6 April 2026
Beranda blog Halaman 39325

Kakak Beradik Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Jakarta, Aktual.co — Tim Opsnal Unit II Sat Resnarkoba Polresta Jambi berhasil meringkus adik kakak pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap secara bersamaan saat sedang mengantar barang haram tersebut.
“Keduanya adalah Roy Ndraha (27) sang kakak, dan Sony Ndraha (23). adik yang keduanya adalah warga Kasang, Kecamatan Jambi Timur,” kata Kasubag Humas Polresta Jambi, AKP Sri Kurniati di Jambi, Minggu (1/2).
Keduanya diringkus saat mengantar narkoba jenis sabu-sabu kepada pemesannya di kawasan Taman Rimba, Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan, pada pukul 22.00 WIB.
Sri mengatakan, kedua pelaku ditangkap setelah anggota tim Opsnal Unit II mendapat informasi bahwa di seputaran taman Rimba Pall Merah Jambi akan ada transaksi narkoba.
Berbekal informasi itulah, anggota melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua pelaku.
“Kedua pelaku ditangkap setelah mereka dihentikan anggota saat melintas dengan sepeda motor Yamaha Vega R BH 4093 MP dan awalnya tersangka Roy sempat melakukan perlawanan saat dihentikan anggota, saat dilakukan penggeledahan tersangka kelihatan oleh anggota membuang bungkusan kecil, yang akhirnya diketahui satu paket narkoba jenis sabu.”
Selain mengamankan dua tersangka pihak Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti sepeda motor yang digunakan tersangka dan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu.
Kemudian ditemukan dua unit handphone milik tersangka yaitu merek Blackberry dan Lexus, juga disita anggota.
Dari pengakuan kedua tersangka di Mapolresta yang merupakan kakak adik itu akan mengantar pesanan narkotika jenis sabu-sabu kepada pemesan di kawasan Taman Rimba, namun, belum sempat pesanan itu diantar, keduanya tertangkap tim Opsnal Unit II Sat Resnarkoba.
Anggota Satnarkoba Polresta Jambi masih memburu kakak tertua dari kedua pelaku yang juga sebagai pemasok sabu-sabu itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketum The Jak Mania: Saya Ingin Sepakbola Indonesia Bersih

Jakarta, Aktual.co — Polemik masalah liga di Indonesia saat ini menuai banyak pertanyaan dari masyarakat pecinta bola, dimulai dari adanya konspirasi di tubuh PSSI hingga pengaturan yang dilakukan mafia.
Ketua Umum The Jak Mania Richard Achmad Supriyanto mengatakan bahwa sepak bola Indonesia harus bersih dari konspirasi dan mafia.
“Saya ingin sepak bola di Indonesia bersih,” ujarnya, pada diskusi Aktual Forum, di warung komando, Jl. Saharjo No.1, Jakarta, Minggu (1/2).
Menurutnya, saat ini persepakbolaan Indonesia masih identik dengan konspirasi dan mafia sepak bola yang belum teratasi. “Mafia dan konspirasi masih belum selesai,” ucap Ricard.
Permasalahan tersebut dapat dilihat dari penyaringan klub sepak bola pada liga. Misalnya, ada Klub besar yang harusnya degradasi namun tetap masuk pada divisi liga utama, padahal klub tersebut tidak mampu sehingga menjadi masalah publik.
“Kalau memang sudah tidak mampu maka turun saja ke degradasi, jadi ini kan tidak jadi masalah publik.”

Artikel ini ditulis oleh:

Redam Kerusuhan Suporter, Jak Mania Usulkan Edukasi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum The Jak Mania Richard Achmad Supriyanto mengatakan, suporter sepak bola harus diberi edukasi agar kekerasan antar suporter bisa diredam.
“Saat ini kami sudah mengajukan edukasi kepada PSSI,” kata Richard, pada diskusi Aktual Forum, di warung Komando, Jl. Saharjo No. 1, Jakarta, Minggu (1/2).
Menurut Richard, edukasi suporter harus dilakukan dari sejak dini sehingga hal-hal demikian bisa diminimalisir.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Tim 9, Gatot Dewo Broto mengatakan bahwa dirinya juga setuju dengan adanya edukasi.
Suporter memang tidak boleh damai, karena fanatisme suporter harus ada. Namun suporter harus tahu hak dan kewajiban tidak boleh saling menghancurkan dan berbuat anarkis.
“Saya setuju suporter tidak boleh damai, fanatisme suporter harus ada, namun harus tahu hak dan kewajiban jangan desdruktif,” kata Gatot.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi X DPR: Perkelahian Antar Suporter Tanggung Jawab Kepolisian

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Komisi X DPR RI Ridwan Hisam mengatakan kisruh antar suporter yang terjadi diluar lapangan, seharusnya merupakan tanggung jawab pihak kepolisian.
“Yang bertanggung jawab di luar itu biasanya Polisi, tapi biayanya sampai Rp500 juta untuk keamanan,” ujar Ridwan, dalam diskusi Aktual Forum, di Warung Komando Jakarta, Minggu (1/2).
Pihak DPR dan Kemenpora tidak memiliki dana untuk menyewa keamanan tersebut. Selain itu, polisi tidak seharusnya meminta biaya sebesar itu karena polisi sudah diberikan anggaran oleh negara untuk mengamankan hal tersebut.
“Kalau ini ya penyelenggara ngga bisa dapat keuntungan. Tapi Rp500 juta itu kalau ditanya ke Polisinya memang sudah aturannya Kepolisian. Harusnya Polisi ngga begitu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dugaan Konspirasi Pemain ‘Hitam’, Ini Kata Exco PSSI

Jakarta, Aktual.co — Executive Commite PSSI, Djamal Aziz tidak menampik ikhwal adanya dugaan konspirasi yang dilakukan oleh pemain asing berkulit hitam dalam mencari keuntungan.
“Terkait dengan pernyataan Pak Richard (Ketum Jak Mania), yang mengatakan pemain asing item-item itu, berantem ditengah lapangan, tetapi di luar lapangan dia berkelompok. Kita sudah mensinyalir itu, dan kita sudah tau,” ucap Djamal dalam diskusi Forum Aktual, di Warung Komando, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
Pihaknya sudah menerapkan kebijakan dalam mengantisipasi konspirasi yang diduga dilakukan pemain asing. Yakni, membatasi pemain asing di liga super untuk pemain asing.
“Sekarang dipangkas hanya 3 saja. Dan saya akan membuat peraturan setelah kongres yang lebih ketat, dimana setiap pemain asing yang tidak tunduk dan patuh terhadap peraturan persepakbolaan kita, menghantam wasit atau menjadi provokator kita akan memberikan skorsing dan akan kita pulangkan ke negaranya,” kata Djamal.
“Karena dia tidak membantu untuk meningkatan kualitas tetapi dia jadi provokator para pemain kita,”tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pemprov Sumut Bangun Irigasi

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai melakukan pembangunan dan perbaikan irigasi untuk mendukung tercapainya target swasembada pangan nasional pada tahun 2017.
“Pembangunan dan perbaikan irigasi sudah dimulai di beberapa daerah seperti Serdang Bedagai, Deliserdang dan Langkat yang memang merupakan salah satu sentra produksi padi di Sumut,”kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem, di Medan, Minggu (1/2).
Di Serdang Bedagai, perbaikan irigasi antara lain akan dilakukan di Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu.
Perbaikan dan pembangunan irigasi dinilai salah satu cara terpenting untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman padi Sumut. Apalagi, persentase kerusakan irigasi Sumut setiap tahunnya masih cukup tinggi.
“Selain irigasi, Pemprov Sumut meningkatkan kualitas benih untuk ditanam petani dan menjaga kelancaran penerimaan pupuk ke petani,”katanya.
Roem menambahkan, untuk mendukung swasembada pangan nasional, pada tahun ini produksi padi ditargetkan sebesar 4.155.590 ton gabah kering giling, dari 2014 yitu sebanyak 3.604.602 ton.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut, Dinsyah Sitompul, mengakui, tahun ini pihaknya berupaya mempertahankan irigasi dengan kondisi bagus atau mantap sebesar 66,5 persen.
Upaya mempertahankan jaringan irigasi bagus itu untuk mengejar kondisi irigasi mantap sebesar 90 atau 95 persen pada tahun 2018.
Menurut dia, dalam upaya mengejar target itu, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti membangun dan meningkatkan irigasi di kabupaten/kota. Alasannya, sebagian besar irigasi di Sumut berada di wilayah pemerintah kota/kabupaten

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain