4 April 2026
Beranda blog Halaman 39305

Ratusan Polisi Jaga Ketat Sidang Praperadilan BG

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 500 anggota kepolisian menjaga ketat jalannya sidang perkara praperadilan Komjen Polisi Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Wakapolres Jakarta Selatan, M Tampubolon mengatakan, sebanyak 500 personel dikerahkan karena selain ada persidangan juga terdapat aksi demonstrasi.
“Lima ratus personil karena ada demo dari Aliansi mahasiswa dan pemuda pendukung praperadilan (Ampera),” kata M Tampubolon di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Polisi juga mengarahkan dua mobil water cannon dan dua mobil baracuda. Adapun 500 aparat kepolisian merupakan gabungan dari dari Polres Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri.
Polisi juga menerjunkan sekitar empat ekor anjing untuk mengamankan aksi demonstrasi dan jalannya sidang praperadilan colon kapolri tunggal terhadap lembaga antirasuah ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Cukai Tembakau Naik 22,23 Persen, Industri Kretek Nasional Ambruk

Jakarta, Aktual.co — Setelah memberikan dukungan 100 persen pada pemerintah terpilih, Nostalgia petani tembakau sudah saatnya untuk kembali mengkritisi kebijakan tembakau yang dilakukan pemerintah.

“Sudah saatnya menyampaikan kritik keras kepada pemeritahan ini bersama elemen masyarakat tertindas lainnya,” ujar pengamat ekonomi-Politik Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng di Jakarta, Senin (2/2).

Pemerintahan hanya menjdikan petani tembakau dan industri kretek sebagai bancakan untuk mengisi kas pemerintahan. Sementara sisi lain industri modal asing dimanjakan dan bahkan diberi fasilitas dan insentif.

Menurutnya, dalam APBNP 2015 target penerimaan cukai tembakau mencapai Rp136,12 triliun, meningkat 22.23% dibandingkan APBNP 2014. Kenaikan sangat besar ini akan mengakibatkan ambruknya industri tembakau skala kecil menengah.

“Pemerintah melanggar UU Cukai karena tidak meminta pendapat kalangan industri dalam menaikkan cukai,” tegasnya.
 
Sementara target penerimaan cukai etil alkohol hanya sebesar Rp165,5 miliar, tidak mengalami peningkatan dan penerimaan cukai dan target pendapatan minuman yang mengandung etil alkohol hanya sebesar Rp5,45 triliun (justru menurun).

“Pemerintah yang konon akan melakukan ekstensifikasi pajak dengan mengenakan cukai pada minuman bersoda dan beralkohol tenyata omong kosong belaka,” terangnya.

Padahal tantangan yang dihadapi petani tembakau dan industri kretek sangatlah berat, terkait ASEAN Economic Commmunity (AEC) pada akhir 2015 mendatang, menghapus secara menyeluruh bea masuk impor tembakau, hasil olahan tembakau dan penerapan standarisasi produk tembakau melalui rezim ASEAN.

“Jika petani tembakau dan kalangan industri kretek tidak mengakhiri nostalgia maka pemerintahan ini akan menjadikan petani tembakau dan industri kretek sebagai fosil dan memuseumkan industri yang mempekerjakan lebih 10 juta rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sidang Perdana Praperadilan Komjen Budi Digelar di PN Jaksel

Jakarta, Aktual.co — Sidang perdana praperadilan Komjen Polisi Budi Gunawan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2). 
Sidang itu pun dijaga ketat, namun anggota polisi yang berjaga tak dilengkapi sejata api (senpi), dalam mengamankan jalannya sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan tersebut.
500 personel polisi dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Mabes Polri itu pun sudah bersiaga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Tentunya tidak menggunakan senjata api, langkah tetap negosiaso dengan bertahap, tanpa peralatan senjata api,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat, di halaman PN Selatan.
Kendati Gedung PN Jakarta Selatan mulai dipadati pengunjuk rasa, namun kondisi relatif masih aman terkendali. “Masih terskendali,” kata dia.
Sidang perdana prapengadilan Komjen Pol Budi Gunawan dijaga ketat ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Mabes Polri. Mereka berjaga di luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hingga sekitar ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selain itu, ada satu water canon, dan dua baracuda. Serta puluhan motor huru hara dari tim gegana pun telah berjaga di halaman PN Jakarta Selatan. Penjagaan ini dilakukan guna mengantisipasi jika terjadi demonstrasi saat sidang berlangsung. “Kita antisipasi kalau ada unjuk rasa. Kita sudah siap,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Yuan Tiongkok Melemah 15 Poin Terhadap Dolar AS

Jakarta, Aktual.co —   Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok menyatakan bahwa nilai mata uang Tiongkok renminbi, atau yuan, melemah 15 basis poin menjadi 6,1385 terhadap dolar AS dalam tingkat paritas tengahnya pada Senin (2/2).

Di pasar valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar antar bank setiap hari kerja.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tender “Crude Oil” ISC-Pertamina Indikasikan Kepentingan Ari Soemarno

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) hingga saat ini belum juga mengungkap secara gamblang dan transparan terkait proses tender minyak mentah yang dilakukan melalui Integrated Supply Chain (ISC). Padahal proses tender itu sendiri dikabarkan telah dimulai sejak Kamis 22 Januari 2014 lalu.

Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) menyatakan, memang sejak awal telah diperkirakan jika Daniel Purba selaku Senior Vice President ISC yang baru ditunjuk beberapa waktu lalu itu tidak akan bisa memenuhi rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) untuk melakukan tender secara terbuka.

“Sejak dini memang sudah diduga saat Daniel Purba jadi VP ISC Pertamina yang tujuannya hanya menggeser Petral. Tapi tidak akan mampu memenuhi apa yang direkomendasikan Tim RKTM agar ISC melakukan tender terbuka apalagi untuk melakukan tender dengan NOC atau IOC yang ikuti aturan dari MOPS,” kata Pendiri eSPeKaPe Teddy Syamsuri kepada Aktual.co di Jakarta, Senin (2/2).

Teddy menambahkan, saat ini memang tengah terjadi tarik-menarik antar kepentingan dalam proses tender tersebut. Akan tetapi, diperkirakan pada akhirnya yang memenangkan adalah kelompok dari Ari Soemarno.

“Tarik menarik itu jelas mengemuka ketika tender tertutup ISC Pertamina terpublikasi. Tapi diujungnya diduga kelompok Ari Soemarno yang akan keluar memenangi tender tersebut. Bagaimanapun publik tahu jika Daniel Purba adalah mantan Vice President ISC Pertamina saat Ari Soemarno menjabat Dirut Pertamina,” ujarnya.

Perlu diketahui, ketika Ari Soemarno, kakak dari Menteri BUMN Rini Soemarno, menjabat sebagai Dirut Petral, Daniel Purba sendiri berperan sebagai wakil Dirut Petral. Lalu, setelah Ari Soemarno naik jabatan menjadi Dirut Pertamina, ia menarik Daniel ke ISC dimana Senior Vice President ISC saat itu adalah Sudirman Said, yang kini jadi Menteri ESDM dalam kabinet kerja Jokowi-JK. Sekaligus mengalihkan fungsi pengadaan minyak mentah dari Petral ke ISC.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekan kemarin ISC pertama kalinya melakukan teder Minyak Mentah. Tender ini dimenangkan oleh Socar dengan Minyak mentah Azeri sebanyak 2 juta barrel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria (qua iboe) sebanyak 2 juta barrel dengan harga premium USD4,40 diatas dtd brent. Padahal ada penawar dari peserta tender lain untuk minyak mentah Nigeria (qua iboe/bonny light) yang harganya premiumnya USD4,34 di atas dtd brent atau 6 sen lebih rendah. Kerugian pertamina dalam tender pertama tersebut diperkirakan minimum USD120 ribu masuk kantong Daniel Purba atau Ari Soemarno.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Diperiksa Lagi, ‘Si Ngeri-ngeri Sedap’ Siap Ditahan KPK

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam statusnya sebagai tersangka kasus suap pembehasan APBNP Kementerian ESDM tahun 2011-2012.
Sutan yang tiba pukul 10.00 WIB itu mengaku siap ditahan, jika penyidik lembaga tersebut melakukan penahanan terhadapnya.
“Diperiksa sebagai tersangka lagi, pemeriksaan lanjutan. Iya (siap ditahan),” kata Sutan di KPK, Senin (2/2).
Mengenakan jaket biru, bekas Ketua Komisi VII DPR itu pun lantas memasuki lobi gedung KPK. Sambil tersenyum Sutan pun kembali mengaku siap bila langsung ditahan usai menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka. 
Ini merupakan pemeriksaan kelima Sutan Bathoegana sebagai tersangka. Pada empat pemeriksaan sebelumnya, Sutan belum ditahan.
Pihak KPK mengkonfirmasi bahwa berkas penyidikan Sutan sudah mencapai 80 persen lebih. Sehingga, besar kemungkinan Sutan hari ini akan langsung ditahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain