12 April 2026
Beranda blog Halaman 39448

Dalang Pembantaian “Charlie Hebdo” Adalah Mossad dan CIA

Jakarta, Aktual.co —Seorang anggota Senat AS menyampaikan teorinya tentang kekerasan yang terjadi pada majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, beberapa pekan lalu. Menurutnya, AS dan Mossad berada di belakang serangan tersebut. Jack Linblad, anggota senat dari daerah pemilihan Los Angeles mengatakan pembunuhan brutal itu bukan dilakukan teroris, tapi oleh AS dan Mossad. Ini dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan PM Israel Benjamin Netanyahu.
Sebagaimana dikutip dari belfasttelegraph.co.uk, Linblad mengklaim tindakan Kouachi bersaudara dan Amedy Coulibaly, yang melakukan serangan dalam dua waktu yang berbeda, melakukan perbuatan itu bukan atas dasar keyakinan ekstrem mereka terhadap agama, tapi atas perintah dari AS dan Mossad. Linblad meyakini, keterlibatan AS dan Mossad dilakukan untuk membuat Eropa tetap berada dibawah kendali “tangan Netanyahu,” dan  PM Israel tersebut tetap memiliki kekuasaan.
Anggota senat ini mengatakan salah satu yang membuatnya meyakini teori itu adalah paspor pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian saat selesai serangan. “Itu adalah perbuatan Mossad, niatnya seperti kasus 9/11,” kata Linblad. Ia menyebut tanda tersebut sebagai “bendera/kode palsu.” Komentar Linblad ini juga senada dengan sebuah tulisan di surat kabar Rusia, Komsomolskaya Pravda. 
Media ini menaikan isu, “Apakah AS terlibat dalam serangan teroris di Paris?” Media ini juga mempublikasikan beberapa wawancara yang menunjukan pemerintah AS berada di belakang pembunuhan tersebut. Salah satu nara sumber media tersebut mengatakan, kasus tersebut adalah sebagai balas dendam pada Presiden Perancis Francois Hollande yang meminta Uni Eropa untuk mengurangi sanksi pada Rusia.

Pengadaan Peralatan SEA Games 2015 Capai Rp30 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi, Djoko Pekik Irianto mengatakan, nilai peralatan untuk persiapan SEA Games 2015 di Singapura yang pengadaannya ditenderkan menembus Rp30 miliar.

“Rp30 miliar lebih. Jumlah itu belum termasuk peralatan untuk bola voli karena masih menunggu selesainya Proliga,” kata Djoko Pekik usai pertemuan dengan PSSI di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (28/1).

Menurut dia, tender peralatan untuk persiapan SEA Games 2015 menggunakan mekanisme berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan dalam pengadaan peralatan seperti kejuaraan sebelumnya (Asian Games 2014).

Jika pada tender sebelumnya hanya ditetapkan satu perusahaan, kata dia, untuk SEA Games 2015 akan dipecah menjadi enam paket dan akan ada enam perusahaan yang mempersiapkan peralatan untuk kejuaraan dua tahunan itu.

“Akan ada enam pemenang. Misalnya paket peralatan umum, pertandingan dan latihan. Itu sendiri-sendiri. Yang jelas menyangkut semua cabang olahraga,” katanya menambahkan.

Djoko Pekik menjelaskan, saat ini proses tender masih berjalan meski dalam beberapa hari terakhir sempat terjadi kendala pada internet. Meski demikian, perbaikan internet untuk pendaftaran tender secara online telah berjalan.

Sesuai dengan rencana, kata dia, pengumuman pemenang tender akan dilakukan akhir bulan ini. Selanjutnya, perusahaan pemenang diharapkan segera memenuhi kebutuhan atlet sesuai dengan tender yang dilakukan.

“Februari, kami meminta pemenang tender segera bersiap menyalurkan peralatan. Maret semuanya harus sudah siap digunakan,” kata Djoko Pekik menegaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bentuk Tim Sembilan, Kemenpora Tak Berniat Bekukan PSSI

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak berniat membekukan PSSI, baik sebelum dibentuknya Tim Sembilan maupun hingga masa kerja tim tersebut berakhir pada Maret 2015.

“Sejak awal sebelum adanya Tim Sembilan sampai terus berlangsung, baik menteri maupun saya dan anggota Tim Sembilan tidak pernah mengarah pada konklusi untuk membekukan atau membubarkan PSSI,” kata Deputi V Kemenpora, Gatot Dewa Broto usai pertemuan pertama PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1).

Gatot menegaskan, meskipun banyaknya permintaan masyarakat untuk membubarkan PSSI, nyatanya Kemenpora justru bersinergi dengan PSSI.

Oleh karenanya, Kemenpora membentuk Tim Sembilan yang bertugas mengawasi kinerja dan mengevaluasi PSSI.

Pembubaran PSSI sebelumnya sudah santer terdengar karena prestasi sepak bola cenderung menurun diikuti dengan banyaknya masalah, seperti muncul “sepak bola Gajah” antara PSS Sleman dan PSIS Semarang.

“Bahwasanya informasi tersebut bersliweran, itu hak masyarakat karena permintaan dari masyarakat membubarkan PSSI tinggi sekali. Jangan sampai ada kepanikan bagi PSSI sendiri,” kata Gatot.

Terlaksananya pertemuan pertama Kemenpora dan PSSI pun bertujuan membangun sinergitas antara kedua pihak dalam membenahi persepakbolaan di Tanah Air.

“Pertemuan yang kami gelar bukan dalam rangka mengurus antara Kemenpora dan PSSI, tetapi mengurus prestasi sepakbola,” Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto.

Djoko mengungkapkan sinergi menjadi kunci yang dilaksanakan pada pertemuan tersebut untuk menemukan persepsi yang sama dari kedua pihak.

Beberapa hal yang menurut Djoko perlu disinergikan, antara lain pembenahan keterbatasan pelatih serta sarana dan prasarana di daerah yang perlu diperbaiki.

Pertemuan pertama PSSI dan Kemenpora dihadiri oleh antara lain Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen PSSI Joko Driyono, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto dan didampingi oleh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto serta staf ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Amung Ma’mun.

Artikel ini ditulis oleh:

Obama dan Raja Salman Bicarakan Iran

Riyadh, Aktual.co —Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertemu dengan raja baru Arab Saudi, Salman, untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah pekan lalu, sekaligus membicarakan kemitraan dan kerja sama di berbagai bidang, Selasa (27/1). Diberitakan Reuters yang mengutip pejabat Amerika, dalam pertemuan pertama kedua pemimpin tersebut, Raja Saudi menyampaikan dukungannya atas negosiasi yang dipimpin AS untuk menghentikan program nuklir Iran.
Pejabat AS dalam pembicaraan dengan wartawan di pesawat Air Force One menjelaskan bahwa Raja Salman mengatakan bahwa ambisi Iran untuk membuat senjata nuklir tidak bisa dibiarkan dan harus dihentikan. Jika perundingan nuklir Iran sukses, maka ini akan menjadi peninggalan bersejarah dari Obama. Raja Salman juga mengatakan bahwa Saudi akan meneruskan kebijakan energi, termasuk tidak akan memperlambat produksi minyak yang diterapkan sejak Raja Abdullah masih memimpin. Pejabat AS mengatakan kedua pemimpin membicarakan soal stabilitas pasar minyak namun tidak menyinggung rendahnya harga saat ini.
“Dia mengatakan akan terus memainkan peran Saudi dalam pasar energi dunia seperti yang telah dilakukan selama ini, dan tidak akan ada perubahan dalam posisi itu,” ujar pejabat AS. Akhir tahun lalu, Arab Saudi mengejutkan pasar minyak karena memutuskan tidak akan memotong produksi untuk meningkatkan harga yang saat itu anjlok. Kebijakan ini diambil untuk melawan peningkatan jumlah produksi dari Amerika Utara dan menolak ikut menjaga harga sekitar US$100 per barel.
Saudi adalah sekutu dekat AS, dan turut serta dalam koalisi AS menggempur ISIS di Irak dan Suriah. Selain itu, Arab Saudi adalah salah satu pasar potensial bagi produsen senjata di AS dan negara Barat lainnya. Beberapa aktivis menuduh Saudi telah melakukan pelanggaran HAM, salah satunya adalah hukuman cambuk untuk blogger ateis yang divonis bulan ini. AS sebagai salah satu mitra utama Saudi juga turut melayangkan kritikan, namun dengan nada yang lebih ringan. Obama dalam pertemuan dengan Salman, seperti dikatakan pejabat AS, juga mengemukakan masalah ini namun tidak secara spesifik mengarah pada kasus tertentu

Nelayan Langkat Resah, Dilarang Ekspor Kepiting

Jakarta, Aktual.co —Kepiting tidak laku di pasaran ekspor, membuat resah ratusan nelayan di Desa Pantai Gading Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Buyung Kasbie, seorang nelayan di Secanggang mengakui saat ini para toke tak mau lagi membeli kepiting hasil tangkapan nelayan. Menyusul adanya larangan ekspor kepiting dari Menteri Perikanan.
Meski belum tahu kebenaran adanya larangan itu, saat ini para nelayan sudah tidak mencari kepiting lagi.
“Kalaupun ada, kepiting tersebut dibeli dengan harga murah,” ujar dia, di Secanggang, Rabu (28/1).
Diakuinya, sejak toke menolak membeli kepiting, para nelayan di desanya resah dan menjerit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. 
Meski larangan itu hanya pada kepiting betina (jumbo) dan kepiting yang beratnya di bawah dua ons, namun berpengaruh pada pendapatan nelayan. Karena mereka hanya mengandalkan hidup dari menangkap kepiting.
“Apalagi jelang Imlek ini biasanya harga kepiting jumbo bisa mencapai Rp200 ribu per kilogram. Tapi saat ini hanya Rp40 ribu saja per kilonya, sedangkan kepiting sangkak juga tidak laku,” ujar dia.
Sebagian nelayan terpaksa tetap mencari kepiting walau harganya anjlok, demi bertahan hidup.
Sementara itu, seorang nelayan lainnya Jamaluddin, berharap mereka dapat kepastian tentang pelarangan jual beli kepiting dari pemerintah.
Karena menurut mereka justru harga kepiting betina (jumbo) itu yang harganya mahal dan kepiting yang berat dibawah dua ons untuk benih sangkak yang mahal harganya.

Artikel ini ditulis oleh:

Abraham Samad Tolak Kirim Surat Pengunduran Diri BW ke Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menolak mengirimkan surat rekomendasi pengunduran diri Wakil Ketua KPK, Bambang Wijojanto (BW). Hal itu disampaikan Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi.
Johan menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan surat tersebut, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menentukan sikap terkait status BW sebagai salah satu pimpinan di KPK.
“Tidak mengirimkan. Kami masih menunggu,” tulis Johan melalui pesan singkat kepada awak media, Rabu (28/1).
Sebelumnya, Samad sudah lebih dulu melemparkan tanggung jawab dengan menolak surat pengunduran diri yang diajukan BW pada Senin (28/1).
“Baru saja abis Maghrib tadi saya dikasih tau pimpinan bahwa pengunduran diri pak Bambang ditolak,” ungkap Johan.
BW beralasan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan karena dirinya taat terhadap Konstitusi, khususnya pada Pasal 32 ayat 4 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.
“Saya tunduk pada konstitusi, undang-undang, dan kemaslahatan kepentingan publik. Saya mengajukan surat itu kepada pimpinan KPK,” papar Bambang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain