5 April 2026
Beranda blog Halaman 39315

Pimpinan KPK Bukan Nabi/Malaikat

Seorang pejalan kaki menyeberang menggunakan jembatan penyebrangan orang (JPO) yang dipasang spanduk bertuliskan “Pimpinan KPK Bukan Nabi/ Malaikat di JPO Jalan Salemba, Jakarta, Minggu (1/2/2015). Seruan lewat spanduk semacam ini banyak tersebar di sudut ibukota. AKTUAL/MUNZIR

Ribuan Tenaga Honorer di Sumut Belum Terdaftar BPJS

Medan, Aktual.co — Diperkirakan sekitar ribuan tenaga honorer di Sumatera Utara belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hal tersebut terungkap dalam keterangan pers Ombudsman RI Perwakilan Sumut yang diterima Aktual.co, Minggu (1/1).

“Kita heran pada pemerintah kenapa tidak mendaftarkan tenaga honorernya di BPJS. Padahal Undang-Undang mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia jadi peserta BPJS,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar.

Dikatakannya, terungkapnya kasus itu, setelah pihaknya menggelar rapat bersama Kepala Departemen Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Sumut Sri Yulizar Pohan akhir pekan lalu.

Dimana dalam pertemuan itu, terungkap bahwa saat ini belum ada Instansi pemerintah di Sumut yang mendaftarkan tenaga honorernya menjadi peserta di BPJS, kecuali tenaga honorer Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Penyebabnya, disebutkan dikarenakan persyaratan menjadi peserta BPJS bagi tenaga honorer yaitu 2 persen dari gaji pokok dan tunjangan tetap, tidak dapat dipenuhi. Sebagai contoh, gaji tenaga honorer di Pemko Medan tidak mencapai UMK.

“Padahal, kalau menurut BPJS, sebenarnya hal ini dapat dilakukan kalau ada surat jaminan  dari Dinsosnaker,” kata Abyadi.

Abyadi menegaskan, terkait kasus tersebut, pihaknya akan mempertanyakan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam memberi jaminan kesehatan pada tenaga honorer.

“Pemerintah mengimbau perusahaan mendaftarkan karyawanya di BPJS, tapi dia sendiri tidak. Kalau memang tidak sanggup memberi jaminan kesehatan sesuai UU, jangan terima honorer. Jangan diterima tapi dianiaya,” kesalnya menegaskan.

Selain soal honorer, Ombudsman juga mempertanyakan kesimpangsiuran status kepesertaan penyapu jalan di Dinas Kebersihan Kota Medan.

Sebabnya, dari laporan yang diterima Ombudsman, para penyapu jalan di Dinas Kebersihan Medan honornya dipotong untuk membayar iuran BPJS. Namun, menurut Yulizar, tidak ada penyapu jalan menjadi peserta BPJS.

“Untuk kasus ini, kita akan panggil Dinas Kebersihan Medan pekan ini untuk mempertanyakannya,” tandasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Soal Anggaran DKI, Ini Tanggapan Uchok Atas Pernyataan Ahok

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik anggaran, Uchok Sky Khadafi membalas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok). Uchok menyebut Ahok tidak paham tentang anggaran DKI Jakarta sebenarnya. Sekaranya, ia ‘menyerang’ Ahok.

“Yang nggak negerti tentang silpa (sisa dana anggaran) itu, si Ahok. Nggak sampai otak dia untuk menghitung silpa,” cetus Uchok, kepada Aktual.co, Minggu (1/2).

Uchok menilai, penyerapan anggaran Jakarta itu sangat rendah. Otomatis, sisa anggaran tersebut tinggi.

“Tapi, dalam RAPAPBD atau APBD yang sudah disahkan, silpa yang tercatat kecil banget ya. Ini artinya, atau saya mau bilang, ada silpa yang disembunyikan di depan mata publik,” tegas Uchok.

Sehingga, Uchok meminta penegak hukum untuk berani menelusuri dugaan penyalahgunaan tersebut.

“Dan aparat hukum wajib untuk memanggil Bos Ahok agar diperiksa atas dugaan hilang silpa ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahok menyebut analisis Uchok tentang silpa tahun 2014 yang tak masuk di 2015 sebagai ‘kebodohan’.

“Itu orang otaknya nggak sampai, suruh baca baik-baik,” begitu kata Ahok saat dimintai konfirmasi beberapa hari lalu.

Namun demikian, Uchok menganggap banyak anggaran di APBD yang perlu dibongkar, karena diduga terdapat korupsi. Salah satu yang menurutnya perlu disoroti adalah terkait jumlah sisa anggaran.

Di 2014, APBD DKI sebesar Rp72,9 triliun, tapi baru terealisasi 40 persen saja. Tapi, di APBD 2015 yang baru disahkan, sisa anggaran (2014) hanya sebesar Rp8,9 triliun.

Padahal kalau berdasar perhitungan secara kasar, jika penyerapan hanya 40 persen dari Rp72,9 triliun, berarti silpa-nya adalah sekitar Rp28 triliun.

Dan, bukan Rp8,9 triliun. Uchok juga menyesalkan, mengapa DPRD tidak membongkar sisa anggaran sebesar Rp19,1 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Lebat, Sejumlah Jalanan Ibukota Tergenang Air

Pengendara sepeda motor melintasi genangan air di Jalan Matraman, Jakarta, Minggu (1/2/2015). Hujan deras yang melanda Ibu Kota sejak pagi hari menyebabkan sejumlah jalan protokol terendam banjir. AKTUAL/MUNZIR

‘The Jak Mania’ Siap Tertibkan Anggota yang Rusuh

Jakarta, Aktual.co — Rusuh antar suporter sepakbola tampaknya masih akan ‘membayangi’ kompetisi Indonesian Super League (ISL) yang rencananya digelar pada bulan Februari mendatang. Bukan barang baru, jika pertandingan sepakbola antarklub di Indonesia identik dengan rusuh antar suporter.

Untuk mengatasi hal itu, Suporter Persija Jakarta, ‘Jak Mania’ tengah mendorong adanya edukasi bagi suporter klub. Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum ‘Jak Mania’, Richard Achmad Supriyanto.

“Selama ini kita lebih memberikan bahwa aturan main, perizinan terkait membawa sajam dan lain-lain inikan fakta hukumnya belum pernah kita edukasikan,” beber Richard dalam acara diskusi Aktual Forum dengan tema “Mau Dibawa Kemana Sepakbola Indonesia?, di Warung Komando, Jakarta, Minggu (1/2).

Richard menjelaskan, bahwa setiap Persija akan bertanding, ‘Jak Mania’ akan melakukan rapat koordinasi antar internal, bersama dengan pihak keamanan seperti Kepolisian dan panitia penyelenggara pertandingan.

Kata Richard, hal itu sebagai bentuk bertanggungjawaban ‘Jak Mania’ untuk membantu agar pertandingan berjalan aman tanpa gesekan.

Lalu bagaimana kalau suporter ‘Jak Mania’ terbukti melanggar?

Nampaknya, Richard sudah menyiapkan hukumannya. “Misalnya pelakunya siapa, itu kalau dia punya kartu anggota kita cabut, kita larang dia nonton, kalau perlu kita sanksi  Korwil-nya atau sekalian kita stop tiket mereka untuk nonton,” bebernya.

“Kalau sudah pelanggaran hukum, kita lepas sesuai hukum yang berlaku,” sambungnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Karya Tari Tarunajaya Dimata Pengamat Seni Budaya Bali

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, tari Tarunajaya sebuah karya tari unggulan yang mempesona senantiasa dipentaskan hinggga sekarang.

“Cipta tari yang cikal bakalnya menguak dari Bali Utara itu ekspresi estetik yang disajikan dan gelora optimistik yang dipancarkan hingga kini masih menggugah,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Minggu (1/2).

Jenis tarian tradisional Bali yang begitu enerjik dengan dukungan tatabuhan gamelan yang gegap membuncah itu hingga sekarang sangat masih memasyarakat, karena generasi muda Bali sangat mencintainya.

“Bahkan Presiden Soekarno sangat mengagumi totalitas dan vitalitas sajian tari ciptaan I Gede Manik dari Desa Jagaraga, Buleleng, dengan sebutan Tarunajaya, taruna yang digjaya,” katanya.

Tari yang lazim dibawakan wanita itu sebelum Indonesia kemerdekaan berhasil menembus selera estetik masyarakat Bali hingga kini masih konsisten menunjukkan energisitasnya di tengah kompleksitas kehidupan.

“Tarunajaya dapat dipandang sebagai representasi dari konsistensi semangat pemuda Bali dalam rona artistik,” tutur Kadek Suartaya.

Ia menilai, betapa dinamisnya ungkapan estetik pada tari yang dibalut dengan busana ornamentik, betapa berbinarnya semangat pantang menyerah yang terasa dalam tampilan gerak, mimik dan ayunan lincah iringan gamelan.

Dibandingkan dengan tari sezamannya, Tarunajaya masih menunjukkan kedigjayaannya. Kini diusianya lebih dari setengah abad, tari Tarunajaya tetap monumental.

Di sekolah dan institut seni dan sanggar-sanggar seni, tari tersebut diteruskan dari generasi ke generasi. Energisitas tari juga tak bosan-bosan ditampilkan dalam lomba-lomba tari Bali.

“Yang mengagumkan, daya pesonanya di tengah masyarakat tak pernah redup, tetap berbinar-binar,” tutur Kadek Suartaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain