4 April 2026
Beranda blog Halaman 39360

Fahri Hamzah: Tak Ada Makna Spesial Pada Pertemuan Jokowi dengan Prabowo

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan tidak ada makna spesial dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Terlebih, membicarakan soal kisruh pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. 
“Ngga, itu pertemuan biasa aja, tidak ada makna spesial’, ujar Fahri, dalam Rapat Kerja Partai Keadilan Sejahtera, di Jakarta, Jumat (30/1).
Disinggung mengenai pembicaraan Prabowo dan Jokowi soal Bambang Widjoyanto dan KPK, Fahri hanya meneruskan perkataan Prabowo yang mendukung keputusan Jokowi.
Fahri menambahkan, Prabowo dan Koalisi Merah Putih berkomitmen dan tetap berjanji mendukung pemerintahan Jokowi selama 5 tahun, dengan syarat berpegang pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Artikel ini ditulis oleh:

Dituding Beking Proyek Alkes, Ini Tanggapan Kejati Jateng

Semarang, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi Jateng mulai angkat bicara soal pernyataan Pejabat Pembuat Komiten (PPKom) RSUD Cilacap, Darmawan yang mencatut institusinya turut membekingi dalam proyek alat kesehatan bernilai miliaran rupiah.
Kasi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Eko Suwarni membantah bila institusinya membekingi dalam proyek senilai Rp6,2 miliar. Penyidik sebatas memberikan konsultasi litigasi lelang pengadaan barang dan jasa sesuai Peraturan Presiden.
“Kita hanya memberikan konsultasi hukum secara baik dan benar, tidak lebih dari itu harus mengarahkan dalam bentuk tertentu,” kata dia ditemui di kantor Kejati Jateng, jalan Pahlawan Semarang, Jum’at (30/1).
Diketahui, proyek lelang pengadaan alat kesehatan/ kedokteran berjumlah 14 item senilai Rp6,2 miliar pada 2014 menjadi syarat penyimpangan. Pihak PPKom dan panitia lelang memenangkan salah satu vendor, yakni PT Unggul Kemala Husada sebagai pemenang tender.
Dugaan lain, hingga saat ini PT Unggul Kemala Husada sebagai pemenang tender pengadaan, termasuk dua unit Incubator Transport, juga belum menyelesaikan kewajibannya. Padahal nilai kontrak sudah dibayarkan hingga batas akhir pekerjaan per 31 Desember 2014. Meski begitu, hingga saat ini barang pemesanan belum diterima pengguna anggaran. Ia menegaskan institusnya sebagai pelayanan publik wajib memberikan informasi publik yang baik dan benar secara formal. Sifatnya, konsultasi itu dilakukan sebelum pelaksaan proyek dimulai. “Berbeda bila konsultasinya dilaksanakan setelah pekerjaan selesai,” beber dia. 
Bahkan kata dia, penyidik berhak memberikan pendampingan dengan melibat Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Bila ada gugatan antara rekanan dan pengguna anggaran atas pengadaan barang dan jasa yang dapat merugikan keuangan negara

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Seniman Yogyakarta Pameran Bersama di Bali

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 20 seniman yang tergabung dalam Kelompok Suka Parisuka Yogyakarta menggelar pameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB) selama sepekan, 30 Januari-7 Februari 2015.

“Pameran merupakan kelanjutan kolabarasi serupa dari komunitas bersangkutan yang sebelumnya berlangsung di BBB Yogyakarta, 14-19 Mei 2013,” kata penggagas pameran tersebut, Romo Sindhunata di Denpasar, Jumat (30/1).

Ia mengatakan, pameran tersebut dibuka budayawan Agung Rai Sabtu (30/1). Pameran bersama kali ini sebagai upaya membingkai kreativitas dalam solidaritas, menghidupkan iklim pergaulan antar para seniman Yogyakarta.

Melalui pameran para seniman dapat berkarya sembari mengekspresikan kegembiraan sepuas-puasnya dan sebebas- bebasnya.

Seniman yang ikut ambil bagian antara lain Kartika Affandi, Djoko Pekik, Putu Sutawijaya, Jumaldi Alfi, Nasirun, Hari Budiono, Ridi Winarno, Budi Ubrux, Ivan Sagito, Hadi Soesanto, Yuswantoro Adi, Melodia, Wayan Cahya, Bambang Pramudiyanto, Dyan Anggraini Hutomo, F. Sigit Santoso, Bambang Herras, Edi Sunaryo, Hermanu dan Samuel Indratama.

Pameran mengusung tema “Still life atau melukis alam benda sebagai sebuah upaya interpretasi ulang atas konsep sebuah objek atau benda.

Romo Sindhunata menambahkan, yang menarik dalam pameran kali ini selain tema juga untuk merunut kembali pertautan yang terjalin selama ini antara dunia seni rupa Yogyakarta dan Bali.

Dalam pameran kali ini dua perupa kelahiran Pulau Dewata ikut ambil bagian yakni Putu Sutawijaya dan Wayan Cahya.

“Peristiwa itu secara khusus akan dibincangkan dalam satu sesi diskusi yang berlangsung pada Sabtu (31/1) di Bentara Budaya Bali. Sebagai pembicara dialog adalah seniman Yuswantoro Adi dan Edi Sunaryo,” ujar Romo Sindhunata.

Tema alam benda itu bukanlah hanya memindahkan citra objek apa adanya secara artifisial pada bidang.

Artikel ini ditulis oleh:

GAPKI: Indonesia Keliru Integrasikan Sapi-Sawit

Jakarta, Aktual.co — Sistem investasi di sektor peternakan dan perkebunan yang terintegrasi seperti dicanangkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memudahkan investor, mendapat tanggapan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Menurut Sekretaris Jenderal GAPKI, Joko Priyono sistem investasi terintegrasi seperti itu masih mengalami kendala di Indonesia

“Misalnya sawit dan sapi, problemnya ada di sapi itu sendiri. Added value sapi itu karena ada lahannya, sekarang lahan kita itu (sawit) saja berkurang,” ujar Joko di kantor GAPKI Jakarta, Jumat (30/1).

Lebih lanjut dikatakan Joko, jika ingin melakukan integrasi seperti itu, harus dipersiapkan dengan matang dari segi hulu. Seperti penambahan bibit hewan ternak dan pakan ternak.

“Australia itu mau bikin kaya gitu, dia buka lahan 400 juta hektar untuk grassing. Kita ini keliru, ngga bisa memanfaatkan peluang yang ada, memangnya cukup sapi makan daun sawit? Atau rumput liar di sawit?,” pungkasnya.

Untuk diketahui, program integrasi sapi tersebut akan menggabungkan pertanian, peternakan, dan kehutanan sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan, konservasi lingkungan, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, Kepala BKPM, Franky Sibarani cukup optimistis investasi sapi dapat ditingkatkan karena potensinya masih sangat besar.

Data BKPM menunjukkan Proyek PMDN dan PMA yang telah memperoleh Izin Prinsip tapi belum terealisasi (pipeline projects) dalam periode 2010 hingga kuartal III 2014 nilainya cukup besar yaitu PMDN sebesar Rp17,5 triliun dan PMA sebesar USD4,1 miliar.

Selain itu, konsumsi perkapita daging dan susu masih relatif rendah dan diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DKI dan Kopenhagen Jalin Kerja Sama Soal Pengelolaan Kota

Jakarta, Aktual.co — DKI Jakarta dan Ibu Kota Denmark Kopenhagen berencana akan melakukan kerja sama pengelolaan kota seperti sampah dan manajemen air di ibu kota.

“Kopenhagen dan DKI akan bekerja sama dalam bidang pengelolaan sampah dan manajemen kota lainnya,” kata Duta Besar RI untuk Denmark dan Lithuania Bomer Pasaribu di Balai Kota, Jumat (30/1).

Bomer mengatakan kerja sama DKI dengan Kopenhagen dalam bidang pengelolaan sampah ini untuk mendapatkan energi dari hasil daur ulangnya.

“Kopenhagen dipilih karena kota yang terletak di negara Skandinavia itu kami nilai yang paling berhasil dan modern dalam pengelolaan sampahnya,” kata Bomer.

Selain dalam pengelolaan sampah menjadi energi, kerja sama antara Jakarta dengan Kopenhagen itu juga untuk mengelola air yang ada di ibu kota.

“Selain pengelolaan sampah DKI juga berkeinginan untuk mengadopsi manajemen air untuk kebutuhan masyarakat seperi minum dan lainnya serta pencegahan banjir,” ujarnya.

Pada hari ini atau Jumat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertemu dengan pengusaha asal Lithuania dan Duta Besar RI bagi Denmark-Lithuania untuk membahas nota kesepahaman kerja sama di berbagai bidang.

Pada pertemuan itu, kata Bomer, disepakati untuk tahap berikutnya Pemerintah Kopenhagen diminta untuk melakukan kunjungan ke Jakarta.

“Hasilnya tadi Gubernur minta Kopenhagen untuk mengirimkan utusannya ke Jakarta untuk pembahasan lebih lanjut,” kata Bomer.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Lagi, Jokowi Akan Bertemu dengan Tokoh KMP

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edy mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan mengadakan pertemuan lagi dengan tokoh politik dari Koalisi Merah Putih.
Bahkan, pertemuan tersebut kemungkinan dilakukan pada Jumat (30/1) malam ini.
“Pertemuan bisa mlam ini atau besok,” kata Sapto.
Sapto tak menyebutkan siapa tokoh politik dari KMP yang akan bertemu dengan Jokowi, namun disebutkan bahwa pertemuan akan membahas polemik yang berkembang saat ini, termasuk konflik KPK-Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain