4 April 2026
Beranda blog Halaman 39304

Awal Pekan, IHSG Dibuka Turun 12,25 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 12,25 poin atau 0,23 persen menjadi 5.277,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,09 poin (0,34 persen) ke level 908,95.

“IHSG BEI bergerak melemah seiring dengan bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas berada di area negatif,” kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (2/2).

Di sisi lain, lanjut Reza, pelaku pasar saham juga sedang mengantisipasi data ekonomi domestik yang akan dipublikasikan pada awal pekan ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jika hasil data ekonomi Indonesia diluar harapan pelaku pasar maka aksi jual pun akan berlanjut.

“Tetap cermati perubahan yang yang terjadi dan waspadai adanya potensi pelemahan lanjutan jika sentimennya masih negatif,” katanya.

Reza Priyambada memperkirakan inflasi Januari 2015 berada pada kisaran inflasi 0,92-1,15 persen. Sementara neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2014 berpeluang untuk kembali mencatatkan defisit, namun diharapkan tidak lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan bahwa berdasarkan konsensus, inflasi Januari sebesar 0,24 persen, lebih rendah dibandingkan dengan Desember yang cukup tinggi, yakni 2,46 persen. Sementara untuk neraca perdagangan Indonesia diperkirakan surplus 200 juta dolar AS.

“Mengawali pekan ini, pasar juga fokus terhadap faktor politik, dalam hal ini konflik KPK-Polri sebagai pertimbangan dalam berinvestasi,” kata Purwoko.

Ia menduga bahwa indeks BEI akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.272-5.306 poin pada awal pekan (Senin, 2/2) ini.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 137,63 poin (0,56 persen) ke 24.369,42, indeks Bursa Nikkei turun 73,76 poin (0,42 persen) ke 17.600,63, dan Straits Times menguat 20,84 poin (0,59 persen) ke posisi 3.411,51.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sore Ini, DPR Bahas Masalah Negara di Istana

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto mengatakan jika pertemuan antara pimpinan dewan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka rapat koordinasi hari ini akan tetap digelar. Rapat itu, kata Agus akan membahas sejumlah isu kekinian yang sedang terjadi.

“Setengah tiga (rapat kordinasi) di istana nanti,” ucap Agus kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (2/1).

Ia menjelaskan, sejumlah isu yang akan dirapatkan dalam pertemuan itu, diantaranya ikhwal permasalahan Polri hingga pada soal perpanjangan izin oleh pemerintah kepada Freeport Indonesia.

“Terkait dengan Polri sama terkait dengan perpanjangan MoU Freeport yang kemarin baru saja perpanjangan.

Menurut dia, rapat konsultasi dengan presiden nanti, bentuk hasil keputusan dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu, yang meminta agar pimpinan DPR melakukan pertemuan dengan presiden.

“Tentunya kita mewakili teman-teman pada paripurna ada yang menyampaikan supaya pimpinan menggelar rapat konsultasi,” tandas Wakil Ketua Umum DPP Demokrat itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pengacara BG Optimis Kliennya Menang di Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Sidang praperadilan Komjen Polisi Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara dugaan kepemulikan rekening ‘gendut’ telah digelar pada pukul 09.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Sidang perdana tersebut dipastikan tidak akan dihadiri oleh Budi Gunawan selaku penggugat. Kuasa hukum BG, Razman Arif Nasution mengaku klienya akan memantau sidang praperadilan dari rumah.
“Praperadilan, beliau tidak hadir ya. Kita kuasa hukum saja yang akan hadir. Dan kita optimis menang di praperadilan, Pak BG juga amat yakin,” kata Razman saat dikonfirmasi.
Menurut Razman, keyakinan pihaknya didasari banyak faktor yang mendukung untuk memenangkan sidang praperadilan nanti. Salah satunya adalah belum pernah diperiksanya BG sebagai tersangka atas kasus gratifikasi. Seperti yang dituduhkan lembaga anti rasuah itu.
“Ada materi dan banyak hal yang akan kita buka betapa mereka (KPK) bekerja tidak prosedural,” tambah Razman.
Dalam persidangan nanti, akan memberikan kesempatan kepada kuasa hukum BG untuk membacakan gugatan dengan nomor perkara 04/pid/prap/2015/PN Jakarta Selatan. Kedua belah pihak pun diharapkan hadir. Sebab jika tidak hadir dari salah satu pihak sidang praperadilan akan ditunda.
Sekedar informasi, KPK telah menetapkan calon tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka sehari sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR, pada Selasa (13/1). Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, penyelidikan mengenai kasus yang menjerat Jebolan Akpol tahun 1983 itu telah dilakukan sejak Juli 2014.
Bekas ajudan Megawati Soekarnoputri sewaktu menjabat sebagai presiden RI ke 5 itu, diduga melakukan tindak pidana korupsi yakni diduga menerima hadiah atau janji pada saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri periode tahun 2003-2006 dan jabatan lainnya di Kepolisian.
Atas perbuatannya, Kalemdikpol Polri itu disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b, pasal 5 ayat 2, pasal 11 atau pasal 12 B UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Indonesia Defisit, Korsel Surplus Transaksi Berjalan 2014 USD89,4 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Bank Sentral Korea (BoK) Korea Selatan (Korsel) mencatat rekor surplus transaksi berjalan selama dua tahun berturut-turut berkat menguatnya ekspor produk teknologi.

“Surplus transaksi berjalan mencapai USD89,4 miliar untuk 2014 memecahkan rekor sebelumnya USD81,1 miliar pada 2013,” menurut angka sementara dari bank sentral Korea (BoK) dikutip Aktual, Senin (2/2).

Pada Desember saja, surplus transaksi berjalan mencapai 7,2 miliar dolar AS. Transaksi berjalan di posisi hitam selama dua tahun dan 10 bulan, surplus beruntun paling lama sejak 1989. Ekspor, yang memberikan kontribusi lebih dari setengah dari ekonomi terbesar keempat Asia itu, berada di USD621,5 miliar pada 2014, naik 0,5 persen dari setahun lalu.

Impor turun 1,3 persen menjadi 528,7 miliar dolar AS, membukukan surplus tahunan 92,9 miliar dolar AS dalam transaksi barang. Ekspor semikonduktor melonjak 9,2 persen, sedangkan pengiriman perangkat teknologi termasuk telepon pintar atau smartphone dan komputer tablet naik 6,3 persen.

Pengiriman ke luar negeri produk baja dan kapal laut — ekspor utama negara itu — juga melonjak masing-masing 8,9 persen dan tujuh persen. Neraca jasa, yang meliputi pengeluaran untuk perjalanan luar negeri dan pembayaran royalti, memperlihatkan defisit kronis yang tumbuh menjadi 8,2 miliar dolar AS pada 2014 dibandingkan dengan 6,5 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Neraca pendapatan, yang meliputi upah serta laba pada investasi keuangan, mencatat surplus 10,2 miliar dolar AS berkat peningkatan dividen dan pendapatan bunga.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kadin: Tiga Permasalahan Krusial UKM Hadapi MEA

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Taqiyuddin Djabbar mengatakan hingga saat ini UKM masih sulit mengakses modal perbankan.

“Padahal perekonomian nasional Indonesia bertumpu pada sektor UKM, yang terdiri dari sekitar 56 juta pelaku UKM, dan 1,7 persennya berada di Sulsel atau sekitar 920 ribu UKM,” kata Taqiyuddin di Makassar, Senin (2/2).

Menurut dia, hingga saat ini akses permodalan masih menjadi kendala utama bagi sebagian besar UKM di seluruh Indonesia, termasuk di Sulsel. Untuk itu, perlu perhatian khusus agar UKM bisa lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan dan sumber lainnya.

“Permodalan masih menjadi kendala besar bagi UKM, kredit perbankan yang masih sulit dijangkau karena sulitnya persyaratan yang harus dipenuhi UKM seperti kelayakan usaha, angunan, serta lamanya usaha,” katanya.

Padahal kenyataan di lapangan, lanjut dia, banyak pengusaha UKM yang bisnisnya sangat “feasible”, namun tidak “bankable”, seperti usaha yang masih baru dan tidak memiliki angunan.

Dia mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memberikan kredit mikro, namun skema kreditnya memberikan bunga yang masih sangat tinggi bagi pengusaha UKM.

“Sebagai ilustrasi, untuk permodalan usaha mikro bunganya 15,5 persen, sementara usaha besar dibawah 12 persen, dan usaha menengah 14 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan, UKM adalah momentum yang sangat tepat pada 2015, terutama untuk mengahadapi pemberlakuan kerja sama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), agar pengusaha Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Dari berbagai program pemberdayaan dan mensejahterakan UKM yang dilakukan Kadin selama ini, Kadin Sulsel mencatat setidaknya tiga kendala yang menjadi permasalahan krusial UKM yakni masalah permodalan menjadi faktor yang utama. Permasalahan kedua adalah persoalan daya saing dan yang ketiga adalah permasalah proses perizinan yang masih memberatkan tumbuhnya dunia usaha. Tiga kendala tersebut harus bisa diselesaikan saat diimpelemtasikan di MEA nanti.

“Jika kita abaikan, UKM kita akan kelimpungan hadapi persaingan global nanti, makanya dukungan usaha mikro dalam menghadapi MEA harus lebih maksimal,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Awal Pekan, Rupiah Ambruk 87 Poin ke Rp12.574

Jakarta, Aktual.co —Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta awal pekan ini bergerak melemah sebesar 87 poin menjadi Rp12.574 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.487 per dolar AS.

“Laju nilai tukar Rupiah masih melanjutkan pergerakan negatifnya. Adanya pelonggaran moneter di Singapura dan India dinilai akan memicu permintaan akan mata uang save heaven, USD,” ujar Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada di Jakarta Senin (2/2).

Menurutnya, meski The Fed dalam pertemuan sebelumnya belum memberikan indikasi adanya kenaikan suku bunga, namun sikap optimisme The Fed terhadap perbaikan pereknomian AS membuat laju USD kian meningkat Rupiah berada di bawah target level support 12.520.

“Tidak banyak berpengaruhnya pertemuan The Fed terhadap penurunan USD membuat Rupiah masih menjadi korban pelemahan. Kali ini pun masih ada sentimen negatif pada laju Rupiah dapat membuat pergerakannya melanjutkan pelemahan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain