2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39444

Presiden Jokowi Copot Sutarman Sebagai Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi pemberhentian Jenderal Polisi Sutarman dari jabatan kapolri.
“Mulai saat ini, mulai detik ini, saya laksanakan keputusan presiden (tentang pemberhentian jabatan kapolri) sehingga tugas, wewenang dan tanggung jawab kapolri diberikan kepada Wakapolri yang ditugaskan sebagai plt. kapolri,” kata Kapolri Jenderal Pol Sutarman di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (16/1) malam.
Menurut dia, seluruh kegiatan kepolisian termasuk pembinaan dan operasional Polri mulai saat ini dipimpin oleh Komjen Pol Badrodin Haiti.
Sementara Komjen Badrodin menyatakan siap mengemban tugas sebagai pelaksana tugas kapolri.
“Terima kasih atas keputusan Presiden. Saya selaku Wakapolri akan melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab kapolri karena tidak boleh ada kekosongan pimpinan,” kata Badrodin.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Polri untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai harapan dan tuntutan masyarakat.
Pada Jumat malam, Presiden Joko Widodo mengeluarkan dua perpres. Perpres pertama yakni mengenai penundaan pengangkatan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri.
Sementara perpres kedua berisi tentang keputusan presiden untuk memberhentikan Jenderal Sutarman sebagai kapolri sehingga untuk mengisi kekosongan pimpinan Polri maka Wakapolri Komjen Badrodin Haiti resmi menjadi pelaksana tugas kapolri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Terduga Teroris Simpan Sejumlah Peluru di Kediri

Jakarta, Aktual.co —Tim Densus 88 Mabes Polri menyita sejumlah barang bukti, termasuk peluru saat menggeledah dua rumah tempat tinggal Roni, terduga teroris di Desa Krenceng, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kepala Bidang Penindakan Densus 88 Kombes Polisi Ibnu Suhendra di Kediri, Jumat (18/1),  mengatakan polisi memang sengaja melakukan penggeledahan untuk mencari sejumlah barang bukti karena ditemukan seperti peluru senjata api jenis revolver.
“Di rumah, kami menemukan satu peluru revolver ditaruh di dekat Al-Quran,” katanya kepada wartawan. Polisi menggeledah dua rumah dimana Roni pernah tinggal di rumah orang tuanya. Di tempat itu, polisi memeriksa sejumlah tempat serta menyita beberapa berkas, termasuk peluru.
Sementara, rumah yang kedua, yang digeledah adalah tempat Roni tinggal saat kecil yaitu, rumah neneknya. Jarak dari rumah orangtuanya sekitar dua kilometer. Di rumah itu, ditinggali kakek serta nenek Roni. Ibnu mengatakan, polisi sudah lama mengintai Roni. 
Ia masuk dalam daftar pencarian orang, karena terlibat dalam sejumlah aksi teror yang dilakukan di Bima, NTB. Ia diketahui terkait jaringan Santoso, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) teroris Poso. Selain teror, dalam melakukan aksinya, Roni dengan rekan-rekannya juga tidak segan melakukan pembunuhan, termasuk korbannya anggota polisi.
Pihaknya juga mengatakan polisi menembak Roni, sebab melawan saat akan ditangkap. Pelaku bahkan sempat melawan dengan menembakkan senjata sebanyak tiga kali, sehingga terpaksa dilumpuhkan. Namun, ia menegaskan anggota tidak ada yang terluka saat akan menangkap Roni. “Kronologinya, saat akan ditangkap, tersangka melakukan tembakan tiga kali ke anggota, sehingga anggota melumpuhkan dan mengenai bagian dada,” katanya.
Tim Densus 88 Mabes Polri menembak mati seorang terduga teroris di Dusun Nglarangan, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Saat ini, jenazah yang bersangkutan masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri, dan belum diambil keluarga.

Musisi Avip Priatna akan Pentaskan Paduan Suara dan Orkestra Spesial

Jakarta, Aktual.co — Musisi dan konduktor Avip Priatna akan mementaskan paduan suara dan orkestra Indonesia secara spesial bertema “50 Years of Blessing” sebagai bagian dari hari ulang tahunnya yang ke-50.

“Pementasan dan acara pendukng ini merupakan bentuk syukur atas apa yang telah saya capai dalam usia 50 tahun,” kata Avip usai jumpa pers di Balai Resital Kertanegara, Jalan Kertanegara 28, Jakarta, Jumat (16/1).

Rencananya, Avip akan memainkan lagu klasik sebanyak 15 lagu tanpa istirahat pada 24 Januari 2015 pukul 19.00 WIB di Balai Resital.

“Ada 15 lagu klasik standar tapi memiliki ciri khas tersendiri dan dimainkan tidak pakai istirahat. Setelah itu, ada empat lagu yang dibawakan para pemenang lomba acara pendukung yang terdiri dari satu orkestra dan tiga paduan suara,” kata dia.

Dari semua lagu yang dibawakan Avip bersama tim koor, terdapat enam lagu yang dia dedikasikan untuk orang-orang yang telah memberi sumbangsih dalam karirnya bermusik, seperti guru-guru musiknya dan mendiang orang tuanya.

“Enam lagu dipilih dari dedikasi orang yang berjasa,” kata dia.

Sementara itu, dia mengatakan konsernya sengaja diadakan di Balai Resital karena alasan kekeluargaan.

“Ini adalah konser saya yang spesial. Maka dari itu, saya ingin membuatnya bersahabat dengan hadirin nanti lewat suasana kekeluargaan,” kata dia.

Balai Resital sendiri memiiki kapasitas 300 tempat duduk.

“Separuh kapasitas untuk orang yang saya undang khusus, sementara separuh lagi untuk masyarakat umum. Sampai sekarang saya belum tahu berapa jumlah tiket yang terjual,” kata dia.

Avip merupakan salah satu musisi asli Indonesia yang meraih gelar Konduktor Terbaik di Torrebieja, Spanyol pada 2011 dan di Varna, Bulgaria 2012.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Umumkan Harga Semen, Ini Penjelasan Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga BBM Jenis Premium dan Solar, gas Elpiji 12 Kg serta Semen. Banyak pihak mempertanyakan mengapa harga Semen juga turut diumumkan oleh Presiden Jokowi. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, penurunan harga semen diumumkan langsung oleh seorang Pemimpin negara.

Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengumumkan penurunan tersebut mengatakan, pada waktu pembahasan turunnya harga minyak dunia dan BBM di Istana Negara, dirinya juga melaporkan dampak lain terhadap kinerja BUMN.

“Saya laporkan ke beliau. Setelah seminggu komunikasi dengan Pertamina dan Semen Indonesia. Saya sampaikan ada dua hal yang ikut turun,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/1).

“Saya katakan, ada elpiji 12 kg, itu bisa diturunkan Rp5.000, yang sebelumnya Rp134.000 jadi Rp129.000. Kedua, semen, kalau harga eceran di end user (konsumen) Rp54.000-56.000, sekarang bisa jadi Rp51.000-53.000,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah itu Jokowi pun memutuskan untuk sekaligus mengumumkan kabar baik itu kepada publik bersamaan dengan harga BBM.

“Jadi penurunan elpiji 12 kg dan harga semen tidak karena campur tangan pemerintah secara langsung. Ini murni corporate action dari BUMN untuk beri perbaikan ke perekonomian Indonesia,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lapas Nusakambangan Siapkan Eksekusi Mati Enam Narapidana

Semarang, Aktual.co — Sebanyak enam narapidana yang berada ditahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang tersebar di wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, akan dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap pada 18 Januari 2015.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, Yuspahruddin, membenarkan hal tersebut. 
Dia menyebut sebanyak enam napi telah menyampaikan permohonan terakhir sebelum menjalani eksekusi mati.
“Sejauh ini, lima narapidana yang sedang menanti detik-detik terakhir eksekusi mati berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah. Sementara, satu narapidana wanita masih berada di Lapas Wanita, Bulu, Semarang,” kata dia, di Semarang, Jum’at (16/1).
Teknis permohonan terakhir itu menjadi kewenangan penuntut masing-masing. Hak-hak permintaan terakhir kepada keluarga, kerabat maupun sanak saudara, sudah dilakukan.
Keenam napi tersebut adalah Namaona Denis (48) warga negara Malawi, Marco Archer Cardoso Mareira (53) warga negara Brazil, Daniel Enemua (38) warga negara Nigeria, Ang Kim Soei 62) kewarganegaraan tak jelas, Tran Thi Bich Hanh (37) warga Negara Vietnam dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia, Warga Negara Indonesia.
Dari para napi tersebut sebelumnya telah mengajukan permohonan grasi kepada presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2014 lalu, namun ditolak.
Menanggapi pelaksanaan eksekusi napi, pihaknya mengaku belum melakukan serah terima terhadap sejumlah napi dengan masing-masih kejaksaan yang akan mengeksekusi narapidan tersebut.
“Yang akan mengeksekusi itu dari sejumlah kejaksaan, seperti napi yang berada di wilayah kejaksaan di Tangerang, ” imbuh dia.
Ditambahkan, menjelang eksekusi napi biasanya dilakukan pengamanan yang berbeda dari hari-hari biasa di Pulau Nusakambangan. “Intinya keamanan lebih ketat. Kita kerjasama bersama pihak kepolisian dengan menerjunkan ratusan personil.”

Artikel ini ditulis oleh:

Kemensos dan Kemenkes Tangani Kesehatan Penyandang Psikotik

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan akan lebih mengintensifkan koordinasi untuk penanganan dan pemberian pelayanan kesehatan bagi penyandang masalah psikotik.

“Kemensos dan Kemenkes akan lakukan koordinasi lebih intensif karena cukup banyak penyandang masalah psikotik seperti ini yang butuh penanganan,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa di Cengkareng Jakarta Barat, Jumat (16/1).

Di panti tersebut menangani mereka yang terlantar dan menderita masalah psikotik atau kejiwaan. Sekitar 60 persen yang ditangani merupakan warga luar DKI Jakarta.

“Kami paham beban Pemprov DKI jadi cukup berat karena ini sebetulnya masalah yang datang sebab mereka ingin mencari nafkah di Jakarta, tapi karena suatu hal mereka mengalami gangguan psikotik,” ujar dia.

Karena itu, tambah Khofifah, koordinasi yang lebih intensif juga perlu dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri sehingga daerah asal mereka juga turut bersama-sama menangani.

Dia mengatakan, yang perlu dilakukan pemda daerah asal mereka adalah menjemput mereka yang sudah sembuh untuk pulang ke daerahnya.

“Untuk mereka yang sudah siap mandiri, di Kemensos ada program Kelompok Usaha Bersama (Kube), mereka bisa berusaha dalam bentuk kelompok,” tambah Khofifah.

Khofifah berada di PSBL untuk mengetahui lebih detil bagaimana tanggung jawab pemerintah pusat dalam penanganan penyandang masalah sosial dan psikotik.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain