13 April 2026
Beranda blog Halaman 39354

Jokowi Bersepeda Sambil Diguyur Hujan, Hingga Foto Selfie

Jakarta, Aktual.co — Meski hujan mengguyur Jakarta sejak Minggu pagi, namun kondisi itu pun tak mampu melepaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kebiasaan bersepeda, terutama untuk menikmati momen “car free day” di awal Februari 2015.
Dengan menggunakan kaos oblong warna putih dan celana pendek hitam, Jokowi tampak menuntun sepedanya melewati kerumunan massa di sepanjang Jalan M.H. Thamrin Jakarta, Minggu pagi di tengah gerimis yang turun.
Ketika terbebas dari kerumunan, mantan Gubernur DKI itu menggowes sepedanya setelah beberapa warga sempat memintanya melakukan foto selfie bersama.
Cinta Jokowi pada sepeda sepertinya tak pernah lekang oleh apapun, termasuk oleh hujan sekalipun, terutama pada akhir pekan dimana ia hampir selalu menyempatkaan diri untuk melakukannya.
Sesekali ketika ia bersepeda, meski dikelilingi Paspampres, Jokowi tak menolak saat awak media mewawancarainya singkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perdamaian dengan AS Didukung Raul Castro

Belen, Aktual.co —Presiden Kuba Raul Castro, menyatakan dukungannya pada perdamaian Amerika Serikat dengan negara komunisnya, seiring pembicaraan kedua negara itu untuk memulihkan hubungan setelah puluhan tahun permusuhan. Saat ditanya wartawan pada pertemuan puncak negara Amerika Latin dan Karibia tentang yang paling diinginkannya setelah embargo ekonomi AS kepada Kuba dicabut, Raul mengatakan, “Damai. Damai di antara kami.
Perdamaian Amerika Serikat dengan kami.” “Hidup dengan damai, sebagaimana mestinya di benua ini,” katanya. Raul semula mengatakan akan mempertimbangkan pertanyaan itu karena akhir embargo ekonomi mungkin masih sangat jauh. Tapi ia berubah pikiran saat ia hendak meninggalkan pertemuan ouncak di Kosta Rika.
Para diplomat AS dan Kuba bertemu pekan lalu di Havana dalam pembicaraan penting yang bertujuan memperbaharui hubungan yang terputus pada tahun 1961. Berbicara sebelumnya pada pertemuan Komunitas Amerika Latin dan Karibia Amerika, Raul mengatakan jalan menuju pembaharuan akan “panjang dan sulit”.
Peserta lain di pertemuan puncak itu sangat mendukung menghangatnya hubungan antara AS dan Kuba. Presiden AS Barack Obama menggunakan kekuatan eksekutifnya untuk memudahkan perjalanan dan perdagangan lintas batas dengan Kuba setelah pengumuman mengejutkan bulan lalu untuk mengakhiri ketegangan dengan pulau itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemulangan Pengungsi Gunung Sinabung Belum Akan Dilakukan

Medan, Aktual.co — Persiapan pemulangan pengungsi gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumut dari dua Desa masing-masing Desa Sigarang-Garang dan Sukanalu yang dinyatakan sudah aman dari jangkauan awan panas masih terus dilakukan.
Informasi dihimpun, pemulangan pengungsi itu awalnya direncanakan akan dilakukan, Minggu (1/2). Namun, agaknya pemulangan masih belum bisa dilakukan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan saat dikonfirmasi Aktual.co, Sabtu (31/1) melalui selulernya mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait masih akan menggelar pertemuan membahas waktu yang tepat untuk pemulangan tersebut.
“Belum besok (Minggu), belum, tapi dalam waktu dekat. Besok (Senin)mau kita carikan waktunya,” ujar Jhonson.
Dikatakan Jhonson, dalam proses pemulangan sebanyak 799 kk atau sebanyak 2.943 jiwa dari dua desa itu, pihaknya saat ini tengah menyiapkan pola untuk membangkitkan kembali pertanian masyarakat yang selama ini terimbas akibat bencana. Salah satunya pola padat karya, yang anggarannya berasal dari BNPB.
“Begitu pulang ke Desa kita akan terapkan pola padat karya selama 60 hari dan kita dukung untuk membuka lahan kembali. Untuk anggaran dari dana BNPB,” katanya.
Selain itu, Jhonson menyebutkan, pihaknya juga akan berusaha memberikan bantuan alat-alat pertanian. “Seperti Traktor, eskapator, yang penting mereka bisa bangkit kembali,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

JK Dinilai Lebih Terampil Dibanding Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Gebrakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang ekonomi dalam 100 hari pertama masa kerjanya mendapat apresiasi. Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (LSPEU) menilai Jusuf Kalla (JK) memegang kendali lebih banyak di bidang ekonomi dibandingkan dengan Jokowi. “Jokowi tidak setrampil wakilnya terkait dengan penyelesaian urusan ekonomi,” ujar Pengamat Politik LSPEU Fachry Ali dalam forum diskusi ‘Perspektif Indonesia’ di Jakarta, Sabtu (31/01).

Kendati demikian, menurut Fachry, kedua politisi tersebut merupakan pasangan yang tepat karena bisa saling melengkapi. Kehadiran JK di samping Jokowi, dinilai Fachry, membuat kinerja ekonomi pemerintah lebih fokus dan terarah. Kombinasi keduanya dipercaya dapat membawa ekonomi nasional tumbuh 8 persen pada 2019 seperti yang diidam-idamkan selama ini.

Sebagai pembantu presiden, Jususf Kalla pernah mengatakan dirinya tidak hanya terfokus di bidang ekonomi. Semua sektor yang dianggap prioritas, kata JK, menjadi tanggungjawab bersama untuk dibenahi. “Semua bidang Pak Presiden harus dibantu karena semua sektor semua prioritas, tidak ada pembagian khusus antara saya dan Pak Jokowi dalam menangani pemerintahan,” ucapnya.

Dengan Jet, Venezuela Tembak Pesawat Pembawa Narkoba

Caracas, Aktual.co —Pemerintah Venezuela menembak jatuh sebuah pesawat sipil yang diduga membawa narkoba, setelah pesawat tersebut mengabaikan komunikasi saat lepas landas pada Jumat (30/1). Pesawat yang diperkirakan berpenumpang tersebut ditembak jatuh di lepas pantai Karibia, dekat pulau Aruba.

Terkait hal ini, pemerintah Vanezuela membantah telah melakukan pelanggaran di wilayah udara internasional.Pihak berwenang di Aruba, sebuah pulau semi-otonom yang merupakan bagian dari kerajaan Belanda, menyatakan bahwa pesawat yang dikejar jet militer Venezuela jatuh di lepas pantai.

Puing pesawat bercampur dengan korban tewas dan paket obat terlihat menggenangg di atas air. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino menyatakan bahwa pesawat yang sempat mendarat di negara bagian Apure, ditembak jatuh setelah mengabaikan komunikasi saat lepas landas.

“Tentu saja (pesawat) itu tidak mematuhi aturan dan mengabaikan perintah, sehingga (pesawat itu) ditembak jatuh pada 25 mil (40km) sebelah timur laut dari Pangkalan Militer Josefa Camejo, yang merupakan wilayah perairan kami,” kata Padrino, dikutip dari Reuters, Sabtu (31/1).

“Ada yang mengatakan kami melanggar peraturan internasional. Tidak sama sekali. Semua tindakan militer yang diambil masih berada di ruang geografis kami, sebagai perwujudan kedaulatan dan kemerdekaan kami di bawah konstitusi,” kata Padrino melanjutkan.

Padrino tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait jumlah korban tewas, tipe pesawat yang jatuh, maupun jumlah narkoba yang diduga dibawa dalam pesawat tersebut. Namun, pejabat Aruba menyatakan pesawat yang ditembak jatuh tersebut memiliki lisensi dari Amerika Serikat, dan membawa 400 paket narkoba, sebagian besar adalah kokain.

Sejak Mei 2012, Venezuela mengesahkan undang-undang tentang perlindungan wilayah udara yang mengijinkan kebijakan ‘tembak-jatuh’ bagi pesawat yang diduga membawa narkoba.  Venezuela mengklaim upaya tersebut dilakukan untuk menghentikan aliran perdagangan narkoba dari Kolombia dan Amerika Selatan.

Desember lalu, Angkatan bersenjata Venezuela menembak jatuh dua pesawat tak dikenal yang melanggar wilayah udara negara itu. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez bahkan mengunggah foto dari dua pesawat ringan yang ditembak jatuh tanpa menjelaskan nasib krunya.

Pengamat: Rekomendasi Replika Saja, TIM RTKM Mesti Belajar Lagi

Jakarta, Aktual.co — Rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) dianggap tidak menyentuh esensi permasalahan tata kelola minyak dan gas bumi Indonesia.
Demikian disampaikan pengamat energi, Komaidi Notonegoro bahwa rekomendasi yang diajukan Faisal Basri Cs masih bersifat makro dan tidak memiliki usulan-usulan yang dirinci secara jelas.
“Seharusnya rekomendasi Tim RTKM bersifat teknis. Saya kira apa yang diajukan tim tersebut hanya replika saja,” ujar Komaidi kepada Aktual.co, Sabtu (31/1).
Selain itu, lanjutnya, anggota Tim RTKM sendiri dinilai tidak paham dengan permasalahan utama terhadap pengelolaan sumber daya yang seharusnya menguntukan bagi rakyat Indonesia.
“Kalau di bidangnya masing-masing mereka (anggota Tim RTKM) memang kompeten. Tapi, saya kira mereka perlu belajar lagi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain