3 April 2026
Beranda blog Halaman 39281

“Pembubarkan Unit Staf Kepresidenan; Menuju Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Jokowi-JK”

Direktur Global Future Institute Hendrajit, Direktur Center For Budget Analysis Ucok Sky Khadafi dan Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis, saat diskusi politik yang mengambil tema “Pembubarkan Unit Staf Kepresidenan; Menuju Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Jokowi-JK” di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015). Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 190 tahun 2014 tentang Unit Staf Kepresidenan menambah ‘ruwet’ tata kelola pemerintahan karena tumpang-tindih Tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) dengan Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet & Menko Polhukam. AKTUAL/MUNZIR

Ketua DPRD Yakin Gaji PNS Naik Kinerja Meningkat

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku tak mempermasalahkan rencana emprov DKI untuk menaikkan gaji pegawainya.
Bahkan dia segendang sepenarian dengan keyakinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bahwa naiknya Tunjangan Kerja Daerah (TKD) bisa mendorong PNS lebih giat bekerja. 
“Ya bagus kan liat PNS-PNS jadi lebih rajin, itu bisa mendorong kinerjanya lebih giat lagi,” kata Pras, di DPRD DKI, Jakarta, Senin (2/2).
Politisi PDI-P itu juga yakin dengan gaji besar bisa meminimalisir korupsi di tubuh Pemprov DKI. “Kalau nanti ada yang terbukti bermasalah, atau macam-macam ya tinggal ditindak,” ujar dia. 
Namun saat dikonfirmasi mengenai adanya satu pejabat DKI yang lolos seleksi namun terindikasi korupsi, Pras enggan berkomentar.
Ketimbang mengomentari itu, dia secara diplomatis mengatakan saat ini dirinya hanya ingin fokus untuk DKI ke depan. “Kalau (kasus) yang sebelumnya, itu urusan Ferrial group (mantan Ketua DPRD periode sebelumnya),” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Masih Kumpulkan Bukti Tersangkakan Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri saat ini masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad terkait dengan kasus pertemuan dengan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan pelaporan pemalsuan dokumen.  “Memang kita masuk ke porses penyidik atas laporan dimana terlapornya adalah AS, namun demikian poroses ini masih berjalan kita masih berupaya mengumpulkan alat bukti yang sah apakah nanti bisa menetapakan AS tersangka,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Ronny F Sompie ketika dihubungi, Senin (2/2). 
Dia pun mengklaim, sejauh ini Mabes Polri masih terus nengumpulkan bukti. Dia pun membantah telah menetapkan dua pimpinan lembaga lain, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja sebagai tersangka. 
“Jadi ini masih proses, belum ada penetapan tersangka. Yang lainnya juga masih proses,” kata dia.
Dia mengatakan, Mabes Polri dalam menangani pengaduan masyarakat sangat menerapkan kehati-hatian. Hal tersebut untuk menghindari kesan kriminalisasi hukum seperti yang terjadi ketika menangkap Bambang Widjojanto.
“Sikap kehati-hatian penyidik ini kita melakukan tidak ada kesan bahwa Mabes Polri melakukan kriminalisasi, saya luruskan istilah kriminalisasi ini. Apa yang ditangani bareskrim ini bukan rekayasa. Ini merupakan perbuatan hukum pidana,” kata dia.
Dia pun memenegaskan, kasus yang saat ini diproses bukan rekayasa. Melainkan murni perbuatan pidana hukum yang dilakukan oleh ketiga pimpinan KPK itu.
“Ini siapa yang rekayasa, Mabes Polri menerima laporan dari masyarakat, mabes terima laporan dari siapapun masyarakat. Mabes tak akan memilah, siapa yang dilaporkan, siapa yang melaporkan. Kita memprosesnya tentu sesuai dengan prosedur yang ada, tak ada yang menimpang, kalau menyimpang, masyarakat tentu punya penilaian,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

ANZ: Keyakinan Konsumen Naik Tipis Pascapenaikkan BBM

Jakarta, Aktual.co — ANZ Chief Economist South Asia, ASEAN & Pacific, Glenn Maguire mengatakan keyakinan konsumen pada Januari 2015 naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya pasca kenaikan harga BBM.

“Keyakinan konsumen hanya sedikit naik di bulan ini sejak merosot di bulan Desember akibat kenaikan harga BBM ditambah lagi naiknya bunga bank,” ujar Glenn di Jakarta, Senin (2/2).

Berdasarkan survei ANZ-Roy Morgan, keyakinan konsumen Indonesia naik 2,1 poin menjadi 153,6 pada Januari 2015 dibandingkan Januari 2014 151,5 poin namun masih di bawah 156,2 yaitu rata-rata 2014.

Keyakinan konsumen selalu naik pada bulan Januari selama lima tahun berturut-turut setiap tahun sejak survei bulanan mulai diadakan tahun 2011.

Efek yang masih tersisa dari kenaikan harga BBM dapat dilihat dari turunnya jumlah orang Indonesia sebanyak 2 poin persentase (selama bulan ini) yang merasa bahwa keadaaan mereka lebih baik di Januari ini dibandingkan Januari tahun lalu dan turunnya jumlah orang Indonesia, juga sebesar 2 poin persentase, yang memperkirakan bahwa keadaan mereka akan lebih baik dalam waktu satu tahun ke depan.

“Walaupun keputusan untuk menghilangkan subsidi BBM adalah positif untuk ekonomi dan ternyata harga BBM sekarang bahkan turun, namun perubahan apapun terhadap struktur subsidi yang sudah bertahan begitu lama (dan memang secara historis perubahan dari struktur subsidi pasti berakibat kenaikan harga untuk semua keperluan) mungkin telah menimbulkan ketidak-pastian mengenai dampak jangka menengah bagi rumah tangga,” kata Glenn.

Namun demikian, kini suatu dasar telah mulai terbentuk bagi konsumsi yang konstruktif. Bersamaan dengan disinflasi yang makin kelihatan dari turunnya harga barang-barang konsumen sehari-hari, jumlah masyarakat yang percaya bahwa kini waktu yang baik untuk membeli peralatan rumah tangga utama naik 2 poin persentase ke angka 58 persen.

“(58 persen) Salah satu level tertinggi di seluruh wilayah Asia yang kami survei,” ujar Glenn.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pratikno: Sekneg Butuh Dukungan Reformasi Birokrasi

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Program prioritas Sekneg bagi pelayanan Presiden dan kenegaraan, konsistensi regulasi dan kebijakan negara, akuntabilitas pengelolaan keuangan istana dan aset negara, membutuhkan dukungan penuh reformasi birokrasi.

“Program utama yang kami prioritaskan, pertama meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan teknis dan administratif kepada Presiden,” jelas Mensesneg Pratikno saat rapat kerja (Raker) Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Program prioritas kedua,lanjut Pratikno, ialah peningkatan konsistensi regulasi dan kebijakan secara horizontal dan vertikal. Ketiga, memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset negara.
   
Untuk itu, Kemensesneg membuat program kerja 2015-2019 dan Rencana Kerja 2015 sesuai visi, misi, kebijakan, dan program Kabinet Kerja  Presiden Joko Widodo, berikut pengawalan dalam implementasinya.

Semua program prioritas dalam Rencana Strategis Kemensesneg 2014/2015-2019, menurut Pratikno, bisa dicapai bila didukung reformasi birokrasi. Reformasi dalam arti disesuaikan dengan penataan organisasi, tugas, fungsi dan SOP seturut isi Perpres 81/2010 dan Permen PAN-RB 20/2010.
      
Lebih lanjut, mensesneg menjelaskan, program peningkatan kualitas, efektifitas, dan efisiensi pelayanan teknis dan administratif presiden itu terkait dengan penjadwalan dan teknis acara kepresidenan. Yang antara lain mencakup pula  pengelolaan aset istana dan layanan teknis kenegaraan, maupun komunikasi publik presiden.
   
“Kami juga menjalankan peningkatan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam dukungan substansi kepada presiden dan pelayanan kepada masyarakat,” serunya.
   
Terkait program prioritas kedua dan ketiga, Pratikno menjelaskan, bahwa Kemensekneg memiliki tugas dan fungsi dasar memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada presiden dan wakil presiden. Terutama, “dalam menyelenggarakan kekuasaan negara,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Satpol PP dan RH Tangkap Terduga Misionaris

Banda Aceh, Aktual.co — Kelima terduga misionaris itu yakni AP (30) warga Aceh Selatan, NH (20) warga Banda Aceh, RH (22) asal Aceh Besar, CC (23) asal Simeulu, dan VV (20) asal Aceh Barat.

Informasi yang diperoleh Aktual.co menyebutkan, awalnya sekitar pukul 10.00 WIB, AP datang seorang diri masuk ke kantor DPRK Bireuen membawa beberapa buku berjudul ‘My First Encyclopedia’ yang sampulnya bergambarkan bola dunia, miniatur pesawat (antariksa), mobil (dunia kita), harimau (satwa), dan gunung meletus (planet bumi) serta gambar kartun manusia (masa lalu). Di dalam buku tersebut dilengkapi lebih dari 200 ilustrasi dan keterangan.

AP lalu menawarkan buku itu ke sejumlah pegawai negeri di kantor tersebut. Salah seorang pegawai jeli dan melihat isi buku itu berlambang salib.

Setelah itu, para pegawai tersebut melaporkan ke beberapa anggota DPRK Bireuen. Penjual buku itu pun di bawa ke ruang rapat DPRK setempat, dan dalam keterangannya AP mengaku menjual buku itu bersama temannya.

Setelah itu, anggota dewan meminta dia menghubungi rekannya agar datang ke DPRK Bireuen. Lalu satu persatu kelima sales buku tersebut dimintai keterangan oleh empat anggota dewan yaitu Yusriadi, Faisal Hasballah, Rusyidi Mukhtar dan Zulkifli.

“Pengakuan AP, buku yang diduga berisi pendangkalan aqidah itu sudah beredar di Aceh sebanyak 1.500 buah buku, 1.000 buku sudah tersebar di Banda Aceh dan 500 buku di Sigli, sedangkan di Bireuen hanya dibawah sebanyak 200 buku,” kata Yusriadi yang juga sekretaris komisi C DPRK Bireuen mengutip keterangan Adha Purnama dan kawan-kawan.

Kepala Satpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi menyebutkan pihaknya masih mendalami isi buku yang ditemukan pada lima penjual buku itu.

“Mereka kita amankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita terus dalami kasus ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain