14 April 2026
Beranda blog Halaman 39421

Digusur Adaro, DPRD Pertanyakan Cara Kerja Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris komisi III DPRD Kalimantan Selatan Ibnu Sina mempertanyakan cara kerja PT Adaro Indonesia, perusahaan besar pertambangan batu bara, dan PT Pertamina yang beroperasi di Kabupaten Tabalong provinsi tersebut.
Pasalnya, untuk pengembangan penambangan batu bara dari PT Adaro yang merupakan perusahaan swasta bisa menggusur sumur minyak milik PT Pertamina yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Ketika Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta lingkungan hidup melakukan peninjauan lapangan, melihat sumur minyak milik Pertamina yang tergusur petambangan batu bara,” kata Ibnu, di Banjarmasin, Kamis (29/1).
Selain itu, berdasarkan informasi yang didapat, Pertamina tak bisa maksimal lagi memompa air untuk meneruskan hasil tambang minyak tersebut ke pengilangan di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), karena kondisi airnya yang teganggu.
“Sementara pihak Pertamina terkesan diam-diam saja atas keadaan tersebut. Masak BUMN dikalahkan perusahaan swasta. Apakah mungkin,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eggi Sudjana: Ada Kelompok Internal Polri Tak Ingin BG jadi Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG), Eggi Sudjana mengatakan, ada kelompok di internal kepolisian yang tidak menginginkan BG dilantik menjadi Kapolri. Kelompok itu, diduga melakukan konspirasi dengan oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar Jokowi tidak segera melantik Budi Gunawan, meskipun DPR sudah bulat menyetujui untuk segera dilantik menggantikan Sutarman. 
“Suka tidak suka kita harus mengakui bahwa ada perpecahan di tubuh Polri. Bahwa ada yang tidak suka dengan BG terpilih menjadi Kapolri itu benar adanya, dugaan adanya konspirasi juga sah saja. Bukan tidak mungkin itu terjadi,” ujar Eggi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/01).
Eggi juga mengakui bahwa, dirinya mendapatkan informasi yang saat  ini sudah ramai di pemberitaan terkait kelompok Mantan Kabareskrim  Suhardi Alius dan anak buahnya di Bareskrim Brigjen KR dan dua anak  buahnya Kombes M serta AKBP T, sebagai kelompok yang menyuplai data  pada KPK. Suhardi juga dianggap sebagai Jenderal bintang tiga yang bersaing ketat dengan Budi Gunawan untuk posisi Kapolri. 
“Nama-nama itu tentunya harus segera di periksa oleh Divpropam, dan secepatnya di klarifikasi agar bisa transparan dan terang benderang. Ini demi solidnya kepolisian. Ya terbukti saat diawal-awal Irjen Budi Waseso sampai mengeluarkan pernyataan tegas bahwa jangan sampai dengan pengkhianat di kepolisian,” ujar Eggi.
Begitu juga, lanjutnya, dengan institusi KPK yang harus berani membuka siapa penyuplai data – data yang dianggap layak untuk menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka, satu hari setelah DPR menyetujui Kapolri Baru. 
“Presiden Jokowi sudah menegaskan agar persoalan ini harus transparan. Karena itu KPK juga harus berani buka-bukaan. Jangan asal mengklaim sudah melakukan penyidikan. Disinilah komite etik KPK harus segera dibentuk dan memanggil Abraham Samad. Jangan sampai persepsi adanya konspirasi oknum polri dengan oknum KPK itu benar adanya. Kan kasihan institusinya,” paparnya. 
Eggi juga mendesak agar Divpropam polri memeriksa polisi yang memerintahkan penangkapan komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW), yang terkesan tiba-tiba sampai plt Kapolri Badrodin Haiti tidak mengetahuinya. Tentunya, kata Eggi, kasus ini wajib diusut.
“Karena pandangan yang muncul di masyarakat penangkapan BW atas perintah BG. Padahal BG sendiri tidak tahu apa-apa soal penangkapan itu. Polri juga kasihan jadi seakan-akan dendam pada KPK,” terangnya.
Begitupun, dengan pernyataan Plt Sekjend PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang menyebut Abraham Samad memiliki syahwat politik menjadi cawapres Jokowi, sampai melakukan penyadapan pada orang-orang di lingkungan partainya.
“Itu penting untuk segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Komite etik nantinya harus panggil Hasto. Jangan malah persoalan ini di limpahkan pada Tim Sembilan, yang belum apa-apa sudah memberikan rekomendasi,” ujar Eggi.
Lebih lanjut, Eggy berharap, Jokowi memahami, bahwa BG tetap mempunyai hak untuk dilantik menjadi kepala Polri karena tidak ada satu pun undang-undang yang mengharuskan dia mundur.
“Masyarakat ini banyak yang tidak mengerti. Kalau BG sudah ditetapkan sebagai tersangka, dia tetap punya hak hukum dari presiden dan DPR untuk dilantik menjadi kepala Polri. Hak hukum dia tidak hilang,” kata Eggi.
Begitupun, sebaliknya, kata Eggi, berlaku terhadap Bambang. Bambang  yang telah ditetapkan sebagai tersangka, kata dia, harus mundur dari jabatannya sebagai komisioner KPK. “Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang KPK menjelaskan, komisioner yang menjadi tersangka memang harus diberhentikan sementara,” ucap Eggi.
Terkait masalah etika jika Budi dilantik sebagai tersangka, menurut Eggi, hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, kata dia, etika dan hukum sudah menjadi satu kesatuan. “Hukum terjadi karena ada lima elemen: filosofis, historis, sosiologis, psikologis, dan yuridis. Etika adalah akumulasi dari lima hal ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Independen Memiliki Kepentingan Kelompok Tertentu

Jakarta, Aktual.co — Tim independen yang dibentuk untuk menyelesaikan konflik KPK-Polri, memiliki kepentingan kelompok tertentu terkait rekomendasi yang diberikan kepada presiden.
Rekomendasi yang diberikan tim independen hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.
“Ada kepentingan kelompok tertentu di tim independen. Kalau rekomendasi dilakukan jokowi, ada pihak yang terzolimi,” kata pengamat politik Teguh Yuwono, kepada Aktual.co, Kamis (29/1).
Dia menambahkan, rekomendasi yang menguntungkan sebagian pihak ini merupakan pilihan sulit dan ada resiko yang harus diambil.
“Saya melihat ini pilihan yang sulit dan ada resiko yang harus diambil,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Genjot Ekspansi Bisnis, Wika Sasar Aljazair, Timor Leste dan Myanmar

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo mengatakan bahwa pihaknya akan terus merambah bisnis perseroan ke luar negeri. Saat ini, Wijaya Karya tengah mengembangkan beberapa proyek di Timur Tengah juga Asia Tenggara.

“Untuk proyek luar negeri kami ada beberapa. Kami tengah mengembangkan tiga tower apartemen di Aljazair, setelah sebelumnya Wika juga mendapatkan tender untuk membangun proyek jalan tol (highway) di negara Timur Tengah itu,” kata Bintang dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis (29/1).

“Pertama di Aljazair kita membangun 3 tower perumahan di sana. Nilainya yang satu sudah ketahuan Rp350 miliar, yang lain kira-kira sama seperti itu. Jadi total Rp1 triliun,” sambung Bintang.

Ia melanjutkan, selain itu di Timor Leste perseroan juga baru saja mendapatkan kontrak untuk membangun bandar udara dengan nilai kontrak sebesar Rp92,7 juta dolar.

“Kira-kira Rp1,1 triliun sampai Rp1,2 triliun. Yang ketiga adalah Myanmar yang menjadi bidikan ekspansi Wika,” jelasnya.

Dikatakannya, di Myanmar, Wika akan membangun pabrik beton untuk memasok kebutuhan beton dan material infrastruktur khususnya di Myanmar.

“Yang Myanmar kita sudah dapat kontrak, kita mendirikan pabrik beton di sana. Potensinya masih sangat besar untuk proyek beton dan jembatan di sana,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Anggaran Tiga Miliar untuk Program Pasar Bebas Formalin di DKI

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta siapkan anggaran Rp3 miliar untuk program bebaskan pasar tradisional dari formalin dan bahan kimia berbahaya. 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI, Darjamuni mengatakan anggaran sebesar itu ditujukan untuk pengawasan, media tes dan operasional untuk menjalankan‎ program pasar bebas formalin di DKI.
“Itu bukan dialokasikan untuk monitoring saja, tapi buat operasional, media tes di UPT dan sebagainya,” ujar dia, di DPRD DKI, Kamis (29/1).
Dinas Kelautan akan menggandeng salah satu BUMD DKI, yakni PD. Pasar Jaya dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). PD Pasar Jaya dilibatkan untuk menentukan lima pasar yang akan dijadikan sebagai uji coba awal. 
‎”Saya lagi kumpul terus ini dengan PD Pasar Jaya. Kira-kira untuk tahun 2015, pasar apa saja yang bakal jadi percontohan. Kita sedang data semua pasar itu”  kata Darjamuni.
Sedangkan ‎BPOM akan melakukan pengawasan produk dan komoditi di pasar tradisional yang akan dipilih sebagai sampel.
‎”Jadi ini terpadu kita akan libatkan suku dinas, Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk juga BPOM,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Sepakat Patok Harga Minyak Mentah di USD60 per Barel

Jakarta, Aktual.co — Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM menyepakati harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) dalam RAPBN Perubahan 2015 sebesar 60 dolar per barel. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pemerintah memprediksi ICP pada 2015 berkisar 55-60 dolar per barel.

“Kalau mayoritas Anggota Komisi VII DPR pada angka 60 dolar per barel, kami juga sepakat,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (29/1).

Ia juga mengakui, ICP 60 dolar per barel juga sudah melalui konsultasi dengan Kementerian Keuangan dan instansi lainnya. Kesepakatan ICP 60 dolar per barel berarti lebih rendah dari usulan pemerintah sebelumnya sebesar 70 dolar per barel.

“Harga 70 dolar per barel ditetapkan saat November-Desember tahun lalu. Sekarang, realitasnya harga minyak sudah merosot jauh,” ujar Sudirman.

Dalam raker tersebut, delapan dari 10 fraksi menginginkan ICP sebesar 60 dolar per barel. Hanya Fraksi Gerindra menginginkan ICP 55 dolar per barel dan Hanura 57 dolar per barel.

Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Kardaya Warnika mengatakan, harga minyak memang sulit diprediksikan.

“Namun, harga 60 dolar per barel cukup realistis,” katanya.

Sementara, Anggota Komisi VII DPR dari Partai Nasdem Kurtubi mengatakan, ke depan, harga minyak bakal tetap rendah menyusul kelebihan pasokan “shale oil” dari AS. Ditambah lagi kecenderungan negara-negara produsen minyak yang belum mau mengurangi produksinya.

“ICP 60 dolar sudah sesuai usulan kami,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain