7 April 2026
Beranda blog Halaman 39329

Komisi X DPR: Perkelahian Antar Suporter Tanggung Jawab Kepolisian

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Komisi X DPR RI Ridwan Hisam mengatakan kisruh antar suporter yang terjadi diluar lapangan, seharusnya merupakan tanggung jawab pihak kepolisian.
“Yang bertanggung jawab di luar itu biasanya Polisi, tapi biayanya sampai Rp500 juta untuk keamanan,” ujar Ridwan, dalam diskusi Aktual Forum, di Warung Komando Jakarta, Minggu (1/2).
Pihak DPR dan Kemenpora tidak memiliki dana untuk menyewa keamanan tersebut. Selain itu, polisi tidak seharusnya meminta biaya sebesar itu karena polisi sudah diberikan anggaran oleh negara untuk mengamankan hal tersebut.
“Kalau ini ya penyelenggara ngga bisa dapat keuntungan. Tapi Rp500 juta itu kalau ditanya ke Polisinya memang sudah aturannya Kepolisian. Harusnya Polisi ngga begitu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dugaan Konspirasi Pemain ‘Hitam’, Ini Kata Exco PSSI

Jakarta, Aktual.co — Executive Commite PSSI, Djamal Aziz tidak menampik ikhwal adanya dugaan konspirasi yang dilakukan oleh pemain asing berkulit hitam dalam mencari keuntungan.
“Terkait dengan pernyataan Pak Richard (Ketum Jak Mania), yang mengatakan pemain asing item-item itu, berantem ditengah lapangan, tetapi di luar lapangan dia berkelompok. Kita sudah mensinyalir itu, dan kita sudah tau,” ucap Djamal dalam diskusi Forum Aktual, di Warung Komando, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
Pihaknya sudah menerapkan kebijakan dalam mengantisipasi konspirasi yang diduga dilakukan pemain asing. Yakni, membatasi pemain asing di liga super untuk pemain asing.
“Sekarang dipangkas hanya 3 saja. Dan saya akan membuat peraturan setelah kongres yang lebih ketat, dimana setiap pemain asing yang tidak tunduk dan patuh terhadap peraturan persepakbolaan kita, menghantam wasit atau menjadi provokator kita akan memberikan skorsing dan akan kita pulangkan ke negaranya,” kata Djamal.
“Karena dia tidak membantu untuk meningkatan kualitas tetapi dia jadi provokator para pemain kita,”tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pemprov Sumut Bangun Irigasi

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai melakukan pembangunan dan perbaikan irigasi untuk mendukung tercapainya target swasembada pangan nasional pada tahun 2017.
“Pembangunan dan perbaikan irigasi sudah dimulai di beberapa daerah seperti Serdang Bedagai, Deliserdang dan Langkat yang memang merupakan salah satu sentra produksi padi di Sumut,”kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem, di Medan, Minggu (1/2).
Di Serdang Bedagai, perbaikan irigasi antara lain akan dilakukan di Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu.
Perbaikan dan pembangunan irigasi dinilai salah satu cara terpenting untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman padi Sumut. Apalagi, persentase kerusakan irigasi Sumut setiap tahunnya masih cukup tinggi.
“Selain irigasi, Pemprov Sumut meningkatkan kualitas benih untuk ditanam petani dan menjaga kelancaran penerimaan pupuk ke petani,”katanya.
Roem menambahkan, untuk mendukung swasembada pangan nasional, pada tahun ini produksi padi ditargetkan sebesar 4.155.590 ton gabah kering giling, dari 2014 yitu sebanyak 3.604.602 ton.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut, Dinsyah Sitompul, mengakui, tahun ini pihaknya berupaya mempertahankan irigasi dengan kondisi bagus atau mantap sebesar 66,5 persen.
Upaya mempertahankan jaringan irigasi bagus itu untuk mengejar kondisi irigasi mantap sebesar 90 atau 95 persen pada tahun 2018.
Menurut dia, dalam upaya mengejar target itu, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti membangun dan meningkatkan irigasi di kabupaten/kota. Alasannya, sebagian besar irigasi di Sumut berada di wilayah pemerintah kota/kabupaten

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Ada Stadion, Nasib Klub Ibu Kota

Jakarta, Aktual.co — Menyandang predikat klub ibu kota tak lantas  membuat Persija Jakarta mendapat fasilitas super. Justru, klub berjuluk Macan Kemayoran itu kini kesulitan mencari kandang (stadion) tempat bermain.
Miris, begitulah kata kelompok suporter Persija, The Jak Mania. Ketua Umum Jakmania, Richard Achmad Supriyanto sampai saat ini masih menyesali ‘lepasnya’ stadion Lebak Bulus dengan alih pembangunan.
“Kenapa Lebak Bulus digusur untuk MRT, padahal ini proyek belum jelas,” kata Richard, dalam diskusi Aktual Forum, di Warung Komando, Jakarta, Minggu (1/2).
Dia menambahkan, kabar terakhir yang didengar Pemprov DKI Jakarta malah ingin menghentikan proyek tersebut. Sementara, Persija tetap tak punya home base (stadion kandang). Rencana pemindahan stadion Lebak Bulus ke Taman BMW pun belum terealisasi.
“Saya ke BMW katanya peletakan batu pertama, tapi ternyata baru (ganti) plang nama,” kata dia.
Izin menggelar pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), stadion nasional yang berada di Jakarta, juga tak memihak Persija. Richard menuding pemakaian Stadion GBK lebih banyak untuk acara hura-hura.
“GBK masih dibawah Setneg, lebih baik dilepas dibawah kementerian. Karena saya lihat pemanfaatan GBK tidak bijak, seperti untuk acara-acara konser,” ujarnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, pihaknya mengancam akan melakukan demo besar-besaran bersama The Jak Mania agar pemerintah memberikan perhatian pada Persija, klub kebanggaan ibukota.

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI Pertanyakan Realisasi Sport Industry

Jakarta, Aktual.co — Executive Commite PSSI, Djamal Aziz mengkiritisi adanya wancana sepakbola di Indonesia menjadi sport industry.
Pasalnya, untuk mencapai hal tersebut, dalam pelaksanaannya selalu dipersulit oleh pihak tertentu seperti ketika keinginan PSSI membuat Piala Presiden.
“Di DPR minta sebagai sport industri, bentuknya bagaimana mau jadi sepakbola industri?untuk memakai lapangan saja tidak boleh oleh pihak keamanan dan tidak diijinkan,”  kata Djamal dalam diskusi Aktual Forum, di Warung Komando, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
Sewaktu PSSI ingin menyelenggarakan Piala Presiden, begitu sulit untuk mendapatkan izin menggunakan Stadion Gelora Bung Karno yang berada di Ibu Kota, dengan alasan ancaman keamanan.
“Bagaimana mau berhayal sport indusatri, untuk menjalankan piala presiden saja tidak boleh menggunakan lapangan, padahal event ini seharusnya dilakukan di ibu kota.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tim 9 Berhati-hati Berikan Rekomendasi Pengganti Stadion Lebak Bulus

Jakarta, Aktual.co — Anggota tim 9, Gatot Dewobroto mengatakan, tim berhati-hati dalam memberikan rekomendasi soal rencana pembangunan stadion di taman BMW, karena taman BMW masih tersangkut masalah hukum.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta, menganulir pergantian stadion lebak bulus di Pesanggrahan, kemudian mengalihkan pengganti stadion yang dijadikan depo MRT itu ke taman BWM.
“Kami hati-hati sekali dalam memberikan rekomendasi, ada masalah hukum di taman BMW,” ujar Gatot, pada diskusi Aktual Forum, di warung Komando, Jakarta, Minggu (1/2).
Prasarana dan insfratruktur olahraga sepak bola di ibu kota masih menjadi polemik di Kemenpora terkait penggantian stadion lebak bulus yang saat ini akan dijadikan depo MRT oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gatot menambahkan, bahwasannya tim 9 sudah mendatangi KPK untuk meminta konfirmasi tentang masalah taman BMW. “Kami sudah datangi KPK untuk mengetahui sejauh mana kasus tersebut,” kata Gatot.
Tim 9 meminta verifikasi terkait permasalahan penggantian stadion lebak bulus tersebut kepada PSSI, BPK, BPKP dan pihak terkait lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain