7 April 2026
Beranda blog Halaman 39251

Dituntut Dua Tahun, Mantan Bos Bank Jateng Nangis

Semarang, Aktual.co — Susanto Wedhi, terdakwa kasus dugaan penyelewengan proyek pengadaan sistem Core Banking System (CBS) Bank Pembangunan Daerah Jateng pada 2005 senilai Rp32 miliar menangis saat dijatuhi tuntutan 2 tahun penjara. Mantan bos BPD Jateng sebagai Perusahaan Daerah Provinsi Jawa Tengah itu menangis saat palu majelis hakim diketok dengan dibebankan membayar denda Rp150 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara.
“Terdakwa bersalah secara sah dan terbukti menguntungkan diri sendiri untuk memperkaya, atau suatu koorporasi bersama orang lain yang berakibat menimbulkan kerugian negara,” ucap Penuntut Umum Heri Febrianto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, Selasa (3/2).
Ia menyatakan terdakwa dikenakan pasal dakwaan subsider pasal 3 ayat (1) UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No20/ 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke (1) tentang tindak pidana korupsi. Alasan itu disampaikan pihaknya karena terdakwa terbukti menyalahgunakan wewenang dan jabatan sebagai Kepala Biro Akutansi BPD Jateng saat itu yang memberikan peluang kepada pihak pemenang pengadaan, yakni PT Sigma Cipta Caraka. Akibatnya perbuatannya telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp816 juta.
“Terdakwa memberikan kesempatan kepada pihak vendor sampai tahapke 6 dan 7 senilai Rp3 miliar. Padahal, lamanya pekerjaan proyek dengan tenggang waktu 540 hari atau berakhir pada 31 Desember 2007 dengan masa pemeliharaan selama setahun (2008),” ujar dia.
Meski begitu, lanjut dia, terdakwa masih saja memberikan peluang setelah 31 Desember 2008 hingga tahun 2011 kepada rekanan. Padahal PT Sigma tidak mampu mengerjakan proyek penunjang kegiatan operasional di beberapa kantor cabang kas Purwokerto, Tegal, dan Solo.
“Bahwa benar dalam pekerjaan hingga adendum (perpanjangan kontrak) ke 4 dengan nilai Rp31,7 miliar (97 persen)tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga 31 Desember 2008. Selain itu, hasil tidak sesuai harapan. Atas itu, terdakwa tidak lepas menandatangani berita acara pekerjaan selaku Kepala Biro Akutansi BPD Jateng,” terangnya.
Dalam tuntutannya, Febri menilai terdakwa sebagai koordinator dan Bambang W kepala biro keuangan BPD Jateng sebagai penanggungjawab atas kegiatan pengadaan proyek penunjang perbankkan tersebut.
Dalam kasus itu, terdakwa terbukti berdasarkan bukti kwitansi yang telah dikembalikan. Selain itu, berdasarkan surat-surat otentik, keterangan ahli maupun saksi telah terbukti bersalah.
Atas tuntutan itu, penuntut meminta kepada majelis hakim agar menahan terdakwa dan memberikan putusan yang sesuai.
Sementara, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU pada sidang dengan agenda pledoi pada 10 Februari mendatang. “Apakah saudara akan mengajukan pembelaan secara lesa atau tertulis disampaikan sendiri. Dan atau kah melalui kuasa hukum saudara,” beber dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Independen: KPK-Polri Ingin Menyudahi Ketegangan Ini

Jakarta, Aktual.co — Anggota Tim Independen, Jimly Assidiq menganggap kepolsian tidak berkerja sesuai dengan amanat konstitusi. Pernyataan Jimly itu usai melakukan pertemuan dengan Abraham Samad cs.
“Karena itu KPK membutuhkan support dari masyarakat luas. Begitu juga kita memberi support kepada polisi kalau dia sungguh-sungguh menjalankan tugas konstitusional,” ujar Jimly di gedung KPK, Selasa (3/2).
Seperti diketahui, pada Selasa (3/2) tim yang dibentuk untuk membantu Presiden menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri. Tim Independen telah menyambangi kedua lembaga penegak hukum tersebut.
Dari hasil pertemuan dengan keduanya, Tim Independen menilai KPK dan Polri memiliki semangat yang sama untuk saling bersinergi. Menurutnya, baik KPK maupun Polri mempunyai niat untuk menyudahi ketegangan yang tengah terjadi belakangan ini.
“Ada kesadaran yang sama untuk meredakan ketegangan. Dan dalam jangka panjang untuk memperbaiki cara kerja sehingga sistem penegakan hukum khusunya pemberantasan korupsi bisa lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

KPK Diminta Pisahkan Masalah Pribadi dan Institusi

Jakarta, Aktual.co — Tim Independen yang dibentuk untuk membatu Presiden menyelesaikan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, menyarankan Abraham Samad cs tidak mencampur adukan masalah pribadi dengan masalah institusi.
“KPK harus tetap bekerja sebagai institusi, kita pisahkan urusan pribadi dengan urusan institusi,” tegas salah satu anggota Tim Independen, Jimly Assidiq di gedung KPK, Selasa (3/2).
Meski begitu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tidak dapat memungkiri jika harapannya itu sulit untuk dilakukan. Karena menurutnya, permasalahan hukum tersebut sangat mempengaruhi kinerja KPK.
“Tentu saja ini kan manusiawi pasti mempengaruhi.”
Seperti diketahui, dari empat jajaran petinggi KPK satu diantaranya, Bambang Wijojanto (BW) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. Sedangkan tiga petinggi lainnya, Abraham Samad, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain dikabarkan hanya menunggu waktu untuk menyusul BW sebagai tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Musim Hujan, ‘Serangan’ Nyamuk di Jakarta Justru Menurun

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpendapat wabah Demam Berdarah (DBD) yang biasa mengancam di musim penghujan, justru tak terjadi di Jakarta. 
“Jakarta itu agak unik. Kalau hujan justru ngga ada nyamuk,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Selasa (3/2).
Agak berbeda dengan daerah lain, nyamuk di Jakarta justru banyak muncul saat musim kemarau. Kendati demikian, ujar Ahok, upaya pencegahan tetap dilakukan.  Di antaranya, menggencarkan pengecekan saluran-saluran air di pemukiman warga. 
“Semua kita turunkan. Mulai dari petugas Dinas Kesehatan sampai ke semua puskesmas,” ujar dia.
Akhir Januari lalu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan kasus DBD di Jakarta di musim penghujan Januari 2015 menurun. Di Januari 2015, kasus DBD DKI berada di angka yang paling rendah dari bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya. 
“Saat ini tanggal 1 sampai 26 Januari ada 149 kasus, tidak ada yang meninggal,” kata Koesmedi, di Jakarta, akhir Januari lalu. Sedangkan di Januari 2015, di DKI tercatat ada 865 kasus.
Menurut dia, menurunnya kasus DBD disebabkan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat warga Jakarta.Serta pemberantasan sarang nyamuk sudah berjalan dengan sangat baik.
Sebelum membuat Jakarta benar-benar terbebas DBD, kata dia, hal yang paling mungkin dilakukan adalah membuat demam berdarah terkendali. Langkah-langkahnya: segera mengobati pasien agar tidak menimbulkan kematian dan mengajarkan pola hidup bersih dan sehat.

Artikel ini ditulis oleh:

Kereta Api Jurusan Jakarta-Malang Anjlok di Batang

Semarang, Aktual.co — Kereta Api kelas ekonomi jurusan Jakarta-Malang, mengalami anjlok di kilometer 63+700 BH 302 antara Stasiun Ujungnegoro – Kuripan Kabupaten Batang, Jawa Tengah.‬

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Anjloknya kereta api itu dikarenakan lima as roda di empat gerbong, patah.

Juru bicara PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional IV Semarang, Suprapto membenarakn kereta api Jayabaya tujuan DKI Jakarta – Malang mengalami gangguan.

“Saat ini, masih tahap evakuasi oleh petugas,” ucap dia dalam pesan singkat elektroniknya, Selasa (3/2).

Suprapto mengungkapkan, sebanyak 455 penumpang kereta api tersebut sudah dievakuasi dengan menggunakan Kereta Api Kaligung Mas ke Semarang.

‪Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan kereta api yang anjlok tersebut. Kereta api Jayabaya sendiri saat menuju ke Malang sedang membawa 10 gerbong.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Sembilan Temui KPK

Wakil ketua Tim Independen (Tim 9) Jimly Asshiddiqie memberi keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/2/2015) malam. Kedatangan tim yang dibentuk Presiden Joko Widodo tersebut untuk memberi masukan terhadap pimpinan KPK terkait konflik yang terjadi antara lembaga antikorupsi itu dengan Polri.

Berita Lain