4 April 2026
Beranda blog Halaman 39271

Masyarakat Diminta Tak Selalu Hujat Parpol

Jakarta, Aktual.co — Rektor Universitas Muhamadiyah Gorontalo (UMG) Nelson Pomalingo minta agar masyarakat jangan selalu menghujat partai politik (Parpol) jika timbul polemik ataupun persoalan di negara ini.
“Jangan semua polemik ataupun persoalan yang timbul pada pemerintahan ataupun diberbagai lembaga yang harus salahkan partai politik,” Kata Nelson, Selasa (3/2).
Menurut dia, kehadiran parpol dalam suatu negara sangat penting dan merupakan salah satu aset bangsa yang juga turut dilahirkan oleh rakyat, sehingga harus sama-sama dijaga.
Dia menjelaskan, sudah banyak program maupun terobosan yang dilaksanakan parpol untuk rakyat, sehingga tanpa kehadiran parpol dalam suatu negara, maka tidak akan maksimal bahkan pembangunan dan pemerintahan bisa lumpuh.
Partai politik berperan penting dalam roda pemerintahan suatu bangsa dan negara, sehingga masyarakat perlu mengetahui, jangan selalu melimpahkan kesalahan pada partai politik.
Indonesia merupakan negara hukum, namun tidak boleh memungkiri peran parpol tetap harus ada dan sampai kapanpun tetap diperlukan.
Menurut dia, jika ada kebijakan ataupun persoalan yang terjadi maka masyarakat jangan selalu menyalahkan partai politik, tapi figur yng mewakili partai tersebut yang harus dikritisi, apalagi tindakannya tidak sesuai dengan tujuan dan mekanisme dalam aturan dan ketentuan parpol.
“Semua partai politik di Indoensia punya tujuan untuk menjadikan masyarakat hidup sejahtera dan bangsa Indonesia makin jaya dan makmur,” Katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

PMN Direstui, Pindad Targetkan Pendapatan 2019 Rp4,035 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahun 2015, PT Pindad (Persero), perusahaan plat merah produsen alat-alat militer dan komersial, menyatakan membutuhkan dana segar sekitar Rp4,7 triliun.

“Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/2) sore.

Seperti diketahui, saat ini Komisi VI DPR tengah membahas rencana penyuntikan dana PMN sebesar Rp700 miliar itu pada 2015 untuk Pindad.

Ia menjelaskan, dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan lini produksi alutsista sebesar Rp593,5 miliar, meliputi pengembangan lini amunisi kalber besar dan roket, lini produksi tank dan kendaraan tempur, amunisi kaliber kecil senjata laras panjang dan laras pendek.

“Selanjutnya pengembangan bisnis produk industrial untuk mendukung proros maritim Rp66,5 miliar, meliiputi bisnis peledak, bisnis sarana dan pertahanan transportasi,” ujarnya.

Sedangkan sebesar Rp25 miliar dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produk dan proses “learning center”, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebesar Rp15 miliar.

Berdasarkan materi rapat PMN dengan Komisi VI DPR RI, disebutkan jika PMN dikucurkan, maka Pindad menargetkan pendapatan pada 2019 sebesar Rp4,035 triliun, naik dari pendapatan tahun 2015 yang diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun. Sementara laba bersih Pindad diperkirakan Rp200,7 miliar pada 2019, tumbuh dari tahun 2015 yang diperkirakan Rp85,3 triliun.

Selain itu, Pindad juga akan menggandeng sejumlah negara untuk pengembangan produksi Alutsista.

“Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia,” ungkap Silmy.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Siasati Keterbatasan Dana, Pindad Gandeng Tiga Negara Eropa

Jakarta, Aktual.co —  PT Pindad (Persero), BUMN produsen alat-alat militer dan komersial akan menggandeng sejumlah negara di kawasan Eropa dalam pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/2) sore.

Silmy menerangkan, dengan Jerman, Pindad akan bermitra bersama Rheinmetal untuk memproduksi pabrik amunisi tank. Dengan FNSS Turki, Pindad akan mengembangkan pembuatan tank kelas sedang. Sementara dengan Belgia berkolaborasi dengan Cockerell Maintenance & Ingeniere SA Defence (CMI) untuk memproduksi sistem senjata atau turret berkaliber 90 mm dan 105 mm.

“Kerja sama ini dilakukan dengan negara-negara yang memang memiliki kemampuan teknologi persenjataan dan tank terkemuka di dunia. Bentuk kerja sama fleksibel, bisa joint operation, joint product, joint venture,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, kerja sama dengan negara tertentu selain ingin transfer teknologi juga untuk memenuhi kebutuhan alusista dalam negeri.

“Banyak negara yang menawarkan kerja sama tapi kami memilih dengan tiga negara ini,” ucapnya.

Alasan lainnya adalah termasuk keterbatasan Pindad dalam hal pendanaan untuk pengembangan produk alutsista sendiri.

Seperti diketahui, untuk pengembangan produksi alutsista tahun ini, Pindad membutuhkan dana sekitar Rp4,7 triliun.

“Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Diprediksi Masih Melemah Pascarilis Data BPS

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin kembali melanjutkan pelemahannya, seiring melemahnya laju Yuan pasca dirilisnya penurunan indeks manufakturnya. Selain itu, membaiknya laju inflasi dan neraca perdagangan Indonesia kurang mampu membawa perbaikan pada laju Rupiah.

“Pergerakan Rupiah pun sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya dimana masih akan melanjutkan pelemahannya,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Lebih lanjut dikatakan Reza, Laju Dolar AS turun setelah merespon pelemahan pada pertumbuhan GDP di akhir pekan lalu. Namun, menurutnya pelemahan tersebut diimbangi dengan penurunan Yuan.

Pada Selasa (2/2), Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.685, yakni Rp12.725-12.695 (kurs tengah BI).

“Bahkan sentimen positif pun tidak banyak berpengaruh pada laju Rupiah. Meski kami masih berharap pelemahan dapat terbatas namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

IHSG Masih Betah di Fase Konsolidasi, Momen Tepat Investor Akumulasi Beli

Jakarta, Aktual.co —  Pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.252 – 5.347.

“IHSG masih betah berada dalam fase konsolidasi,” ujar Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Selasa (3/2).

Ia mengatakan, support 5.252 masih teruji cukup kuat, sehingga menunjukkan IHSG terkoreksi cukup sehat.

“Momen koreksi bisa dijadikan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi beli,” ucapnya.

Menurutnya, rilis data inflasi juga cukup menyegarkan, ditunjang masih terjadinya capital inflow hingga perdagangan berakhir.

“Hari ini potensi IHSG melakukan T-bound terlihat cukup besar dengan target resistance 5.347 untuk dapat ke luar dari fase konsolidasi, dan melanjutkan uptrend jangka pendek nya,” ujarnya.

Dalam risetnya, William juga merekomendasikan saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini adalah WTON, BWPT, PGAS, BBNI, JSMR, PTPP, WIKA, dan INDF.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Iran Bantah Terima Pesan Damai Israel

Teheran, Aktual.co — Iran membantah laporan bahwa Republik Islam itu menerima pesan dari Israel yang mengatakan Israel tak menginginkan peningkatan ketegangan dengan Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
“Iran tidak menerima pesan apapun, resmi maupun tidak resmi dari Israel,” kata Marzieh Afkham, juru bicara bagi Kementerian Luar Negeri Iran di Teheran, sebagaimana diberitakan Xinhua, Selasa (3/2).
Marziah merujuk pada laporan oleh Times of Israel pekan lalu, yang menyatakan Tel Aviv telah mengirim pesan yang melegakan kepada Teheran dan Hizbullah melalui Rusia untuk menegaskan bahwa Israel tak tertarik untuk meningkatkan konflik di wilayah tersebut.
Belum lama ini, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi kematian Jenderal Mohammad-Ali Allahdadi di dalam serangan udara yang dilaporkan dilancarkan Israel terhadap Dataran Tinggi Golan di Suriah. Serangan tersebut juga menewaskan enam anggota faksi Hizbullah di Lebanon.
Sebagai reaksi, Hizbullah pada Rabu (28/1) melancarkan serangan rudal mematikan terhadap tentara Israel di dekat perbatasan Lebanon-Israel.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain