6 April 2026
Beranda blog Halaman 39349

Indonesia Kecam Serangan di Mesir

Jakarta, Aktual.co —Serangkaian serangan yang terjadi di Mesir menyebabkan 29 orang tewas, pada Kamis (29/1). Indonesia mengecam serangan yang terjadi. “Indonesia kecam serangkaian serangan keji yang dilancarkan kelompok militan di El Arish, Provinsi Sinai Utara, Mesir yang menyebabkan 29 korban tewas dari pihak militer dan warga sipil, serta sejumlah lainnya luka-luka,” pernyataan Kementerian Luar Negeri, Jumat (30/1). “Pemerintah Indonesia menyampaikan simpati yang mendalam kepada Pemerintah Mesir dan keluarga korban serta berharap perlindungan terhadap warga sipil dapat dipastikan,” lanjut pernyataan itu. Kemlu memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan tersebut. Saat ini Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dan memantau dari dekat kondisi di Mesir melalui KBRI Kairo. WNI dihimbau untuk terus waspada dan berhati-hati serta selalu menjalin komunikasi dengan KBRI Kairo, melalui Nugroho Aribimo (nomor telepon +201024636090). Serangan yang terjadi di Sinai itu diklaim dilakukan oleh kelompok militan Islamic State (ISIS). Pemerintah Mesir sendiri menilai serangan ini terjadi karena keberhasilan militer melakukan tekanan terhadap kelompok militan

APPI Minta PSSI Tegas Kepada Pemain dan Klub

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), meminta PSSI tidak hanya tegas kepada pemain, tetapi juga harus tegas terhadap klub yang belum menyelesaikan kewajibannya seperti halnya pembayaran gaji.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Hukum APPI, Jannes Silitonga pada Diskusi Bulanan APPI di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (30/1). Pada diskusi ini juga dihadiri oleh anggota Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto.

“Memberi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama seumur hidup terlihat sangat mudah. Seperti kasus Pieter Romaropen yang akhirnya direvisi. Seharusnya ada pembinaan bukan langsung divonis,” kata Jannes Silitonga.

Menurut dia, pemberian sanksi kepada pemain yang melakukan kesalatan merupakan wewenang dari PSSI maupun PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi. Hanya saja, semuanya harus disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.

Selama ini, hukuman maksimal baru menyentuh ke jajaran pemain. Khusus untuk klub, sanksi tegas belum begitu terlihat, meski PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) mencoret klub Persiwa dan Persik Kediri dari kasta tertinggi kompetisi Indonesia.

Namun, ketegasan PT Liga Indonesia saat ini masih diuji karena sedikitnya ada tiga klub yang belum menyelesaikan kewajibannya musim lalu yaitu Persija, Persebaya dan PSM. Bahkan, Liga terus memberikan waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi berbeda dihadapi oleh pemain yang langsung mendapatkan sanksi.

“Kami tidak menoleransi pemain yang mengkhianati profesinya. Tetapi semuanya harus di tempat yang tepat. Harus ada hukuman dalam bentuk pendidikan,” kata Wakil Presiden APPI, Bambang Pamungkas.

Pria yang saat ini kembali memperkuat tim Persija Jakarta itu mengatakan, secara umum PSSI maupun PT Liga Indonesia mulai menunjukkan perkembangan terutama dalam menetapkan peserta kompetisi tertinggi di Tanah Air. Verifikasi dua aspek yaitu keuangan dan infrastruktur mulai dijalankan.

“Kami mendukung keputusan PT Liga Indonesia mencoret dua tim (Persiwa dan Persik). Ini adalah sebuah kemajuan. Semoga ini menjadi efek jera bagi tim yang bermasalah,” kata mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Pemain yang akrab dipanggil Bepe itu menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu ketegasan lain dari PSSI maupun PT Liga Indonesia terhadap klub. Apalagi, kompetisi tertinggi di Tanah Air akan segera digulirkan.

Sesuai dengan aturan yang ada, tim yang belum menyelesaikan kewajibannya terutama kepada pemain musim lalu akan terancam dengan pembatasan penggunaan pemain asing, pembatasan pendaftaran pemain hingga tidak bisa turun di kompetisi ISL.

Artikel ini ditulis oleh:

Raja Salman Rombak Kabinet

Riyadh, Aktual.co —Raja baru Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran, sepekan setelah ia naik takhta. Ia mengganti kepala intelijen, kepala Dewan Keamanan Nasional, gubernur Mekkah, gubernur Riyadh, dan beberapa pejabat agama senior.
Sementara beberapa pejabat tetap di kabinet, di antaranya Menteri Perminyakan Ali al-Naimi, Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal, dan Menteri Keuangan Ibrahim al-Assaf. Raja Salman-yang merupakan saudara tiri mendiang Raja Abdullah-juga memberikan bonus gaji dua bulan kepada seluruh pegawai negeri Saudi dan personel militer. Pensiunan dan siswa juga menerima bonus yang sama.
“Kepada rakyat, kalian pantas mendapatkan lebih dari ini, dan apa pun yang saya lakukan tak akan bisa memenuhi apa yang layak kalian dapatkan,” kata Raja Salman dalam akun Twitter miliknya, seperti dilansir BBC, Jumat, 30 Januari 2015. Perombakan kabinet itu diumumkan dalam 30 keputusan kerajaan pada hari Jumat, 30 Januari 2015. (Baca juga: Arab Saudi Melarang Adopsi Yatim Piatu Suriah)
Kantor berita Arab Saudi melaporkan, Raja Salman mencopot Kepala Intelijen Pangeran Khalid bin Bandar bin Abdul Aziz al-Saud dari jabatannya. Posisi itu digantikan oleh Jenderal Khalid bin Ali bin Abdullah al-Humaidan dalam kabinet yang baru.
Keponakan mendiang raja, Pangeran Bandar bin Sultan, juga dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional sekaligus penasihat raja. Begitu pula dengan dua putra Raja Abdullah, Pangeran Mishaal, yang merupakan Gubernur Mekkah, dan Pangeran Turki yang memimpin Kota Riyadh. Putra lain mendiang Raja Abdullah, Pangeran Miteb, dipertahankan pada posisinya sebagai Menteri Garda Nasional. (Baca juga: Arab Saudi Menggugat Charlie Hebdo)
Beberapa jam setelah Raja Abdullah meninggal pada 23 Januari lalu, Raja Salman langsung menunjuk anaknya sendiri, Pangeran Mohammed bin Salman sebagai Menteri Pertahanan. Ia juga menunjuk saudara tiri Raja Abdullah, Muqrin, sebagai putra mahkota baru, dan Menteri Dalam Negeri Pangeran Mohammed bin Nayef didapuk sebagai wakil putra mahkota.

Bus Sumbangan Tahir Dilarang Beroperasi, Ahok Kesal

Jakarta, Aktual.co —Lima bus merek Mercedes Benz sumbangan Tahir Foundation untuk Pemprov DKI, dilarang beroperasi di Jakarta. 
Alasannya, berat bus dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Di mana dalam PP itu disebut berat sebuah bus harus di atas 24 ton. Sedangkan berat bus sumbangan itu hanya 18 ton.‎Larangan itu pun membuat geram Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kekesalannya terutama ditujukan ke Direktur Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Djoko Sasono. Ahok menganggap aturan di PP itu justru menghambat upaya DKI untuk menambah angkutan massal.
“Misalnya, contoh dia (Djoko) katakan sebenarnya bus itu enggak boleh pakai chasis truk. Saya tanya Kopami, Kopaja pakai chasis truk bukan? Iya. Itu kan soal keamanan dan kenyamanan,” ujar dia, usai bertemu Dirjen Kemenhub di Balai Kota DKI, Jumat (30/1).‎Menurut Ahok, kalau mau menyesuaikan PP, maka semua truk semen di Jakarta tidak ada yang sesuai peraturan itu. Begitu pula dengan truk kontainer. “Kalau gitu kita penggal semua, kan yang penting katanya keselamatan. Makanya jangan aneh-aneh dong (Kemenhub),” ucap dia kesal.
Ahok juga mempermasalahkan pernyataan Djoko yang menyebut alasan pelarangan bus sumbangan itu lantaran spesifiksinya tidak sesuai. “Masa Mercedes Benz bikin enggak sesuai spesifikasinya, terus yang Weichai itu sesuai spesifikasinya?” ucapnya heran. 
Adapun Weichai adalah bus TransJakarta yang selama ini identik dengan bus karat dan suka mogok.
Diketahui, Desember lalu, Tahir Foundation yang merupakan yayasan amal milik bos Mayapada Group Dato Sri Tahir, menyumbang lima bus tingkat pada Pemprov DKI. Penyerahan dilakukan di Monas, pada 10 Desember 2014. Saat penyerahan, Tahir menyebut bus tingkat warna kuning yang mampu angkut 80 penumpang itu per unitnya seharga Rp3,5 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Manajemen Persija Siapkan Opsi Stadion Lain untuk Pertandingan Kandang

Jakarta, Aktual.co — Manajemen Persija Jakarta, sudah mempersiapkan opsi stadion yang akan digunakan apabila skuad Macan Kemayoran tidak bisa memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk pertandingan kandang.

Presiden Persija, Ferry Paulus mengatakan, ada tiga stadion yang dipersiapkan sebagai opsi. Tiga stadion itu diantaranya Stadion Patriot, Bekasi, Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Maguwoharjo, Sleman.

“Opsi itu yang kami siapkan, selain meminta menggeser jadwal pertandingan ke PT Liga Indonesia. Kami mencari stadion pengganti, di antaranya Stadion Patriot, Manahan, dan Maguwoharjo. Dua opsi itu kami tempuh,” jelas Ferry Paulus, di Jakarta, Jumat (30/1).

Ferry mengakui berdasarkan informasi dari Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Persija setidaknya akan kesulitan memakai SUGBK untuk tiga pertandingan kandang.

Hal ini karena, beberapa jadwal pertandingan kandang Persija, berbenturan dengan acara yang digelar di stadion tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

RD: Pemain Tidak Masalah Persija Tak Main di GBK

Jakarta, Aktual.co — Pada musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 ini, Persija Jakarta dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), untuk menjamu lawan-lawannya.

Tidak bisanya klub berjuluk Macan Kemayoran itu menggunakan stadion berkapasitas 80 ribu kursi itu, karena pihak pengelola memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakan stadion tersebut.

Dari data yang dikeluarkan pihak Persija, ada sebanyak sembilan pertandingan kandang yang seharusnya digelar di GBK, terpaksa harus dipindah tempat.

Pelatih Persija, Rahmad Darmawan mengungkapkan, anak asuhnya tidak mempermasalahkan adanya wacana Persija memainkan laga kandang di luar Jakarta.

“Pemain sama sekali tidak terganggu. Saya beruntung memiliki pemain-pemain yang fokus,” kata pelatih yang biasa disapa RD itu di Jakarta, Jumat (30/1).

Meski begitu, mantan pelatih Persebaya Surabaya ini mengaku, banyak kerugian yang akan dialami timnya jika memang hal itu terjadi.

“Mulai dari dukungan, pola permainan kami dengan main di kandang. Biasanya kami hapal iklim di kandang, tapi tiba-tiba harus adaptasi lagi. Begitu juga dari segi finansial,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam laga kandang itu, Persija akan menjamu Persib Bandung yang akan menjadi pertandingan big macth, yang juga berpotensi mendatangkan banyak penonton ke stadion.

Selain itu, Persija juga akan menjamu Arema Cronus yang juga berpotensi bangku stadion penuh terisi.

Tidak bisanya Persija menggunakan Stadion GBK, karena pengelola memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggelar konser musik.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain