13 April 2026
Beranda blog Halaman 39239

Ahok Anggap Aksi Ichiro Tidak Bisa Dibenarkan

Jakarta, Aktual.co —Aksi Ichiro yang membetot perhatian publik dengan menindak pengguna jalan lain yang dinilai melanggar, menimbulkan polemik. Ada yang mendukung karena dianggap pahlawan, tapi tidak sedikit yang menentang aksi Ichiro yang dianggap ‘main hakim sendiri’.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok) pun tak ketinggalan turut berkomentar. Dia termasuk salah satu yang mengecam.
Menurutnya, walau maksudnya baik, namun cara yang dilakukan Ichiro tidak dibenarkan dan melanggar peraturan. “Kita boleh emosi tapi tetap ngga bisa melanggar aturan,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (4/2).
Ahok pun menganjurkan agar Ichiro merubah aksinya dari menabrakkan mobilnya ke para pelanggar dengan cara yang lebih pantas. “Lebih baik dia foto-fotoin aja pelanggaran kirim ke kita nanti kita akan cabut trayek-trayek umum yang seperti itu,” imbaunya.
Seperti diberitakan, nama Ichiro belakangan menjadi perbincangan hangat jagat maya. Ichiro yang merupakan nama untuk mobil Suzuki Vitara yang dimodifikasi jadi layaknya kendaraan off-road, merekam aksinya saat menindak pengguna jalan lain dari motor, mobil hingga angkutan umum yang dinilai melanggar.

Artikel ini ditulis oleh:

Novel ‘Go Set a Watchman’ Dijadwalkan Terbit pada 14 Juli

Jakarta, Aktual.co — Pemenang hadiah Pulitzer, penulis Harper Lee akan menerbitkan novel keduanya lebih dari 50 tahun setelah peluncuran karya klasiknya ‘To Kill a Mockingbird’, menurut penerbitnya, Selasa (3/2).

‘Go Set a Watchman’, yang berlatar belakang pada 1950-an dan menampilkan tokoh-tokoh dari “To Kill a Mockingbird” sekitar 20 tahun lebih tua, dijadwalkan akan diterbitkan pada 14 Juli oleh penerbit Harper. Buku ini sebenarnya ditulis pada 1950-an, sebelum “To Kill a Mockingbird” dan Lee, 88, berpikir buku itu telah hilang.

“Ini menampilkan karakter-karakter yang dikenal sebagai Scout sebagai wanita dewasa dan saya pikir itu upaya cukup baik,” kata Lee dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Harper.

“Editor saya, yang sangat terkesan oleh kilas balik ke masa kanak-kanak Scout, membujuk saya untuk menulis sebuah novel dari sudut pandang Scout kecil. Saya adalah seorang penulis pemula, jadi saya lakukan apa yang diperintahkan.”

Dalam “Go Set a Watchman’, Scout kembali dari New York untuk mengunjungi ayahnya, Atticus, di kota fiksi Maycomb, di mana dia berjuang dengan masalah-masalah pribadi dan politik dan mencoba untuk memahami pendapat ayahnya terhadap masyarakat serta konfliknya sendiri tentang kota kelahirannya.

Lee berpikir naskah buku itu telah hilang dan terkejut ketika pengacaranya, Tonja Carter, menemukan itu.

“To Kill a Mockingbird” adalah kisah tentang ras dan tumbuh besar di Alabama pada tahun 1930-an, yang berdasarkan penuturan longgar pengalaman pribadi Lee. Novel itu diterbitkan pada tahun 1960 saat gerakan hak-hak sipil Amerika Serikat mendapatkan momentum dan menjadi bacaan wajib di banyak sekolah Amerika.

Buku, yang telah terjual sekitar 30 juta kopi itu, telah menjangkau para pembaca lintas budaya.

“Isu-isu yang diangkat tentang perbedaan jenis kelamin dan ras, sangat penting,” kata Thadious Davis, profesor bahasa Inggris Universitas Pennsylvania yang mengkhususkan diri dalam literatur Afrika-Amerika dan Selatan.

Novelis biografi Amerika Charles Shields mengatakan bahwa “To Kill a Mockingbird” mencatat keberhasilan sebagian karena “(novel) itu menimbulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana cara bergaul dengan orang-orang yang berbeda dari saya?” Shields mengatakan ia pertama kali menemukan referensi untuk “Go Set a Watchman” saat membaca korespondensi awal antara Lee dan agen sastranya saat melakukan penelitian untuk biografi mengenai Lee.

Shields mengatakan kematian terbaru dari adiknya, Alice Lee, seorang pengacara yang dipandang sebagai manajer karir Harper Lee, mungkin telah membuka jalan bagi novel kedua yang akan diterbitkan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

UU Pilkada Disarankan Segera Direvisi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan RI Ade Komarudin, menyarankan undang-undang tentang pemilihan kepala daerah langsung segera direvisi karena masih masih banyak permasalahan.
“Masih banyak ditemukan beberapa permasalahan yang ada dalam Undang-undang Pilkada, dan ini harus segera diselesaikan,” kata Ade Komarudin, di Jakarta, Rabu (4/2).
Materi dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada Langsung masih banyak yang perlu disesuaikan dengan keadaan sekarang.
“Perlu relevansi supaya tidak ada kesalahan dalam menerapkan peraturan dari undang-undang, zaman juga berubah,” katanya.
Beberapa pasal yang bermasalah menurut Ade yaitu pada pasal 37 tentang tahapan penyelenggaraan yang terlalu lama.
Dalam aturan tersebut calon selama enam bulan diminta untuk mengumpulkan persyaratan. Sementara ia berpendapat, sebaiknya tiga bulan saja sebelum bakal calon mendaftarkan diri.
Kemudian pasal 38, tentang uji publik, sebaiknya uji publik dilaksanakan oleh partai politik dari calon berasal, sehingga mempersingkat waktu lebih efisien.
Kedepannya, diharapkan revisi dilakukan untuk mempermudah proses pemilihan, sehingga bisa mengurangi kemungkinan konflik.

Artikel ini ditulis oleh:

Tunduk dari Persija 2-1, Pelatih Barito Akui Pemainnya Kalah Mental

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Barito Putra, Salahudin mengatakan, mental bertanding pemain menjadi sorotan setelah timnya dikalahkan tuan rumah Persija Jakarta 1-2, dalam pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (4/3).

Oleh sebab itu, kata Salahudin, dengan sisa waktu yang ada, pihaknya akan segera melakukan perbaikan dalam skuat asuhannya.

“Selama ini kita uji coba dengan tim yang levelnya lebih rendah. Dengan level yang sama semuanya akan kelihatan. Salah satunya mental pemain,” katanya usai pertandingan.

Uji coba melawan Persija merupakan pertandingan terakhir bagi Barito Putra sebelum kembali ke Banjarmasin.

Sesuai dengan rencana, sebelum kick off ISL 2014/2015, Laskar Antasari masih mengagendakan beberapa pertandingan uji coba.

Artikel ini ditulis oleh:

Mobil Terbakar di Depan Mabes Polri Bawa Lima Tangki Bensin

Jakarta, Aktual.co — Mobil van yang terbakar di depan Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/2), diketahui membawa lima tangki berisi bensin.

Berdasarkan pantauan setelah api padam, mobil bermerek Daihatsu Zebra tersebut telah dimodifikasi sehingga memuat lima tangki bensin di bagian belakang mobil.

Tiap satu tangki bensin diperkirakan bermuatan 100 liter bensin. Lima tangki bensin itu yang diduga menjadi penyebab sulitnya api dipadamkan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto mengatakan polisi belum menyelidiki tentang lima tangki yang berada di dalam mobil van tersebut.

“Kalau itu belum, belum. Belum dilakukan penyelidikan,” kata Rikwanto di Mabes Polri.

Rikwanto mengatakan polisi juga sedang mendalami penyelidikan tentang asal muasal mobil tersebut dan seorang supir yang melarikan diri.

“Tentang sebab dan dari mana mobil tersebut sedang dilakukan penyelidikan,” kata dia.

Satu unit mobil van warna hitam bernomor polisi B-2791-AJ terbakar di Jalan Trunojoyo depan Bareskrim Mabes Polri.

Mobil meledak dan terbakar pukul 12.45 WIB dan baru bisa dipadamkan selama satu jam dengan tiga mobil pemadam kebakaran.

Api mobil van yang terbakar sulit dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran karena terus menyambar bensin yang tumpah dari dalam mobil.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tempati Jalur Hijau, 20 Bangunan Dibongkar

Jakarta, Aktual.co —Didirikan di atas jalur hijau, 20 bangunan yang dijadikan tempat tinggal dan tempat usaha di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dibongkar Satpol PP. Camat Kebon Jeruk, Agus Triono, mengatakan keberadaan puluhan bangunan itu sudah ada hampir 10 tahun.
“Keberadaannya berdiri di lahan jalur hijau hingga kami bongkar rata,” ujar Agus, seperti dilansir dari Beritajakarta, Rabu (4/2).
Kata dia, bangunan-bangunan itu ditindak tegas lantaran jelas menyalahi aturan. Selanjutnya, di bekas lahan bangunan liar itu akan dibangun taman. Sehingga bisa jadi tempat serapan air dan tempat bermain anak. “Kalau dibangun taman ke depan semua warga bisa menikmati manfaatnya,” ujar dia. 
Ketua RT 06/10, Sumanto (65) yang salah satu bangunannya ikut dibongkar, mengaku sadar bangunan miliknya memang melanggar aturan. Tapi dia tetap mendirikan bangunan untuk dijadikan sebagai bengkel. “Saya pribadi meski bangunan saya juga dibongkar, saya rela karena lahan tersebut bukan hak saya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain