16 April 2026
Beranda blog Halaman 39216

JK Bantah Kenaikan Pangkat Budi Waseso Agar Masuk Jajaran Calon Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah  jika kenaikan pangkat Budi Waseso agar masuk dalam jajaran calon Kapolri pengganti Budi Gunawan.
“Bareskrim itu jabatan bintang tiga. Dia (Budi Waseso) naik (pangkat) karena jabatannya,” kata Jusuf Kalla, di Jakarta, Kamis (5/2).
Menurutnya, proses kenaikan pangkat Budi Waseso dari bintang dua ke bintang tiga, tidak terlalu cepat dan merupakan hal wajar.
Dicontohkan, Jenderal Timur Pradopo yang kala itu naik ke bintang tiga hanya dalam waktu sekitar dua hari.
Dia menambahkan, semua pejabat bintang tiga di jajaran kepolisian berpeluang menjadi calon kapolri.

Artikel ini ditulis oleh:

Gencar Razia, TKI di Malaysia Kesulitan Pulang Kampung

Jakarta, Aktual.co —Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia, kesulitan pulang kampung. Penyebabnya, razia gabungan imigrasi dan kepolisian Negeri Sabah, Malaysia, terhadap pendatang asing di Tawau.
Kabar itu disampaikan seorang agen TKI di Kabupaten Nunukan, Arman. Kata dia, razia terhadap pekerja asing sudah berlangsung sejak seminggu ini. Dampaknya, TKI yang hendak pulang ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terpaksa menunda.
“Terpaksa banyak TKI yang mau pulang kampung menunda dulu karena adanya razia besar-besaran di Bandar (Kota) Tawau sejak beberapa hari ini,” kata dia.
Jika tertangkap razia, si TKI bukan hanya ditahan. Tapi barang-barangnya disita apabila melebihi ketentuan yang berlaku. Sejak razia itu, Arman mengaku, suasana aktivitas di Pelabuhan Tawau menjadi sepi dibandingkan pada hari-hari sebelumnya yang biasanya ramai oleh WNI yang berkunjung dan berbelanja.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Jatim Ungkap Penipuan Pupuk Bersubsidi

Surabaya, Aktual.co — Wakil Direktur Kriminal Khusus, AKBP Anom Wibowo, mengatakan saat ini pelaku bernama Satir, warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, berkasanya sudah lengkap termasuk penyidikannya.

AKBP Anom mengatakan, modus yang dilakukan Satir, yakni dengan mengajukan pupuk bersubsidi jenis ZA dan Petroganik ke koprasi  pabrik gula Malang atas nama para Petanai.

Namun, pupuk tersebut dipakai sendiri oleh Satir untuk usaha pertanian tebunya seluas 140 hektare.

“Seharusnya kalau untuk pribadi, harus membeli pupuk non subsidi. Karena Pupuk subsidi hanya untuk kelompok tani,” ujar AKBP Anom di Surabaya, Kamis (5/2).

Apalagi, usaha yang dilakukan oleh Satir juga diketahui tidak memiliki ijin sejak tahun 1999.

Sementara dalam kasus ini, Satir sebagai pemain tunggal tidak melibatkan orang lain. Polisi juga menyita 480 sak pupuk ZA bersubsidi, dan 200 sak pupuk Petroganik dari gudangnya sebagai barang bukti.

Karena pupuk-pupuk tersebut tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK), Satir dijerat pasal berlapis, yakni pasal 46 UU No 18/2004 tentang perkebunan, dan UU Darurat No 7 Tahun 1955, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Raja Abdullah II Bertekad Balas Dendam

Jakarta, Aktual.co — Raja Abdullah II dari Yordania bertekad membelas kematian Muath al-Kassasbeh, pilot pesawat tempur yang dibakar hidup-hidup kelompok militan Islamic State (ISIS). “Darah martir Muath al-Kassasbeh tidak akan tumpah sia-sia. Respon Yordania terhadap semua ini akan sangat keras,” tegas Abdullah II saat mendarat di Amman, setelah kunjungan singkat ke Amerika Serikat, seperti dikutip irandaily.com, Rabu (4/2).

Dua militan ISIS digantung di Yordania sebagai balasan atas pembunuhan Kassasbeh. Pemerintah Yordania berada dalam tekanan warganya untuk merespon kekejaman ISIS terhadap Kassasbeh. Yordania adalah bagian dari koalisi global pimpinan AS, yang melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak.

Banyak yang menyalahkan partisipasi Yordania dalam koalisi sebagai penyebab utama tewasnya Kassasbeh. Kassasbeh dibunuh karena tidak adanya kesepakatan pertukaran tahanan Sajida al-Rishawi, terpidana mati kasus bom bunuh diri Yordania pada 2005.

Berhasil Gondol Motor, Heri Digebukin Orang Pasar

Jakarta, Aktual.co —Sial betul nasib Heriyawanto (25). Sudah berhasil menggondol motor orang, aksinya justru dipergoki si pemilik motor saat tengah mengisi bensin. Akibatnya, dirinya babak belur dihujani bogem mentah orang se-pasar di Kecamatan Cikarang Timur.
Dituturkan Wakasat Reskrim Polresta Bekasi, AKP Suwardi, saat ‘diterima’ pihaknya, kondisi Heriyawanto memang sudah babak belur. “Kami tangkap setelah babak balur dihakimi massa, karena aksinya diketahui korban,” kata Suwardi, di Cikarang, Kamis (5/2).
Padahal sebelumnya, tersangka sudah sempat berhasil membawa kabur motor jenis Honda Scoopy warna biru putih bernopol B3040 FFW milik Marrufudiyansyah (32). Hebatnya, meski motor ada di dalam rumah, Heriyawanto tetap berhasil menggondolnya.
Kebetulan, saat itu, Rabu rumah korban yang beralamat di Kampung Citarik RT 02/RW03, Karangsari, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, memang tengah sepi. Saat rumahnya dibobol, Marrufudiyansyah sudah berangkat kerja, sementara istrinya berada di rumah.
“Kasus pencurian itu terjadi pada Rabu (4/2) sekitar pukul 04.00,Wib,” kata Suwardi.
Membobol rumah, pelaku kemudian berhasil membawa kabur motor korban. “Tersangka beraksi dengan cara mencongkel jendela kamar dan langsung masuk ke dalam rumah,” kata dia.
Dalam perjalanan kabur dari rumah korban, tersangka mampir ke sebuah SPBU di daerah Kaliulu, Cikarang Timur, yang berjarak sekira 5 kilometer dari rumah korban. Di sinilah kesialan terjadi.
Marrufudiyansyah yang bekerja di pasar tradisional yang jaraknya berdekatan dengan SPBU, secara tidak sengaja melihat motornya dibawa tersangka.
“Korban langsung memastikan ke istrinya di rumah dengan menelepon untuk mengecek motornya. Dan ternyata hasil laporan sang istri motornya tidak ada di rumah,” kata dia.
Setelah memperoleh kepastian bahwa motornya dibawa kabur pencuri, Marrufudiyansyah langsung meminta bantuan rekan-rekannya sesama pedagang untuk menangkap tersangka. “Dia langsung dihakimi massa hingga babak belur sebelum akhirnya diamankan ke Polsek Cikarang Timur.”

Artikel ini ditulis oleh:

Effendi: Rini Soemarno dan Andi Widjajanto Adalah Penghianat dan Brutus

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Effendi Simbolon menegaskan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto adalah pengkhianat.
Sebab, kata Effendi Simbolon, kedua orang itu telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati.
“Itu yang saya katakan. Pengkhianat itu paling rendah harusnya seorang Rini dan Andi mendengar kata pengkhianat, harus dengan sendirinya mengundurkan diri karena anda sudah begitu rendahnya kodrat anda di mata kita,” kata Effendi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Tak hanya pengkhianat, kedua orang ini juga adalah mafia. Sebagai contoh, soal penempatan modal negara untuk BUMN, meliberalkan BBM bersubsidi dan diserahkan ke mekanisme pasar, kemudian perpanjangan PT Freeport Indonesia.
“Penempatan gengnya, seperti Arie Soemarno, yang sekarang seperti mafia itu. Seperti mafioso. Ini kan gak boleh ada di dalam pemerintahan,” kata Effendi.
Bahkan, dua orang ini yang ikut memanfaatkan, menunggangi selama ini, memanfaatkan kepercayaan Bu Mega. “Memang  saya pikir selama ini besar kepercayaan Bu Mega kepada mereka. Pada akhirnya mereka yang jadi brutus-brutus, ini realita,” sebut anggota Komisi I DPR RI.
PDIP sendiri, katanya, sangat solid untuk meminta Rini Soemarno dan Andi Widjajanto.
“Ini udah solid kita, kita mendukung sepenuhnya 100 persen. Kita minta Pak Presiden agar sadarlah bahwa itu bertentangan dengan ajaran dan mashab kita, aliran kita (PDIP). Pak Jokowi juga menyadari bahwa dirinya adalah kader PDIP. Saya mengatakan itu saya kan mengkritisi lingkaran presiden kalau dikepung seluruh staffnya adalah beraliran yang sangat liberal, coba lihat kebijakan-kebijakan yang sangat pragmatis. Ini akan membawa ke jurang kehancuran. Ini yang sedang kita lakukan, ya kita menyampaikan tentu dengan satu harapan Pak Presiden dengar itu,” kata dia.
Rini Soemarno dan Andi Widjajanto adalah kelompok Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) yang dikomandoi Kuntoro Mangkusubroto.
“Rini Soemarno dan semuanya (Sudirman Said, Sofyan Djalil) semuanya geng BRR . Coba BRR disuruh pertanggungjawabkan dana Rp48 triliun itu. Itu kan semua geng alirannya Kuntoro semua,” sebut Effendi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain