6 April 2026
Beranda blog Halaman 39253

Tim Independen Klaim Punya Fakta Lengkap Kisruh KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim sudah mempunyai fakta-fakta serta informasi lengkap terkait perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
Salah satu anggota Tim Sembilan, Jimly Assidiq mengatakan, setelah bertemu dengan KPK dan Polri pihaknya berhasil menghimpun fakta lengkap terkait kisruh antar keduanya.
“Kami menganggap fakta-fakta dan informasi lengkap malam ini. Selama lebih dari dua jam kami himpun,” ungkap Jimly usai pertemuan di gedung KPK, Selasa (3/2).
Lebih jauh disampaikan Jimly, setelah fakta dan informasi yang didapat, timnya akan segera melakukan rapat internal yang digelar pada Rabu (4/2). Nantinya, lanjut dia, hasil pertemuan tersebut akan dijadikan masukan sebagai rujukan untuk Jokowi menyelesaikan kisruh KPK dan Polri.
“Segera kami akan mengadakan rapat,” jelasnya. Lalu kemudian segera juga menyampaikan masukan untuk diambil tindakan segera oleh presiden,” paparnya.
Meski begitu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tidak bisa memastikan kapan rekomendasi Tim Sembilan akan diserahkan ke Presiden. Dia mengatakan, sebelum Jokowi bertolak ke luar negeri, pihaknya dipastikan sudah memberikan rekomendasi tersebut.
“Masukan itu nanti akan kami sampaikan sehingga sebelum presiden berangkat ke luar negeri, kita harapkan ketegangan antara kedua beli pihak bisa turunkan tensinya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemerintah Pusat Disarankan Tak Rubah Status TransJakarta

Jakarta, Aktual.co —Ingin ambil alih pengelolaan PT TransJakarta, Pemerintah Pusat disarankan tak rubah bentuk usaha. Yakni tetap berbentuk Perseroan Terbatas (PT). 
Menyarankan hal itu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpendapat TransJakarta akan tetap profesional bila bentuknya PT. Karena dia khawatir jika dikelola kalangan pegawai negeri, TransJakarta tak lagi mandiri. 
“Kita sudah pengalaman kalau dipegang PNS,” ujar dia, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (3/2).
Lagipula dengan tetap berbentuk PT, ujar Ahok, membuat mudah pengambilalihan pengelolaan TransJakarta dari Pemprov DKI ke Pemerintah Pusat. Di mana Pemprov DKI selanjutnya tinggal setor saham saja, sedangkan untuk pengelolaannya digarap Pemerintah Pusat.
“Kita lebih enak tinggal nyetor saham saja. Yang penting bagi kita ada bus yang baik, murah. Orang proyek rugi PSO (Public Service Obligation) merugi kok kita. Kalau dikelola Setneg (Sekretariat Negara) lebih bagus,” kata Ahok.
Dia juga tak mempermasalahkan jika Pemerintah Pusat berencana menanamkan saham di TransJakarta, asal bisa mensubsidi harga tiket. “Misal, sama Kemenhub gitu jadi tiket bisa disubsidi, biar DKI subsidinya lebih murah seperti MRT. Mau diambil 90 persen juga boleh asal dia subsidi 90 persen,” ujar dia.
Kabar bakal diambilalihnya pengelolaan PT TransJakarta oleh Pemerintah Pusat mencuat usai anggota DPRD DKI bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Senin (2/2) kemarin. Pratikno disebut-sebut menyampaikan keinginan Pemerintah Pusat untuk mengelola TransJakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat di Januari 2015

Jakarta, Aktual.co — Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan bahwa keyakinan konsumen menguat pada Januari 2015 di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 2015 tercatat sebesar 120,2 meningkat dari 116,5 pada bulan sebelumnya.

“Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan mendatang dibandingkan dengan kondisi ekonomi saat ini, terutama pada aspek kegiatan usaha dan penghasilan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Rabu (3/2).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga pada April 2015 masih mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.

Tirta menuturkan, hal tersebut ditengarai terjadi karena pengaruh penurunan harga BBM bersubsidi pada awal tahun 2015.

Sementara itu, survei mencatat peningkatan penghasilan masyarakat yang lebih tinggi dari peningkatan konsumsi mendorong kenaikan jumlah tabungan pada Januari 2015.

Porsi tabungan terhadap pendapatan (savings to income ratio) pada Januari 2015 adalah sebesar 14,2 persen, naik dari 13 persen pada bulan sebelumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPD RI Ajukan Hak Bertanya ke Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — DPD RI akan menyampaikan usul hak bertanya kepada Presiden RI terkait naik dan turunnya harga BBM yang ternyata tidak diikuti oleh penurunan harga kebutuhan pokok termasuk gas elpiji maupun ongkos kendaraan umum.
“Pada saat Pemerintah menaikkan harga BBM, harga-harga lainnya ikut naik. Namun, pada saat Pemerintah menurunkan kembali harga BBM, tapi harga-harga lainnya seperti sembako, gas elpiji, dan ongkos kendaraan umum tidak mau turun,” kata Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta, AM Fatwa, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut AM Fatwa, masyarakat di daerah mengalami kesulitan setelah Pemerintah menurunkan kembali harga BBM, karena tidak diikuti oleh penurunan harga-harga lainnya.
Karena itu, kata dia, DPD RI akan menggunakan hak bertanya kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan penjelasan secara langsung dalam sidang paripurna DPD RI guna menyikapi perkembangan harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 53 anggota dari 132 anggota DPD RI yang menandatangani usul hak bertanya.
“Jumlah itu sudah jauh melampaui dari persyaratan yang diatur dalam UU MD3 yakni diusulkan oleh minimal 25 persen anggota atau minimal 33 orang anggota,” katanya.
Menurut Fatwa, hak bertanya itu adalah hak dasar anggota parlemen yang bisa digunakan saja untuk meminta penjelasan dari Presiden jika ada hal-hal yang strategis terkait kepentingan bangsa dan negara.
Fatwa menambahkan, hingga saat ini DPD RI baru dua kali mengajukan usul hak bertanya kepada Presiden.
Usul hak bertanya yang pertama yakni meminta penjelasan soal kebijakan mobil murah di tengah kebijakan pengetatan energi pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada awal tahun 2014.
Hak bertanya yang diajukan oleh anggota DPD RI itu, kemudian dijawab secara tertulis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Fatwa, hak bertanya dari anggota DPD RI cukup sampai dijawab oleh Presiden RI atau dijawab oleh Pemerintah dalam forum sidang paripurna DPD RI.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Kembali Periksa Tiga Legislator Kab Cirebon

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa tiga legislator Kabupaten Cirebon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai saksi kasus korupsi penggunaan APBD Kabupaten Cirebon untuk belanja hibah dan bantuan sosial tahun 2009-2012.
“Lima saksi memenuhi pemanggilan penyidik untuk diperiksa,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Selasa (3/2).
Kelima saksi anggota DPRD itu diperiksa terkait kasusyang menjerat Wakil Bupati Cirebon yang juga mantan Ketua DPRD periode 2009-2013, Tasiya Soemadi (TS), Subekti Sunoto (SS), Ketua DPC PDIP Kecamatan Kedawung, dan Emon Purnomo (EP), Wakil Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Cirebon.
Kelima saksi itu, B Kasiyono, Rudiana, dan Aminah (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Partai PDIP). Zaenal A Wa’ud (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Partai PKB) dan Yuningsih (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Partai PKB).
Tony menjelaskan, kelima anggota dewan itu ditanyai soal kronologis dan mekanisme pengumpulan informasi kebutuhan masyarakat dari daerah pemilih para saksi yang akan dimanfaatkan dalam program bantuan sosial ataupun hibah, dimana nantinya diajukan melalui Bupati untuk dapat dianggarkan dalam APBD Kabupaten.
“Selain itu pula mengenai tahu atau tidaknya atas dugaan terjadinya pemotongan dana atau kegiatan fiktif dari dana bantuan sosial maupun hibah yang dilakukan oleh para tersangka,” katanya.
Sebelumnya, Kejagung telah memeriksa lima legislator DPRD Kabupaten Cirebon asal PDIP, Mustofa (Ketua DPRD Kabupaten Cirebon), Yoyo Siswoyo (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon), Aan Setiawan (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon), Suherman (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon) dan Agus Kurniawan (Anggota DPRD Kabupaten Cirebon).
Tersangka TS pernah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Kasus itu saat TS masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2013 sedangkan bupatinya dijabat oleh Dedi Supardi.
Tim Satuan Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejagung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sudah memeriksa sekitar 260 warga Kabupaten Cirebon yang menerima dana bansos APBD tahun 2009-2012.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Suami Tega Bunuh Istri di Depok

Jakarta, Aktual.co — Nasib malang menimpa Dahlia wanita berusia 49 tahun ini ditemukan tewas mengenaskan didalam kamar rumahnya yang berada Kampung Kalisuren RT 02 RW 04 Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Bojonggede, Depok. 

“Masih kami selidiki apa motifnya, diduga kuat suaminya yang melakukan,” ungkap Kapolresta Depok Kombes Pol Ahmad Subarkah, Selasa (3/2).
Dikatakan Subarkah bahwa sebelum kejadian korban diduga terlibat cekcok dengan suami korban, Slamet (53). Karena khilaf, kata Subarkah pelaku pun langsung melukai korbannya hingga tewas.
“Sedangkan untuk motif pembunuhan masih penyelidikan oleh pihak Polsek Tonjong, Bojonggede,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain