13 April 2026
Beranda blog Halaman 39235

Kemensos Siapkan 700 Konselor Adiksi Korban Penyalahgunaan Narkotika

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Sosial saat ini sedang mempersiapkan 700 konselor adiksi unuk mendukung target rehabilitasi sosial 10.000 korban penyalahgunaan narkotika.
“Kita siapkan 700 konselor adiksi dan 500 pekerja sosial adiksi,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Rabu (4/2).
Kebutuhan konselor dan peksos adiksi itu dipenuhi dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) dan dari 38 prodi kesejahteraan sosial di 38 perguruan tinggi.
“Jadi mereka akan mendapatkan pendidikan khusus bagaimana menjadi konselor adiksi,” kata dia.
Pemerintah menargetkan merehabilitasi 100.000 korban penyalahgunaan narkotika, sementara Kemensos sendiri melalui 105 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang sudah terakreditasi akan merehabilitasi sosial 10.000 orang.
Target rehabilitasi tersebut dilakukan melalui 105 IPWL yang saat ini sudah terakreditasi di Kemensos terdiri dari dua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemensos, lima Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) dan 98 lembaga milik masyarakat di 24 provinsi.
Dari 105 IPWL tersebut kapasitas untuk rehab sosial selama enam bulan sebanyak 5.000 orang sehingga dalam setahun mampu merehab 10.000.
Indonesia sudah lampu merah dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (narkoba). Dimana, saat ini, jumlah pengguna narkoba mencapai 4,2 juta orang.
Korban tewas diperkirakan mencapai 40-50 orang dalam sehari karena narkotika dan 60 persen pengguna ganja dan sabu-sabu sangat berpotensi mengalami gangguan psikotik.
Dari segi ekonomi, Rp50 triliun dalam setahun dibelanjakan para pencandu untuk menikmati barang haram tersebut. Dari jumlah pencandu dan perputaran uang yang fantastik itu, ternyata tidak sebanding dengan upaya rehabilitasi. Pemerintah merehabilitasi 100 ribu pengguna per tahun, sehingga membutuhkan waktu 42 tahun untuk menuntaskannya dengan catatan tidak ada penambahan pengguna baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pilot ‘Selfie’, Pesawat di AS Jatuh

Jakarta, Aktual.co — Mengambil foto selfie tampaknya menjadi penyebab kecelakaan pesawat yang berakibat tewasnya pilot dan penumpangnya di Colorado, AS pada Mei lalu. Pernyataan itu dikeluarkan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS, dilansir CNN pada Selasa (3/2).

Penyelidik menemukan sebuah kamera video GoPro yang selamat dari kecelakaan didekat puing pesawat, lalu meneliti data yang tersimpan di kartu memorinya. Video dari kartu memori iru menunjukkan pilot berusia 20 tahun  dengan beberapa penumpang pada penerbangan sehari sebelum kecelakaan, dan sebuah rekaman pada penerbangan malam sesaat sebelum pesawat nahas itu mengalami kecelakaan.

Dalam rekaman video malam hari itu, terlihat pilot mengambil foto selfie dengan telepon selulernya, kata penyelidik. “Flash kamera menyala dan menyilaukan area kokpit,” bunyi laporan itu.  Penerbangan fatal pada 31 Mei 2014 itu tak terekam dalam kamera GoPro, namun menurut para penyelidik, pilot yang tak diidentifikasi dalam laporan tersebut sedang berada di balik kemudi dalam kokpit ketika pesawat jauh di ladang gandum, terpental sekali hingga kemudian terhenti dalam posisi terbalik.

Sepertinya penggunaan telepon seluler selama penerbangan “mengalihkan pilot” , kata laporan itu, menyebabkan ia mengalami disorientasi lalu kehilangan kontrol atas pesawat. Para penyelidik juga tak menemukan ada yang salah di pesawat yang bisa berkontribusi terhadap kecelakaan. Pilot berusia 29 tahun itu memiliki total 726 jam terbang dan 27 jam terbang di malam hari. Buku catatannya tak menunjukkan bahwa ia pernah mendapat pelatihan untuk mengendalikan pesawat yang jatuh tiba-tiba. Juga tak tercantum bahwa ia memiliki kualifikasi untuk terbang dengan penumpang di malam hari.

Media AS Denver Post menyebut pilot itu bernama Amritpal Singh. Pesawat juga teregistrasi atas namanya. Keluarga Singh mengatakan bahwa penumpangnya adalah seorang musisi.

Peringati HUT ke-16 FSPMI Akan Turun ke Jalan

Medan, Aktual.co — Memperingati hari ulang tahun ke-16, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), akan menggelar aksi turun ke jalan dengan mengerahkan 2000 massa buruh se-Sumatera Utara, Jumat (6/2) pekan ini.

“Di Sumut, massa akan turun dari FSPMI Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai yang diperkirakan jumlah seluruhnya sekitar 2000 buruh. Nanti buruh akan berkumpul di depan Istana Maimun Medan dan selanjutnya akan menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk menyampaikan orasi dan tuntutannya,” ujar ketua DPW FSPMI Sumut, Minggu Saragih dalam keterangan pers kepada wartawan, Rabu (4/1).

Menurut Minggu, aksi turun ke jalan yang juga akan dilaksanakan serentak se-Indonesia di berbagai wilayah itu mengusung tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera merevisi UMP Sumut tahun 2015 dari Rp1.625.000 menjadi Rp2juta.

“Kemudian, penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk tahun 2016 harus segera dirubah, yakni dari 60 KHL menjadi 84 KHL. Tolak rencana pemerintah yang akan menaikkan upah buruh dalam kurun waktu 5 tahun sekali, hapuskan outsourcing, angkat pekerja kontrak menjadi pekerja tetap,” tandasnya.

Tuntutan lainnya, sambung Minggu, jalankan jaminan pensiun buruh per 1 Juli 2015 dengan iuran 15 persen dari upah dengan kemanfaatan 75 persen dari upah setahun terakhir.

“Tingkatkan pelayanan dan fasilitas BPJS kesehatan bagi buruh dan rakyat. Berikan kebebasan berserikat kepada buruh dan kepada aparat kepolisian agar menerima pengaduan buruh terkait dugaan penghalang-halangan kebebasan buruh dalam berserikat di tingkat perusahaan,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BPOM: Es Batu di Pasaran Tidak Layak Konsumsi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa mengatakan banyak es batu di pasaran tidak layak konsumsi karena mengandung mikrobiologi yang berbahaya bagi manusia.

“Yang saya heran kenapa banyak dari kita yang kekebalannya kuat, meski mengonsumsi minuman menggunakan es batu tak sehat,” kata Roy di Jakarta, Rabu (4/2).

Dia mengatakan es batu di Indonesia memiliki standar yang berbeda dibandingkan di luar negeri, apalagi di barat.

“Kalau di luar negeri, sebagian besar es batu di negara kita itu sudah di-recall (ditarik dari peredaran),” katanya.

Untuk itu, dia menyarankan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk membuat pusat jajanan terpadu yang terawasi.

“Terdapat beberapa pusat jajanan yang baik untuk dicontoh, misalkan di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Di sana penggunaan lapak hanya disewakan atau tidak untuk dimiliki permanen. Dengan begitu, jika penjual menjajakan produk tak layak konsumsi dan bandel tidak taat maka sewa lapaknya tidak diperpanjang dan bisa diganti oleh penjual lain,” kata dia.

Selain itu, Roy meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi es batu sebagai campuran minuman.

Es batu dikatakannya banyak dibuat dari air sungai yang dijernihkan sehingga besar kemungkinannya tercemar mikroorganisme berbahaya.

Dengan begitu, akan ada kemungkinan dari es batu yang dikonsumsi tersebut menyebabkan gangguan kesehatan, seperti diare dan tipus.

“Seperti lotere, kita bisa terhindar dari es batu berbahaya atau jika beruntung tidak kena. Tentu kita harus waspada,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembelian Saham Persija

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta segera merealisasikan pembelian saham klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) yaitu Persija, yang saat ini dinilai mengalami kesulitan keuangan.

Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan pada tahap awal pihaknya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI akan membeli saham sebesar 20 persen yang saat ini dikuasai PT Persija Jaya Jakarta.

“Itu tahap awal. Setelah diaudit kami akan melakukan pembicaraan selanjutnya. Kami ingin mayoritas supaya tidak ada permasalahan lagi,” katanya di sela-sela melihat pertandingan uji coba antara Persija melawan Barito Putra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut dia, pembelian saham tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu akan dilakukan secepatnya. Pihaknya berharap pembelian saham bisa dilakukan pada kompetisi musim ini. Apalagi, Persija saat ini dalam pantauan PT Liga Indonesia.

“Musim ini semoga semuanya bisa terwujud. Yang jelas ini terkait pembelian saham, bukan sponsorship,” kata dia.

Persija merupakan salah satu tim yang belum bisa melunasi tunggakan gaji pemain musim lalu. Kondisi ini membuat tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu terancam sanksi dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi.

Jika tidak mampu menyelesaikan tanggungan, Persija berpeluang tidak bisa diperkuat pemain asing dan hanya mengandalkan 18 pemain lokal. Sanksi terberat yang bakal menyapa anak asuh Rahmad Darmawan itu adalah tidak bisa turun di kompetisi tertinggi di Tanah Air.

Saat ini Persija masih terlilit masalah utang musim lalu. Total tanggungan yang harus diselesaikan kepada pemain maupun jajaran pelatih musim lalu kurang lebih mencapai Rp1,8 miliar. Batas penyelesaian tunggakan ini adalah 13 Februari 2015.

Terkait stadion yang akan menjadi kandang Persija, mantan Walikota Jakarta Pusat itu menegaskan tetap menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Bahkan, pihaknya menjamin tim kebanggaan ibukota selama satu musim itu akan tetap berkandang di stadion terbesar di Indonesia.

“Memang akan ada pembangunan Stadion BMW. Rencana sudah ada tapi masih banyak gangguan. Anggaran tiap tahun juga sudah disiapkan,” kata Saefullah menegaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kecelakaan Pesawat TransAsia di Taipei, 9 Tewas

Jakarta, Aktual.co — Setidaknya sembilan orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat TransAsia di Taipei, Taiwan, seperti dilaporkan oleh televisi lokal. Reuters mengutip sumber media lokal mengatakan bahwa pesawat itu membawa 58 orang dan jatuh di dekat sungai di Taipei pada Rabu (4/2).

Sebelumnya, pemerintah Taiwan mengatakan setidaknya dua orang tewas dalam insiden ini, sementara badan penerbangan sipil mengatakan sebanyak 16 korban selamat telah dievakuasi. Di antara 58 orang di dalam pesawat, sebanyak 31 orang dilaporkan merupakan turis dari Tiongkok Daratan.

Juli lalu, 48 orang tewas ketika pesawat TransAsia jatuh di dekat landasan pacu ketika mencoba mendarat di pulau Penghu, sebelah barat Taiwan, menyusul topan yang menerjang sehari sebelumnya.

Berita Lain