6 April 2026
Beranda blog Halaman 39348

Terpidana Mati “Bali Nine” Ajukan PK

Denpasar, Aktual.co — Dua terpidana mati asal Australia yang tergabung dalam ‘Bali Nine’, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya. Sebelumnya, grasi keduanya ditolak Presiden Joko Widodo.

Pedaftaran PK Myuran dan Andrew dilakukan di Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Jumat (30/1). Tak seperti biasanya, Panitera Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang datang ke lapas terbesar di Bali itu untuk menerima pimpinan geng kelompok ‘Bali Nine’ tersebut.

Kuasa hukum keduanya, Todung Mulya Lubis menuturkan, meskipun grasi keduanya telah ditolak Jokowi, namun Andrew dan Myuran memiliki hak untuk mengajukan PK. Pengajuan PK tersebut menurut Todung merupakan hak asasi terpidana.

Todung berharap PK dapat diterima, yang artinya membatalkan hukuman mati bagi Andrew dan Myuran. “Tentu saja mereka (Myuran dan Andrew) berharap PK-nya bisa diterima,” kata Todung.

Sementara itu, Panitera PN Denpasar, Ketut Sulendra menuturkan, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012, semestinya pendaftaran PK dilakukan di pengadilan dengan menghadirkan terpidana.

Hanya saja, kata dia, Kementerian Hukum dan HAM tidak mengizinkan Andrew dan Myuran ke luar Lapas Kerobokan. Demi tetap melayani masyarakat pencari keadilan, maka pengadilan berinisiatif untuk datang ke lapas.

“Ini semata dalam rangka untuk tetap melayani masyarakat yang mencari keadilan. Soal diterima atau tidak, nanti akan ditelaah oleh ketua pengadilan,” kata Sulendra.

Artikel ini ditulis oleh:

Menlu AS Kena Denda

Washington, Aktual.co —Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry didenda karena belum membersihkan salju di jalan setapak depan rumahnya. Pemerintah Kota Boston menerapkan denda kepada Kerry sebesar USD50 atau sekira Rp632 ribu (Rp12.657 per USD). Kerry dianggap lalai karena tidak membersihkan salju di depan rumahnya, yang tertimbun akibat badai salju pekan lalu.
Juru Bicara Kerry, Glen Johnson mengatakan, Menlu Kerry tentu akan membayar denda tersebut. “Diplomat, mereka seperti kita. Menlu Kerry masih bekerja di luar negeri ketika badai salju memenuhi rumahnya,” ujar Johnson, seperti dikutip Associated Press, Jumat (30/1).
Menlu Kerry memang tidak berada di rumahnya di Boston. Dirinya tengah bersama Presiden AS Barack Obama di Arab Saudi untuk memberikan penghormatan atas wafatnya Raja Abdullah. “Ini adalah teguran memalukan untuk seorang anggota masyarakat ternama,” sebut the Boston Globe.

Israel akan Bangun Ratusan Pemukiman Baru di Tepi Barat

Yerussalem, aktual.co- Pemerintah Israel Jumat membuka tender yang diterbitkan untuk membangun 430 rumah pemukim baru di Tepi Barat yang diduduki, kata kepala sebuah LSM yang memantau aktivitas pemukiman kepada AFP. “Ini adalah pembukaan pintu air pemukiman,” kata Daniel Seidenmenn, kepala kelompok Terrestrial Jerusalem, dan menambahkan, pengumuman itu pertama sejak Oktober 2014 dan tidak mungkin menjadi yang terakhir sebelum pemilihan umum 17 Maret.
Dia mengatakan bahwa rumah-rumah baru yang akan dibangun dalam empat permukiman yang ada di Tepi Barat – 112 di Adam, 156 di Elkana, 78 di Alfei Menashe dan 84 di Kiryat Arba. Seidenmenn, yang kelompoknya terutama memantau pemukiman di Jerusalem timur yang dicaplok Israel, memperkirakan kemungkinan rencana membangun pemukiman lagi akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Saya tidak berpikir itu berakhir,” katanya. “Saya akan sangat prihatin atas perkembangan ini.” Ini terkait tender baru untuk pemilu di mana Partai Likud Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersaing dengan pihak sayap kanan lainnya untuk merebut suara para pemukim. “Ini bisa menjadi kecelakaan,” katanya. “Ini tidak bisa terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan Netanyahu.” Israel menduduki Tepi Barat dalam perang Enam Hari tahun 1967.
Pembangunan permukiman ada adalah ilegal berdasarkan hukum internasional dan ditentang oleh Amerika Serikat serta masyarakat internasional sebagai hambatan bagi kesepakatan perdamaian terakhir dengan Palestina.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelari Kenya Jeptoo Dijatuhi Hukuman Akibat Doping

Jakarta, Aktual.co — Badan Atletika Kenya (AK), menjatuhkan hukuman kepada pelari negara itu, Rita Jeptoo, berupa larangan bertanding selama dua tahun. Ini dilakukan karena, pelari tersebut, gagal dalam tes doping.

“AK mengikuti kasus yang melilitnya dan cukup layak bahwa dia mendapatkan hukuman larangan selama dua tahun itu,” Ketua Eksekutif AK Isaac Kamande, dikutip Reuter, Jumat (30/1).

Namun, Jeptoo yang menjuarai lomba lari maraton Boston dan Chicago, menolak tudingan telah melakukan doping. Dan ia menyatakan kepada wartawan pada tahun lalu bahwa serangan terhadap dirinya itu sebagai satu “kebohongan”.

Artikel ini ditulis oleh:

Israel Pelaku Serangan 11 September

London, Aktual.co —Gereja Inggris kini tengah memeriksa seorang pendeta asal Surrey yang dituduh secara aktif menuduh Israel mendalangi serangan teroris pada 11 September 2001 di New York, AS. Pendeta Stephen Sizer, yang memiliki sejarah panjang perselisihan dengan para pemimpin komunitas Yahudi terkait pandangan kerasnya terhadap Israel dan Zionisme, mengunggah sebuah artikel ke Facebook berjudul “Israel Dalangi 9/11”.
Meski Stephen kemudian mencabut artikel itu, dia terus membela tindakannya itu dengan mengatakan dia hanya mendorong sebuah debat tentang sebuah tuduhan serius. Namun, dia menekankan dirinya tidak bisa tidak percaya jika Israel tidak berada di belakang tragedi tersebut. “Saya hanya mendorong sebuah diskusi. Saya tak pernah mengatakan Israel melakukannya atau tidak melakukannya,” kata Stephen kepada harian The Telegraph.
Gereja Inggris memerintahkan keuskupan Dorking yang membawahi wilayah Virginia Water yang dipimpin Stephen untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini. Sementara itu, komunitas Yahudi Inggris menilai artikel-artikel yang menyebut atau membuat komunitas Yahudi dituding bertanggung jawab atas tragedi 11 September 2001 merupakan sebuah tindakan anti-Semit yang sangat nyata.

Manajemen Bertekad Kembalikan Kejayaan Klub

Jakarta, Aktual.co — Manajemen PSMS Medan bertekad mengembalikan kejayaan klub sehingga mampu bersaing dengan tim-tim besar lainnya di kancah sepak bola nasional dan Liga Super Indonesia.

“Ini memang menjadi tekad kita bersama agar bagaimana PSMS tahun depan kembali bisa berlaga di Liga Super Indonesia,” kata CEO PSMS Sunardi A. di Medan, Sumut, Jumat (30/1).

Ia mengatakan, memang harus diakui untuk menjadikan PSMS kembali tumbuh menjadi besar seperti era zaman perserikatan, bukanlah hal mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Menurut dia, seharusnya seluruh komponen, tokoh sepak bola, masyarakat pecinta PSMS duduk bersama untuk membaur menjadi satu. Dengan adanya kekuatan tekad tersebut maka dapat melahirkan pemikiran-pemikiran untuk satu tujuan, yakni kemajuan PSMS Medan.

Untuk kemajuan PSMS ke depan, tambah dia, pola pembinaan usia muda terus dilakukan dan demikian juga halnya dengan kompetisi antar-klub harus terus berjalan.

Dengan rutinnya digelar kompetisi antar-klub tentunya diharapkan akan semakin banyak lahir pemain-pemain berkualitas, sehingga pada muaranya PSMS tidak akan pernah kehabisan bibit-bibit pemain yang handal dan tangguh.

Menurut mantan pemain PSMS era 80-an ini, dengan tidak berjalannya kompetisi antar klub, dampaknya berimbas terhadap pembentukan tim PSMS yang dipersiapkan untuk kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015.

“Tanggungjawab kita sangat besar untuk mengembalikan kejayaan PSMS. Pelatih juga harus dengan kerjakeras mencari pemain yang benar-benar layak dan memenuhi kriteria untuk bergabung dengan PSMS,” katanya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, PSMS Medan hanya bertarung di Divisi Utama, dan hal itu perparah lagi dengan beberapa kali terjadinya dualisme di tubuh manajemen klub kebanggaan masyarakat kota Medan itu.

Untuk itu, kata dia, sudah saatnya PSMS bangkit dan diharapkan kedepan tidak ada lagi konflik-konflik diinternal klub karena secara tidak langsung juga akan snagat berpengaruh pada “kesehatan” klub.

“Sudah seharusnya kita sebagai pengurus sepakbola Medan, pemerintah, stakeholder bisa berjalan seiring serta saling berkomunikasi karena masih ada hal yang lebih penting yang harus kita lakukan bersama, yakni kejayaan PSMS,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain