12 April 2026
Beranda blog Halaman 39319

Komisi X Tolak Usulan Ahok Tunjuk JK Sebagai Ketua Panitia AG 2018

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam mengatakan, dirinya tidak setuju jika Wapres diusulkan menjadi Ketua Panitia multi even terbesar se-Asia itu.

“Saya tidak setuju jika Pak JK menjadi Ketua Panitia (AG),” kata Ridwan kepada Aktual.co ditulis Senin (2/2).

Dijelaskan politisi Partai Golkar ini, dirinya tidak setuju karena, JK sudah memiliki banyak pekerjaan negara.

“Biarkan Pak JK mengurus negara, jangan dicampuri dengan urusan Asian Games,” tegasnya.

Sebelumnya, Ahok sempat melontarkan usulan kepada Presiden Joko Widodo, untuk mengangkat JK sebagai Ketua Panitia AG 2018.

“Saya bilang ke Pak Jokowi supaya mencari sosok ketua panitia yang berpengalaman, kira-kira yang seperti Pak Jusuf Kalla itu (Wakil Presiden RI),” ujar Ahok, disela-sela kunjungan Jokowi di Pusat Layanan Kesehatan yang terletak di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat sore, (16/1).

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Minta Pemprov DKI Evaluasi Pejabat Terindikasi Korupsi

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI diminta segera mengevaluasi seleksi 6.506 pegawai negeri yang telah dilantik 2 Januari lalu. Lantaran ada salah satu pejabat DKI yang dikabarkan terindikasi korupsi tapi lolos dalam seleksi.
“Harus dilakukan evaluasi, terlepas sudah terlanjur dilantik atau belum,” kata Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad, di DPRD DKI, Senin (2/2).
Politisi PPP ini berpendapat evaluasi perlu dilakukan sebagai bentuk komitmen Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memberantas korupsi di jajarannya. “Karena itu kita minta evaluasi,” ujar dia. 
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Benjamin Bukit didesak mundur oleh massa Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI).
Dia diduga terlibat korupsi pengadaan jasa penagihan kewajiban pengembang Rumah Susun Sederhana Kebutuhan Pemprov DKI tahun 2007. 
Koordinator aksi SPRI Vincentius, mengatakan status tersangka Benjamin ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta berdasarkan surat panggilan tersangka SP-1165/o.1.5/Fd.1/08/2010.
“Perintah penyidikan Benjamin Bukit atas kasus ini berdasar Surat Penyidikan Kepala Kejati DKI Jakarta Nomor : Prin-1538/o.1/Fd.1/05/2010 tertanggal 24 Mei 2010 yang ditandatangani Asisten Pidana Khusus, Yoseph Nur Edy.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri LHK Sepakat Rampungkan Kebijakan RTRW

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama sejumlah pihak terkait, sepakat merampungkan kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sejak lama bermasalah. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Fosil Misterius Ditemukan di Tiongkok, Spesies Manusia Primitif Tertua?

Jakarta, Aktual.co — Para ilmuwan menemukan spesies baru manusia primitif?  Ya, dua tim peneliti bertanya serta menganalisis fosil misterius yang ditemukan di wilayah Tiongkok dan Taiwan.

Fosil-fosil nampaknya tidak sesuai dengan spesies hominin pada umumnya- yang dikenal dengan manusia modern- Homo Erectus atau Neanderthal. Sebaliknya, fosil tersebut merupakan hasil dari kawin silang antara spesies yang populer, atau bahkan mungkin berasal dari spesies manusia yang tidak dikenal.

“Secara klasik, segala sesuatu yang pernah dihuni di wilayah Asia sebelum kedatangan manusia modern telah diklasifikasikan ke dalam takson (Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan cirri, red) tunggal: Homo Erectus,” terang Dr. María Martinon-Torres, Antropolog gigi dari National Research Center on Human Evolution (CENIEH) Spanyol dan peneliti yang terlibat dalam salah satu studi, kepada The HuffingtonPost dalam surat elektronik-nya.

“Namun, sekarang kita melihat bahwa struktur mungkin telah dimasukkan ke dalam hal-hal yang sama dengan jenis yang berbeda. Mungkin waktu yang merevisi hal tersebut.”

Bersumber pada penelitian, Martinon-Torres dan rekan-rekannya menganalisis sembilan gigi dari empat orang, yang ditemukan di sebuah gua di situs Xujiayao Utara Tiongkok pada tahun 1976 silam. Gigi yang tanggal yang berasal 60.000 sampai 120.000 tahun, dibandingkan dengan lebih dari 5.000 sampel gigi diambil dari berbagai spesies hominin.

Para peneliti melihat susunan gigi, seperti alur dan katup, ukuran mahkota dan akar syaraf serta posisi mereka mirip terhadap satu sama lain, demikian BBC melaporkan.

Lalu, apa yang ditemukan para peneliti?. Sembilan gigi bersama beberapa susunan yang terisolasi dengan Neanderthal, mereka tidak cocok seutuhnya dengan salah satu sampel termasuk dalam studi tersebut

“Apa yang kita lihat merupakan kelompok tidak dikenal bagi kami,” kata Martinon-Torres, seperti dikutip dari BBC.
“Ini bukan berasal dari Homo Sapiens dan Homo Neanderthalensis. Mereka memiliki perpaduan yang sangat primitif, yang saat ini tidak diketahui. Kita tidak bisa berpendapat lebih jauh untuk mengatakan itu adalah spesies baru karena kita perlu membandingkannya dengan hal-hal lain.”

Studi tersebut sudah dipublikasikan pada edisi Februari dalam American Journal of Physical Anthropology.

Misterius dan fosil tak dikenal

Sebuah studi terpisah yang diterbitkan pada pekan ini mengisyaratkan kemungkinan spesies manusia primitif baru yang mungkin telah tinggal di zaman prasejarah Asia. Tim peneliti dari Jepang, Taiwan dan Australia meneliti lebih teliti tentang rahang kanan dari hominin yang ditemukan di saluran kapal selam Penghu di lepas pantai barat Taiwan. Fosil yang dijuluki Penghu 1, berasal dari 10.000 hingga 190.000 tahun.

Ketika fosil tersebut dibandingkan dengan sampel dari berbagai spesies hominin, termasuk Neanderthal, dan Homo Sapiens Homo Habilis, tidak benar-benar cocok dengan salah satu dari mereka. Temuan penelitian ini dipublikasikan secara online dalam Nature Communications Journal pada 27 Januari 2015.

Meski belum tentu fosil itu merupakan spesies baru, peneliti melukis gambar baru yang radikal tentang evolusi manusia di Asia, kata para peneliti. Ilmuwan menyarankan bahwa sebelum manusia modern tiba di Asia sekitar 50.000 sampai 40.000 tahun yang lalu, sebuah kelompok yang jauh lebih beragam hominin purba tinggal di sana ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.

“Kita perlu bagian tulang lainnya untuk mengevaluasi tingkat keunikannya,” beber rekan penulis studi Dr Yousuke Kaifu, Paleoantropolog Museum Nasional Jepang Alam dan Sains di Tokyo, mengatakan kepada Live Science.

“Pertanyaan spesies dapat secara khusus dibahas setelah tahapan-tahapan penelitian.”

Artikel ini ditulis oleh:

Patrice Rio: Percuma Ajukan PK Bagi Terpidana Mati Narkoba

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Patrice Rio Capella mengatakan bahwa pengajuan peninjauan kembali (PK) yang dilakukan oleh terpidana mati adalah hal percuma dan sia-sia saja. Sebab, PK yang diajukan tidak serta merta menghalangsi proses eksekusi putusan pengadilan yang telah inkrah.

“Kalau memang sudah menganggap Indonesia bukan tempat transit tapi produsen atau sasaran narkoba, saya pikir tidak ada alasan untuk menegakan hukuman mati. Diajukan PK pun percuma, karena kejahatanya luar biasa,” kata Rio kepada wartawan, di Nusantara II DPR RI, Senayan, Senin (2/2).

Oleh karena itu, sambung Rio, instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana mati, menjadi langkah tetap dan tegas dalam penegakan hukum Indonesia.

Ia pun mengatakan, presiden tidak perlu khawatir dengan penegakan hukum terhadap kejahatan luar biasa yang menuai kecamanan, terutama dari negara sahabat.

“Jokowi sebagai presiden telah tegakkan hukum di negeri kita, penegakan hukum itu tidak memandang dia WNI (warga negara Indonesia) atau bukan. Sama ketika mereka (negara lain) melakukan penegakan hukum,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polres Banjarmasin Sita Ribuan Obat Daftar G Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin menyita ribuan obat daftar G ilegal dan kepemilikan terhadap obat bebas terbatas itu.
“Obat dafar G itu disita dari seorang tersangka yang berada di wilayah kota ini karena sebelumnya pelaku sudah menjadi target operasi,” kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Wahyono di Banjarmasin, Senin (2/2).
Dia mengatakan, obat daftar G yang disita dari seorang tersangka berinisial JK warga Banjarmasin Selatan itu setelah dilakukan pemeriksaan tidak dapat menunjukkan izin edarnya.
Akibat tidak memiliki izin itu maka obat daftar G ilegal yang berjumlah sebanyak 5.124 butir merk Zenit dilakukan penyitaan dan pelakunya ditetapkan sebagai tersangka.
Untuk menjerat pelaku kepemilikan obat daftar G ilegal itu polisi menjerat JK dengan pasal 198 dan pasal 197 Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesahatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Awilzan Sik di Banjarmasin, juga mengatakan saat ini peredaran obat daftar G cukup marak di Banjarmasin sehingga satuannya akan melakukan penangkapan terhadap pelakunya.
Bukan itu saja, anggota Satuan Narkoba di samping melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba juga melakukan penyelidikan terhadap para pelaku penjual obat daftar G tersebut.
“Setiap pelaku penjual obat daftar G ilegal itu akan kami berikan sanksi tegas karena UU terhadap kasus tersebut cukup jelas,” tuturnya pada saat gelar kasus narkotika dan obat-obatan terlarang itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain