14 April 2026
Beranda blog Halaman 39420

Setya Novanto: Pertemuan Jokowi-Prabowo Berikan Titik Terang

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI, Setya Novanto menyatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dan mantan calon presiden, Prabowo Subianto merupakan titik terang untuk menuju bangsa yang lebih baik.
“Ya ini tentu pertemuan ini memberikan suatu arti yang sangat strategis karena Pak Prabowo di KMP dan presiden yang betul-betul bertemu ini merupakan titik terang untuk kepentingan bangsa kedepan. Saya yakin bahwa yang memberikan arti besar bagi bangsa dan negara,” kata Setya Novanto, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1).
Pertemuan yang dilakukan di istana Bogor, tambahnya, tentunya sangat mengembirakan sekali.
“Tentu saya yakin akan ada kontribusi yang besar dan juga masukan-masukan yang lebih jauh untuk masa depan bangsa. Apalagi Pak Prabowo, Pak Hatta, Pak ARB itu selalu memberikan dukungan kepada pemerintah. Tidak pernah gak dukung,” kata Novanto.
Terkait pertemuan malam ini di Bakrie Tower, Novanto menyatakan, pertemuan KMP merupakan pertemuan rutin yang diselenggarakan sebulan sekali.
“Tentunya ini pertemuan rutin satu bulan sekali. Para ketua umum, para sekjen untuk membahas situasi, program-program yang bisa memberikan kontribusi untuk membantu pemerintah,” kata Novanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Lagi, Jenazah Korban QZ8501 Ditemukan di Majene

Jakarta, Aktual.co — Jenazah korban yang diduga penumpang AirAsia QZ8501 kembali ditemukan di Perairan Tammerodo, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat, setelah dua jenazah lainnya ditemukan sehari sebelumnya.
“Jenazah yang diduga korban AirAsia QZ8501 itu kembali ditemukan hari ini di Selat Makassar, tepatnya di Perairan Sendana, Majene, Sulawesi Barat,” ujar Kepala Basarnas Wilayah A Makassar, Roki Asikin, di Makassar, Kamis (29/1).
Jenazah ketiga yang ditemukan nelayan itu sudah tidak utuh, seperti dua jenazah lainnya. Untuk jenazah ketiga ini berkelamin perempuan, namun identitasnya belum diketahui.
Jenazah korban AirAsia ini ditemukan sekitar pukul 10.00 WITA, oleh seorang nelayan saat hendak mencari ikan di perairan Tammerodo, Kecamatan Sendana, Majene.
Temuan ini langsung dibawa tim gabungan TNI-Polri, PMI dan nelayan dari Desa Onang, ke Rumah Sakit Umum Majene sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Sulselbar.
“Semua jenazah yang ditemukan itu setelah dibersihkan oleh tim medis kemudian dibawa ke DVI RS Bhayangkara untuk dirapihkan sebelum dikirim lagi ke DVI RS Bhayangkara, Surabaya,” katanya.
Diketahui, dua korban penumpang AirAsia yang ditemukan sehari sebelumnya di sebelah timur Pantai Luaor, Kecamatan Pamboang, Perairan Kabupaten Majene, sekitar pukul 08.00 WITA bernama Syaiful Rahmat beralamat RT 009 RW 009 Kelurahan Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
Korban Syaiful Rahmat diduga teknisi pesawat AirAsia yang sebelumnya diberitakan sejumlah media jika jenazahnya belum ditemukan, sedangkan jenazah kedua diidentifikasi bernama Joe Jong Fei yang beralamat Taman Kendang Sari, Surabaya, Jawa Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP: Pertemuan Jokowi-Prabowo Batalkan Gerindra Ajukan Hak Angket

Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara Presiden Jokowi-Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diyakini mampu mengurangi ketegangan dan mencairkan suasana di parlemen.
Oleh karena itu, PDIP menyambut baik dan memberikan apresiasi atas prakarsa Presiden Jokowi membangun silaturahmi dengan tokoh-tokoh politik, termasuk dengan Prabowo Subianto pada hari ini di Istana Bogor.
“Pertemuan dua tokoh bangsa tersebut akan mencairkan suasana dan ketegangan politik yang muncul antara pemerintah dan parlemen, terutama terkait dengan dukungan Fraksi Gerindra di parlemen terhadap pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri,” kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, Jakarta, Kamis (29/1).
Kata Basarah, pertemuan kedua tokoh nasional itu itu juga akan membatalkan rencana anggota DPR RI Fraksi Gerindra yang ingin mengajukan hak interpelasi, hak angket kepada pemerintah,
“Mudah-mudahan dengan pertemuan tersebut, apalagi degnan pernyataan Prabowo akan mendukung pemerintahan Jokowi akan semakin mencairkan hubungan antara pemerintah dan parlemen, juga antara fraksi-fraksi KIH dengan KMP,” kata Basarah.
Pertemuan itu juga  akan mencairkan suasana politik yang kurang kondusif sebagai akibat dampak pilpres 2014 yg lalu,” imbuh Basarah.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabareskrim Datangi Istana Negara

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Budi Waseso tiba-tiba mendatangi Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/1).
Pukul 19.35 Wib, Budi Waseso tanpa didampingi pengawal tiba di area halaman belakang Istana Negara. 
Ketika para jurnalis bertanya maksud kedatangannya, Budi menuturkan, saat ini Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti tengah memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Saya dipanggil Wakapolri untuk ke sini. Saya dampingi saja,” kata dia.
Budi belum tahu agenda pertemuan antara Presiden dan Badrodin. “Belum tahu. Saya hanya dipanggil Plt Kapolri disini,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Miras, MUI: Ahok Wajib Turuti Peraturan Menteri Perdagangan!

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang membolehkan penjualan minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (minol) di Minimarket yang beroperasi 24 jam, menuai pro dan kontra.

Padahal, pasal 46 Peraturan Daerah (Perda) No.8/2007 tentang Ketertiban Umum, menyebutkan, ‘Yang dimaksud dengan minuman beralkohol adalah minuman beralkohol golongan A (kadar ethanol kurang dari 5%), golongan B (kadar ethanol lebih dari 5% sampai dengan 20%, dan golongan C (kadar ethanol lebih dari 20% sampai dengan 55%)’.

Statement dari Ahok mendapat komentar dari Ustad Dr. HM Asrorun Niam Sholeh, sebagai juru bicara Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Soal peraturan yang kita tahu adalah keputusan dari Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengenai penegasan pelarangan penjualan minuman beralkohol di Minimarket dan tempat-tempat lainnya. Bagaiman pun kan bapak Ahok harus menuruti peraturan umum dari Menteri Perdagangan tersebut,” tegas Ustad Dr. HM Asrorun Niam Sholeh kepada Aktual.co, Kamis (29/1), Depok.

Lanjutnya, tak hanya menjadi perhatian bagi para pengatur kebijakan negara, tapi juga bagi seluruh masyarakat Muslim harus paham terkait haramnya miras tersebut.

“Kita kan semua tahu pelarangan minuman keras sudah ada di dalam Al Quran dan Hadist mengenai miras. Jangankan meminumnya, terkena cipratan air miras pun kita harus sucikan baju tersebut sebelum menunaikan shalat. Kita semua tahu dampak dari miras tersebut sangat negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi sebagi Muslim yang pintar dan berakal sehat pastinya tidak akan meminum miras sekalipun dibolehkan dijual,” paparnya memberikan saran.

Namun demikian, Ustad Asrorun kembali mengatakan, bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Ahok, merupakan keputusan yang sudah dibuat demi kebaikan seluruh rakyat demi mencegah keburukan (mudharat) yang lebih besar ke depannya.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Pengacara: Sudah Ada Watimpres, Presiden Tak Usah Dengar Tim Independen

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo telah menunjuk tim independen untuk meredam kisruh antara Polri dan KPK. Tim tersebut dibentuk bertujuan untuk memberi masukan kepada presiden prihal polemik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum beda institusi itu.
Pengacara Komjen Budi Gunawan, Razman arif Nasution mengungkapkan, dalam hal ini istana negara sudah mempunyai lembaga kepresidenan yakni Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) guna memberi masukan kepada presiden.
Menurutnya, seharusnya presiden bisa meminta masukan dari Watimpres untuk mengambil setiap kebijakan tanpa membentuk tim baru dengan tugas dan fungsi yang sama.
“Presiden punya Wantimpres. Itu lembaga resmi negara yang didirikan untuk beri pertimbangan pada mereka. Mintalah pendapat mereka,” ujar Razman di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/1).
Dia pun menyesalkan dengan adanya usulan dari tim tersebut secara tersirat meminta Budi Gunawan untuk mengundurkan diri sebagai calon Kapolri. Dia menegaskan, dengan adanya tim itu justru malah merugikan kliennya bukan mencari solusi.
“Yang paling aneh, sebelum keluar putusan dari tim independen kemaren, sudah ada yang menyatakan himbauan untuk undurkan diri. Ini kan organisasi yang dibentuk tidak main-main. Jadi sebelum ada putusan tim, harusnya sudah ada orang yang berbicara dulu,” sesalnya.
Tak hanya itu, bekas pengacara Prabowo Subianto pada saat Pemilu 2014 lalu pun mengkritik soal kinerja tim tersebut.
“Dari sistem kerjanya, tim independen itu bekerja untuk investigasi, dokumen-dokumen terkait adminitrasi tentang yuridis, sosiologis dan lain sebagainya,” kata dia.
Sebelum memberikan usulan atau masukan kepada presiden, Razman menambahkan, alangkah eloknya tim yang diketuai Buya Syafi’i Ma’arif itu lebih dulu bertemu dengan kliennya dan membahas duduk masalah dan memberkan solusi.
“Tim independen ini harusnya melakukan pertemuan dengan (Budi Gunawan_red), tanyakan kenapa ajukan pra peradilan. Katanya anda ada rekening gendut? tanyakan kayak gitu, kita akan fasilitasi pertemuan itu.
“Ini belum kerja mana-mana, belum nanya mana-mana, tau-tau di publish ada keputusan. Ini apa ? Fakta independen yang mendasari putusan itu apa? Ini public opini yang dipublikasi. Saya protes keras,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain