13 April 2026
Beranda blog Halaman 39241

KPU Sarankan Pilkada Dilaksanakan pada April Tahun Depan

Jakarta, Aktual.co — Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyarankan sebaiknya pemungutan suara pemilihan gubernur, bupati dan wali kota berlangsung pada April atau Mei, dengan pertimbangan pelaksanaan satu tahun anggaran, dan kemungkinan dua putaran.
“Kalau pilkada dilakukan pada April atau Mei, sekalipun sistem dua putaran masih mau dipertahankan, maka tetap akan bisa selesai pada tahun itu juga. Jadi tidak akan menyeberang pada tahun berikutnya, artinya pelantikan itu masih tahun yang sama,” kata Hadar di Jakarta, Rabu (4/2).
Dia menjelaskan, jika pelaksanaan pemungutan suara dilakukan di Desember, seperti rencana KPU berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, maka sudah pasti putaran kedua dan pelantikan kepala daerah terpilih dilakukan di tahun berikutnya.
Sementara itu, jika pelaksanaan pilkada dilakukan di Februari, seperti yang diusulkan oleh sebagian besar fraksi di Komisi II DPR, maka konsekuensinya akan ada sejumlah tahapan awal yang berlangsung di tahun sebelumnya.
“Kalau pilkada di Februari 2016, maka tahapan-tahapan sebelumnya seperti pencalonan, penyusunan daftar pemilih atau mungkin uji publik harus sudah dilaksanakan di 2015,” jelas Hadar.
Selain itu, persoalan terkait manajemen anggaran juga berpotensi muncul jika pelaksanaan pilkada serentak digelar di awal tahun, seperti melompati satu tahun anggaran.
“Waktu kami konsultasi dengan Komisi II pekan lalu, kami tidak membicarakan secara rinci pelaksanaannya itu (Februari). Kami hanya mengusulkan saja bahwa dalam rangka menata siklus kepemiluan sebaiknya pilkada serentak dilaksanakan di 2016.”

Artikel ini ditulis oleh:

Konter Ponsel Dirampok, Penjaganya Ditikam

Jakarta, Aktual.co — Aksi perampokan kembali terjadi, kali ini konter ponsel Happy Handphone Shop yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, RT 1/9, Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang yang menjadi korban. Bahkan Suharyono (26) yang merupakan penjaga konter tersebut ditikam oleh para pelaku perampokan. 
Pelaku yang berjumlah satu orang berhasil menggondol uang konter telepon selular senilai Rp9,5 juta serta tiga unit ponsel. 
“Korban ditikam pelaku. Kerugian yang yang dialami toko tersebut adalah uang tunai senilai Rp9,5 juta,” ujar Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Afendi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/2).
Pihaknya yang mendapatkan laporan terjadinya perampokan, kata Effendi langsung menuju tempat kejadian perkara. Beberapa saksi yang mengetahui peristiwa perampokan pun langsung dimintai keterangan.
“Kami langsung ke lokasi untuk melakukan TKP dan memeriksa saksi-saksi,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KPK Akui Ada Kekeliruan dari Pemanggilan SDA

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji periode 2012-2013 di Kementerian Agama (Kemenag), Suryadharma Ali (SDA).
Disampaikan Kepala Bidang Pemberitaan dan Publikasi, Priharsa Nugroho bahwa penyidik KPK akan menjadwal pemeriksaan SDA pada pekan depan. Namun, dia belum bisa memastikan waktu dan tanggalnya.
“Kita akan kirimkan lagi untuk pemanggilan yang bersangkutan pekan depan,” ungkap Priharsa di gedung KPK, Rabu (4/2).
Selain itu, lanjutnya, pihak penyidik KPK mengaku bahwa ada kekeliruan perihal surat pemanggilan pemeriksaan yang diagendakan pada Rabu (4/2). 
“Makanya itu kita perbaiki. Ya kita sadar atas kekeliruan itu jadi kita perbaiki,” paparnya.
Meski begitu, Abraham Samad Cs tetap mempertanyakan mengapa tidak ada konfirmasi langsung yang disampaikan ke penyidik. Dia mengatakan bahwa penyidik mengetahui ketidakhadiran SDA dari media.
“Saya tanya ke penyidiknya sebenarnya tidak ada konfirmasi. Itu kan hanya disampaikan ke media tapi tidak disampaikan secara langsung ke penyidik,” pungkasnya.
Seperti diketahui, SDA ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi yang dilakukan dalam penyelenggaraan haji di Kemenag pada tahun 2012-2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sudah Terlalu Lama Abraham Samad Coreng Wajah KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai terlalu lama membiarkan Abraham Samad yang diduga telah memperburuk lembaga tersebut.
Terutama baru-baru ini mencuat foto ‘syur’ dengan anak TNI, dan sebelumnya foto mencium puteri Indonedisia 2014. “Ini telalu lama. Kenapa dibiarkan juga, seperti kasus sprindik yang kerap bocor, itu sudah jelas, beberapa kali melakukan kesalahan,” kata Direktur KPK Wacth Yusuf Sahide ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (4/2).
Belakangan ini, sambung lembaga superbody itu dicoreng dengan Abraham Samad yang telah melakukan pertemuan dengan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang didalamnya membicarakan perkara kader partai tersebut.
“Kita lihat saja, yang melakukan pertemuan dengan PDIP, membicarakan kasus. Kita menyayangkan dengan hiruk pikuk di KPK yang saat ini mulai terungkap sedikit demi sedikit,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

GMKI: Lipat gandakan Pajak Produk Malaysia

Medan, Aktual.co — Iklan produk Malaysia yang dinilai menghina TKI Indonesia menuai kecaman keras dari berbagai elemen.
Di Kota Medan, Ketua Cabang Medan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ruben Panggabean menegaskan, respon keras yang boleh dilakukan Indonesia salah satunya melipatgandakan pajak produk-produk barang asal Malaysia yang masuk ke Indonesia.
“Sebaiknya produk Malaysia yang masuk ke Indonesia dikenai pajak berlipat,” tandas Ruben kepada Aktual.co, Rabu (4/1).
Dikatakan Ruben, dengan tekanan dari sektor vital seperti tekanan ekonomi tentu akan memberikan dampak yang lebih terasa terhadap negara yang sudah kerap menghina Indonesia itu.
Sebelumnya, menurut Ruben, para TKI merupakan pekerja yang memiliki keahlian dan ketrampilan di bidangnya serta oleh karena  ketrampilan dan kegigihannya maka dipekerjakan di luar negeri. Para TKI, lanjutnya lagi adalah orang terhormat yang bekerja untuk penghidupannya dirinya dan keluarganya bukan pengemis yang hina.
Maka untuk itu, lanjut Ruben, selain penekanan sektor ekonomi dengan melipatgandakan pajak, Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo diharapkan dapat melayangkan protes terhadap penghinaan itu.
“Protes itu tentu saja dapat menjadi pembuktian keberpihakan presiden kepada rakyatnya. Dan kita harap presiden juga segera ‘blusukan’ ke negara-negara yang menjadi tujuan para TKI kita,” urainya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ilmuwan Temukan ‘Makhluk Laut Aneh’ 15 Kaki di Pantai Filipina

Jakarta, Aktual.co — Sebuah hiu bermulut besar, baru-baru ini terdampar di wilayah Filipina, memberikan pengetahuan bagi para ilmuwan terhadap ‘makhluk laut aneh’ yang langka tersebut, demikian CBSNews melaporkan, Selasa (4/2).

Nelayan menemukan tubuh tak bernyawa berupa hiu jantan yang memiliki tubuh sekitar 15-kaki di sebuah pantai di antara provinsi Albay dan Masbate pada 28 Januari lalu. Sementara itu, kematian penyebab hiu belum diketahui, spesimen dapat memberikan pengetahuan baru tentang spesies yang disebut  ilmuwan sebagai ‘Megachasma Pelagios’.

“Kita tahu begitu sedikit tentang hal itu,” kata Christopher Bird, Ph.D. Mahasiswa yang khusus mempelajari hiu laut dari University of Southampton di Inggris, mengatakan kepada The Washington Post.
 
“Itu pernah terlihat di tahun 1976. Ketika itu tidak sengaja tertangkap dalam jaring nelayan atau saat terdampar di pantai.”

Hiu bermulut besar bisa mencapai hingga 17 meter panjangnya dan memiliki masa hidup sekitar 100 tahun. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di laut untuk makan udang kecil, plankton, dan krill.
 
Dan, hiu itu disebut bermulut besar, menurut HuffingtonPost, karena  rahang raksasa mereka memiliki hingga 50 baris gigi – beberapa di antaranya berguna sebagai filter untuk menjaga makanan dan mendorong air keluar.

Tahun lalu, hiu bermulut besar pernah ditarik dari perangkap ikan di lepas pantai Jepang. Hiu bermulut besar ditemukan-dan terlihat sekitar 66 jenis- dan bahkan beberapa diantaranya pernah ditangkap.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain