9 April 2026
Beranda blog Halaman 39330

“Aspek Hukum Pengajuan Praperadilan Budi Gunawan”

Mantan Wamen Menkum HAM Deny Indrayana dan Mantan Jampidsus Ramelan, saat diskusi seputar “Aspek Hukum Pengajuan Praperadilan oleh Komjen Pol Budi Gunawan, TSK Korupsi” di Jakarta, Minggu (1/2/2015). Denny Indrayana menilai praperadilan yang diajukan Komjen Pol Budi Gunawan merupakan bentuk perlawanan. AKTUAL/MUNZIR

Makam Menteri Kesultanan Aceh Segera Dipugar

Banda Aceh, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banda Aceh segera memugar kompleks makam kuno di Desa Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Fadhil saat mengikuti kegiatan gotong-royong membersihkan makam tersebut bersama Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA), Minggu (1/2)
 
Selama ini, komplek makam tersebut tidak terurus. Sebagian nisan patah dan jatuh ke tanah.

“MAPESA kemudian melakukan napak tilas dan mengetahui, salah satu makam adalah tempat dikuburnya Menteri Seri Udahna, petinggi Kerajaan Aceh semasa Sultan Alauddin Riayat Syah, putra Sultan Ali Mughayat Syah, pertengahan abad ke-16,” ujar Fadhil.
 
Ditambahkan, pihaknya telah berbicara dengan kepala desa dan sekretaris desa, Iskandar yang kebetulan pemilik tanah di mana makam itu berada.

“Mereka sangat mendukung pemugaran dilakukan. Bahkan mengharapkan ada penelusuran sejarah keberadaan Menteri tersebut,” terang Fadhil.
 
Pemugaran komplek makam tersebut akan segera dibahas lebih lanjut dengan aparatur desa setempat. Penulisan sejarahnya juga akan dilakukan dengan harapan, sejarah tidak menjadi dongeng di kemudian hari dan dapat menjadi objek wisata sejarah.

“Kami apresiasi MAPESA dan masyarakat lainnya yang mau peduli,” terang Fadhil.

Artikel ini ditulis oleh:

PPP DIY Dukung Djan Faridz sebagai Ketum

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung hasil Muktamar ke-VIII PPP di Jakarta pada November lalu yang menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum partai berlambang Kabah tersebut.

“Ya hasil itu (Muktamar) yang akan kami dukung,” kata Ketua DPW PPP DIY Sukri Fadholi usai menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-42 di Gedung Gapensi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/2).

Menurut dia, pertimbangan DPW PPP mengambil langkah ini, di antaranya berpegang pada aturan dasar/aturan rumah tangga (AD/ART) partai, apalagi mahkamah partai maupun majelis syariah menyatakan Muktamar PPP di Surabaya tidak sah.

“Nilai-nilai konstitusi partai yang kami pegang, kami berpegang teguh pada AD/ART partai,” katanya.

Karena itu, kata Sukri, DPW PPP DIY tidak mendukung kubu Suryadharma Ali maupun Romahurmuzy, sikap ini ditunjukkan dengan ketidakhadiran jajaran DPW PPP DIY pada Muktamar PPP di Surabaya yang memutuskan Romahurmuzy sebagai ketum.

Menurut dia, meski di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ada dualisme kepengurusan, namun seluruh DPC PPP se-DIY sepakat dengan langkah yang ditempuh DPW ini. Bahkan di akar rumput partai ini dipastikan tidak ada indikasi perpecahan.

Sebagai salah satu ketua DPW, Sukri berharap segera tercipta suasana kondusif di internal PPP, sehingga kedua kubu yang sedang berseteru untuk merebut kekuasaan di jajaran struktur DPP PPP diharapkan segera melakukan islah untuk menghindari perpecahan.

“Ini (perseteruan) masih ditangani di pengadilan tata usaha negara (PTUN), jadi proses hukum tetap berjalan, akan tetapi islah juga harus tetap dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PPP Bantul Maming Triyono mengatakan semua anggota partai di daerah satu suara, mendukung apapun yang dibawa DPW PPP, sehingga harapannya ada islah antar kedua pihak yang berseteru untuk menghindari perpecahan.

“Kami harap elit partai PPP melakukan islah, dan pesan islah dari DPC ini akan disampaikan ke DPP melalui DPW DIY. Dan kami tetap teguh pendirian mematuhi kebijakan DPW,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penemuan Baru Teleskop Kepler: Ada Peradaban Kehidupan Berteknologi Maju di Alam Semesta?

Jakarta, Aktual.co — Sejak diluncurkan oleh NASA pada 2009 lalu, teleskop luar angkasa Kepler, telah mengindentifikasi lebih dari 1.000 eksoplanet (Planet di luar Tata Surya kita) dan 4.200 calon Eksoplanet.
 
Seperti yang baru ini ditemukan oleh teleskop tersebut yaitu Tata Surya terdiri dari lima Planet seukuran Bumi (Planet berbatu) mengelilingi sebuah bintang yang disebut “Kepler 444 “,- yang jaraknya diperkirakan 11,2 miliar tahun – umurnya dua kali lebih tua dari Matahari.

HuffingtonPost melaporkan, bahwa Dr. Tiago Campante , seorang peneliti dari University of Birmingham dan salah satu astronom yang membantu riset penelitian tersebut, berhasil menemukan sistem Tata Surya baru , dalam sebuah pernyataan tertulis.

Peneliti mengklaim, sudah menemukan Planet seukuran Bumi telah terbentuk di sekitar Alam Semesta sekitar 13,8 miliar tahun, kemungkinan memberikan pengetahuan bagi keberadaan kehidupan kuno di Galaksi.

Campante bersama timnya mendeteksi ada sistem bintang kuno dengan melihat data yang dikumpulkan oleh Kepler selama empat tahun .

Ilmuwan menggunakan teknik yang disebut ‘Asteroseismology’, di mana perubahan kecil dalam kecerahan bintang menunjukkan massa, usia dan diameter.

Tim peneliti mendeteksi lima planet dengan menggunakan ‘sistem fotometri’, mengamati Bintang redup, dimana Planet melintasi orbitnya.

Lima planet dalam orbit di sekitar area “Kepler – 444” , yang berada dalam ‘zona Goldilocks’ , wilayah ruang di sekitar bintang, namun syaangnya, tidak terlalu mendukung untuk ditempati di Planet tersebut, kemungkinan ada tanda-tanda kehidupan karena terdapat air di dalamnya.

Campante mengatakan, meskipun Kepler – 444 tidak dapat ditinggali, namun ada kemungkinan keberadaan sistem Tata Surya kuno lainnya di luar sana.

“Planet yang sama namun usianya lebih tua, memang bisa menopang kehidupan, yang memiliki peradaban berteknologi maju relatif bermilyaran tahun dari masa kita,” ungkap Campate.

Ilmuwan lainnya, yang tidak terlibat dalam penelitian itu memiliki keraguan terhadap penemuan Compante bersama timnya.

Sementara itu, William Borucki , ilmuwan ruang angkasa dari Ames Research Center NASA di Moffett Field , California, AS, menjelaskan, bahwa Planet-planet yang jauh lebih tua dari Bumi memiliki harapan yang lebih tinggi memiliki kehidupan dari Planet yang baru terbentuk, walaupun keberadaannya masih belum bisa dipastikan.

“Penemuan Kepler – 444 adalah sangat penting, tetapi ada atau tidak adanya kehidupan akan tetap menjadi misteri sampai teknologi manusia maju ke titik bahwa kita bisa mendapatkan jawaban yang pasti,” kata Borucki.

Selain itu, Dr. Seth Shostak , Astronom senior dan Direktur Center untuk SETI Research in Mountain View, California, berharap penemuan ini akan membantu kemungkinan adanya kehidupan asing (ET). Peneliti juga mencari tempat tinggal makhluk luar angkasa (Alien).

“Hasil dari penelitian ternyata Alam Semesta usianya lebih tua dari yang kita bayangkan. Dan Planet rata-rata berusia miliaran tahun lebih tua dari Planet kita sendiri,” kata  Dr. Seth Shostak.

Ia berhipotesa, dibutuhkan waktu 4 miliar tahun bagi makhluk hidup berevolusi di Bumi, menjadi kompleks. Dan, ini merupakan sinyal yang bisa memberikan informasi kepada ilmuwan, bahwa ada makhluk lain selain manusia di luar sana.

Sebuah makalah yang menjelaskan penemuan tersebut sudah dipublikasikan dalam Astrophysical Journal .

Artikel ini ditulis oleh:

NU Ajak Masyarakat untuk Perangi Narkoba

Jakarta, Aktual.co —  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba, karena benda terlarang itu merusak masyarakat dan mengancam masa depan generasi muda.

“Kepolisian harus tegas dalam pemberantasan narkoba. Kami sangat prihatin karena penyalahgunaan narkoba di sini cukup tinggi,” kata Ketua PCNU Kotawaringin Timur, HM Thamrin Noor, di Sampit, Minggu (1/2).

Thamrin yang dipercaya kembali untuk memimpin organisasi kemasyarakatan dan keagamaan itu menyampaikan hal itu di sela pengukuhan pengurus PCNU Kotawaringin Timur periode 2013-2018.

Pria yang pernah menjadi Wakil Bupati Kotawaringin Timur itu menyoroti secara serius peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

“Banyaknya kasus yang berhasil diungkap dan ditangani kepolisian, mengindikasikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kota ini cukup tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus ikut peduli karena kini narkoba telah meracuni masyarakat tanpa memandang perbedaan usia, kelompok ekonomi maupun perbedaan lainnya.

“Masyarakat harus turut berperan aktif agar Kotim tidak dijadikan daerah empuk peredaran narkoba,” kata pria yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sampit itu.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk membantu penegak hukum memerangi dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

“Ini untuk kepentingan kita semua. Kalau generasi kita menggunakan narkoba maka masa depan mereka bisa terancam. Itu artinya masa depan daerah dan bangsa ini juga akan terpengaruh. Gerakan Pemuda Ansor dan seluruh warga NU harus membantu memberantas narkoba,” tegas Thamrin.

Untuk diketahui, data Polres Kotawaringin Timur mencatat kasus narkoba yang ditangani pada 2014 naik 20 persen dibandingkan dengan tahun 2013, yakni dari 53 kasus naik menjadi 70 kasus.

Artikel ini ditulis oleh:

DKP NTT Musnahkan 12 Ton Ikan Berformalin

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memusnahkan 12 ton ikan yang mengandung formalin, dengan cara dikubur.

“Kita lakukan pemusanahan dengan menguburkan ikan tersebut, agar tidak lagi menimbulkan bau busuk,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Abraham Maulaka saat pelaksanaan pemusanahan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kota Kupang, Minggu (1/2).

Dia mengatakan, kendati pemusanahan dilakukan namun penyelidikan dan penelusuran pemilik ikan dan cara serta pola para pihak pelaku melakukan aktivitas menyimpang tersebut terus dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur serta dibantu oleh penyidik Polda NTT.

“Semua hal yang berkaitan dengan sumber ikan, pemilik ikan dan segala bentuk dan cara perilaku buruk ini, sedang dalam penyelidikan dan penelusuran PPNS dan penyidik Polda NTT,” kata Abraham.

Mantan Bupati Alor itu mengaku akan juga memberikan tindakan hukum kepada para oknum yang terlibat dalam perilaku menyimpang ini, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Penegakan hukum akan tetap diberlakukan menanti hasil pemeriksaan,” katanya.

Terkait pengawasan, Abraham mengatakan terus dilakukan, bahkan akan semakin diperketat, agar ikan yang akan diperdagangkan kepada masyarakat, tetap laik untuk dikonsumsi.

“Kita sekarang terus melakukan uji laboratorium terhadap setiap kapal ikan yang masuk bersandar di PPI,” katanya.

Ikan seberat 12 ton berjenis tembang itu diamankan aparat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (TPI) Oeba, karena mengandung formalin pada Kamis (29/1) lalu saat hendak melakukan bongkar muat untuk selanjutnya disalurkan kepada para pedagangan.

Selain 12 ton tersebut, petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur juga telah mengamankan lima ton ikan dengan jenis sama mengandung formalin pada Senin (26/1) lalu.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, terbukti sejumlah ikan itu mengandung kadar formalin 0,44 ppm.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain