17 April 2026
Beranda blog Halaman 39425

Polemik Kapolri, KMP Siap Pasang Badan Atas Keputusan Presiden

Jakarta, Aktual.co — Pascapertemuan Prabowo dan Presiden Jokowi di Istana Bogor, sikap KMP bulat untuk “pasang badan” pihak-pihak yang memprotes atas hak prerogatif presiden terkait Kapolri baru.   
“Pokoknya kalau untuk kepentingan bangsa dan negara, apa pun yang perlu kita lakukan akan kita lakukan,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon seusai rapat Koalisi Merah Putih di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/1) malam.
Hingga kini, suara di parpol pendukung pemerintah justru berkeras agar Jokowi melantik Budi. 
Presiden Jokowi, lanjut Fadli Zon, tak perlu bimbang karena dia mempunyai hak sepenuhnya untuk melantik atau tidak melantik jenderal bintang tiga itu.
“Ini masalah hak prerogatif presiden. DPR juga sudah menyikapi. Presiden tinggal memutuskan saja. Kami akan mendukung keputusan apa pun kalau terkait masalah ini,” demikian Fadli.

Artikel ini ditulis oleh:

Cenderamata Bergambar Ganja Dilarang di Bandara AS

Denver, Aktual.co —Bandara Internasional Denver, negara bagian Colorado, Amerika Serikat, melarang segala bentuk penjualan cenderamata bergambar ganja yang laris dibeli oleh para wisawatan yang mengunjungi kota yang melegalkan mariyuana tersebut. Diberitakan Reuters, Kamis (29/1), sebelumnya sejak Denver melegalkan ganja untuk penggunaan hiburan pada 2012, bandara tersebut melarang penjualan seluruh produk ganja.

Kali ini, peraturan tersebut diperluas dengan larangan penjualan segara produk bergambar ganja. “Mariyuana tidak sesuai dengan bandara kelas-satu dan lingkungan yang ramah-keluarga di sini,” kata juru bicara bandara Denver, Health Montgomery. Peraturan baru itu melarang kios-kios pedagang di bandara “menjual, memajang, atau mengiklankan produk yang menampilkan gambar, bentuk, deskripsi, atau nama” mariyuana dan produk-produk terkait.

Di antara produk-produk yang laris dibeli adalah sendal jepit, baju, pakaian dalam, stiker atau magnet bergambar daun mariyuana. Namun ada pengecualian untuk publikasi koran dan materi-materi pendidikan “non-komersial.” Colorado adalah satu dari empat negara bagian yang melegalkan ganja dalam jumlah kecil atau mariyuana untuk tujuan rekreasi tahun lalu.

Pertamina Siap Kelola Blok Migas dan Revitalisasi Sumur Tua

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina Persero berupaya meningkatkan kinerja di sektor hulu diantaranya dengan pengelolaan blok migas yang masa kontraknya segera habis dan merevitalisasi sumur tua untuk menambah produksi dan meningkatkan “revenue”.

“Kami harap pemerintah mendukung usulan kami untuk bisa memperoleh penugasan dalam pengolahan ladang-ladang minyak yang telah habis masa kontraknya,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Persero Dwi Soetjipto di Jakarta, ditulis Jumat (30/1).

Sejumlah blok migas yang dimaksud adalah Blok Mahakam, Blok East Kalimantan, Blok Lho Sukon B, Blok Arun B, Blok South Sumatera, Blok Sanga-Sanga, dan Blok Ogan Komering yang kontraknya akan habis pada 2017 dan 2018 mendatang.

Dwi mengatakan produksi dari blok-blok tersebut sekitar 300 ribu BPH atau senilai dengan 11,8 miliar dolar AS per tahun. Selanjutnya Pertamina juga merevitalisasi dan mereaktivasi 5.000 sumur yang sudah tua dan/atau berstatus tidak aktif.

“Revitalisasi dan reaktivasi sebesar 20 persen dari jumlah sumur tersebut, berpotensi menambah produksi sebanyak 20 rbu BPH atau setara dengan 781 juta dolar AS per tahun,” ujar Dwi.

Selain itu, ujarnya, Pertamina juga melakukan akselerasi program “Enhanced Oil Recovery” (EOR) di lapangan-lapangan tua dan menambah jumlah lapangan EOR menjadi 16 lapangan yang diprediksi akan menambah produksi hingga 3,05 ribu BPH atau setara dengan 120 juta dolar AS per tahun.

“Sebelumnya pada 2013 Pertamina telah melakukan program uji coba EOR di delapan lapangan dan menghasilkan tambahan produksi 1,5 ribu BPH, jadi kami akan melanjutkan ‘success story’ ini dengan proyek yang lebih besar,” tuturnya.

Yang terakhir, Pertamina berupaya menurunkan “lifting cost” dari yang semula lebih dari 27 dolar AS per barel menjadi satu dolar AS per barel.

“Target produksi minyak Pertamina pada tahun 2014 sebesar 280 ribu BPH, penurunan ‘lifting cost’ ini akan menghemat dana hingga 102 juta dolar AS per tahun,” katanya.

Ekonom Energi dan Lingkungan Darmawan Prasodjo menilai langkah Pertamina tersebut sangat tepat karena cost sektor hulu Pertamina jauh lebih rendah dari sektor hilir.

Ia menjelaskan bahwa dengan total cost hulu 2,68 miliar dolar AS, kontribusi revenue (ebitda) yang diberikan jauh lebih besar yaitu 3,14 miliar dolar AS. Sedangkan total cost hilir yang mencapai 63,6 miliar dolar AS hanya mampu memberikan kontribusi terhadap revenue sebesar 1,69 miliar dolar AS.

“Sektor hulu memberi rasio keuntungan yang besar yaitu 54 persen dari revenue, sedangkan sektor hilir hanya 2,6 persen dari revenue,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Plt Sekjen PDIP: Jokowi Tak Hadiri Pertemuan Teuku Umar

Jakarta, Aktual.co — Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah Presiden Joko Widodo telah menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar No 27A, Jakarta, Kamis (29/1) malam.
“Presiden Jokowi dipastikan malam ini tidak hadir,” ujar Hasto seusai bertandang ke kediaman Megawati itu, Kamis malam.
Pernyataan Hasto terkait adanya mobil Innova yang sempat masuk ke kediaman Megawati yang diduga tumpangan Jokowi.
Menurut Hasto, mobil jenis itu merupakan kendaraan rakyat sehingga banyak yang menggunakan, tidak hanya Presiden.
Hasto mengatakan, pada Kamis malam, memang banyak tamu yang hadir ke kediaman Megawati, termasuk dari kalangan kader PDIP. Namun dia mengatakan pertemuan di rumah Megawati membicarakan persiapan Kongres PDIP yang akan berlangsung tahun ini, serta terkait dinamika politik di DPR soal RAPBNP.
Sementara itu terkait pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis sore, Hasto mengatakan bahwa Megawati sama sekali tidak berkomentar terkait hal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Ada Keppres, Rekomendasi Tim Independen Tak Kuat

Jakarta, Aktual.co — Rekomendasi tim independen kepada Presiden Joko Widodo tak kuat karena tak memiliki Keputusan Presiden (keppres).
“Kunci saat ini ada di Jokowi. Kenapa memanggil tim independen, persoalan di partai pengusung saja tak selesai apalagi yang lain,” kata Pengamat Politik, Teguh Yuwono, Kamis (29/1).
Presiden Joko Widodo berpotensi untuk di-impeachment (pemakzulan) oleh Dewan Perwakilan Rakyat jika tak melantik Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri.
Hal ini dikarenakan Budi Gunawan sudah mendapat persetujuan oleh Dewan Perwakilan Rakyat setelah melewati proses fit and proper test.
“Bisa di-impeachment, karena sudah disetujui oleh DPR,” ujar Teguh.
Menurut dia, keputusan ini sulit dilakukan Jokowi karena menyangkut hukum dan politik. sementara, tak tahu mana yang harus didahulukan, apakah sisi hukum atau politiknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebelum Eksekusi, Hukuman 3 Terpidana Mati di AS Ditangguhkan

Oklahoma, Aktual.co —Tiga orang terpidana mati di Amerika Serikat mendapatkan penangguhan eksekusi sehari sebelum menjalani hukuman mati dengan suntikan. Richard Glossip, dan dua terpidana mati lainnya di Oklahoma, mendapatkan penangguhan eksekusi sementara dari Mahkamah Agung AS di tengah perdebatan soal obat-obatan yang digunakan untuk melakukan eksekusi.

Midazolam adalah obat penenang yang digunakan untuk melumpuhkan tubuh untuk mencegah terpidana mati mengalami kejang-kejang sebelum obat ketiga yang menghentikan detak jantung disuntikkan. Namun, muncul kritikan sebagai obat anaestesi, Midazolam tak cukup kuat, sehingga potensi terpidana tersiksa menjelang kematian sangat besar.

Tahun lalu, muncul protes setelah eksekusi hukuman mati terhadap Clayton Lockett dianggap gagal. Sebab, Lockett harus tersiksa dalam kesakitan luar biasa selama 43 menit sebelum meninggal dunia akibat serangan jantung. “Kita tak seharusnya menggunakan mereka sebagai tikus percobaan bagi upaya negara bagian Oklahoma menemukan protokol pelaksanaan hukuman mati yang sesuai konstitusi.

Itulah yang kami gugat,” kata kuasa hukum Glossip, Mark Kenricksen. Kasus yang menimpa Glossip sendiri terbilang tak lazim. Sebab, dia adalah satu-satunya dari 49 terpidana mati di Oklahoma yang tak benar-benar membunuh seseorang. Pria ini didakwa membayar seorang kawan untuk membunuh pemilik motel tempat dia dan kawannya itu bekerja.

Si pembunuh, Justin Sneed, lolos dari hukuman mati setelah dia sepakat untuk bersaksi melawan Glossip. Dia kini menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa peluang bebas bersyarat. Hingga beberapa pekan lalu, peluang penundaan eksekusi Glossip sangat kecil. Hingga seorang salah seorang aktivis anti-hukuman mati ternama AS terlibat.

Dia adalah Helen Prejean, seorang biarawati Katolik yang menulis buku soal pengalamannya berinteraksi dan bekerja dengan para terpidana mati. Bukunya yang berjudul “Dean Man Walking” sudah difilmkan pada 1995. Awal pekan ini, Helen tiba di Oklahoma City dan menggelar konferensi pers. Dia mengunjungi Glossip untuk pertama kalinya beberapa jam sebelum penangguhan eksekusi dipastikan. Mahkamah Agung akan menyidangkan kembali kasus ini pada 29 April.

Meski banyak menimbulkan kontroversi, sebagian besar warga Oklahoma masih mendukung hukuman mati. Beberapa orang wakil rakyat bahkan mengusulkan cara alternatif eksekusi yaitu menggunakan gas nitrogen. “Jika hingga titik tertentu kita tak menemukan teknologi untuk menghasilkan suntikan maut, saya mendukung hukuman gantung atau pancung atau cara lain selama bisa memastikan terpidana itu, pada akhirnya, menerima keadilan,” ujar senator negara bagian Oklahoma, Ralph Storey.

Berita Lain