1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39442

Tiang Besi Monorel Terbengkalai Membahayakan Pengendara

Mobil sedan melintas besi beton pondasi proyek Monorel di jalan Patal Senayan, Palmerah, Jakarta Selatan, Jum’at (16/1/2015). Tiang pancang yang sedianya akan dipakai untuk proyek monorel kini terbengkalai meninggalkan sisa-sia besi yang semrawut sehingga membahayakan pengendara, terutama saat malam hari. AKTUAL/MUNZIR

Menteri Rini Sebut PLN, Pertamina dan PGN Berpotensi Rugikan Negara

Jakarta, Aktual.co —  Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan catatan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait permasalahan BUMN yang saat ini mulai banyak beralih ke anak perusahaan. Disinyalir, bahwa pendirian anak perusahaan cenderung menjadi tempat transaksi-transaksi yang digunakan untuk kepentingan tertentu.

Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan jika beberapa anak perusahaan BUMN termasuk perusahaan BUMN besar yang memang berpotensi merugikan negara.

“Kami telah lakukan pemeriksaan terhadap anak usaha yang besar seperti Pertamina, PLN, Telkom, PGN dan anak usaha perbankan BUMN besar,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/1).

Rini justru menuding jika lembaga DPR belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap kurang lebih 600 anak perusahaan BUMN.

Anggota VII BPK, Achsanul Qosasi mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 45 anak perusahaan dan diperoleh 801 temuan, 1.294 rekomendasi, dengan rasio permasalahan yang berpotensi merugikan negara dan korporasi sebesar 62 persen dari temuan.

“Dalam pemeriksaan, kami memfokuskan pada pemeriksaan kinerja, sehingga produk BPK bukan hanya berpendapat terhadap kebenaran akuntasi, tapi lebih pada program efektifitas dan effisiensi keuangan negara di BUMN serta menjamin pelaksanaan penyelesaian ganti rugi keuangan negara, sesuai UU 15 Tahun 2006, pasal 11,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hanura Dibayangi Gerakan Sempalan

Jakarta, Aktual.co —Musyawarah Nasional (Munas) II Partai Hanura tahun ini dibayangi gerakan sempalan yang ingin mencoba membuat munas tandingan agar Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto tidak dapat mempertahankan jabatan pada masa kepemimpinan selanjutnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Muda Hanura yang merupakan organisasi sayap Hanura, Erik Satria Wardhana di Jakarta, Jumat (16/1).
“Saya akui ada gerakan-gerakan sempalan yang mencoba membuat munas tandingan,” kata Erik disela-sela acara pembukaan Munas I organisasi sayap Gema Hanura. Dia mengatakan, gerakan itu muncul dari oknum partai yang pernah bermasalah di internal DPP Hanura. Namun oknum itu kini telah diberhentikan dari kepengurusan partai. “Oknum itu pernah aktif di Hanura, namun ada kasus keuangan dan sebagainya sehingga diberhentikan dari kepengurusan partai,” kata dia.
Erik menegaskan, Gema Hanura selaku organisasi sayap Partai Hanura menyayangkan sekaligus menentang langkah-langkah tersebut. Pasalnya, kata dia, seluruh organisasi sayap yang terafiliasi kepada Partai Hanura secara solid telah mendukung Wiranto untuk kembali menjabat Ketua Umum Hanura periode mendatang. Wiranto dinilai sebagai sosok tunggal yang mampu menjadi perekat dan pemimpin kader untuk saat ini.
Wiranto telah menyatakan kesediaannya untuk kembali memimpin Hanura pada periode kepemimpinan selanjutnya, dengan catatan dirinya hanya ingin mengantar proses regenerasi partai secara aman, santun, selamat dan bermartabat.
Wiranto menekankan agar kader tidak perlu khawatir Hanura akan menjadi kendaraan bagi keluarganya untuk meraih kekuasaan, sebab menurut Wiranto, keluarganya tidak ada yang berkecimpung di dalam Partai Hanura. “Saya secara tulus dan ikhlas ingin membangun kendaraan politik terus berkembang,” ujar Wiranto. Munas II Partai Hanura dijadwalkan berlangsung di Solo bulan Februari mendatang. Dalam Munas II itu Wiranto dikabarkan akan dipilih secara aklamasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pererat Kerjasama, Pertunjukkan Seni Budaya India Digelar di Bali

Jakarta, Aktual.co — Pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Festival of India 2015” akan digelar di Pulau Bali dari Januari hingga Maret mendatang sebagai upaya mempererat hubungan kerja sama India dengan Indonesia.

Konsul Jenderal India untuk Bali Amarjeet Singh Takhi saat bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat mengemukakan kegiatan itu untuk mempererat kerja sama dua negara, terlebih Bali memiliki hubungan historis yang sangat dekat dengan India.

“Festival of India 2015” akan digelar di Bali sepanjang Januari hingga Maret 2015 merupakan salah satu rangkaian festival yang digelar Kedubes India di 16 kota di seluruh Indonesia. Sedikitnya 30 presentasi budaya akan memeriahkan rangkaian festival.

Takhi mengatakan festival akan dimeriahkan tarian rakyat, drama tari, wayang, pertunjukan seni, pameran, seminar, pemutaran film Bollywood hingga film dokumenter.

Khusus untuk Bali, rangkaian festival akan dibuka secara resmi pada 28 Januari 2015 di The Westin Resort, Nusa Dua. Selanjutnya, sejumlah pagelaran seni dan budaya akan dilaksanakan di beberapa lokasi antara lain Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, Gedung Ksirarnawa, Auditorium Natya Mandala ISI Denpasar, Museum ARMA, Auditorium Undhiksa, Amphitheatre Diccovery Shopping Mall dan Monumen Bajra Sandhi.

Demi kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut, Takhi sangat mengharapkan dukungan dari pemprov dan masyarakat Bali.

“Dukungan seluruh masyarakat Bali sangat kami perlukan agar tujuan pelaksanaan festival ini dapat tercapai. Kami juga menyampaikan undangan terbuka kepada masyarakat Bali untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan dalam rangkaian festival tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi rencana penyelenggaraan “Festival of India 2015” dan berjanji akan meluangkan waktu untuk hadir.

“Ini kegiatan yang sangat bagus dan saya akan datang. Event ini merupakan salah satu upaya dalam memantapkan kerja sama antara Bali dengan India, mengingat kita memiliki kultur yang hampir sama,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga mengimbau masyarakat Bali untuk datang menyaksikan pertunjukan yang disuguhkan oleh para seniman dan budayawan India.

Dia yakin, pertunjukan seni yang disuguhkan oleh seniman dan budayawan India akan sangat menghibur dan menarik untuk diikuti.

Artikel ini ditulis oleh:

Tarif Angkutan Di Kota Medan Turun Menyusul Penurunan Harga BBM

Medan, Aktual.co — Pemerintah Kota Medan akhirnya resmi menurunkan tarif angkutan di wilayahnya terkait penurunan kembali harga BBM.
Penurunan itu berdasarkan hasil rapat pertemuan pembahasan tarif angkutan Kota Medan, Jumat (16/1) di Balai Kota Medan antara Pemko Medan bersama Organda, KPUM Medan, LKI Medan, Dirlantas Poldasu AKBP Sujarno, kalangan kampus dan pengusaha angkutan lainnya.
Hasil pertemuan menyepakati, penurunan tarif untuk umum dari Rp5.500 per estafet menjadi Rp4.600, sedangkan mahasiswa atau pelajar dari Rp3500 menjadi Rp3.000 per estafet. Tarif ini mulai diberlakukan mulai Senin (19/1) pukul 00.00 wib.
“Kita sepakat dengan penyesuaian tarif ini, dan saya minta para pengusaha angkutan dan organisasi angkutan lainnya untuk membina para supir, lebih meningkatkan pelayanannya, mematuhi peraturan laulintas,” ujar Asisten Adminitrasi Umum Pemko Medan, Ikhwan Habibi Daulay.
Kadis Perhubungan Kota Medan Redward Parapat menyebutkan, pemberlakukan tarif yang baru itu bersamaan dengan pemberlakuan kenaikan harga BBM yang baru yang menjadi keputusan pemerintah pusat.
“Pemerintah akan terus mangawasi dan mengkontrol serta berharap agar harga suku cadang  juga dapat turun, karena ini juga sangat berpengatruh terhadap angkutan,” kata Reinward.
Diketahui, harga BBM kembali diturunkan oleh pemerintah. Penurunan untuk premium dari Rp7.600 menjadi Rp6.600 per liter sedangkan Solar dari Rp7.200 menjadi Rp6400 per liter, yang diberlakukan mulai Senin (19/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Sang Teroris yang Mendapat Ilmu di Penjara

Kediri, Aktual.co — Roni alias Jaka alias Fuad, terduga teroris di Kediri, disebut-sebut mengenal paham radikalisme agama saat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Porong, Sidoarjo. Di dalam LP itu Roni sering berinteraksi dengan narapidana kasus teroris. Setelah bebas, Roni lalu bergabung dengan kelompok Santoso, seperti dikuti Tempo.co.
Kepala Bidang Penindakan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Ibnu Suhendra mengatakan Roni dijejali paham radikal saat menjadi penghuni LP Porong pada 2006. Kala itu dia dijebloskan ke penjara setelah membunuh teman kampungnya. “Di LP dia berinteraksi dengan napi kasus terorisme hingga jadi seperti itu,” kata Ibnu di Kediri, Jumat, 16 Januari 2015. 
Usai menjalani hukuman selama tujuh tahun, Roni tidak pulang ke rumahnya, melainkan menuju Bima, Nusa Tenggara Barat untuk belajar agama di Pondok Pesantren Umar Bin Khatab. Kepergian Roni ke pondok pesantren tersebut diduga atas rekomendasi napi teroris tersebut.
Usai nyantri di Umar Bin Khatab, Roni kemudian bergabung dalam kelompok teroris pimpinan Santoso. Dia diduga kuat terlibat dalam serangkaian penyerangan di Bima dan Poso hingga menewaskan delapan anggota polisi. 
Roni ditembak mati aparat Densus 88 Jumat pagi tadi sekitar pukul 08.30 di Dusun Nglarangan, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Dia ditembak tepat di dada setelah sempat melawan dengan menembak anggota Densus menggunakan senjata api jenis FN sembilan peluru.
Tak ada satupun warga yang mengetahui baku tembak itu. Mereka hanya menjumpai genangan darah setelah polisi membawa mayat Roni ke ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Roni alias Jaka alias Fuad, terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di Kediri pada Jumat pagi, 16 Januari 2015, ternyata punya catatan kriminal berat. Saat masih remaja, Roni pernah membunuh teman sekampungnya dengan cangkul. Atas perbuatannya itu, dia dibui selama 7 tahun.
Kesehariannya itulah yang menyebabkan dia terlibat perkelahian dengan teman kampungnya karena berselisih soal sawah. “Dia membacok temannya sampai mati,” kata Sunarti, tetangga dekat Roni, Jumat, 16 Januari 2015.
Bebas dari hukuman, Roni memutuskan merantau ke Bali. Sejak itu, Sunarti dan warga lain tak mengetahui kisah hidup Roni. Bahkan orang tuanya tak pernah bercerita soal keberadaan anak sulungnya itu kepada tetangga. Hingga akhirnya sekitar lima pekan lalu, Roni pulang ke Nglarangan. Namun kali ini dia tidak sendiri, melainkan bersama perempuan yang diakuinya sebagai istri dan tiga anak yang masih kecil.
Sejak pulang, pembawaan Roni berubah. Dia tak pernah keluar rumah selain ke sawah. Adapun istri dan tiga anak Roni dititipkan di rumah kakeknya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orang tuanya. “Baru satu minggu ini, dia membawa istrinya ke rumah orang tuanya,” tutur Sunarti. 
Perilaku istrinya juga cukup ganjil. Sehari-hari, dia mengenakan cadar dan tak pernah keluar rumah. Meski mengaku sebagai seorang agamais, istri Roni tak pernah sekali pun mengikuti kegiatan pengajian di kampung suaminya. Kesaksian serupa disampaikan Kepala Desa Krenceng Suparno. Menurut dia, Roni dan istrinya sangat tertutup. Namun Suparno tak pernah membayangkan Roni bergabung dengan gerakan teroris. “Setahu saya, dia jadi pendiam setelah berkelana,” ujarnya.

Berita Lain