6 April 2026
Beranda blog Halaman 39347

Ingin Bertempur di Suriah, Empat Orang Ditangkap Polisi Belgia

Brussels, Aktual.co —Polisi Belgia menangkap empat orang dalam penggerebekan nasional untuk menghancurkan kelompok pembibit calon milisi untuk bertempur di Suriah, kata penuntut umum, Jumat (30/1). Polisi melakukan 22 penggerebekan di seluruh penjuru Belgia tapi tidak menemukan senjata atau peledak, kata kantor kejaksaan pusat dalam pernyataan.
Jaksa penuntut mengatakan serangan itu tidak terkait dengan operasi awal bulan ini yang bertujuan untuk menggagalkan rencana guna membunuh polisi, di mana dua tersangka milisi ditembak mati. “Berkas ini menyangkut orang-orang yang ingin pergi ke Suriah dan bertempur di sana,” katanya di kejaksaan. 
Ia menambahkan, mereka mungkin ingin “bergabung dengan kelompok teroris.” “Investigasi berkonsentrasi pada organisasi yang merekrut orang-orang dan mengirimkannya ke Suriah,” katanya. Seorang hakim akan memutuskan pada Jumat apakah pihak berwenang akan tetap menahan empat orang itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Komentar Anti-Yahudi, Komedian Perancis Dipenjara

Paris, Aktual.co —Seorang komedian Perancis Dieudonne M’bala M’bala diadili karena melontarkan komentar anti-Yahudi. Ini adalah bentuk kebebasan berpendapat di Perancis, asal tidak menghina Yahudi maka warga aman. Setidaknya hal tersebut diutarakan oleh Chris Selley dari National Post dan the New York Times.
Menurut the New York Times, Kamis (29/1), M’bala M’bala menjadi contoh bagaimana Perancis menjamin kebebasan berpendapat. Namun kebebasan bependapat itu harus juga tidak boleh memicu kebencian atas suatu kelompok. Seharusnya hal ini juga ditujukan kepada Charlie Hebdo yang telah menghina Nabi Muhammad.
Dieudonne terjerat hukum setelah menghina seorang penyar radio Yahudi. Selain itu dirinya juga dianggap menyuarakan simpati kepada Amedy Coulibaly, pelaku penyerangan di sebuah toko kelontong Yahudi dan membunuh seorang polisi dalam pekan penuh penyerangan di Paris, Januari lalu.
Dalam pengadilan Dieudonne mengatakan dirinya adalah seorang komedian bukan ahli sejarah. Dirinya pun dihadapkan pada kemungkinan penjara tiga tahun atas tuduhan penghinaan yang diarahkan kepadanya.
Atas tuduhan penghinaan atas penyiar radio, Dieudonne dihadapkan pada denda sebagai 6.000 euro. Pria berusia 48 tahun itu akan kembali dihadapkan kepada pengadilan untuk kasus yang menyangkut pembelaan terhadap Coulibaly, para Rabu pekan depan.

Masjid Syiah di Pakistan Dihantam Bom, 40 Orang Tewas

Islamabad, Aktual.co —Ledakan bom menghancurkan sebuah masjid Syiah di kota Shikarpur, Provinsi Sindh, wilayah selatan Pakistan, Jumat (30/1), menewaskan sedikitnya 40 orang. Polisi mengatakan, serangan sektarian paling mematikan dalam dua tahun terakhir itu terjadi di saat ratusan umat Syiah sedang menjalankan ibadah shalat Jumat. “Sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan bom itu dan 46 orang lainnya terluka,” kata Menteri Kesehatan Sindh, Jam Mehtab Daher.
Sementara itu, petugas medis di RS Civil, Shikarpur, Shaukat Ali Memon, membenarkan jumlah korban tewas dalam tragedi itu dan mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan bisa bertambah karena sebagian korban luka kini dalam kondisi kritis. Dari tayangan televisi beberapa saat setelah ledakan terjadi, terlihat kekacauan suasana di lokasi kejadian pada saat warga mencoba menolong korban luka dengan mengangkut mereka ke rumah sakit menggunakan mobil, sepeda motor, hingga becak. 
“Kawasan itu dipenuhi darah dan bagian tubuh manusia. Bau daging terbakar sangat menyengat, sementara orang-orang saling berteriak satu sama lain. Sangat kacau,” kata seorang saksi mata, Zahid Noon. Seorang warga yang tinggal di dekat masjid itu, Mohammad Jehangir, mengatakan, dia merasa tanah bergetar kencang di bawah kakinya. Padahal, saat itu dia sedang beribadah di masjid lain yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi serangan. 
Serangan bom itu terjadi bertepatan dengan kunjungan PM Nawaz Sharif ke ibu kota Sindh, Karachi, untuk membicarakan masalah hukum dan ketertiban di wilayah tersebut. Insiden ini adalah serangan paling mematikan di Pakistan sejak Maret 2013, ketika sebuah bom mobil meledak di sebuah permukiman warga Syiah di Karachi yang menewaskan 45 orang.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU Boleh, Tapi Jangan Ubah Pemahaman

Jakarta, Aktual.co —Warga Nahdlatul Ulama harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, dengan tetap tidak mengubah pemahaman organisasi yang berdiri sejak 1925 itu.
Pesan itu disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar NU (PBNU) KH. Hasyim Muzadi, saat memberi sambutan di acara pengukuhan pengurus Cabang NU Kota Tanjungpinang, Jumat (30/1).
“Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun,” kata dia.
Ditegaskannya, saat ini NU terancam oleh pengaruh negatif. Meski tidak menjelaskan lebih mendalam pengaruh negatif yang dimaksud, dia menekankan warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yakni ajaran Islam.
Kata Hasyim, NU tidak menginginkan upaya untuk mengubah pemahaman NU. “Karena NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak,” ucap dia. 
Warga NU, ujar dia, harus dapat menggunakan teknologi yang tinggi dengan tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara. “Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju,” ujar dia.
Dia menyatakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah, dengan tetap memberi kritik konstruktif. Contoh, NU mendukung UU Antikorupsi karena sejalan dengan ajaran Islam. “Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik,” kata dia.
Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam. “Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pria Bersenjata Masuk ke Stasiun TV di Belanda

Hilversum, Aktual.co —Seorang pria bersenjata menyusup masuk ke dalam sebuah stasiun TV di Hilversum, Belanda, dan memaksa untuk bisa siaran. Beruntung aparat berhasil menangkapnya sebelum terjadi insiden berdarah. 
Diberitakan Reuters, pria 19 tahun yang mengenakan jas dan dasi itu masuk ke dalam sebuah studio setelah menodong seorang penjaga dengan pistol. Belum diketahui bagaimana dia bisa masuk ke dalam, padahal keamanan telah diperketat menyusul serangan di Paris beberapa waktu lalu.
Dia memaksa untuk bisa siaran dan berbicara di acara berita yang paling populer di Belanda. Namun penjaga menggiringnya ke dalam studio kosong. “Ini sudah terlalu lama,” kata pria itu. Lalu polisi menyerbu masuk dan berteriak, “Jatuhkan! Jatuhkan! Berlutut!”. Pria itu menjatuhkan pistolnya dan polisi memborgolnya.
Pria yang belum disebut namanya itu diduga berasal dari kota Pijnacker, dekat universitas kota Delft. Orangtua pelaku baru saja meninggal dan dia tidak termasuk dalam daftar radikal Islam yang patut diwaspadai.
Menurut laporan polisi, pelaku tidak terkait dengan organisasi teroris manapun dan bertindak sendirian. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut namun stasiun TV NOS terpaksa membatalkan siaran dua program berita malam mereka. Motif pelaku masih belum diketahui, namun dalam rekaman pelaku mengatakan, “Hal yang ingin saya katakan adalah masalah besar bagi dunia. Kita semua disewa oleh badan keamanan.”
Saat masuk ke dalam stasiun TV tersebut, pelaku juga membawa surat berisi ancaman. Di antaranya dia mengaku dalam surat tersebut telah menanam peledak berbahan radioaktif. Pasukan penjinak bom telah menyisir lokasi dan tidak menemukan bahan peledak.  “Kami telah menyelidiki siapa pria ini dan apa yang dia inginkan,” kata juru bicara kepolisian Christine Scholts.
Keamanan di negara-negara Eropa ditingkatkan sejak serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo dan supermarket kosher di Paris, Perancis, yang menewaskan 17 orang. NOS adalah televisi berita yang paling banyak ditonton di Belanda. Keamanan di diperketat setelah politisi Pim Fortuyn ditembak di luar studio stasiun TV itu pada 2002. 

Iran Izinkan Perempuan Tonton Voli Pria

Teheran, Aktual.co —Iran akan mengizinkan perempuan warga asing menonton pertandingan bola voli pria. Namun perempuan Iran sendiri masih dilarang. Iran tahun ini akan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional bola voli. Hukum di Iran melarang perempuan menonton pria bertanding olahraga. 
Hukum itu pun sempat memakan korban ketika seorang perempuan Inggris berdarah Iran dihukum satu tahun penjara karena melakukan protes di luar sebuah lapangan bola voli, pada 2014. Ghoncheh Ghavami dibebaskan dengan jaminan November 2014 setelah menghabiskan lima bulan dalam tahanan menanti persidangan dalam kasus yang menarik perhatian masyarakat internasional atas isu tersebut.
Saat Iran bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Bola Voli Pria Asia 2015, federasi olahraga bola voli Iran mengumumkan bahwa beberapa perempuan akan diizinkan berada di area khusus untuk perempuan di arena yang dapat menampung 12.000 orang di Teheran.
 “Perempuan asing sebagai pegawai kedutaan, keluarga tim asing atau perempuan asing yang tinggal di Teheran diperbolehkan menghadiri pertandingan-pertandingan bola voli pria,” ujar Ketua Federasi Bola Voli Iran Mahmoud Afshardoust, Kepada IRNA, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (29/1). Perempuan asing yang berkunjung ke Iran harus mematuhi aturan berbusana Muslim di depan umum. Mereka harus mengenakan pakaian longgar dan menutup rambut. 

Berita Lain