14 April 2026
Beranda blog Halaman 39220

Ke Malaysia, Jokowi Diminta Protes ke PM Najib

Jakarta, Aktual.co —Migrant Care berharap kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia tidak hanya menjadi acara seremonial belaka, namun dimaksimalkan untuk melindungi warga Indonesia di Malaysia. Salah satu hal yang disoroti Migrant Care adalah iklan alat pembersih yang buat perusahaan robot, RoboVac, yang dianggap menghina pembantu rumah tangga Indonesia di Malaysia, seperti ng dikutip Tempo.co.

“Insiden iklan produk RoboVac yang melecehkan dan merendahkan pembantu asal Indonesia harus menjadi bahan protes untuk dinyatakan Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak,” tulis Migrant Care dalam siaran persnya, Kamis (5/2). Diharapkan, Ssikap tegas Jokowi dapat mengakhiri diskriminasi dan stigma negatif yang sering dilekatkan kepada pekerja migran asal Indonesia. Selain kasus iklan RoboVac, penyebutan kata “Indon” di Malaysia juga diharapkan berkurang.

Migrant Care juga mengharapkan Jokowi serius memperjuangkan hak-hak buruh migran Indonesia di Malaysia. Migrant Care ingin masalah buruh migran menjadi prioritas pembicaraan tingkat tinggi antara Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Hanya berselang beberapa hari menjelang kunjungan kenegaraan Jokowi di Malaysia, warga Indonesia di Malaysia dikejutkan dengan munculnya iklan robot pembersih yang diklaim bisa melakukan tugas pembantu rumah tangga seperti mengepel dan membersihkan lantai dan juga membersihkan kolam renang.

Yang menjadi masalah, dalam iklan banner iklan yang ditemukan salah seorang WNI di Encorp Strand Mall, tercantum kata “fire your Indonesian Maid”.  Atas iklan yang melecehkan TKI tersebut KBRI sudah mengirimkan nota protes melalui kementerian luar negeri Malaysia dan sedang mengusahakan langkah hukum kepada produsen RoboVac.

Komisi III Ingatkan Pernyataan Hasto Harus Dilandasi Bukti Kuat

Jakarta, Aktual.co — Komisi III DPR RI mengingatkan Plt Sekjen partai PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bahwa apa yang disampaikannya di komisi III, Rabu (4/2) kemarin adalah benar dan didukung bukti-bukti, terkait pertemuan antara Abraham Samad dengan elit partai moncong putih tersebut.
Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin, menyatakan bila apa yang disampaikan Hasto tidak benar maka itu masuk dalam ranah fitnah.
“Hasto ini menyangkut institusi KPK, kalau tidak ada bukti, itu Hasto bisa fitnah dan mendegradasi KPK,” ucap Aziz, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (5/2).
Oleh karena itu, pihaknya selaku komisi, menjaga institusi penegakan hukum, apakah itu Polisi, Kejaksaan maupun KPK.
“Pihak manapun yang mengganggu institusi penegak hukum, kita harus jaga. Kalau Hasto tidak didukung bukti, ada konsekuensinya ke Hasto ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dukung UU Minerba Direvisi, Kadin Pro Kepentingan Asing?

Jakarta, Aktual.co —   Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan bahwa penerapan Undang-Undang (UU) Mineral dan Batubara (Minerba) No 4 Tahun 2009 perlu direvisi karena menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat. Pasalnya, selama ini pergerakan ekonomi daerah masih dipengaruhi bisnis tambang mineral.

“Karena semua pemilik izin-izin tambang itu ada di daerah. Makanya perlu kebijakan yang tepat untuk masalah ini,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur di Menara Kadin Jakarta, Kamis (5/2).

Lebih lanjut ikatakan dia, dampak dari UU Minerba tersebut adalah banyaknya pekerja yang akan menganggur, kontraktor, supplier, hingga masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

“Bahkan bisa saja nanti pengusaha tambang yang tidak bisa mengembalikan pinjaman bisa bangkrut,” jelasnya.

Selain itu, Nasir juga mendukung program hilirisasi mineral demi kepentingan nasional. Namun, perlu adanya kesiapan dan perencanaan yang matang agar tidak banyak pihak dirugikan.

Untuk diketahui, UU No 4 Tahun 2009 mengenai minerba tersebut membatasi ekspor mineral mentah. Pembatasan ini disertai dengan kewajiban membangun pabrik pemurnian atau smelter pada semua perusahaan tambang di Indonesia, baik perusahaan milik dalam negeri maupun asing.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Saksi: Mantan Wakorlantas Pernah Minta Uang Rp30 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo S Bambang mengaku pernah dimintai mantan Wakorlantas, Didik  Purnomo, uang senilai Rp30 Miliar. Uang itu, diminta langsung oleh Didik dengan perjanjian diatas materai untuk penyelesaian simulator SIM.
Demikian disampaikan Sukotjo, ketika bersaksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (5/2).
“Tanggal itu saya ingat, karena Jum’atnya (15/10/2014), saya ditahan,” Ujar Sukotjo saat memberikan keterangan.
Ia mengatakan, ketika pertemuan dengan Didik tersebut, dirinya didampingi sekertaris. Namun, sekertarisnya itu tidak diijinkan memasuki ruangan pertemuan.
“Saya ingin rekam pembicaraan tersebut melalui alat rekorder yang ada pada jam tangan saya, namun alatnya tidak bekerja dengan baik,” jelas Sukotjo.
Sementara itu Didik menolak kesaksian yang di berikan oleh Sukotjo. “Saya punya alibi pada tanggal tersebut saya tinggal di Palembang bersama Pak Nanan Sukarna, karena bertugas sebagai koordinator transportasi Seagames,” bantah Didik.
Didik menyanggah keterangan saksi Sukotjo dengan menjelaskan kepada majelis hakim bahwa dia selain jadi koordinator transportasi seagames juga di tunjuk sebagai komandan satgas pengawalan seagames.
Menurut Didik keterangan yang diberikan saksi Sukotjo itu salah.
“Itu Bombastis, saya meminta uang senilai 30 M diatas Materai, ujar Didik.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kabareskrim: Silahkan Awasi Kerja Saya

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso membantah, bahwa kenaikan pangkat yang didapat adalah pengkatrolan dari Komjen Budi Gunawan.
“Jangan melibatkan begitu, itu hal yang tidak benar,” ujar Budi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).
Dia menantang, untuk terus memantau dan mengawasi pekerjaannnya sebagai Kabareskrim yang baru dijabatnya kurang lebih satu bulan itu. 
“Silakan lihat saya bekerja, awasi pekerjaan saya. Apakah saya bermain dengan masalah-masalah itu, silakan,” kata Budi. 
Dia mengaku, bahwa dirinya bisa bekerja profesional. “Saya yakin tidak (bermain masalah), karena saya profesional,” klaimnya.
Dalam acara kenaikan pangkat Budi Waseso dari bintang dua menjadi bintang tiga digelar di Rupatama Mabes Polri yang disematkan oleh Wakapolri Komjen Badrodin Haiti.
Dalam pengangkatan itu, hanya nampak satu bunga karangan yang terpajang di Bareskrim Polri yang diberikan oleh man‎tan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK: Akan Sangat Elok Bila Hasto Beri Bukti-Bukti Langsung ke KPK

Deputi Pencegahan KPK Johan Budi menanggapi pernyataan terkait pengakuan Plt Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto tentang pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad, di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015). Johan menghimbau Hasto untuk memberikan bukti-bukti langsung ke KPK terkait dengan informasinya tentang Abraham Samad. Menurut Johan, akan lebih elok, bila Hasto menyerahkan bukti-bukti tersebut ke KPK. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain