4 April 2026
Beranda blog Halaman 39362

Miliki Hak Prerogatif, Jokowi Bisa Hindari Intervensi Pihak Luar

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo harus membuktikan bahwa dirinya bukan petugas partai.
Menurutnya, dengan memiliki hak prerogatif, Jokowi bisa menghindari intervensi pihak luar, termasuk partai politik dalam mengambil keputusan.
“Apakah didikte dan tidak, kita lihat dalam pemilihan Jaksa Agung apakah beliau profesional yang dimaknakan sebagai hak prerogatif,” kata Hidayat, di Jakarta, Jumat (30/1).
Penunjukan ini sempat menimbulkan polemik, walaupun akhirnya Prasetyo mundur dari partai terkait jabatannya selaku Jaksa Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

2 Jet Inggris Halau Pesawat Pembom Milik Rusia

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Inggris memanggil Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Inggris, Kamis (29/1). Pemanggilan tersebut terkait dua pesawat pembom Rusia yang terbang di langit ‘Negeri Ratu Elizabeth’ pekan ini.

“Dua pesawat pembom Rusia menyebabkan gangguan terhadap penerbangan sipil,” kata Wakil Kemenlu Inggris menyampaikan keluhannya.

Dua jet Inggris (Royal Air Force) ditugaskan untuk mencegat pesawat Rusia tersebut. Setelah itu, jet Inggris menggiring dua pesawat Rusia tersebut untuk meninggalkan wilayah udara Inggris.

“Manuver pesawat Rusia adalah bagian dari pola pengamanan wilayah udara,” ujar Wakil Kementerian Luar Negeri Inggris..

Artikel ini ditulis oleh:

Gaji Guru Dipotong, DPRD DKI Bakal Panggil Kadis Pendidikan

Jakarta, Aktual.co — Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI rencananya akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan pada Senin (2/2) mendatang. Pemanggilan tersebut terkait adanya pengaduan mengenai terjadinya pemangkasan gaji para pengajar ditingkatan Sekolah Dasar.
Sekretaris komisi E Fahmi Zulfikar Hasibuan mengatakan bahwa DPRD DKI telah menerima puluhan pengaduan dari tenaga pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemanggisan 08 Petang. 
“Mengaku gajinya telah dipotong oleh oknum Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, sejak Desember 2014 lalu,” katanya kepada wartawan, Jumat (30/1).
Dikatakan Fahmi bahwa upah tenaga pengajar yang seharusnya diterima sebesar Rp 4.878.400 tiap bulan, namun kini para pengajar hanya mendapatkan Rp 4.589.400 setiap bulannya sejak bulan Desember lalu. Adanya pemotongan, kata Fahmi merupakan tindakan yang tidak sehat, karena sosok guru itu sangatlah mulia bagi pendidikan dan siswa.
“Bagaimana negara mau maju, kalau gaji guru saja masih dipotong? Ingat, guru adalah pahlawan tanpa jasa, harusnya diberikan gaji lebih besar lagi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Wakil Ketua DPR: Jokowi-Prabowo Titik Terang Konflik KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengapresiasi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan tokoh nasional Prabowo Subianto di Istana Bogor di tengah kisruh KPK dan Polri.
“Ini menjadi titik terang bagi bangsa dan negara menuju ke arah yang lebih baik,” kata Agus Hermanto di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (30/1).
Menurutnya, silaturahim antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto itu harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak, sebagai sebuah itikad baik untuk membangun bangsa dan negara.
“Kita apresiasi pertemuan ini dan kita harus dukung,” tegasnya.
Karena, bagaimana pun menurut Agus, pertemuan dua tokoh yang pernah bersaing dalam pemilihan presiden 2014 tersebut dinilainya bagus, terlebih lagi di tengah kisruh permasalahan KPK dan Polri.
“Bagi kami pertemuan dua tokoh penting di republik ini sangat bagus dan mampu menyejukkan suasana di tengah ketegangan kedua institusi penegak hukumm, yakni KPK dan Polri,” katanya.
Meski demikian, politisi Partai Demokrat ini berharap pertemuan tersebut tidak hanya sebatas Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun, bisa juga diikuti oleh tokoh-tokoh lain, sehingga permasalahan yang membelit bangsa dan negara bisa dapat segera terselesaikan.
Sebagai Wakil Ketua DPR, Agus mendukung penuh Presiden Jokowi untuk menuntaskan permasalahan bangsa, terutama persoalan antara KPK dan Polri.
“Kami masih yakin terhadap kemampuan pak Jokowi untuk bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini (KPK dabn Polri), agar kedua institusi itu bisa saling mendukung dalam penegakan hukum di Indonesia,” kata Agus Hermanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Kepemimpinan Jokowi Tak Efektif Karena Kekuatan Politik Pendukung

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, masalah yang akhir-akhir ini melanda negeri menimbulkan kekhawatiran.
Dia menyebutkan, 100 hari pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo ditandai dengan rendahnya efektivitas pemerintahan.
Untuk bisa efektif memerintah, Jokowi harus bergulat melawan ragam kepentingan dari kekuatan-politik politik yang mendukungnya.
Kepemimpinan Jokowi tidak efektif karena semua kekuatan politik pendukungnya termasuk para relawan dan LSM, terang-terangan merampas hak prerogatif presiden.
“Mereka memaksa dan juga menekan Jokowi agar memenuhi kepentingan mereka. Di sisi lain, Jokowi terlihat tidak berdaya karena takut kehilangan dukungan,” kata Bambang, di Jakarta, Jumat (30/1). Keadaan akan terus memburuk jika kekuatan politik pendukung Jokowi dan relawan serta LSM tidak mau menahan diri. Para pendukung Jokowi itu harus legowo, membiarkan Jokowi mewujudkan soliditas pemerintahannya. Sebaliknya, kalau hak prerogatif presiden terus dirampas untuk memenuhi kepentingan tertentu, pemerintahan Jokowi akan menjadi bahan olok-olok publik.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Hambatan Penaikkan Harga CPO Versi GAPKI

Jakarta, Aktual.co — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan harga minyak sawit sepanjang tahun 2014 yang murah, tetap tidak mampu mendongkrak permintaan dari pasar. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah masalah, baik dari global maupun domestik.

“Melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan Uni Eropa yang masih dalam proses pemulihan dari krisis moneter,” ujar Sekretaris Jenderal GAPKI, Joko Supriyono di kantor GAPKI Jakarta, Jumat (30/1).

Lebih lanjut dikatakan dia, permasalahan domestik yang dihadapi industri sawit diantaranya yaitu kepastian hukum, infrastruktur, pelaksanaan mandatori Bahan Bakar Nabati (BBN) 10 persen yang belum efektif, peraturan daerah (perda) yang bermasalah, kasus kebakaran, serta adanya PP No 71 tahun 2014.

“Kita minta pemerintah segera revisi PP No 71 tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem lahan gambut, serta UU 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ini masih dalam tahap diskusi oleh berbagai pihak,” kata dia.

Untuk permasalahan kepastian hukum  tersebut menyangkut lahan dam tata ruang di industri sawit. Menurut Joko, sampai saat ini masih terdapat kebun-kebun lama yang sudah mendapat Hak Guna Usaha (HGU), namun tetap bermasalah.

“Masalah kepastian hukum ini menyangkut aset kita, kalau ini belum benar yang lainnya susah dijalankan. Untuk infrastruktur iniasih jadi maslah penting menyangkut long term competitiveness,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain