14 April 2026
Beranda blog Halaman 39283

DPR Bersama Pemerintah Akan Perkuat Koordinasi di Bidang Polhukam

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin mengatakan pihaknya bersama seluruh institusi penegakan hukum berkomitmen untuk memperkuat koordinasi terkait Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).
Hal itu menjadi salah satu kesepakatan dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPR bersama para pimpinan fraksi dengan pemerintah, yang diwakili empat Menteri Koordinator Kabinet Kerja, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2).
“Komisi III Bidang Polhukam yaitu bagaimana Integrity, Legal System, sesama penegak hukum dalam hal situasi yang berkembang kekinian tidak terulang kembali,” ucap Aziz, usai rapat konsultasi.
Sementara itu, mengenai perkembangan persoalan antara KPK dengan Polri, pemerintah dan DPR mempercayakan sepenuhnya pada proses hukum. Pun demikian, Aziz mengharapkan, seluruh pihak juga dapat menerima apapun keputusannya dengan baik.
“Kita tunggu aja proses ini kan lagi berjalan, proses penyidikan oleh Bareskrim dan juga penyidikan di KPK, kita tunggu sampai kapan itu berjalan sebagaimana mestinya. Semua pihak diharapkan memahami dan legowo tentu dengan aturan undang-undang secara legal aspeknya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Soal Bendera, Pemerintah Akan Kaji Bersama DPRA

Banda Aceh, Aktual.co — Tarik ulur penggunaan bendera Aceh hingga kini belum menemukan titik temu. Pemerintah pusat mengembalikan persoalan bendera itu ke Pemerintah Aceh. Sebelumnya, pemerintah pusat menyatakan bendera itu mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan tidak boleh digunakan.
“Pemerintah pusat menyerahkan persoalan bendera itu ke Pemerintah Aceh. Kita akan bahas lagi dengan DPR Aceh. Karena itu kan sudah disahkan dalam qanun. Jadi, harus ada pembahasan dua pihak,” ujar Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mahyuzar kepada Aktual.co, Selasa (3/2).
Disebutkan, pihaknya segera menjadwalkan pembahasan bersama dengan DPR Aceh. Sementara itu, Ketua Panitia Legislasi DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky menyebutkan sejatinya Pemerintah Aceh membahas bersama persoalan Qanun Lambang dan Qanun Bendera Aceh tersebut.
“Dasar pemikirannya adalah kemaslahatan masyarakat Aceh. Jadi, pemerintah Aceh itu harus melibatkan DPR Aceh dalam pembahasa bendera itu,” terang Iskandar.
Iskandar menyebutkan persoalan bendera Aceh tersebut juga harus melihat aspirasi masyarakat Aceh. Sehingga, seluruh keinginan masyarakat Aceh terkait bendera bisa tertampung.
“Kita apresiasi keinginan Pemerintah Aceh untuk membahas bendera itu dengan DPR Aceh,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Aparat Amankan 600 Liter BBM Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah berhasil mengamankan sebuah mobil mengangkut 600 liter bahan bakar minyak jenis premium yang diduga tanpa dilengkapi izin yang sah.
“Mobil xenia warna putih dan ratusan liter bensin yang akan dijual ke luar daerah itu sudah kami amankan,” kata Paur Subag Humas Polres Barito Utara (Barut), Berigadir Riyanto di Muara Teweh, Selasa (3/2).
Ditangkapnya mobil yang saat itu petugas Lalu Lintas Polres Barito Utara menggelar razia pada Senin (2/2) di kawasan Jalan Simpang Tiga Bundaran Dargama Muara Teweh sekitar pukul 16.00 Wib.
Mobil mengangkut bensin illegal itu milik Zainal Abidin (33) warga Jalan A Yani Muara Teweh.
“Saat dilakukan pengecekan ternyata jiregen berisi bensin itu dibungkus mengggunakan kardus, guna mengelabui petugas seolah-olah dia membawa barang,” katanya.
Saat ditanya pelaku menjawab bahwa itu hanya bungkusan kue, tetapi polisi tidak tinggal diam. Kotak tersebut langsung dibuka ternyata semua kotak berisi dirijen BBM.
Untuk proses lebih lanjut pihaknya langsung menyerahkan ke Reskrim Polres setempat, atas perbuatan itu tersangka dijerat pasal berlapis dengan Pasal 55 subsider Pasal 53 jo Pasal 23 UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas.
“Kami juga menjerat tersangka dengan Pasal 107 jo Pasal 29 ayat 1 UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Otak Penembakan Aktifis

Surabaya, Aktual.co — Tim cobra Polda Jatim mengamankan beberapa pelaku yang diduga terlibat penembakan terhadap aktivis anti Korupsi Bangkalan, Jawa Timur.
Mereka yang diamankan adalah ketua Komisi A DPRD Bangkalan yang diduga sebagai otak penembakan tersebut. Sebagian lagi adalah seorang petani yang bertugas sebagai petunjuk suasana dan lokasi, Syaefudin alias Reza (27), warga Desa Kajian, Kecamatan Blega, Bangkalan.
Kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Awi Setiyono masih mendalami, kasus ini dan dalam waktu dekat berjanji akan mengungkap dengan cepat.
“Kita masih melakukan penyidikan. Mudah-mudahan cepat terungkap,” ujar Kombes Polisi Awi Setiyono, Selasa(3/2).
Mereka diamankan petugas kemarin malam sekitar pukul 22.00. Polisi sendiri  sampai detik ini masih mencari dua lagi pelaku penembakan yang berperan sebagai eksekutor sekaligus mencari barang bukti.
Seperti diketahui sebelumnya, Mathur Husairi (47), Direktur LSM Crisis Islam of Demoration (CIDe), ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya,  di Jalan Teuku Umar Bangkalan, 20 Januari 2014 lalu

Artikel ini ditulis oleh:

Seni Kebyar sebagai ‘Balih-balihan’ Lengkapi Kegiatan Ritual di Pura

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, pementasan seni kebyar sebagai “balih-balihan” melengkapi kegiatan ritual di tempat suci (pura) sering kali mempersembahkan sajian tari Tarunajaya.

“Salah satu kesenian klasik, namun tetap mempesona itu memiliki ekspresi estetik yang disajikan dalam gelora yang menggugah,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Selasa (3/2).

Ia mengatakan, dalam kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata sejumlah grup seni pertunjukan yang secara khusus menyuguhkan tari kreasi atau seni kebyar.

Pesta kesenian tersebut banyak yang menjadikan tari Tarunajaya sebagai nomor pamungkas yang mampu memukau penonton. Padahal tari yang dibalut dengan busana perada meriah itu mungkin sudah berkali-kali disaksikan para penonton.

Kadek Suartaya menambahkan, cikal bakal munculnya tari Tarunajaya didahului oleh hadirnya tari Kebyar Legong.

I Wayan Paraupan atau Pan Wandres, seorang seniman dari Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali Utara menciptakan sebuah tarian yang dibawakan oleh dua orang penari pada 1915.

Elemen-elemen yang dijadikan konstruksi tari yang berdurasi panjang itu merupakan kombinasi tari Baris, Jauk, dan Legong. Tari tersebut sejak awal diiringi dengan gong Kebyar, gamelan yang kini hampir dimiliki oleh setiap banjar atau desa di Bali.

I Gede Manik, bersama pasangannya, Mangku Ongka, adalah penari pertama dari tari Kebyar Legong. Pada 1925, Gede Manik menunjukkan jati dirinya sebagai seorang kreator tari.

Berorientasi dari tari Kebyar Legong yang sering dibawakannya, Gede Manik menggagas karya tari Kebyar Legong versi lain, lebih pendek durasinya namun tetap menunjukkan karakteristik tari yang dinamis.

“Tari yang bernuansa gelora taruna nan heroik yang belum diberinya nama itu–saat disaksikan pertama kali oleh Presiden Soekarno–diberi nama Tarunajaya. Manik menerima dengan bangga,” ujar Kadek Suartaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bangun Smelter di Papua Beri Nilai Tambah

Jakarta, Aktual.co — Keputusan pemerintah untuk memberikan izin pembangunan smelter PT Freeport di Gersik, Jawa Timur terus mendapatkan kritik dari parlemen.
Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto menilai. Pemerintah seakan tidak memperhitungkan jarak yang akan ditempuh dari pertambangan di Papua menuju smelter.
“Timika- Gresik bukan jarak dekat. Sementara Gresik bisa buat smeleter untuk tangani lain. Freeport harus buat smelter di mulut tambang, dan itu sudah diputuskan di mulut tambang dan di Timika,” kata Agus kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (3/2).
Ia pun berpandangan, jika smelter itu dibangun di mulut tambang, tentunya akan meningkatkan value added (nilai tambah) baik bagi Freeport maupun warga Timika dan Papua sendiri.
“Saya pernah ke Freeport dan saya tahu masalah kerusakan lingkungan. Masalah teknik lingkungan, dimana bahan sampah dari galian tambang itu, dapat dibuat bahan bangunan pasti bisa. Kalau itu dibuat pabrik bata dan semen itu bagus. Sehingga menambah value added dari Freeport itu sendiri dan value added Timika dan Papua,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain