21 April 2026
Beranda blog Halaman 39402

BNN Rehabilitasi 100 Ribu Penyalahguna Narkoba

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar program rehabilitasi bagi 100 ribu pengguna narkoba se-Indonesia, Sabtu (31/1). Acara yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan itu, dihadiri sejumlah menteri.
“Ini dalam rangka rehabilitasi sesuai perintah presiden, maka tahun ini akan direhabilitasi paling tidak 100 ribu penyalahguna narkoba,” kata Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar dalam sambutannya.
Anang mengatakan, jumlah pengguna narkoba saat ini sudah mencapai 4 juta orang, jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, lanjut dia, untuk program rehablitasi sendiri akan melibatkan seluruh instansi pemerintah yang memiliki fasilitas rehabilitasi.
“Untuk rehabilitasi kita akan memfungsikan rumah sakit jiwa dan rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia untuk merehabilitasi,” jelasnya.
BNN juga akan melibatkan masyarakat luas agar muncul keinginan membangun tempat rehabilitasi di lingkungan masing-masing. TNI dan Polri juga dilibatkan untuk menekan jumlah pengguna narkoba.
“Kami berharap di tahun berikutnya gerakan ini akan tetap sukses untuk berjalan dengan baik dari tahun ke tahun,”harapnya.
Adapun sejumlah menteri yang hadir yakni Menko Polhukam Tedjo Edy Purdijatno, Menkum Ham Yasonna H Laoly, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Kofifah Indar Parawansa, Mendikbud Anies Baswedan. Sementara itu jajaran Petinggi Polri yang hadir yakni diantaranya Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Budi Waseso.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dari Balik Jeruji Terpidana Mati Asal Nigeria Masih Kendalikan Peredaran Narkoba

Jakarta, Aktual.co — Terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria Silvester Obiekwe alias Mustofa (50) masih mengendalikan peredaran narkotika, meskipun sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasayrakatan (LP) Pasir Putih Nusa Kambangan.

“Mustofa memanfaatkan Andi (32), rekan satu kamarnya untuk menjadi pengatur kurir di luar penjara yang menjalankan peran pengantar jemput narkoba,” demikian keterangan tertulis Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (31/1).

Andi diduga kuat mengendalikan kurir bernama Dewi atas perintah Mustofa. Dewi ditangkap oleh petugas BNN di bilangan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, dan menyita barang bukti berupa sabu seberat 7.622,9 gram.

Atas dasar bukti tersebut, BNN menjemput Mustofa dan Andi pada Kamis (29/1) di Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan untuk dibawa ke Jakarta dan menjalani proses penyidikan.

Sebelum dijemput, petugas LP menggeledah kamar yang ditempati Andi dan Mustofa di Blok A1.16. Petugas berhasil menyita sebuah ponsel dengan piranti penguat sinyal di kamar Andi dan Mustofa.

Andi dan Mustofa tiba di kantor BNN Jakarta pada Jumat (30/1) dan akan menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Dua narapidana tersebut diduga kuat terlibat sebagai pengendali jaringan narkoba di luar LP.

Berdasarkan keterangan, Andi mengatakan selalu didampingi oleh Mustofa setiap kali berkomunikasi dengan kurir di luar LP.

Andi mengaku awalnya disuruh oleh Mustofa untuk membersihkan kamar, tapi lambat laun ditawari untuk menjadi pengatur aksi kurir narkoba.

Andi sempat mendekam di LP Salemba Jakarta selama dua tahun sebelum akhirnya dipindahkan ke Nusa Kambangan pada tahun 2013. Ia sudah menjalankan sepertiga masa tahanannya dari vonis penjara tujuh tahun atas kasus narkoba.

Sedangkan Mustofa mendekam di LP Nusa Kambangan selama sebelas tahun dengan vonis mati atas kasus penyelundupan 1,2 kg heroin di Bali pada 2003.

Pada November 2012, Mustofa pernah mengendalikan dua kurir bernama Iman dan Devi untuk menyelundupkan sabu seberat 2,4 kg dari Papua Nugini ke Indonesia. Pada Agustus tahun 2014, Mustofa mengendalikan dua kurir yang membawa sabu seberat 6,5 kg di daerah Surabaya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Hadapi MEA, Menkeu Genjot Sektor Industri Manufaktur

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, sektor industri manufaktur dapat membantu Indonesia dalam menghadapi persaingan di tingkat regional menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2016.

“Kalau persaingannya terkait barang, saya mempunyai optimisme, karena ada tiga sektor manufaktur Indonesia yang bisa bersaing,” katanya saat menyampaikan pandangan dalam seminar Masyarakat Ekonomi Asean di Jakarta.

Ia menjelaskan, Indonesia harus mengembangkan daya saing produk dalam negeri, agar memiliki keunggulan komparatif atas barang dari negara lain, terutama dari negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Untuk itu, sektor manufaktur dapat menjadi andalan yang bisa menghasilkan produk turunan unggulan bagi Indonesia, mengingat negara-negara di Asia Tenggara memiliki produk komoditas sumber daya alam yang tidak jauh berbeda.

Sektor manufaktur yang bisa berkembang di Indonesia antara lain berbasis sumber daya alam, berbasis konsumsi dalam jumlah besar, dan produk subtitusi impor.

Untuk sektor manufaktur berbasis sumber daya alam, hal ini wajib dilakukan karena selama ini Indonesia terlalu banyak mengekspor bahan komoditas mentah, seperti kakao, CPO, karet, maupun nikel, yang tidak bernilai tambah bagi kualitas perekonomian nasional.

“Misalnya, Tiongkok impor nikel dari Indonesia, karena memiliki banyak ‘smelter’ dan mereka yang mendapat nilai tambah. Padahal negara manapun kalau sektor manufakturnya sukses bisa memiliki industri baja yang kuat. Untuk itu, kalau kita bisa hilirisasi, kita tidak punya lawan di ASEAN,” kata Bambang.

Kemudian, bagi sektor manufaktur yang berbasis konsumsi dalam jumlah besar, seperti industri otomotif, Indonesia mempunyai peluang untuk bersaing karena telah memiliki pabrik yang memproduksi jenis kendaraan untuk keluarga.

“Ini seperti memakai pendekatan Tiongkok, karena semakin berproduksi semakin bagus skala ekonominya. Saat ini makin banyak industri yang bisa memanfaatkan dan menjangkau masyarakat Indonesia. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar baru, terutama kendaraan niaga,” ujarnya.

Sedangkan, untuk sektor manufaktur subtitusi impor, sangat terkait dengan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan pembangkit listrik yang dicanangkan pemerintahan baru, karena tidak mungkin Indonesia terus-terusan melakukan impor komponen pendukung.

“Percuma kita punya galangan kalau tidak ada kapalnya, daripada impor, kita bangun subtitusi kapal, terutama kapal skala besar. Untuk keperluan pembangkit listrik, kalau kebutuhan ‘boiler’, turbin dan trafo bisa dikembangkan di Indonesia, maka industri akan hidup,” katanya.

Bambang juga mengatakan, apabila pembenahan dilakukan bagi tiga jenis sektor manufaktur tersebut, maka Indonesia memiliki daya saing dan tingkat kompetisi yang tinggi, sehingga mampu bersaing dalam tingkat regional dan global secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Isnur Klaim Surat Penetapan BW Cacat Hukum

Jakarta, Aktual.co — Kuasa Hukum Bambang Widjojanto (BW), Muhammad Isnur mengatakan kliennya harus menghormati proses hukum meskipun surat pemeriksaan dan penangkapannya cacat hukum. Menurutnya, penetapan BW sebagai tersangka pasal yang digunakan tidak jelas.

“Surat penangkapan BW cacat, pemeriksaan cacat, menetapkan dengan pasal mana juga tidak jelas, tapi BW harus menghormati hukum, tetap datang di pemanggilan,” ujar Isnur di warung Daun, Jakarta, Sabtu (31/1).

Menanggapi soal ketidakhadiran pemanggilan Budi Gunawan oleh KPK, Isnur mengatakan sebagai kapasitas penegak hukum yang baik adalah menghormati supremasi hukum. Dirinya sebagai kuasa hukum harus mendorong kepatuhan terhadap hukum bahwa meskipun prosedurnya cacat tetap dihormati dengan tetap hadir saat pemanggilan.

“Jangan sampai ada dugaan pembangkangan terhadap penegak hukum, jika tidak datang maka akan semakin jelas menunjukkan sikap pembangkangan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Satu Pelaku Pencurian di Kantor Kecamatan Bogor Dibekuk Polisi

Jakarta, Aktual.co —  Kepolisian Sektor Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat menangkap satu dari dua pelaku pencurian yang beraksi di kantor Kecamatan Bogor Utara dengan membobol mobil milik Asep Kartiwa.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Indraningtyas mengatakan aksi pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil milik camat terjadi Jumat malam saat magrib sekitar pukul 18.00 WIB.

“Pelaku ada dua orang, satu orang berhasil kita tangkap sesaat setelah kejadian, dan satu orang lainnya melarikan diri,” katanya, Sabtu (31/1).

Ia menjelaskan kronologi kejadian, dua pelaku pencurian yang datang menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi F 6311 CU dikendarai oleh AS (33) dan AL melakukan aksi pencurian di halaman kantor Camat Bogor Utara.

Pelaku mencuri mengincar mobil milik camat yang terparkir di kantor kecamatan, saat situasi lengah kedua pelaku menjalankan aksinya dengan cara memecahkan kaca mobil Toyota Avanza warna putih milik camat.

“Pelaku memecahkan kaca tengah bagian samping dengan menggunakan benda tumpul, mereka sengaja melakukan saat suara adzan magrib berkumandang dan mengambil tas milik korban,” katanya.

Petugas yang sudah mengintai keberadaan para pelaku langsung melakukan penangkapan dengan menghadang sepeda motor yang dikendarai kawanan pencuri tersebut.

Satu pelaku berhasil ditangkap inisial AS sedangkan pelaku lainnya bernama AL melarikan diri dengan melompat ke dalam kali yang berada di dekat lokasi.

Aksi kejar-kejaran pelaku pencurian terjadi, selain petugas warga juga ikut membantu mengejar pelaku pencurian. Polisi juga sempat melepaskan tembakan ke udara tapi pelaku tetap nekat melarikan diri.

“Satu orang pelaku sudah kita amankan ke Mapolsek Bogor Utara, saat ini sedang kita proses untuk BAP,” katanya.

Menurut AKP Indraningtyas, aksi pencurian sudah menjadi intaian aparatnya karena di wilayah Bogor Utara kerap terjadi pencurian. Tercatat lima aksi pencurian terjadi sepanjang Januari.

“Petugas sudah melakukan pengintaian, dan pelaku berhasil diketahui. Salah satu pelaku mengakunya baru dua kali melakukan aksi pencurian,” katanya.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan pelaku dan tas berisi laptop milik Camat Bogor Utara.

Atas peristiwa tersebut korban Camat Bogor Utara mengalami kerugian senilai Rp15 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tujuh Rumah di Kolaka Rusak, Diterjang Puting Beliung

Kolaka, Aktual.co — Tujuh unit rumah warga kelurahan Tahoa kecamatan Kolaka diterjang angin puting beliung. Angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 23.00 wita sempat mengagetkan warga yang sudah terlelap.
Kepala kelurahan Tahoa, Asmadi Samad yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan dari tujuh rumah warga yang terkena angin puting beliung,tiga unit rumah mengalami rusak parah.
“Hasil investigasi kami mendapatkan tiga rumah warga rusak parah sementara empat uit lainnya mengalami rusak ringan,” katanya, Sabtu (31/1).
Menurutnya angin puting beliung yang menghantam rumah warga terjadi sekitar pukul 23.00 wita yang membuat warga sempat mengalami kepanikan.
Untuk sementara kata dia,pihaknya hanya mendata kerusakan rumah warga yang tertimpa bencana angin puting beliung dan akan segera melaporkan kejadian itu kepada pihak Pemerintah Kabupaten.
“Kerusakan rumah warga akibat bencana itu akan segera kami laporkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten untuk segera di tindaklanjuti,” ungkap Asmadi Samad yang di dampingi Kapolsek Kolaka AKP Umar.
Asmadi juga menjelaskan langkah pemerintah saat ini melakukan inventarisasi kerusakan rumah warga sebagai bahan pelaporan kepada pemerintah Kabupaten.
“Kami akan melakukan kordinasi bersama warga setempat mengenai rumah yang diterjang angin puting beliung,” jelasnya.
Sementara kapolsek Kolaka,AKP Umar ditempat yang sama mengatakan pihaknya juga sudah berkordinasi dengan pihak PLN untuk memutuskan sementara aliran listrik untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
“Kami sudah berkordinasi juga kepada pihak PLN untuk melakukan pemutusan sementara aliran listrik kepada rumah yang terkena angin puting beliung untuk menghindari hal-hal yNg tidak di inginkan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kelurahan bersama kepolisian setempat masih melakukan penyisiran umtuk mengetahui jumlah rumah yang terkena bencana angin puting beliung.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain