4 April 2026
Beranda blog Halaman 39273

Perlu ada Kesepahaman Bersama Terkait Pemilu Serentak

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Institut Riset Kepemiluan (Electoral Research Institute/ERI) Ramlan Surbakti mengatakan perlunya pemahaman bersama dari para pemangku kepentingan mengenai pemilu serentak agar memudahkan proses pembuatan produk hukum terkait hal itu.
“Pemahaman pemerintah, DPR, DPD dan penyelenggara pemilu harus disamakan untuk memudahkan proses pembuatan produk hukum Pemilu Serentak 2019,” kata Ramlan Surbakti di Jakarta, Senin (2/2).
Ia mengatakan setidaknya ada dua undang-undang yang harus dibuat sebagai dasar pelaksanaan pemilu serentak, yakni Undang-Undang Pemilu Serentak Nasional dan Perubahan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah menjadi Pemilu Lokal Serentak Tingkat Provinsi.
Pemilu serentak lokal, kata dia, memerlukan jeda waktu sekitar dua atau tiga tahun setelah pemilu serentak nasional agar penyelenggaraan dua pemilu tersebut mudah dikelola.
Selain itu, ujar dia, adanya jeda waktu juga memudahkan koordinasi pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Ia juga mengusulkan sistem pemilu legislatif yang yang digunakan sebaiknya adalah sistem proporsional dengan daftar tertutup agar tercipta hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif.
ERI merekomendasikan pada pemangku kepentingan untuk memisahkan pemilu serentak nasional dan dan lokal agar meningkatkan kualitas hasil pilihan rakyat.
Dengan pemisahan pemilu serentak, perhatian pemilih tidak terpecah pada pilihan yang banyak dalam waktu yang terbatas di bilik suara.
Berdasarkan penelitian ERI, pemisahan pemilu serentak juga meningkatkan efektivitas pemerintah karena keterpilihan calon presiden dari parpol akan mempengaruhi calon anggota legislatif dari parpol tersebut sehingga menghasilkan pemerintahan yang stabil.

Artikel ini ditulis oleh:

BPBD Lebak Jamin Stok Logistik Aman untuk Setahun

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan stok logistik penanggulangan kebencanaan di daerah itu mencukupi untuk kebutuhan selama setahun.

“Kami menjamin persedian logistik tidak ada masalah dan siap membantu jika sewaktu-waktu terkena bencana banjir dan longsor, terlebih saat ini memasuki musim hujan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Senin (2/2).

Ia mengatakan, pihaknya mengutamakan penanggulangan pascabencana alam agar mereka tidak menimbulkan korban jiwa maupun kelaparan.

Selain itu juga mencegah berbagai penyakit menular akibat dampak bencana tersebut.

Karena itu, pihaknya menyiapkan persedian logistik guna menangani para korban bencana alam.

Persedian logistik untuk keperluan bencana alam berada di gudang milik BPBD Lebak, seperti beras, minyak goreng, terigu, dan air mineral.

Saat ini, jumlah beras yang ada di gudang sebanyak 20 ton dan air mineral 500 dus.

Sedangkan, mie, makanan siap saji dan sarden disimpan di toko dengan sistem sewa beli untuk mencegah kedaluarsa.

Selain itu, juga stok obat-obatan, selimut dan bantuan peralatan dapur.

Persedian logistik itu merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah, Provinsi Banten, Kepolisian, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), swasta dan BUMN.

“Persedian logistik itu nantinya disalurkan melalui relawan dan aparat kecamatan ke lokasi-lokasi bencana alam,” katanya.

Menurut dia, selama ini Kabupaten Lebak masuk daerah bencana alam karena kerapkali musim hujan menimbulkan banjir dan longsor.

Diperkirakan sebanyak 42 desa di Lebak merupakan daerah langganan banjir dan lonsgor.

Pada bencana 2014 lalu, selain merendamkan ribuan rumah dan persawahan juga mengalami kerugian cukup besar, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi lain untuk memenuhi kebutuhan logistik itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tantowi: Pak Jokowi Pasti Tegas Hadapi Masalah Bangsa

Jakarta, Aktual.co — Politikus dari Partai Golkar Tantowi Yahya menilai ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 100 hari pertama masa pemerintahannya terjadi hanya pada isu-isu tertentu.
“Pak Jokowi tegas atau tidak, itu tergantung isu. Kalau menyangkut kepentingan publik dia tegas,” kata Tantowi di Jakarta, Senin (2/2).
Tantowi mencontohkan Jokowi tegas dalam hal kepentingan publik seperti membakar dan menenggelamkan kapal asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal, serta mengeksekusi terpidana mati bandar serta pengedar narkoba.
“Jadi ketika itu menyangkut kepentingan publik, Jokowi tegas,” jelas Tantowi.
Tetapi Tantowi memandang ketegasan Jokowi itu belum terjadi ketika menyangkut kepentingan politik partai pendukungnya, terkesan menjadi tokoh yang tidak konsisten dengan janji-janjinya semasa kampanye.
“Ketika menyangkut kepentingan politik partai pendukungnya, dia menjadi tokoh yang tidak konsisten karena ada tekanan yang begitu berat yang tidak bisa diselesaikan dirinya sendiri,” papar dia.
Menurut Tantowi dalam tiga bulan pertama masa pemerintahan Jokowi, masyarakat mengharapkan mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden sesungguhnya. Namun faktanya, lanjut Tantowi, Jokowi seolah memmosisikan diri sebagai presiden bayangan, dan masyarakat pun akhirnya mengetahui siapa yang menjadi presiden sesungguhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menlu: Australia Sadar Akan Bahaya IS di Afganistan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan bahwa ada bahaya kelompok Negara Islam memperluas gerakannya hingga ke Afghanistan, meskipun terdapat sedikit bukti akan kehadiran kelompok itu di sana pada saat ini.

Julie Bishop, saat menerima tamunya dari Inggris, Menteri Luar Negeri Philip Hammond dan Menteri Pertahanan Michael Fallon, untuk pembicaraan keamanan tahunan, mengatakan bahwa dia menyadari hal itu setelah muncul “beberapa bukti hubungan” IS dengan unsur keras Taliban pada kunjungan terakhir ke Afghanistan.

“Tapi tidak ada banyak bukti bahwa ISIL (Islam Negeri Irak dan Levant) telah muncul di Afghanistan,” katanya dikutip AFP, Senin (2/2).

“Tapi ada kekhawatiran jika ISIL mengubah perhatiannya dari Irak dan Suriah ada unsur Taliban yang akan menerima ideologi brutal itu. Kami menyadari hal itu,” katanya.

Agenda pertemuan itu fokus pada Timur Tengah, termasuk menanggapi ancaman dari IS, yang juga dikenal sebagai ISIL atau Daesh, dan rekrutmen para pejuang asing.

Milisi Negara Islam, Sabtu, mengumumkan bahwa mereka telah memenggal Kenji Goto, sandera kedua Jepang yang konon dibunuh dalam seminggu.

“Kami tentu sadar akan kebutuhan untuk membendung, mengganggu, dan menurunkan hingga akhirnya mengalahkan ISIL, Daesh, di mana pun mereka berada,” kata Bishop.

“Itu sebabnya fokus kami begitu banyak ada di Irak … dan fakta bahwa ada tentakel yang menuju Afghanistan hanya menggandakan tekad kami untuk mengalahkan ISIL,” katanya.

Bishop mengatakan Australia dan Inggris sepakat bahwa “kami menghadapi pertempuran epik dengan jaringan terorisme, tidak hanya sebagai demokrasi liberal terbuka Barat tetapi sebagai bangsa”.

“Dan ancaman terorisme yang telah kami lihat dalam bentuk ISIL atau Daesh, Boko Haram dan lain-lain tidak menghormati pemerintah, tidak ada batas, tidak ada undang-undang. Mereka tidak menghargai kemanusiaan atau perilaku yang beradab,” katanya.

Hammond, yang sebelumnya mengunjungi kafe yang menjadi lokasi pengepungan mematikan di Sydney pada bulan Desember, mengatakan pembicaraan Senin berlangsung di bawah bayang-bayang pembunuhan dua sandera Jepang dan serangan milisi baru-baru ini di Paris dan di tempat lain.

“Meskipun fokus saat ini adalah pada Irak dan Suriah kami harus siap untuk melihat manifestasi dari ekstrimis Islam, kekerasan ekstremis Islam, bermunculan di seluruh tempat dan kami harus siap untuk berurusan dengan mereka di mana pun mereka muncul, di mana pun mereka menunjukkan diri mereka,” katanya.

Para menteri itu mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka sepakat untuk melanjutkan kerjasama kontra-terorisme, dan telah menandatangani nota kesepahaman tentang penggunaan fasilitas diplomatik masing-masing pada saat krisis.

Artikel ini ditulis oleh:

Tidak Hadir Sidang BG, Pakar: Itu Merugikan KPK

Jakarta, Aktual.co — Ketidakhadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang Praperadilan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang dijadikan tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut.
“Ini justru ketidakhadiran KPK bisa dianggap tidak mempertahankan kepentingannya,” ujar Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, ketika berbincang dengan Aktual.co, Senin (2/2).
Selain itu, menurut Margarito, ketidakhadiran KPK pun tak berpengaruh dalam proses Praperadilan.
“Ketidakhadiran KPK tidak mempengaruhi keputusan sidang praperadilan,” Kata dia.
Seperti kita ketahui bahwa hari ini KPK tidak menghadiri sidang praperadilan yang di ajukan komjen Budi Gunawan atas penetapannya sebagai tersangka. KPK beralasan, belum menyiapkan bahan jawaban. 
Laporan: Wisnu Jusep

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Abraham: KPK Tak Punya Niat Sok Didepan Hukum

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjamin bahwa lembaga yang dipimpinnya hanya melakukan upaya penegakkan hukum dan tidak bertindak politis terkait dengan meningkatnya ketegangan antara KPK dan Polri.
“Kami jamin apa yang kami lakukan adalah murni penegakkan hukum bukan tindakan-tindakan politik,” kata Abraham dalam konfernsi pers di gedung KPK Jakarta, Senin (2/2)
KPK dan Polri kembali tegang menyusul penetapan calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi Sumber Daya Manusia di Mabes Polri 2003-2006 pada 13 Januari 2015.
Ia juga menegaskan bahwa KPK tidak berniat untuk bertindak sok.
“KPK sama sekali tidak ada niat untuk sok dan berada di atas hukum bahkan apa yang kami lakukan saat ini adalah upaya untuk menegakkan hukum terkait penanganan kasus BG (Budi Gunawan),” tambah Abraham.
Dalam pidato pada 25 Januari 2015 lalu, Presiden Joko Widodo sempat memperingatkan dua institusi penegak hukum itu agar tidak merasa sok.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain