10 April 2026
Beranda blog Halaman 39338

REI Dukung Program Pemerintah Sediakan Rumah bagi Buruh

Jakarta, Aktual.co — Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah mendukung langkah Pemerintah menyediakan rumah bagi para buruh perusahaan dengan pendapatan setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Dengan upah yang setara dengan UMK artinya mereka butuh rumah sederhana dengan cicilan yang tidak terlalu besar, ini bisa disiasati dengan pembangunan rumah susun sederhana,” kata Ketua REI Jateng MR Prijanto di Semarang, Minggu (1/2).

Menurutnya, pembangunan rumah susun sederhana untuk buruh tersebut masuk ke dalam program Pemerintah yaitu pembangunan sejuta rumah yang diharapkan bisa terealisasi pada tahun ini.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak target yang diterima oleh Jawa Tengah pada program tersebut.

“Pada dasarnya kami mendukung apa yang menjadi program Pemerintah, sehingga kami juga berharap target yang dibebankan kepada kami bisa terpenuhi,” katanya.

Sesuai dengan ketentuan, lahan bagi perumahan buruh ini akan disediakan oleh Pemerintah setempat, sehingga dalam hal ini pengembang hanya cukup membangun rumah tanpa harus dipusingkan oleh pembebasan lahan.

“Mengenai lahan yang disediakan oleh Pemerintah ini bisa saja Pemerintah daerah setempat membeli lahan yang cukup luas atau cukup menggunakan aset yang mereka miliki,” katanya.

Sementara itu, untuk status rumah susun tersebut bisa menerapkan rumah susun sewa maupun milik. Menurutnya, yang paling penting adalah lokasi dari komplek rumah susun tersebut berada dekat dengan tempat mereka bekerja.

“Untuk di daerah Semarang bisa berdekatan dengan sejumlah kawasan industri dan pelabuhan. Tujuannya adalah agar bisa menghemat biaya transportasi yang harus dikeluarkan oleh para buruh,” katanya.

Mengenai sistem kredit yang diterapkan, para buruh bisa membayar sesuai dengan kemampuan baik itu sistem mingguan, maupun bulanan.

Artikel ini ditulis oleh:

Masyarakat Diimbau Waspadai Petir

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan deras disertai petir dan angin kencang yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
“Waspadai ancaman petir, saat mendung atau mulai hujan hendaknya tidak berada di tempat terbuka,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (1/2).
Dia menjelaskan, pada Sabtu (31/5) sambaran petir telah mengakibatkan jatuhnya korban. Di Tasikmalaya, Jawa Barat, lima orang petani tersambar petir saat berteduh di gubug sawah yang mengakibatkan dua orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, seorang petani tersambar petir ketika baru saja meninggalkan sawahnya. Sedangkan di Perairan Tanjung Bumi Bangkalan, Sampang, Jawa Timur, sebanyak dua orang menderita luka bakar akibat sambaran petir.
“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada, seiring dengan meningkatnya hujan, maka awan-awan Cumulonimbus melimpah ketersediaannya di atmosfer. Sel-sel awan ini dapat tumbuh besar yang dapat menghasilkan hujan deras disertai dengan petir dan angin kencang,” katanya.
Saat mendung, kata dia, jangan berada di tempat terbuka seperti di sawah, lapangan, pantai, atau tempat-tempat terbuka yang tidak ada penangkal petir.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaga Kualitas Komunikasi, Presiden Diminta Tunjuk Jubir

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai Presiden Joko Widodo lebih tepat menunjuk seorang juru bicara untuk menjaga kualitas komunikasinya di hadapan publik.
“Presiden seharusnya menunjuk juru bicara agar kualitas komunikasi di hadapan publik, khususnya komunikasi publik terjaga,” ujarnya, di Surabaya, Minggu (1/2).
Menurut dia, komunikasi yang berkualitas salah satunya adalah adanya pengumpulan fakta dan informasi awal dan tidak terlalu menunjukkan kelebihan.
Selama ini pihaknya melihat cara komunikasi politik yang dilakukan presiden terlalu aktraktif dan over, dikhawatirkan berdampak pada tingginya ekspektasi publik terhadap Joko Widodo.
Ia mencontohkan, gaya blusukan presiden yang dianggapnya sebagai salah satu bentuk ‘over atraktif’ dan rawan menjadi bumerang jika tidak terkelola dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Seribu Bakiak untuk Masjid

Seorang anggota komunitas menata sandal bakiak yang akan di distribusikan di Masjid Cheng Ho, jalan Gading, Surabaya, Minggu (1/2/2015). Komunitas Wirausaha Muslim meluncurkan program 1000 Bakiak untuk masjid, untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Banjir Melanda Tiga Desa di NTB

Jakarta, Aktual.co — Tiga desa yang terletak di dua kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, sejak Sabtu (31/1) petang dilanda banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bima melalui anggotanya, I Wayan Lanang mengatakan wilayah yang terendam banjir itu dua desa di Kecamatan Bolo dan satu desa di Kecamatan Madapangga.
“Ada tiga desa yang dilanda banjir, yaitu Desa Leu dan Jala yang terletak di Kecamatan Bolo, serta Desa Monggo di Kecamatan Madapangga,” katanya, Minggu (1/2).
Menurut dia, kondisi desa yang terparah akibat banjir terjadi di Desa jala, Kecamatan Bolo. Ketinggian air di wilayah tersebut hampir satu meter.
“Saat kami turun ke lapangan, ketinggian air di Desa Jala hampir satu meter. Lingkungan persawahan dan tambak warga terendam air akibat banjir,” ucapnya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena Desa Jala terletak di wilayah yang berdekatan dengan bibir pantai. 
BPBD Kabupaten Bima turun ke lapangan pada Sabtu (31/1) mlaam, sekitar pukul 21.00 WITA. “Kami turun ke lapangan sekitar tiga jam setelah terjadinya banjir bersama sejumlah pejabat instansi terkait,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tuntut KPK – Polri Berdamai

Ratusan wanita yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Indonesia Bersatu melakukan aksi simpatik Save Polri ketika hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, Minggu (1/2/2015). Aksi tersebut meminta agar dua lembaga KPK dan Polri berdamai dan mendukung kesatuan NKRI. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Berita Lain