5/2).

Bidar mengakui, Sumatera Utara memang pasar yang sangat subur untuk menjual pakaian bekas impor. Masuknya barang-barang bekas itu, dipastikan ilegal melalui jalur gelap.

“Banyak lah, di Tanjung Balai, Tanjung Sari. Kalau itu sebenarnya tidak ada ijin importnya, ya ilegal. Kalau masuk melalui pelabuhan-pelabuhan kecil, kalau dari (pelabuhan) Belawan ditangkaplah. Mungkin dari boat, dari tengah laut,” kata Bidar.

Bidar menuturkan, yang menjadi tantangan dalam pengendalian pakaian bekas yakni ketika para pedagang mengaku tidak ada pekerjaan lain selain berdagang pakaian-pakaian bekas tersebut. Semakin menyulitkan, lanjutnya, ketika dipasarkan, pakaian bekas impor tersebut telah digabung dengan pakaian-pakaian bekas lokal.

“Pernah ke belawan, kita sampaikan, tapi mereka mengaku, apalah kerjaan kami pak? Makanya, karena ini kan menyangkut orang bawah, makanya saya berat kali. Tapi aku dikejar para pedagang, cemana itu? jadi agak susah melacaknya, jeans itu macam mana kita bilang barang luar, orang sama semua, mereknya jugak sama semua,” tutur Bidar.

Disinggung apakah para pemodal besar bermain dalam peredaran pakaian impor bekas itu, Bidar menampiknya.

“Gak ada (pemodal besar), kawan aku, ibunya bawa itu (pakaian bekas) dulu dari Malaysia, tahun 1978-1979, lewat laut. Tapi dulu, pakaiannya udah gatal-gatal jugak, mahasiswa dulu pakai celana jeans,” katanya.

Bidar juga mengaku, terkait pakaian bekas itu, pihaknya belum menjadwalkan untuk turun melakukan pengawasan di lapangan.

“Gak ada, gak ada, tadi aku udah paparkan triwulan pertama ini,” ungkapnya.

Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengeluarkan aturan pelarangan impor pakaian bekas. Pelarangan itu ditengarai dugaan bahaya bakteri yang terdapat pada pakaian bekas impor.

Artikel ini ditulis oleh:

ISIS Bunuh Tiga Militan Asal Tiongkok

Jakarta, Aktual.co —Kekejaman kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memenggal atau membakar hidup-hidup tawanan juga dialami oleh anak-anak yang mereka rekrut. Terhadap anak-anak, menurut Komite Perlindungan Hak Anak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, ISIS menjual, menyiksa, maupun membunuh anak-anak.

Dilansir dari Reuters, pengawas PBB melaporkan pada Rabu, 4 Februari 2015, bahwa ISIS biasanya menculik anak-anak di Irak lalu menjualnya ke pasar sebagai budak seks. Mereka juga terkadang dibunuh dengan cara keji, seperti disalib dan dibakar hidup-hidup. Anak-anak itu ada yang masih di bawah 8 tahun.

Komite Perlindungan Hak Anak untuk PBB menyebutkan anak-anak juga sering dimanfaatkan sebagai pengebom bunuh diri, informan, atau “perisai hidup” untuk melindungi fasilitas mereka jika diserang militer Amerika Serikat. Anak-anak dari sekte Yazidi atau komunitas Kristen, bahkan dari Syiah dan Sunni, telah menjadi korban kekejaman kelompok militan itu.

“Kami beri perhatian mendalam atas penyiksaan dan pembunuhan anak-anak itu, terutama yang berasal dari kaum minoritas,” kata anggota Komite Perlindungan Hak Anak untuk PBB, Renate Winter. “Kami mendapat laporan bahwa anak-anak, khususnya yang bermental berani, dijadikan pengebom bunuh diri. Kebanyakan bahkan mereka sendiri tak mengerti.”

Winter melanjutkan, ada beberapa video online yang memperlihatkan bahwa anak-anak sekitar 8 tahun atau bahkan lebih muda tengah dilatih menjadi prajurit. Komite Perlindungan Hak Anak untuk PBB untuk pertama kalinya mengulas rekor Irak sejak 1998. Komite mengutuk apa yang mereka sebut sebagai pembunuhan sistematis anak-anak atas nama agama dan ISIS.

Presiden Argentina Ejek Aksen Orang Tiongkok

Jakarta, Aktual.co —Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner menuai kecaman saat menghina aksen cadel orang Tiongkok dalam kunjungannya ke Beijing, Rabu (4/2). Padahal saat itu Argentina tengah berusaha mendapatkan pinjaman dari Tiongkok untuk membantu perekonomian mereka. Ejekan ini disampaikan Kirchner di akun Twitternya saat dia berada dalam forum yang dihadiri 1.000 pengusaha di Beijing.

Di tengah-tengah forum, dia menyempatkan diri mengetik twit, yang isinya menghina aksen orang Tiongkok.  “Apakah mereka anggota La Campola?” tulis Kirchner, merujuk pada sayap pemuda partainya yang dipimpin putranya. “Atau mereka hanya datang untuk belas (beras) atau petloleum (petroleum)?”. Untuk kata nasi yang dalam bahasa Spanyol adalah arroz, Kirchner menggantinya dengan “aloz” dan petroleum “petloleo”, seperti pengucapan orang cadel.

 Tidak sampai semenit kemudian, para pengguna Twitter langsung meretweet twit tersebut dan mengkritiknya, mengatakan bahwa dia rasis dan xenofobia. Twitter Kirchner memiliki 3,5 juta pengikut. “Dia datang ke Tiongkok untuk kesepakatan ekonomi namun malah mengejek aksen mereka. Kecerobohan di Tiongkok. Sungguh, lelucon ini sudah ada sejak tahun 70-an,” tulis pengguna Twitter, @Guychazan. Kritikan juga datang dari sosial media serupa Twitter di Tiongkok, Sina Weibo.

Seorang pengguna Weibo menuliskan: “Orang Jepang dan Korea yang tidak bisa membedakan antara L dan R, bukan Tiongkok. Jika ingin melucu, lakukan dengan cerdas.” Setelah diretweet ribuan orang, Kirchner langsung meminta maaf.  “Maaf. Kamu tahu? Terlalu banyak kegilaan dan absurditas, hanya dengan humor kita bisa melaluinya,” tulis Kirchner.

Tiongkok adalah salah satu mitra ekonomi paling penting bagi Argentina. Pemerintahan Kirchner tengah mengusahakan utang dari Tiongkok untuk mendongkrak nilai mata uang mereka yang anjlok 23 persen terhadap dollar Amerika tahun lalu.  Argentina juga sangat bergantung pada Tiongkok untuk pembiayaan bendungan hidroelektrik. Perusahaan Tiongkok Sinopec juga berencana menanam investasi untuk menggarap ladang gas dan minyak di Vaca Muerta.

Rusia Meminta PBB, Potong Arus Kas ke ISIS

Jakarta, Aktual.co —Rusia memimpin inisiatif Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan tekanan pada negara-negara guna memotong arus kas ISIS, menurut Rusia dan dewan diplomat pada Rabu (4/2). Pengumuman ini terjadi setelah 15 negara Dewan Keamanan mengutuk ISIS yang membakar hidup-hidup seorang tawanan pilot Yordania. Pembunuhan brutal ISIS terhadap sandera dari Yordania, Jepang dan lainnya telah memperkuat tekad negara-negara anggota PBB untuk bertindak, sepert yang dikutip CNNndonesia.com.

Kini, resolusi yang akan diajukan Rusia akan berfokus pada tiga sumber utama pendapatan ISIS: minyak, penjualan barang antik dan uang tebusan dari penculikan. Resolusi itu akan menuntut negara-negara untuk tidak membeli minyak dari ISIS, berhenti membayar uang tebusan dan tidak membeli barang antik dijarah oleh kelompok militan itu. “Kita tahu bahwa rezim Suriah telah membeli minyak, beberapa orang Turki juga telah membeli minyak,” kata seorang diplomat senior Barat yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Dia menambahkan bahwa meskipun resolusi dewan PBB melarang pembayaran tebusan, beberapa negara terus membayar uang untuk membebaskan sandera. Sebelum serangan udara pimpinan AS terhadap ISIS dilancarkan di Suriah dan Irak, sumber utama pendapatan kelompok itu adalah minyak. Pada Oktober, Badan Energi Internasional mengatakan sasaran koalisi terhadap infrastruktur minyak yang dimiliki oleh ISIS menjatuhkan produksi minyak mentah menjadi sekitar 20 ribu barel per hari (bph) dari sekitar 70 ribu bph yang mereka capai setelah menguasai makin banyak wilayah di Irak dan Suriah pada musim panas tahun lalu.

Pentagon mengatakan pada Selasa (3/2) bahwa minyak tidak lagi menjadi sumber utama finansial ISIS. Seorang diplomat Barat lain yang juga berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pendapatan minyak ISIS telah turun ke sekitar US$500 ribu per hari dari lebih dari US$1 juta dua bulan yang lalu. Menurut laporan PBB pada November, ISIS menghasilkan beberapa juta dolar per bulan dari pajak ilegal dan sekitar US$96 ribu hingga US$123 ribu per hari dari pembayaran uang tebusan tawanan. Selain barang antik, sumbangan pribadi juga menjadi sumber pendapatan ISIS.

Panglima Optimistis TNI Akan Semakin Baik

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko optimistis profil TNI ke depan akan semakin baik, di dalam maupun di luar negeri.
“Selaku Panglima TNI, saya belum berbuat banyak untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan para prajurit, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa Indonesia,” kata Panglima TNI, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2).
Terkait pembinaan generasi muda untuk ikut menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional, Panglima TNI mengatakan kampus harus mampu memunculkan agen perubahan. Lulusan perguruan tinggi yang kembali ke daerah masing-masing harus bisa mengubah lingkungannya menjadi lebih baik.
“Kampus sebagai agen perubahan sekaligus menjadi pusat pembelajaran dan menjadi penjaga tata nilai dan pusat berkembangnya akulturasi budaya karena kampus terdiri dari para mahasiswa dari berbagai daerah, suku, ras,”
“Sebagai calon pemimpin masa depan harus bisa memahami kondisi lingkungan strategis seperti apa, tantangan masa depan seperti apa dan mereka harus seperti apa menyiapkan dirinya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Raja Yordania: Tidak Ada Belas Kasihan untuk ISIS

Jakarta, Aktual.co —Raja Abdullah dari Yordania bersumpah untuk memerangi dan tidak akan ada belas kasihan untuk kelompok militan ISIS, usai video pembunuhan pilot Muath Kassesbeh dengan cara dibakar dirilis. Tidak hanya berkoar, Yordania telah melakukan langkah balas dendam, dengan mempercepat hukuman mati terhadap para anggota ISIS yang dipenjara di negara mereka. Dua tersangka terorisme telah dieksekusi, salah satunya adalah Sajida al-Rishawi, wanita pengebom bunuh diri yang diinginkan ISIS untuk ditukar dengan Kassesbeh, seperti dikutip CNN.

“Kami berperang untuk melindungi keyakinan, nilai-nilai dan prinsip kemanusiaan kami dan perang kami terhadap mereka tidak ada belas kasihan dan kami akan menyerang mereka di tanah mereka sendiri,” tegas Abdullah saat rapat keamanan Yordania, dikutip Reuters, Kamis (5/1).

Sebelumnya, dalam siaran televisi Abdullah menyerukan persatuan rakyat Yordania dalam melalui masa-masa sulit ini. Dia menegaskan bahwa pembunuhan Kassesbeh adalah tindakan pengecut yang dilakukan oleh kelompok kriminal yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Pembunuhan Kassesbeh memicu kemarahan rakyat Yordania, apalagi pilot 27 tahun itu berasal dari suku terbesar yang merupakan pendukung utama kerajaan Bani Hasyim di Yordania.

Reaksi beragam muncul di masyarakat, di antaranya menyalahkan Raja Abdullah yang membantu koalisi Amerika Serikat sehingga ISIS membunuh warga Yordania. Namun reaksi mayoritas adalah tuntutan membalas dendam atas kekejaman ISIS. Ayah Kassasbeh, Safi, mengatakan dua eksekusi teroris tidak cukup untuk membalaskan dendam terhadap kekejaman kelompok teroris pimpinan Abubakar al-Baghdadi itu. “Saya ingin negara membalaskan dendam putra saya melalui eksekusi lebih banyak lagi terhadap orang-orang yang mengikuti kelompok kriminal yang sama sekali tidak mencerminkan Islam itu,” kata Safi.

Saat ini masih ada dua teroris lagi yang akan dieksekusi di Yordania. Terdapat sedikitnya 250 tersangka teroris di penjara Yordania, kebanyakan pendukung ISIS. Juru bicara pemerintah Mohammad al-Monami mengatakan bahwa Yordania akan meningkatkan kerja sama penyerangan ISIS dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Monami mengatakan memberantas kelompok militan radikal adalah adalah kebijakan pemerintah sejak lama. “Seluruh badan militer dan keamanan negara ini telah mengembangkan kemampuan mereka. Respon Yordania akan didengar seluruh dunia, dan akan diumumkan di waktu yang tepat,” kata Monami.

Berita Lain