19 April 2026
Beranda blog Halaman 39452

Iring-iringan Tentara ‘Zionis’ Israel Dihantam Rudal Hizbullah

Jakarta, Aktual.co — Dua tentara Israel tewas setelah sebuah rudal menghantam iring-iringan kendaraan militer ‘zionis’ Israel di wilayah Shebaa, yang merupakan perbatasan Suriah dan Lebanon.

Selain dua tentara yang tewas, tujuh tentara lainnya mengalami luka-lula dalam serangan tersebut.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengaku, akan melakukan serangan balik atas tewasnya dua tentara Israel itu.

“Mereka di belakang itu, akan membayar penuh,” kata Netanyahu saat meluncurkan konsultasi dengan kepala keamanan pada insiden itu.

Pensiunan Angkatan Darat (AD) Lebanan Elias Hanna berharap, Israel juga melakukan serangan balik atas misil yang dilancarkanya tersebut.

Namun demikian, tak ada serangan yang mematikan, hanya saja pesawat Israel hanya terbang di perbatasan Lebanon.

Hazbullah pun mengaku pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. “11:25 pagi ini, kelompok Quneitra menargetkan konvoi tentara Israel dengan roket khusus.”

“Atas serangan itu, baik seorang perwira dan lainya mengalami banyak yang terluka,” kata laporan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Bonaran: Foto Syur Abraham Lebih Sadis

Jakarta, Aktual.co — Tersangka Bupati Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang angkat bicara soal foto syur mirip Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dengan Puteri Indonesia, Elvira Devinamira Wirayanti.
Bonaran meyakini jika foto tersebut adalah benar Abraham Samad. “Dan luar biasa loh ada ketua KPK yang gambarnya syur. Saya kira TCW lebih sadis, rupanya lebih sadis dari TCW (Tubagus Chaery Wardhana) ya,” ujar dia, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/1).
Sebelumnya Bonaran pun mengkritisi sikap tersangka Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto yang belum mengundurkan diri meski sudah menyandang status tersangka di Bareskrim Mabes Polri.
“Bilang ke Bambang kalau mau mengajukan pengunduran diri jangan ke KPK. tapi ke presiden,” kata Bonaran

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Keberhasilan Penyelesaian Konflik KPK-Polri Tergantung Presiden

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Universitas Paramadina Herdi Sahrasad menyebut keberhasilan penyelesaian konflik KPK-Polri tergantung dari Presiden Joko Widodo.
“Persoalannya apakah tarik menarik kepentingan dijembatani oleh presiden? itu beda lagi,” kata Herdi, kepada Aktual.co, Kamis (29/1).
Rekomendasi Tim independen dianggap sudah cukup untuk menyelesaikan kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, efektifitasnya rekomendasi tergantung Jokowi mau melaksanakannya atau tidak.
Sebelumnya, Tim independen telah membeberkan butir-butir rekomendasi sebagai masukan kepada presiden terkait kemelut antara KPK dengan Polri.
Rekomendasi tersebut diantaranya memberikan kepastian terhadap siapapun penegak hukum yang berstatus tersangka untuk mengundurkan diri. Kemudian, presiden tidak melantik calon Kapolri dengan status tersangka dan mengusulkan calon baru Kapolri, serta menghentikan segala upaya yang diduga merupakan kriminalisasi terhadap personel penegak hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Ombudsman Berjanji Tindaklanjuti Laporan BW

Jakarta, Aktual.co — Komisi Ombudsman berjanji akan menindaklanjuti laporan tersangka Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto.
“Kami bertanggung jawab untuk menindaklanjuti pengaduan dari Pak Bambang,” ujar Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana saat konpers, di gedung Ombudsman RI,Jakarta selatan,kamis (29/1).
Bambang Widjojanto diketahui melapor ke Ombudsman terkait penangkapannya oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Bambang, tim kuasa hukum, serta Ombudsman melakukan pertemuan tertutup di Ruang Adjudikasi, lantai enam, kantor Ombudsman. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Arbi Sanit: Pemerintahan Sekarang Kurang Stabil

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Arbi Sanit mengatakan periode pemerintahan dalam skala sepuluh tahun terakhir, kurang stabil.
“Ada yang tidak baik dalam perkembangan reformasi, periode sekarang kurang stabil, kericuhan lebih intensif dibanding 10 tahun terakhir,”ujar Arbi Sanit, pada Diskusi Harapan dan Kenyataan 100 hari Jokowi, di Dewan Harian Nasional, Jakarta, Kamis (29/1).
Sanit mengatakan, ada pergeseran sistem selama 10 tahun terakhir. Sistem pemerintahan sekarang tidak seimbang. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seperti ingin menggugat presiden. Koalisi yang baru seperti bersekongkol untuk ‘menghajar’ presiden dengan adanya kisruh KPK-Polri.
Arbi menilai Presiden Jokowi tidak memiliki kekuatan untuk melawan sistem pemerintahan yang goyang sehingga bisa dikendalikan oleh politisi-politisi yang berniat buruk.
“Ini riwayatnya Gus Dur mau dihidupkan kembali, tapi Gus Dur ngga bisa dikendalikan akhirnya dimundurkan”, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bonaran Sarankan BW Cari Pengacara Profesional

Jakarta, Aktual.co — Tersangka Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, diminta fokus mengurus perkara yang kini menderanya di Bareskrim Mabes Polri.
Saran itu, disampaikan mantan rivalnya di Mahkamah Konstitusi ketika sengketa pilkada Tapteng, yang kini berstatus tersangka di KPK, Bonaran Situmeang.
“Kembali kita jelaskan, bilang sama Bambang supaya fokus dia urusi perkaranya,” ujar dia, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/1).
Bonaran pun seperti mencibir BW seraya menyarankan agar memilih pengacara yang profesional.”Dia harus cari pengacara yang profesional jangan saya. Saya lagi sibuk di Guntur melantai bersama TCW (Tubagus Chaery Wardhana),” kata dia.
Seperti diketahui, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menolak mengirimkan surat pengunduran diri tersangka Wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto ke Presiden Joko Widodo.
BW sapaan akrabnya, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan mengarahkan saksi dalam memberikan keterangan palsu disengketa pilkada Kotawaringin di Mahkamah Konstitusi (MK).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain