18 April 2026
Beranda blog Halaman 39444

Pengamat: Jokowi Tak Punya Power Kuat

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan Presiden Joko Widodo tidak memiliki ‘real power’ yang membuat otoritas kepemimpinannya melemah.
“Kekuatannya (Jokowi) ada tapi di dunia maya, makanya Jokowi tidak melihat dalam kekuatan real,” ujar Arbi di Dewan Harian Nasional, Jakarta, Kamis (29/1)
Arbi menilai jika Jokowi tidak memiliki ‘power’ yang ‘real’ maka otoritasnya sebagai presiden menjadi lemah. Kewenangannya menjadi presiden seperti hak prerogatif bisa ‘digoyang’ oleh DPR.
“Kalau sudah begitu lembaga presiden terancam, kalo mau lanjut, dia harus bangun ‘power’, kalo ngelantik polisi itu persoalan kecil, dia memerlukan ‘power’ untuk jaga institusi,” jelasnya
Menurutnya institusi dan otoritas presiden sudah terancam oleh partai pendukung, lembaga, DPR dan Polisi.
“Hanya satu yang bisa dipakai yaitu tentara,” katanya
Arbi menambahkan kerjasama dengan angkatan laut sudah  dibuka,  swasembada juga sudah diterjunkan ke angkatan darat. Arbi menghimbau Presiden meningkatkan kerjasama terhadap tentara untuk menyelamatkan presiden dari politisi yang kacau.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Sita Rp335 Juta dari Mantan Petinggi Adhi Karya

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Kejaksaan Agung menyita uang senilai Rp 335 juta dalam rekening serta empat sertifikat tanah dari tersangka Wijaya Iman Santoso. Mantan Kepala Divisi VII PT Adhi Karya Bali itu disita asetnya oleh penyidik pidana khusus terkait kasus korupsi penggunaan uang perusahaan dan pencucian uang.
“Sudah dilakukan penyitaan uang Rp 335 juta kemudian tanah dan bangunan yang berada di semarang,”kata Kasubdi penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Korupsi (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Sarjono Turin dikantornya, Jakarta, Kamis (29/1).
Empat sertifikat tanah yang disita seluas 1200 meter persegi dan tanah tersebut semuanya berada di Semarang. Namun, Sarjono belum memastikan berapa rupiah dari total tanah yang disita tersebut,
“Nilainya belum tahu. Semua sudah disita,”ungkapnya.
Terhadap Wijaya sendiri, setelah diperiksa hampir selama 6 jam, hari ini kemudian dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari kedepan yakni 17 Februari 2015. Penahanan tersangka Wijaya berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-003/F.2/Fd.1/01/2015 tanggal 29 Januari 2015.
“Baru ditahan saat ini karena proses penyidikan sudah berakhir dan akan dilanjutkan ke tahap dua,”papar Sarjono Turin. 
Dikatakan Sarjono, korupsi yang dilakukan Wijaya itu negara dirugikan sebesar Rp 12 miliar. Terhadapnya dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor lalu dikembangkan ke Tindak Pidana Pencucian Uang. 
“Seharusnya uang itu disetor ke Adhi Karya tapi malah dialirkan ke rekening sendiri,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pengamat: Konflik KPK-Polri, Jokowi Bersikap Tengah

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Universitas Indonesia Boni Hargens mengatakan hubungan KPK dan Polri adalah satu latihan awal yang sangat keras bagi seratus hari pemerintahan Jokowi. Menurutnya konflik dua lembaga penegak hukum itu terjadi akibat masalah internal masing-masing institusi.
“Awal masalah nya kan adalah Budi gunawan, penetapan tersangka tidak dikuatkan oleh bukti yang memancing ruang konflik,” kata Boni Hargens di Dewan Harian Nasional, Jakarta, Kamis (29/1).
Boni melihat ada latar belakang yang rumit yang harus dibuka dan dianalisis. Dari internal kepolisian ada pertungan antar jenderal-jenderal untuk ambil posisi menjadi Kapolri, sehingga penetapan Budi Gunawan harus dibaca dalam konteks itu.
Sementara di KPK, ada beban yang belum terselesaikan. Sebagai contoh kasus Century dan Kasus Ibas yang tak berani dibuka, sehingga yang muncul dipermukaan adalah kasus BG dan BW.
“saya kira sikap jokowi sudah jelas, dia berada di tengah tanpa berpihak siapapun dan mendamaikan kedua institusi,” katanya
Boni menuturkan keputusan yang semestinya dilakukan Jokowi adalah mencari ‘win win solution’ dengan dasar yang jelas untuk menyelamatkan KPK dan Polisi.
“BG harus segera dilantik dan stop kriminalisasi KPK, itu jalan keluarnya dan itu solusi terbaik,” katanya
Menurutnya, Budi Gunawan harus segera dilantik karena secara prosedural telah distujui DPR dan harus dilanjutkan. Kemudian, kriminalisasi KPK harus segera dihentikan karena mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Mari selamatkan KPK, dan hidupkan kembali wibawa Polri,” tutup Boni.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina-PGN Bangun SPBU-SBG Terintegrasi

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. hari ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait rencana kerjasama penyaluran gas untuk keperluan SPBG di Indonesia.

Direktur Pengusahaan PGN, Jobi Triananda Hasjim menyampaikan bahwa melalui kerjasama tersebut, Pertamina dapat memanfaatkan pipa milik PGN untuk membangun SPBG yang terintegrasi dengan SPBU-SPBU Pertamina. Sehingga nantinya masyarakat pemilik mobil pengguna BBG bisa mengisi SPBU yang telah terintegrasi dengan SPBG.
 
“Kami bersinergi dengan Pertamina dalam penyediaan infrastruktur bagi pemenuhan gas bumi ke sektor transportasi. Pembangunan SPBG yang terintegrasi dengan SPBU, kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan BBG bagi sektor transportasi di Indonesia,” kata Direktur Pengusahaan PGN, Jobi Triananda Hasjim dalam rilisnya, Kamis (29/1).

Lebih lanjut dikatakan, strategi pembangunan integrasi SPBU dan SPBG diyakini akan meminimalkan hambatan pembangunan SPBG, seperti pembebasan lahan dan perizinan. Sehingga menurutnya, pembangunan SPBG bisa lebih cepat dan efsien.

“Pertamina akan menambah fasilitas pengisian BBG berupa dispenser, kompresor, gas dryer dan fasilitas lainnya, dengan proses pengerjaan sekitar 4 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan dengan membangun SPBG dari awal,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Energi Baru & Terbarukan Pertamina, Yenni Andayani mengatakan untuk keberhasilan program konversi tersebut diperlukan dukungan kebijakan dari Pemerintah. Menurutnya, hal itu terkait ketersediaan converter kit, kesiapan bengkel instalasi yang memadai, termasuk insentif kepada produsen kendaraan yang mempro­duksi kendaraan berbahan bakar gas.

“Pemerintah daerah dapat berkontribusi nyata melalui kebijakan yang mewajibkan semua angkutan umum dan taksi untuk menggunakan gas untuk menjamin program konversi BBM ke BBG berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Rupiah Bakal Melemah Hingga 4 Tahun Mendatang

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo akan terus melemah hingga empat tahun ke depan. Oleh karena itu, Agus mengimbau pemerintah perlu menjaga defisit neraca perdagangan agar tetap aman.

“BI akan lakukan intervensi jika Rupiah mengalami gejolak. Saya perkirakan dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat dari tiga sampai empat tahun ke depan,” kata Agus, di Indonesia Economic & Market Outlook 2015: Time to Take Off, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/1).

Lebih lanjut dikatakan dia, jika defisit neraca perdagangan tidak dijaga, maka stabilitas makro-ekonomi Indonesia akan terganggu. “Seperti Rusia yang makroekonominya tidak bisa dijaga dengan baik, stabilitas makro itu perlu.”

Selain itu, melihat keadaan nilai dolar AS yang terus menguat sampai empat tahun mendatang, Agus berharap pemerintah dan swasta agar berhati-hati dalam menarik utang asing. Pasalnya, hal tersebut memberikan efek yang sangat besar bagi utang luar negeri (ULN) Indonesia.

“ULN Indonesia, pemerintah dan swasta, jumlahnya cukup tinggi. Bukan hanya swasta tapi perusahaan BUMN juga,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiga Investor Tiongkok Investasi di Sektor Listrik

Jakarta, Aktual.co — Langkah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mempercepat sektor kelistrikan nampaknya telah dilirik beberapa investor asing, salah satunya China. Data BKPM menunjukkan dalam periode Oktober 2014 hingga 23 Januari 2015 tercatat ada 3 (tiga) perusahaan China sudah menyatakan minat berinvestasi kepada BKPM.

“Dua diantaranya sudah menyatakan komitmen nilai investasi sebesar USD19,90 miliar,” ujar Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (29/1).

Sehingga secara keseluruhan dalam periode tersebut, menurut Franky terdapat tujuh perusahaan asing yang berminat menanamkan investasi. Tiga diantaranya menyatakan komitmen nilai investasi sebesar USD20,45 miliar.

“Perusahaan lainnya berasal dari Korea Selatan, India, Jepang dan Portugal. BKPM akan terus melakukan pendampingan agar investor yang sudah menyatakan minat ini dapat segera merealisasikan investasinya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah sendiri merencanakan akan membangun pembangkit listrik 35 ribu megawatt, dimana 25 ribu MW tersebut akan dibangun oleh swasta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain