Jakarta, Aktual.co — Lembaga penelitian menarik kesimpulan keterkaitan antara uang dengan kebahagiaan. Pada dasarnya kebahagiaan tersebut diartikan berpendapatan tinggi (kaya) belum tentu bahagia.
Sementara itu, menurut sebuah studi terbaru dari University of British Columbia. uang tidak akan membuat Anda bahagia, namun justru bisa membuat Anda sedih, mengapa?.
Penelitian tersebut menemukan, bahwa penghasilan tinggi dikaitkan dengan kebahagiaan yang lebih besar ternyata hasilnya hanya menimbulkan mengurangi kesedihan (yang lebih sedikit).
Para peneliti UBC mensurvei data lebih dari 12.000 orang pada Sensus 2010 lalu, dimana mengaitkan pendapatan dengan tingkat kebahagiaan mereka.
Ilmuwan menemukan, bahwa orang-orang dengan pendapatan yang lebih tinggi tidak mengalami peningkatan kebahagiaan setiap harinya, tetapi mereka mengalami lebih sedikit kesedihan setiap harinya.
“Uang bisa menjadi alat yang lebih efektif untuk mengurangi kesedihan daripada meningkatkan kebahagiaan,” kata penulis penelitian dalam kesimpulannya.
Para peneliti kembali menyatakan, bahwa kebahagiaan dan kesedihan, merupakan keadaan emosional yang berbeda, yang selaras diametral – menimbulkan sedih berkurang adalah tidak sama dengan menjadi lebih bahagia.
Salah satu alasan, bahwa kekayaan meredakan kesedihan (tidak meningkatkan kebahagiaan, red) mungkin uang yang hanya membuat lebih mudah untuk menghadapi situasi negatif tertentu dalam kehidupan nyata.
Memiliki uang tambahan di tangan untuk menangani masalah atau ketidaknyamanan – seperti merenovasi rumah atau kenaikan biaya kuliah di sekolah putri Anda – dapat memberikan kenyamanan dan membantu mencegah gangguan emosional.
Penemuan tersebut dipublikasikan dalam Journal Social Psychological and Personality Science.
Artikel ini ditulis oleh: