18 April 2026
Beranda blog Halaman 39439

Cincin 200 Kali Lebih Besar, Planet ‘Super Saturnus J1407b’ Ditemukan!

Jakarta, Aktual.co — Para Astronom telah menemukan sebuah Planet di luar Tata Surya kita (ekstra surya) dengan sistem cincin besar yang jauh lebih besar dari Planet Saturnus.

“Planet ini jauh lebih besar dari Jupiter atau Saturnus, dan sistem cincin ini adalah sekitar 200 kali lebih besar dari cincin Saturnus saat ini,” ungkap Dr. Eric Mamajek, Profesor fisika dan astronomi dari University of Rochester dan pemimpin tim Astronom, dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Anda bisa menganggapnya sebagai semacam Super Saturnus.”

Sistem cincin – yang pertama yang pernah ditemukan di luar sistem Tata Surya kita – ini diyakini terdiri dari 37 cincin, yang masing-masing puluhan juta mil lebarnya. Ia memiliki diameter sekitar 75 juta mil. Sistem tersebut diyakini mengandung massa seperti Bumi- nilai partikel debu, berdampingan dengan Bulan di luar Tata Surya.

Planet Ekstra Surya yang mengusung cincin terbesar itu dijuluki “J1407b”, telah diperkirakan setidaknya empat kali lebih besar dari Planet Jupiter.

Mamajek bersama timnya berhipotesis, tentang keberadaan sistem cincin pada tahun 2012, ketika mereka melihat Gerhana ‘J1407’, Bintang seperti Matahari muda yang terletak 420 tahun cahaya dari Bumi. Gerhana muncul seperti yang disebut Bintang “Light Curve”, grafik kecerahan Bintang yang ditangkap lebih dari dua bulan.

“Gerhana berlangsung selama beberapa minggu, tetapi Anda bisa melihat perubahan yang cepat pada skala waktu puluhan menit sebagai akibat dari struktur halus di cincin tersebut,” papar Dr. Matthew Kenworthy, Astronom di Observatorium Leiden di Belanda bersama anggota dari tim, mengatakan dalam pernyataan tersebut.

“Bintang tersebut terlalu jauh serta mengamati cincin secara langsung, tapi kita bisa membuat model rinci berdasarkan variasi kecerahan yang cepat dalam cahaya bintang yang melewati sistem cincin.”

Model rekayasa dari peneliti membantu tim memperkirakan massa ‘J1407b’ dan ukuran sistem cincin. Hal ini juga mengungkapkan suatu kejadian yang jelas, menunjukkan adanya ‘satelit ukiran’ jalan melalui cincin.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Planet unik tersebut dan cincin-nya, para Astronom meminta ilmuwan untuk membantu memantau cahaya yang datang dari ‘J1407’.

Penelitian tersebut sudah dipublikasikan dalam Astrophysical Journal.

Artikel ini ditulis oleh:

DKI Ingin Pasar Tradisional Bebas dari Formalin

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kelautan dan Perikanan DKI ingin pasar tradisional di Jakarta bebas dari formalin dan produk-produk berbahaya. Untuk mewujudkannya, Dinas Kelautan akan gandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, yakni PD Pasar Jaya.
“Saya punya target pokoknya setiap wilayah itu minimal ada lima pasar tradisional yang bebas dari formalin dan produk berbahaya lainnya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI, Darjamuni, di Jakarta, Kamis (29/1).
‎Kata dia, pencanangan pasar bebas formalin dan produk berbahaya ‎merupakan bentuk ketahanan pangan yang merupakan program prioritas Dinas Kelautan dan Perikanan DKI. 
‎”Kita akan awasi semua produk-produk dan komoditi di pasar-pasar, baik itu peternakan, perikanan dan sayuran. Apakah ada sayur mengandung pestisida, ikan mengandung formalin, itu target kita,” ucap dia. 
‎Meskipun direncanakan di seluruh 5 Wilayah DKI Jakarta, upaya pencanangan akan dilakukan secara bertahap.  Sebagai tahap awal, satu wilayah ditargetkan memiliki lima pasar tradisional yang bebas formalin dan produk berbahaya.
‎”Dalam sebulan kita cek terus. Begitu setahun hasilnya negatif semua, baru kita berani untuk ‘declare’. Setelah itu, pengawasan selanjutnya akan kita tingkatkan ke lima pasar yang kita ujicoba di tiap wilayah itu,” ujar dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Mengandung Bakteri, Pembeli Apel Impor Menurun

Medan, Aktual.co — Pelarangan perdagangan buah apel jenis Grunny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat yang biasa dijual dengan merek Granny’s Best dan Big B ini diduga terinveksi bakteri Listeria monocytogenes menyebabkan penurunan pembeli apel di Kota Medan menurun drastis.
“Konsumen memang banyak tanyak, berkurang 5 sampai 10 persen,” ujar Penanggung Jawab Supermarket Ramayana Pringgan, jalan Iskandar Muda Putra kepada Aktual.co, Kamis (29/1).
Putra menuturkan, penurunan itu tetap terjadi, meski kedua jenis apel tersebut sudah dilakukan penarikan sejak pertengahan Januari lalu.
“Kalau yang diramayana, Granny smith, washington, gala gak jual, sudah ditarik sekitar pertengahan Januari. Berdampak bang, sangat berdampak,” ungkapnya.
Terpisah, Store General Manager Hypermart Sun Plaza Susanto mengungkapkan, kedua jenis apel tersebut memang tidak terlalu diminati oleh konsumen. Namun, tetap saja pelarangan itu berdampak terhadap buah apel lainnya.
“Memang nggak terlalu banyak di minati, yang diminati itu Washington atau apel fuji, apel malang, kalau Amerika granny, gak terlalu disukai. Namun setelah pelarangan, apel yang lain berdampak, penurunan 15-20 persen. Konsumen sering tanyak-tanyak,” kata Susanto.
Terhadap dua jenis apel itu, lanjut Susanto, pihaknya sejak minggu ketiga Desember 2014 lalu telah melakukan penarikan.
“Udah ditarik sekitar tanggal 20 Desember, dapat instruksi sudah ditarik. Digudang juga kosong,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Apel Impor Mengandung Bakteri Masih Beredar di Medan

Medan, Aktual.co — Meski telah dilarang untuk tidak dipasarkan, Apple Granny Smith produksi Bidart Bros, Bakersfield, California ditemukan masih dipasaran ditingkat pedagang eceran di Kota Medan.
Seperti yang ditemukan Aktual.co di pengecer buah di kawasan Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru Kota Medan, Kamis (29/1).
“Udah di tes dua hari lalu bang, ada yang tes katanya nggak apa-apa. Bawak alat gitu, di cek,” ujar pengecer yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, Apple Grunny Smith itu ia peroleh dari distributor buah di Jalan Palangkaraya Medan, yang ia beli tiga hari lalu.
“Udah tiga hari yang lewat, dari Palangkaraya ambilnya, udah tiga hari yang lewat, memang kata mereka sudah gak ada lagi, kalau sekarang abang carik di palangkaraya, udah nggak dapat lagi itu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

BW: Expose Belum Ada Tersangka dari Mandiri Sekuritas

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bendahara Umum (Bendum), M Nazaruddin.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, menyatakan ada temuan baru dari dari hasil penyidikan kasus tersebut.
“Ada beberapa temuan baru,” ujar Bambang Widjojant, di Kantor Ombudsman, di Jakarta, Kamis (29/1).
Meski demikian, ia belum mau menjabarkan apa temuan itu. Meski demikian, informasi yang didapat, ada dugaan keterlibatan Mandiri sekuritas dalam proses jual beli saham PT Garuda Indonesia Airlines yang akan melakukan initial public offering (IPO) ketika itu.
Informasi lain yang didapatkan, KPK telah menetapkan tersangka dari pihak perusahaan berplat merah tersebut.
Namun demikian, BW membantahnya.”Setahu saya tidak ada ekspose kasus itu yang men-justified tersangka atau belum. Tapi mudah-mudahan di akhir bulan ini atau awal bulan depan ada keputusan mengenai itu,” kata dia.
Pada kasus ini, KPK telah memeriksa Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto saat ini. Selain itu, KPK pun pernah memeriksa mantan Dirut Mandiri Sekuritas, Harry Maryanto Supoyo.
Seperti diketahui, Nazaruddin telah membeli saham Garuda sebesar Rp300,85 miliar. Rincian saham itu terdiri Rp300 miliar untuk Rp400 juta lembar saham dan fee Rp850 juta untuk Mandiri Sekuritas. Pembayaran dilakukan dalam empat tahap, yakni tunai, melalui RTGS (real time gross settlement), dan transfer sebanyak dua kali. Harga saham Garuda yang Rp750 per lembar itu kemudian turun menjadi Rp600 pada awal pembukaan perdagangan.
Untuk itu, KPK menjerat Nazaruddin dengan Pasal 12 huruf a subsidair Pasal 5 dan Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan juga Pasal 3 atau Pasal 4 juncto Pasal 6 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

WIKA Kantongi Total Kontrak Rp54,52 Triliun di 2015

Jakarta, Aktual.co — PT Wijaya Karya (Wika) Tbk di tahun 2015 tercatat telah memperoleh total kontrak sebesar Rp54,52 triliun. Di mana target kontrak baru perseroan di tahun ini ditargetkan mencapai Rp30,59 triliun dan carry over dari tahun 2014 sebesar Rp23,92 triliun.

Dengan komposisi perolehan kontrak baru di tahun 2015 berasal dari Pemerintah sebesar 52,02 persen, BUMN 22,17 persen dan swasta 25,21 persen.

“Kontrak baru Rp30,59 triliun, sementara Rp23,92 triliun itu kontrak di tahun 2014, jadi total kontrak di tahun ini Rp54,52 triliun,” ucap Corporate Secretary PT Wika, Suradi dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis (29/1).

Selain itu lanjut Suradi, beberapa anak perusahaan Wika, yakni Wika Realty dan Wika Gedung berencana melakukan initial public offering (IPO). Hal ini dilakukan untuk mengembangkan dan memperluas bisnis perseroan.

Wika Realty ditargetkan dapat melantai di Bursa Efek Indonesia di tahun 2015, sedangkan IPO Wika Gedung ditargetkan pada tahun 2016.

“IPO dua anak usaha ini diharapkan dapat mengikuti kesuksesan IPO Wika Beton yang telah melantai di BEI pada 8 April 2014,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain