4 April 2026
Beranda blog Halaman 39264

Bareskrim Periksa Hasto Terkait Dugaan Pidana Abraham Samad

Plt Sekjen PDIP Hasto Krismanto mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Hasto dipanggil Bareskrim Mabes Polri terkait pelaporan Ketua LSM KPK Wacth dalam pertemuan Ketua KPK Abraham Samad bersama Hasto. AKTUAL/MUNZIR

Ada Kekuatan Lebih Besar, Pasek Sarankan Sutan Buka-bukaan

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika mengaku prihatin dengan ditahannya politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Sebagai teman sesama partai, saya tentunya prihatin. Saya berdoa agar beliau tabah meskipun saya yakin beliau sudah sangt tabah dan sudah sangat siap untuk menjalaninya,” kata Gede Pasek Suardika, Jakarta, Senin (2/2).
Menurutnya, ada ketidakpuasan dari sebuah kekuatan yang sangat besar ketika dia (Sutan) menjadi Ketua Komisi Energi.
“Saya lihat ya sebaiknya beliau buka saja. Kami kan selama masih sama-sama di DPR, dia sering cerita. Ketika dia jadi ketua komisi, ada peristiwa yang nilainya besar dan beliau tidak lakukan itu,” sebut Pasek.
Pasek mengatakan, dirinya mendapat cerita langsung dari Sutan bahwa ada yang tidak senang karena Sutan ingin menyelamatkan uang negara.
“Ya sebaiknya dia saja yang cerita, ini kan saya juga tahu karena dia cerita. Yang saya tahu, dia itu menolak karena ia ingin menegakan yang ia yakini,” imbuh Pasek.
Selain berempati, ia mengajak semua pihak memberikan dukungan moril kepada Sutan.
“Jadi saya himbau juga berikan dukungan moril kepada Bang Sutan. Ini kecil loh cuma THR. Tapi sebenarnya yang dia tolak itu jauh lebih besar. Penolakan itu jadi bentuk kekecewaan dari kekuatan besar tersebut. Kalau ada jaminan diringankan, pasti akan dibeberkan semua. Kalau dimotivasi bersama, mungkin ia akan menjadi whistle blower.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bambang Widjojanto Penuhi Panggilan Bareskrim Mabes Polri

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (kanan) berjalan memasuki Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Bambang diperiksa Bareskrim Mabes terkait dugaan tindak pidana mengarahkan kesaksian palsu di Pilkada Kotawaringan Barat pada tahun 2010. AKTUAL/MUNZIR

Hasil Penelitian: Uang Tidak Buat Anda Bahagia, Hanya Kurangi Kesedihan

Jakarta, Aktual.co — Lembaga penelitian menarik kesimpulan keterkaitan antara uang dengan kebahagiaan. Pada dasarnya kebahagiaan tersebut diartikan berpendapatan tinggi (kaya) belum tentu bahagia.

Sementara itu, menurut sebuah studi terbaru dari University of British Columbia. uang tidak akan membuat Anda bahagia, namun justru bisa membuat Anda sedih, mengapa?.

Penelitian tersebut menemukan, bahwa penghasilan tinggi dikaitkan dengan kebahagiaan yang lebih besar ternyata hasilnya hanya menimbulkan mengurangi kesedihan (yang lebih sedikit).

Para peneliti UBC mensurvei data lebih dari 12.000 orang pada Sensus 2010 lalu, dimana mengaitkan pendapatan dengan tingkat kebahagiaan mereka.

Ilmuwan menemukan, bahwa orang-orang dengan pendapatan yang lebih tinggi tidak mengalami peningkatan kebahagiaan setiap harinya, tetapi mereka mengalami lebih sedikit kesedihan setiap harinya.

“Uang bisa menjadi alat yang lebih efektif untuk mengurangi kesedihan daripada meningkatkan kebahagiaan,” kata penulis penelitian dalam kesimpulannya.

Para peneliti kembali menyatakan, bahwa kebahagiaan dan kesedihan, merupakan keadaan emosional yang berbeda, yang selaras diametral – menimbulkan sedih berkurang adalah tidak sama dengan menjadi lebih bahagia.

Salah satu alasan, bahwa kekayaan meredakan kesedihan (tidak meningkatkan kebahagiaan, red) mungkin uang yang hanya membuat lebih mudah untuk menghadapi situasi negatif tertentu dalam kehidupan nyata.

Memiliki uang tambahan di tangan untuk menangani masalah atau ketidaknyamanan – seperti merenovasi rumah atau kenaikan biaya kuliah di sekolah putri Anda – dapat memberikan kenyamanan dan membantu mencegah gangguan emosional.

Penemuan tersebut dipublikasikan dalam Journal Social Psychological and Personality Science.

Artikel ini ditulis oleh:

Gagal Berunding, Pasukan Pemberontak Ukraina Lancar Serangan

Jakarta, Aktual.co — Pertempuran antara pasukan pemerontak dan tentara pemerintah kembali pecah di wilayah timur Ukraina sejak akhir pekan lalu hingga hari ini, Senin (2/2). Baku tembak ini terjadi setelah upaya perundingan antara kedua belah pihak berakhir buntu. Pasukan pemerintah memusatkan serangan ke Kota Donestk yang merupakan basis terbesar pemberontak. Sejak Sabtu lalu, serangan roket dan artileri tanpa henti menghantam kota tersebut.

Sedangkan pasukan pemberontak secara intensif menyerang Debaltseve, sebuah kota strategis yang menjadi penghubung antara Donestk dan wilayah-wilayah lainnya. Mereka berharap taktik ini dapat menghambat pergerakan pasukan pemerintah. “Situasi terburuk ada di sekitar Debaltseve di mana para ilegal (pemberontak) terus menyerbu posisi pasukan Ukraina. Tapi kami memiliki pasukan yang cukup untuk bertahan,” kata juru bicara militer Ukraina, Andriy Lutsenko dalam sebuah jumpa pers di Kiev, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/2).

Pihak Kiev menyampaikan bahwa lima prajurit Ukraina tewas dalam bentrokan. Sementara pihak pemberontak mengklaim setidaknya sudah 15 orang warga sipil di Kota Donetsk yang mereka kuasai tewas akibat artileri pemerintah. Untuk diketahui, perundingan damai tripatrit antara Ukraina, Rusia dan pasukan pemerontak di Minsk, Belarusia, Sabtu (31/1) lalu gagal mencapai kesepakatan. Alih-alih mengakhiri konflik yang telah menelan korban jiwa 5000 orang tersebut, hubungan pemerintah dan pemb erontak justru semakin panas setelah keduanya saling menyalahkan terkait gagalnya perundingan.

Underpass Jalan Suprapto Amblas Selebar Satu Meter

Jakarta, Aktual.co —Underpass di Jalan Suprapto menuju Jalan Senen Raya atau Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pagi tadi pukul 07.00Wib dilaporkan amblas. 
Belum diketahui penyebabnya amblasnya jalan yang membuat munculnya lubang selebar satu meter dengan kedalaman 10-30 centimeter. Akibat amblasnya jalan, arus lalu lintas jadi tersendat. Lantaran sejumlah kendaraan mobil dan motor terpaksa harus mengantri untuk melintasi jalur yang bisa dilewati.
Dari keterangan sejumlah pengguna kendaraan yang biasa melalui jalur ini, ternyata kerusakan di underpass Jalan Suprapto sebenarnya sudah berlangsung lama. Dengan banyaknya lubang-lubang, sampai peristiwa amblasnya jalan pagi tadi.  
Sugiman (35), salah seorang pengendara mobil yang tengah menuju ke bilangan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa melalui jalan meski terjebak macet, karena tidak ada pilihan lain. “Sampai siang ini masih macet, saya terlambat satu jam ke kantor. Terpaksa ngantri lewat jalur sebelahnya yang belum ambles,” kata Sugiman, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/2).
Di lokasi saat ini dilaporkan sudah ada enam petugas dari polsek setempat yang mengatur lalu lintas. 
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI sudah menyebutkan dalam dua tahun terakhir, jumlah titik jalan berlubang di DKI Jakarta semakin bertambah banyak. Mereka mencatat ada 197 titik jalan yang rusak. 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok) pun mengakui, pihaknya memang tidak banyak melakukan perbaikan jalan di dua tahun terakhir. “Terus terang satu dua tahun itu banyak gak dikerjain,” kata Ahok di Balai Kota DKI, (28/1).
Ada beberapa alasan yang menghambat upaya perbaikan jalan. 
Di antaranya terkait status jalan nasional dan jalan provinsi. Misal untuk Jalan Daan Mogot yang merupakan jalan nasional. Kata Ahok, perlu ada pembagian yang jelas, mana jalan nasional dan mana jalan provinsi. Sehingga dalam perbaikannya juga jelas yang menangani. Karena kejelasan itu terkait dengan anggaran.
“Jadi lebih baik dibagi saja (kewenangannya) langsung. Jadi kita mesti jelas kalau dia (pemerintah pusat) duitnya enggak cukup, lebih baik pakai uangnya untuk provinsi lain saja atau dia pakai enggak usah merata. Lebih baik jalan dijaga setahun. Kalau tidak bisa yang lain kami yang kerjakan,” ujar dia.
Adapun penyebab lain minimnya perbaikan jalan dilakukan pemprov DKI, kata Ahok, lantaran banyak oknum Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang ‘menilep’ anggaran perbaikan jalan. “Makanya sudah dicopot-copotin (pejabat). Ada yang sampai kasus kan. Dia lapor sudah dikerjain (perbaikan jalan), padahal enggak, ya kita enggak mau bayar,” ucap dia kesal.
Namun, pasca disahkannya APBD tahun ini, Ahok optimis perbaikan jalan berlubang akan selesai dalam dua tahun. “Yang penting yang hot-mix itu di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) dia tambah. Sekarang ada 20 lebih AMP‎ (Asphalt Mixing Plant), cuma dia masukin 6. Satu dua tahun ini pasti bisa,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain